Monday, March 12, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Wisata Gua Salukangkallang yang Menantang

Posted: 12 Mar 2012 05:18 PM PDT

MENELUSURI gua terpanjang di Indonesia bisa menjadi rekreasi alternatif bagi pecinta tantangan. Gua itu adalah Salukangkallang yang panjangnya mencapai 27 Kilometer.

Gua yang terletak di Kawasan Desa Wisata Samangki, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan itu kini menjadi tempat pendidikan dan pelatihan penelusuran gua (caving).

Kabupaten Maros terkenal dengan keindahan gunung kars dan barisan tebing sehingga dijuluki The Spectacular Tower Karst.

Pintu masuk gua berada di Desa Labuaja yang merupakan desa tetangga Samangki. Untuk memasuki mulut gua, Anda harus menuruni tebing berketinggian sekitar 5 Meter dengan menggunakan perlengkapan caving.

Saat menjelajahi gua, Anda akan mendapati tantangan yang lebih besar. Berhati-hatilah dengan kepala Anda karena saat berada di dalam gua tak jarang banyak yang terbentur. Namun, perjuangan Anda akan terbayar dengan keindahan bawah tanah gua yang dihiasi dengan stalaktit dan stalakmit di sepanjang gua.

Bebatuan kapur yang menghiasi dinding gua akan nampak bercahaya, bening dan mengkilap layaknya berlian jika disinari cahaya senter. Dibalik kesunyiannya ternyata gua memiliki keindahan yang mengagumkan.

Di dalam gua juga terdapat sungai yang pada bagian pinggirnya dijadikan sebagai tempat istirahat pengunjung. (desawisatasamangki.com/*/OL-14)

Makan Malam Romantis di Pantai Indrayanti

Posted: 12 Mar 2012 05:13 PM PDT

TIDAK sekadar menawarkan pesona pantai berpasir putih dengan air lautnya yang jernih, di Pantai Indrayanti Anda bisa menikmati makan malam romantis di sebuah restoran yang berada di tepi pantai.

Pantai Indrayanti terletak di sebelah timur Pantai Sundak, tepatnya di desa Tepus, kecamatan Tepus Wonosari Gunung Kidul, Yogyakarta. Bukit-bukit karang menjadi pembatas pantai dan pemandangannya terbilang paling indah dibanding pantai lain di Gunungkidul.

Di sekitar kawasan pantai terdapat restoran dan cafe, serta sejumlah penginapan menghadap ke pantai yang siap memanjakan wisatawan. Saat malam hari gazebo-gazebo di pinggiran pantai terlihat cantik karena disinari kerlipan lampu. Makan malam sambil menikmati hembusan angin dan deburan ombak akan menjadikan pengalaman romantis tak terlupakan.

Adanya campur tangan pihak swasta dalam pengelolaan pantai memberikan dampak positif. Di sepanjang garis pantai terlihat bersih dan bebas dari sampah. Berbeda dengan pantai lain yang biasanya nampak kotor dan tak terawat. Bahkan wisatawan yang membuang sampah sembarangan dikenakan denda sebesar Rp 10.000 oleh pihak pengelola.

Penamaan pantai sempat menjadi kontroversial. Kata Indrayanti sebenarnya berasal dari nama cafe dan restoran yang ada di pantai. Meski pemerintah menamai pantai dengan nama Pantai Pulang Syawal, masyarakat sudah terbiasa menyebutnya sebagai Pantai Indrayanti. (yogyes.com/*/X-13)

0 comments: