Friday, September 17, 2010

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Masjid Tua Wapauwe

Posted: 17 Sep 2010 04:24 PM PDT

Masjid Tua Wapauwe adalah sebuah masjid bersejarah dan merupakan masjid tertua di Maluku. Masjid yang berada di Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah ini dibangun pada 1414.

Di masjid ini tersimpan Mushaf Alquran Imam Muhammad Arikulapessy yang selesai ditulis (tangan) pada 1550. Keunikan bangunan masjid berusia tujuh abad ini adalah konstruksinya tidak menggunakan paku sama sekali, hanya menggunakan pasak kayu pada setiap sambungan.

Tak jauh dari masjid Wapauwe terdapat benteng New Amsterdam. Benteng ini peninggalan Belanda yang mulanya adalah loji Portugis.

Benteng tersebut menjadi saksi sejarah perlawanan para pejuang Tanah Hitu melalui Perang Wawane (1634-1643) serta Perang Kapahaha (1643-1646).

Sumber: Majalah Travel Club

Museum Balla Lompoa

Posted: 17 Sep 2010 04:20 PM PDT

Balla Lompoa dalam bahasa Makassar berarti Rumah Besar. Museum yang menyimpan benda-benda Kerajaan Gowa ini adalah rekontruksi dari istana Kerajaan Gowa.

Arsitektur bangunan dalam komplek seluas satu hektar ini berbentuk rumah panggung, khas masyarakat Bugis. Bangunan museum ini seluruhnya terbuat dari kayu ulin atau kayu besi.

Museum yang berada di Kota Sungguminasa, Sulawesi Selatan ini, menyimpan sekitar 140 koleksi benda-benda kerajaan, seperti mahkota, gelang, kancing, kalung, keris dan benda-benda lain yang umumnya terbuat dari emas murni dan dihiasi berlian, batu ruby, dan permata. Alat perang, seperti tombak dan meriam kuno juga menjadi koleksinya.

Untuk melengkapi pejalanan wisata sebaiknya juga mendatangi makam Sultan Hasanuddin di komplek pemakaman raja-raja Gowa di Katangka Somba Opu Gowa.

Pahlawan nasional ini terkenal keberaniannya menentang penjajahan. Karena keberaniannya beliau mendapatjulukan dari kaum penjajah sebagai De Haantjes van Het Oosten atau Ayam Jantan dari Benua Timur.

Sumber: Majalah Travel Club

Benteng Keraton Buton

Posted: 17 Sep 2010 04:17 PM PDT

Benteng yang memiliki nama asli Benteng Keraton Wolio ini merupakan peninggalan sejarah terbesar di Sulawesi. Benteng yang masih berdiri kokoh di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara tersebut memiliki luas mencapai 22,4 hektar.

Benteng ini adalah yang terbesar di dunia, setelah tembok besar di Cina. Di dalam kawasan benteng terdapat pemukiman penduduk yang merupakan pewaris keturunan dari para keluarga bangsawan Keraton Buton masa lalu.

Aktivitas masyarakat di dalam benteng masih menjaga kekayaan budaya leluhurnya. Berbagai ritual yang diwariskan dimasa kesultanan masih dilakukan masyarakatnya.

Peninggalan sejarah masa lalu yang tersimpan di dalam kawasan benteng ini masih pun tetap terpelihara dengan baik. Beberapa obyek yang bisa di lihat di dalam benteng ini seperti, Batu Wolio (batu berwarna gelap yang ukurannya sebesarnya seekor lembu sedang duduk), batu popaua, makam Sultan Murhum (Sultan Buton pertama), Istana Badia, dan meriam-meriam kuno.

Di dalam kawasan benteng juga berdiri masjid tua dengan tiang bendera yang usianya seumur mesjid. Bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Buton III La sangaji Sultan Kaimuddin, Sultan berjuluk ‘Sangia Makengkuna’ ini memerintah antara 1591 – 1597.

Sumber: Majalah Travel Club

Museum Mulawarman

Posted: 17 Sep 2010 04:09 PM PDT

Bangunan yang sekarang menjadi Museum Mulawarman dulunya adalah istana dari Kesultanan Kutai Kartanegara. Istana ini dibangun pada 1963 sebagai pengganti istana sebelumnya yang terbakar.

