Potlot Adventure |
| Museum Seni Rupa dan Keramik Selami Sejarah Seni Rupa Indonesia Posted: 01 Mar 2010 04:42 PM PST
Sejak Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mencanangkan tahun 2010 menjadi Tahun Kunjung Museum, antusias masyarakat mulai terlihat. Menjelang akhir pekan, cukup banyak masyarakat yang menghabiskan waktu berkeliling Kota Tua. Termasuk mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik. Kumpulan pelajar, orang dewasa, hingga wisatawan asing pun berkunjung di sini, untuk melihat aneka benda bersejarah. Di awal berdiri, pada 1870, museum yang berlokasi di Jalan Pos Kota No. 2, Jakarta Barat ini, merupakan Kantor Dewan Kehakiman dalam kawasan Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia). Kemudian, dari 1973 hingga 1976, gedung itu digunakan untuk Kantor Walikota Jakarta Barat dan kemudian diresmikan Presiden Soeharto sebagai Balai Seni Rupa Jakarta. Hingga akhirnya, pada 1990 bangunan ini digunakan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik yang dirawat oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Banyak hal menarik yang bisa ditemukan di sini. Museum ini memiliki sekitar 500 karya seni rupa seperti, keramik, lukisan karya pelukis termashur, Raden Saleh dan pelukis ternama lainnya, serta ukiran kayu dari berbagai daerah di Indonesia. Pertama kali menginjakkan kaki di sini, pengunjung bisa memasuki ruangan pamer berbagai benda keramik yang diambil dari sejumlah kapal karam dari berbagai bangsa yang tenggelam di perairan Indonesia. Dari benda-benda yang dibawa kapal-kapal ini, bisa diketahui apa saja komoditas yang diperdagangkan pada saat itu. Jalur-jalur mana saja yang dilewati, dan periode kapal itu melintas di Nusantara. Bisa diketahui pula adanya jaringan perdagangan yang terjalin di Asia pada abad ke-9 sampai abad ke-10.
Setelah selesai berkeliling di lantai satu, pengunjung bisa menuju ke lantai atas, di sana terdapat ruangan yang menyimpan berbagai koleksi keramik dari Cina, Jepang, Arab, dan Eropa. Koleksi ini berupa piring-piring dan alat makan dengan hiasan pola tertentu yang menandakan periode pembuatannya. Lalu, beranjak ke belakang museum, ada ruang dengan koridor panjang yang menyimpan ratusan jenis lukisan, mulai dari pelukis legendaris, Raden Saleh, Abdullah, Affandi, sampai pelukis ternama lainnya. Disamping segala macam karya seni tersebut, museum ini pun memiliki perpustakan yang memiliki buku-buku mengenai seni rupa. Menariknya lagi, di museum ini pengunjung bisa mengikuti pelatihan membuat gerabah, mulai dari teknik pinching, cetak, dan roda putar. Museum ini buka setiap Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 sampai 15.00. Tiketnya relatif sangat murah, yaitu Rp 2.000 untuk orang dewasa dan Rp 600 untuk anak-anak. Jadi, pastikan Anda membawa kerabat berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik untuk menyelami sejarah seni rupa Indonesia. Sumber: Majalah Travel Club |
| Taman Arkeologi Pulau Onrust Geliat Saksi Bisu di Seberang Jakarta Posted: 01 Mar 2010 04:37 PM PST
Pertama kali menapakkan kaki dan mengedarkan pandangan di pulau ini, yang terlihat hanya bangunan yang bisa dihitung jari jumlahnya. Diselingi reruntuhan bangunan, jalan setapak, dan pohon-pohon rindang. Tidak terlihat bila ternyata pulau ini telah menjadi saksi bisu banyak kisah sejarah penting berkaitan dengan muasal ibukota Indonesia secara khusus dan Nusantara secara„umum. Pulau Onrust pada abad ke-17 dan ke-18 masehi merupakan pelabuhan VOC sekaligus sebagai tempat perbaikan kapal sebelum dipindahkan ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejak itu, pulau ini dinamai Pulau Onrust, karena kesibukannya. Onrust berasal dari Bahasa Belanda yang artinya tidak pernah istirahat. Dahulu di Pulau Onrust terdapat dua menara kincir angin penggergajian kayu yang komponen-komponennya didatangkan dari Amsterdam. Selain itu, VOC membangun sebuah benteng untuk menahan serangan dari pasukan Inggris. Benteng itu awal berbentuk belah ketupat dengan dua bastion dan kemudian diperluas menjadi segilima dengan bastion di setiap sudutnya. Selain benteng, untuk menahan serangan dari pasukan Inggris, V0C-pun membangun menara Martello termasuk di tiga pulau terdekat. Saat ini Menara Martello hanya dapat dilihat di Pulau Bidadari dan Pulau Kelor karena di Pulau Onrust dan Pulau Cipir hanya terlihat sisa-sisa dari pondasi menara itu. Dalam sejarahnya, Pulau Onrust tidak pernah lepas dari penguasaan VOC karena sebagai zona pertahanan bagi kantor pusat VOC di Batavia. Selain itu Pulau Onrust dijadikan sebagai tempat penampungan sementara komoditi-komoditi Asia yang akan dikirim ke Eropa. Tahun 1911 hingga 1933, Pemerintah Hindia Belanda memfungsikan Pulau Onrust dan Pulau Cipir sebagai pusat karantina haji yang saat itu menjadi jalur utama transportasi haji adalah melalui laut. Difungsikannya Pulau Onrust dan Pulau Cipir sebagai pusat tempat yang mengatur keberangkatan dan kepulangan para jamaah haji membuat pemerintah Hindia Belanda membangun fasilitas-fasilitas yang menunjang kegiatan para calon haji, seperti kantor registrasi, pos keamanan, barak, sarana MCK, rumah sakit, dan rumah dokter yang sekarang dijadikan sebagai Museum Pulau Onrust. Pada jaman Jepang, Pulau Onrust dijadikan sebagai penjara bagi tahanan kelas berat dan potilik, seperti Aidit dan Lukman yang kemudian menjadi tokoh PKI. Setelah Indonesia merdeka, Pulau Onrust sempat dijadikan sebagai tempat para tunawisma. Tips Menuju ke Pulau Onrust tidaklah sulit. Ada dua alternatif untuk menuju pulau ini. Alternatif pertama melalui salah satu dermaga di Marina Ancol menggunakan speedboat regular setiap hari dua kali perjalanan pagi dan sore menuju Pulau Bidadari kemudian berganti dengan kapal milik nelayan atau dapat pula langsung menuju Pulau Onrust. Perjalanan hanya ditempuh dalam waktu 15 menit. Sedangkan alternatif kedua dengan harga lebih terjangkau adalah dari Pelabuhan Muara Kamal dengan menggunakan kapal nelayan dengan jarak tempuh 20-30 menit. Bila Anda bertempat tinggal di Jakarta dan ingin menikmati wisata yang berbeda dan tidak perlu waktu yang lama, silahkan persiapkan diri untuk menikmati wisata di Pulau Onrust. Sumber: Majalah Travel Club |
| You are subscribed to email updates from Potlot Adventure To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
0 comments:
Post a Comment