Kerajaan Kutai Kartanegara berdiri sejak awal abad ke-13 dengan Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325) sebagai raja pertama.

Seiring dengan masuknya agama Islam di kalangan kerajaan, gelar pemimpin tertinggi pun berubah menjadi sultan. Sultan Aji Muhammad Idris (17351778), adalah sultan pertama yang menggunakan nama Islam.

Museum Mulawarman menyimpan semua benda-benda sejarah yang pernah digunakan Kesultanan Kutai Kartanegara. Koleksi yang tersimpan seperti Singgasana, Tempat Peraduan, Pakaian Kebesaran, Tombak, Keris, Meriam, Kalung, dan Prasasti Yupa.

Wisata sejarah kerajaan tertua di Indonesia inipun dapat ditelusuri dengan mengunjungi situs yang berada di desa Muara Kaman Hulu, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Salah satunya koleksi yang bisa di saksikan adalah Prasasti Yupa berupa lesung batu, serta batu memanjang dengan penuh tulisan-tulisan palawa kuno.

Sumber: Majalah Travel Club

Istana Kadriah

Posted: 17 Sep 2010 04:01 PM PDT

Istana yang terletak di Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat ini dibangun mulai Tahun 1771 hingga 1778. Tak berapa lama, Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri pun dinobatkan sebagai sultan pertama Kesultanan Pontianak.

Di atas pintu utama istana, terdapat hiasan mahkota serta tiga ornamen bulan dan bintang sebagai tanda bahwa Kesultanan Pontianak merupakan Kesultanan Islam Di sisi kanan, tengah, dan kiri depan istana, pengunjung dapat melihat 13 meriam kuno buatan Portugis dan Prancis.

Selain bisa menyaksikan keelokkan banguanan dan sejarah Istana Kadriah, wisata sejarah di Kota Pontianak ini pun bisa mengunjungi Istana Alwatzikhoebillah peninggalan Kesultanan Sambas.

Sumber: Majalah Travel Club

Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Posted: 17 Sep 2010 03:57 PM PDT

Siapa yang tak kenal Bali, keindahan alam dan budaya masyarakatnya telah membuat pulau dewata ini begitu mendunia sebagai surga wisata. Namun ternyata daya tarik wisata Bali sebagai tempat pelesir bukan hanya pada keindahan alam saja. Bali memiliki obyek wisata sejarah yang menarik dijelajahi.

Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB), misalnya. Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa para pejuang melawan penjajahan. Bangunan yang diresmikan pada 2003 ini berlokasi di depan Kantor Gubernur.

MPRB juga menyajikan diorama yang menggambarkan proses kehidupan masyarakat Bali. Mulai dari Masa Prasejarah, Masa Bali Kuno, Masa Bali Madya dan Masa Perjuangan Kemerdekaan.

Perjalanan wisata sejarah akan semakin menarik dengan mengunjungi Museum Bali. Benda-benda budaya mulai zaman prasejarah hingga sekarang tersaji disini. Koleksi yang dapat diliat terdiri dari benda arkeologika, ethnografika historika, dan seni rupa.

Kesuksesan Bali sebagai sebuah destinasi wisata dunia juga menarik untuk diikuti. Untuk mengetahui perjalanan Bali hingga mendapat julukan pulau terindah di dunia ini bisa ditelusuri dengan berkunjung ke Museum Le Mayeur yang terletak di Pantai Sanur.

Sumber: Majalah Travel Club

Kota Lama Semarang

Posted: 17 Sep 2010 03:54 PM PDT

Ibukota provinsi Jawa Tengah ini juga menyisakan banyak peninggalan masa penjajahan Belanda. Kalau di Jakarta di kenal dengan istilah Kota Tua, semarang pun memiliki sebuah kawasan yang di pagari gedung-gedung bersejarah dengan nama Kawasan Kota Lama atau Outstadt.

Ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dan mempunyai sejarah Kolonialisme seperti Gereja Blenduk, Stasiun Kereta Api Tawang, Gereja Gedangan, Nilmij, Marba, Marabunta dan De Spiegel. Kebanyakan gedung yang ada di kawasan ini masih dimanfaatkan sebagai hotel, rumah tinggal, atau menjadi perkantoran.

Wisata sejarah di kota Semarang akan semakin menarik dengan mengunjungi Lawang Sewu yang terletak di bundaran Tugu Muda. Lawang Sewu merupakan sebuah gedung yang dahulu digunakan sebagai kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Gedung ini dibangun pada 1904 -1907. Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini disebabkan bangunan tersebut memiliki pintu yang banyak.

Sumber: Majalah Travel Club

Kota Tua Jakarta

Posted: 17 Sep 2010 03:51 PM PDT

Di kawasan inilah awal kota modern Jakarta berada. Kawasan yang dikenal dengan Kota Tua ini melingkupi dua wilayah, Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Sebagai sebuah pusat kota pada zaman kolonial, area ini memiliki banyak bangunan megah dengan beragam fungsi mulai dari pusat pemerintahan hingga kantor perdagangan.

Kawasan seluas 846 hektare ini belakangan semakin ramai dikunjungi wisatawan terutama di sekitar Taman Fatahillah. Kawasan ini memang sejak pertama kali dibangun oleh pemerintah kolonial adalah sebagai alun-alun kota.

Di kawasan ini pun berdiri beberapa museum yang mengoleksi benda-benda bersejarah dan bernilai budaya.

Mengunjungi kawasan kota tua, wisatawan tidak hanya diajak menyaksikan bangunan-bangunan masa lalu peninggalan bangsa Belanda.

kawasan ini juga dikelilingi kampung-kampung tua yang berdiri seiring pesatnya sunda kelapa sebagai kawasan Pelabuhan. Bangunan-bangunan tempat beribadah seperti masjid dan klenteng yang sudah berusia ratusan tahun pun masih bisa disaksikan.

Sumber: Majalah Travel Club

Benteng Marlborough

Posted: 17 Sep 2010 03:46 PM PDT

Inilah satu-satunya benteng peninggalan Inggris yang terbesar di Indonesia. Benteng Marlborough dibangun rentang 1714 hingga 1719 oleh perusahaan dagang Inggris EIC semasa Gubernur Joseph Callet.

Berdirinya benteng ini menjadi awal lahirnya pula kota Bengkulu, karena disekitar benteng tumbuh kota dan pusat perdagangan. Setelah kekuasaan Inggris berakhir, maka Belanda mengambil alih benteng ini sebagai tempat pertahanan mereka.

Hingga kini kawasan Benteng Marlborough dikenal sebagai lokasi wisata sejarah yang cukup lengkap. Tak jauh dari benteng ada perkampungan Cina yang usianya ratusan tahun, selain itu ada pula Monumen Thomas Parr, Monumen Hamilton, dan Bunker Jepang.

Tak kalah menarik adalah kehadiran situs komplek makam Inggris, dengan nisan yang unik dan menarik. Disinilah dahulu ratusan orang Inggris yang meninggal akibat perang atau penyakit dimakamkan.

Sumber: Majalah Travel Club

Istana Maimun

Posted: 17 Sep 2010 03:43 PM PDT

Istana ini menjadi salah satu ikon Kota Medan, Sumatra Utara. Tak lengkap rasanya bertandang ke Medan bila tidak singgah di istana yang terletak di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun.

Istana seluas 2.772 meter persegi ini dibangun Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 1888. Di dalamnya terdapat 30 ruangan yang memadukan unsur-unsur kebudayaan Melayu dengan gaya Timur Tengah, Spanyol, India, dan Italia. Konon bangunan karya arsitek Italia ini menggunakan material yang langsung didatangkan dari Eropa.

Pilihan wisata sejarah di kota Medan bisa juga dilakukan dengan berkeliling kawasan Merdeka Walk. Disini bercokol bangunan-bangunan yang berusia ratusan tahun, seperti bangunan bekas Balaikota lama, kantor pos, dan stasiun kereta api.

Selain kawasan tersebut, bangunan bersejarah juga terdapat di sekitaran Kesawan, ini dapat dilihat dari kehadiran rumah makan Tip Top dan gedung Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Sumatra (BKS PPS). Ada pula kediaman Tjong A Fie, saudagar berdarah Tionghoa yang dikenal sebagai pengusaha yang dermawan.

Sumber: Majalah Travel Club

0 comments: