Sunday, December 12, 2010

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Berpetualang di Lombok

Posted: 12 Dec 2010 06:12 AM PST

Di Lombok Anda bisa menemukan Bali, tapi di Bali Anda tidak bisa menemukan Lombok. Begitu penilaian sejumlah orang perihal Lombok usai berwisata, sejak dulu. Benarkah begitu? Lalu apa yang dimiliki Lombok dan tak ada di Bali?

Sewaktu menginjakkan kaki di Bandara Internasional Selaparang, Mataram, Lombok, kesan Lombok berbeda dengan Bali sudah mulai terasa. Langit bandara dan Mataram ketika itu biru, awannya berawan putih seolah berada di negeri awan.

Dan ketika menyusuri Lombok lebih jauh, ternyata anggapan itu bukan isapan jempol. Lombok ternyata puya daya pikat luar biasa yang tidak dimiliki Bali. Di pulau terbesar kedua setelah Sumbawa yang menjadi bagian dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, ternyata bukan hanya memiliki Kawasan Pantai Senggigi, Tiga Gili, dan Gunung Rinjani yang sudah memancanegara. Melainkan juga sejumlah obyek wisata lain yang potensial menjaring lebih banyak lagi wisnus dan wisman di kemudian hari.

Terlebih kini tengah dibangun Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah. BIL dibangun untuk menggantikan Bandara Selaparang di Mataram yang sudah tak mampu lagi memenuhi pertumbuhan penumpang dan frekuensi penerbangan ke pulau itu. Ada juga yang menyebutkan, pembangun BIL ini sebagai salah satu syarat Emaar Properties dari Dubai selaku calon investor yang akan mendanai proyek mega wisata seluas 1.250 hektar di Lombok Tengah bagian Selatan.

Luas BIL mencapai 535 hektar atau dua kali lebih luas daripada Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. Biaya pembangunannya sebesar Rp 665 miliar. Ditargetkan mulai beroperasi awal 2010.

Kemanakah tujuan Anda, jika mempunyai kesempatan berkunjung ke pulau Lombok? Bila Anda belum mempunyai tujuan yang pasti, menurut teman yang tinggal di kota Mataram, dengan punya waktu 2 (dua) hari bisa mengunjungi seluruh daerah pariwisata di Lombok, tentunya minus mendaki gunung Rinjani atau menginap di pulau Gili Trawangan.

Di bawah ini akan kami sampaikan beberapa daerah yang layak dikunjungi :

1. Suranadi.
Di sini ada hotel lengkap dengan kolam renang air hangat dan lapangan tennis. Juga ada pura Hindu tertua, berlokasi 17 km jika naik kendaraan dari kota Mataram.

2. Lingsar.
Pura dengan ikan keramat di dalam kolam, lokasi 9 km dengan naik kendaraan dari kota Mataram.

3. Narmada.
Kebun Raya Lombok, dengan kolam renang, serta ada pura Hindu yang sering digunakan umat Hindu untuk bersembahyang, lokasi 12 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

4. Batu Bolong
Terdapat pura diatas batu karang yang menjorok ke laut, dan jika cuaca cerah bisa melihat gunung Agung di pulau Bali, serta bagus untuk melihat pemandangan saat sunset. Lokasi 8 km dengan kendaraan dari kota Mataram. Untuk memasuki area, maka kita diwajibkan memakai pita kuning dari kain (dapat menyewa di lokasi), yang dipasang melingkari pinggang. Pemandangan disini indah sekali, air laut menerobos melalui sela-sela batu karang yang berlubang, menimbulkan bunyi gemerosak. Sayang saat saya kesini, cuaca masih mendung selepas turun hujan, tapi pemandangan indah sekali. Matahari mengintip di sela-sela awan, dan cahayanya jatuh terpantul di air laut.

5. Senggigi
Pantai alam berpasir putih yang bersih, dikelilingi hotel, losmen dan bungalow. Sangat indah sekali, terutama jika waktu sunrise maupun sunset. Lokasi 10 km dengan kendaraan dari kota Mataram. Di pantai banyak penjaja cinderamata, berupa mutiara budidaya air tawar yang berwarna warni, mulai dari harga Rp.25.000,- Juga penjaja kaos bertuliskan Lombok dan Senggigi, serta ukiran khas Lombok pada kayu, bisa berupa tempat buah, topeng dan lain-lain.

6. Sire Beach

Taman laut dengan exotic coral dan ikan yang berenang kian kemari. Berlokasi 36 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

7. Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan
Pulau kahyangan di utara Lombok, dikelilingi taman laut. Disini banyak orang diving maupun surfing. Di pulau ini sudah banyak hotel dan losmen, sehingga bisa menginap disini, pantainya masih asli. Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kapal motor.

8. Sukarare
Desa tempat orang menenun, disinilah jika ingin membeli kain tenun tradisional khas Lombok, serta melihat bagaimana para penenun melakukan pekerjaannya. Lokasi 25 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

9. Rambitan/Sade
Desa asli Lombok, dengan rumah tradisional suku Sasak, lokasi 50 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

10. Kuta/Tanjung Aan
Pantai Mandalika dengan lampu-lampu yang berkilauan , dimana kita bisa berenang, terdapat hotel dan restoran. Setiap tahun ada perayaan menangkap/melihat Nyale fish, lokasi 56 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

11. Mataram
Mataram adalah ibu kota propinsi Nusa Tenggara Barat. Sedangkan Ampenan merupakan kota pelabuhan lama (sekarang sudah pindah ke Lembar). Kota Ampenan berciri khas arsitektur kuno, yang bila dibersihkan dan dirawat dengan baik, akan menjadi daerah tujuan wisata yang digemari. Di kota Mataram (yang sudah menjadi satu kesatuan dengan kota Ampenan dan kota Cakranegara) kita bisa wisata kuliner, dengan makan makanan Lombok yang ciri khasnya adalah pedas. Di Jakarta kita sering melihat rumah makan Taliwang, yang ternyata Taliwang adalah nama suatu daerah, yang awalnya banyak penjual makanan khas Lombok di daerah ini. Makanan khas Lombok, antara lain: Plecing kangkung, ayam plecingan, ayam julat (ayam yang bumbunya pedas sekali), sambel beberok. Plecing ternyata merupakan nama masakan, sehingga dikenal masakan kangkung yang diberi /dimasak bumbu plecing, ayam yang dimasak plecing (ayam diberi bumbu pedas, didiamkan, dibakar/digoreng, kemudian diberi bumbu pedas lagi). Sambel beberok adalah sambel yang dibuat dari irisan terong ungu, irisan bawang merah, irisan tomat dan cabe, disajikan bersama makanan khas Lombok lainnya. Minuman yang khas adalah kelapa madu, terdiri dari air kepala muda, dan kelapa mudanya di suwir-suwir serta diberi madu…ehhm…sedaaap. Untuk membeli oleh-oleh kain tenun khas Lombok, bisa di Cilinaya Shopping Centre.

12. Cakranegara
Merupakan kota bisnis, terdapat pasar pertanian, pasar burung, dan mata air Mayura serta pura Meru, pura terbesar di Lombok. Cakranegara konon dulunya merupakan bekas kerajaan, namun bekas kerajaan (situs) sudah tak bisa dikenali. Jika ingin oleh-oleh makanan, maka bisa membeli kaki ayam goreng, telur asin dan berbagai manisan dari rumput laut.

13. Taman Nasional Gunung Rinjani
Salah satu daya tarik wisata di lombok adalah Taman Nasional Gunung Rinjan yg ketinggiannya adalah yg kedua setelah gunung Kerinci di Sumatra, Gunung ini tingginya 3.726 Dpl dan memberikan daya pesona pemandangan gunung yg sangat indah dan diyakini sebagai gunung berapi terindah di dunia karena telah mendapat penghargaan dari mancanegara
Pendakian bisa di lakukan dari beberapa jalur yaitu :

  • Pintu Senaru
  • Pintu Sembalun
  • Pintu Torean
  • Pintu Timbanuh
  • Pintu Benang Stokel

Referensi: http://edratna.wordpress.com

Uji Nyali di Sidney

Posted: 12 Dec 2010 04:48 AM PST

Sydney merupakan ibu kota negara bagian New South Wales dan kota terbesar di Australia. Meski tergolong ramai, para wisatawan masih tetap nyaman menikmati Sydney sambil berjalan kaki atau bersepeda. Banyak julukan untuk Sydney, sebut saja the Harbour City, the City of Villages, dan the Emerald City.

Inilah salah satu kota multikultural di dunia. Berbagai bangsa mudah kita jumpai di kota yang menjadi tujuan utama para imigran ke Australia ini.

Sebagai kota dermaga, memang salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Sydney Harbour. Suasana laut yang indah bisa kita nikmati di dermaga alami ini. Sekitar 134 meter di atas Sydney Harbour terbentang ikon Australia, Sydney Harbour Bridge.

Tur ketinggian

Kalau Anda penggemar olahraga ekstrem, cobalah uji nyali Anda dengan mengikuti tur mendaki dan berjalan di atas jembatan tersebut. Pengalaman tak terlupakan menyaksikan kota Sydney dari ketinggian Sydney Harbour Bridge tidak gratis. Anda harus membayar 128-188 AUD (dolar Australia). Seusai tur, Anda akan mendapat sertifikat resmi yang menyatakan Anda sudah mendaki jembatan itu.

Tak perlu khawatir. Penyedia jasa tur sangat memperhatikan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan para peserta. Dijamin aman saat Anda menjelajah di ketinggian. Namun, berhubung takut ketinggian, saya hanya menjadi penonton bagi mereka yang mengikuti uji nyali itu.

Jika sudah sampai ke jembatan ini, berarti Sydney Opera House sudah di depan mata. Ikon Australia yang lain ini jelas wajib dikunjungi pula. Bangunan berbentuk serupa kerang dan terdiri atas dua hall utama ini masuk dalam daftar World Heritage pada bulan Juni 2007.

Gedung opera Sydney menjadi pusat pertunjukan kesenian seperti Opera Australia, The Australian Ballet, Australian Chamber Orchestra, dan masih banyak lagi. Di sini, Anda bisa mengikuti “Backstage Tour” atau tur belakang panggung. Anda bisa melihat-lihat kesibukan persiapan sebuah pementasan.

Untuk mencapai gedung opera ini Anda bisa berjalan kaki dari tempat parkir umum menyusuri Sydney Harbour di kawasan Circular Quay. Saat menyusuri area ini Anda dapat melihat laut di sisi kiri jalan dan pertokoan, restoran, serta bioskop di sisi kanan jalan.

Saat malam menjelang, jika Anda lapar, mampirlah ke salah satu restoran yang ada. Suasananya sangat cozy.

Pantai bebas asap rokok

Tempat lain yang juga perlu dikunjungi adalah pantai. Sebagai kota pelabuhan, Sydney memiliki beberapa pantai. Salah satu yang ramai dikunjungi saat musim panas, pantai Manly. Di sini Anda bisa berjemur, bermain frisbee, voli, atau berselancar di gulungan ombak Lautan Pasifik.

Lelah bermain, menyantap semangkuk es krim akan memberi kenikmatan tersendiri, apalagi ketika cuaca panas. Bila ingin belanja, mampirlah ke butik di dekat pantai.
Peringatan bagi perokok! Pantai ini merupakan kawasan bebas asap rokok.

Bagi yang bosan dengan suasana pantai, kunjungi saja taman yang banyak terdapat di Sydney. Mulai dari Royal Botanical Garden, Hyde Park, sampai taman nasional. Coba kunjungi kawasan Kung-ring-gai yang luasnya 8,4 hektare.

Yang hobi treking, tersedia jalur Kalkari Discovery. Tempat ini terletak di antara Mount Colah dan Bobbin Head, yang memiliki pemandangan danau nan cantik. Jika beruntung, saat berjalan di jalur treking tersebut, Anda dapat bertemu kanguru, koala, maupun biawak.

Jadi, tempat mana yang akan Anda kunjungi?

Sumber: Senior

Mengagumi Keelokan Alam Selo

Posted: 12 Dec 2010 04:13 AM PST

Jalur wisata Solo-Selo-Borobudur, dikenal sebagai jalur SSB atau Sasebo diresmikan pada 17 Oktober 2002. Diharapkan wisata agro di sekitar Selo bakal makin populer. Dan juga para wisatawan makin memahami bahwa Borobudur, Candi Buddha terbesar sejagad dan salah satu warisan dunia ini, berlokasi di Jawa Tengah.

Karena terletak di “sela” Gunung Merapi dan Merbabu, desa itu dinamakan Selo. Berada pada ketinggian 1.300-1.500m di atas permukaan laut, desa itu subur, berudara sejuk, dan alamnya memesona.

Selo juga dikenal para pendaki gunung berapi domestik maupun mancanegara karena dari jaraknya ke puncak Merapi maupun Merbabu hanya 4km. Ketinggian Merapi mencapai 2.875m, sedangkan Merbabu 3.142m. Biasanya pendakian dapat ditempuh dalam 2-5 jam, tergantung kondisi pendaki.

Jika pendakian dimulai sekitar pukul 01.00, kira-kira dapat mencapai puncak gunung menjelang fajar menyingsing. Suatu nilai tambah bagi pendaki, dapat menikmati keindahan fenomena alam terbitnya sang surya.

Secara topografi Selo berada di antara Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, Selamat, dan pegunungan kecil lainnya. Tak heran, panorama alam di objek wisata ini sungguh memukau.

Ketep Pass

Kalau datang dari Magelang atau Blabak, atau dari sisi barat, sekitar 15km sebelum Selo, kita bisa belok ke kiri mendaki bukit. Di puncaknya telah dibangun dua gardu pandang Ketep, dilengkapi Volcano Theater. Ketep Pass itu masih berlokasi di Kabupaten Magelang. Dari Kota Magelang berjarak 30km, dari Boyolali sekitar 35km, dan dari Salatiga melalui Kopeng 32km.

Dari Ketep puncak Merapi tampak lebih atraktif. Hamparan teras tanah pertanian menambah keelokan. Di dalam Volcano Theater, pengunjung bisa memperoleh informasi edukatif melalui film maupun peragaan tentang vulkanologi.

Melanjutkan perjalanan sekitar 13km, sebelum Selo, tepatnya di pinggir sebuah sekolah dasar dan di seberang kantor Kelurahan Wonolelo, juga telah dibangun gardu pandang. Dari sini para pelancong dapat menikmati keindahan puncak Merapi. Terlihat kawasan kaki gunung dengan lingkungan pedesaan nan damai.

Berlokasi di lereng bukit terdapat satu-satunya hotel, Hotel Selo Pass. Saat udara terang, dari gardu pandang dapat terlihat indahnya Merapi. Puncaknya selalu mengepulkan asap, tergantung ke arah mana angin meniup.

Hanya saja, sekitar kepundan tampak kering kelontang karena aliran lava. Sementara di lereng gunung tanaman menghijau, dengan rumah-rumah penduduk bertengger di kaki gunung. Cantiknya alam tampak dari Selo.

Hirung Petruk

Tepat di ujung jalan, tempat para pendaki memulai jalur naik, lagi-lagi terdapat gardu pandang New Selo Theater. Dari sana para pengunjung dapat memandang sisi lain. Ke arah utara terlihat desa Selo berlatar belakang Gunung Merbabu. Tampak panorama indah bersuasana pedesaan.

Kontur tanah dengan kemiringan curam, pertanian menggunakan sistem sabuk gunung atau terasering, terlihat berteras-teras lebih indah, rumah warga dikitari beraneka tanaman sayur yang tumbuh subur, terutama kol. Ada juga sayuran khas, yaitu adas, konon lezat dibuat pecel. Pohon tembakau juga banyak ditanam. Kawasan sejuk itu memang cocok untuk tembakau.

Dari Selo ke arah timur menuju Boyolali, jalan menurun curam dan berkelok-kelok tajam. Sekitar 6km dari Selo ada satu kelokan bernama Hirung Petruk. Di sana banyak pengunjung berhenti memandangi keindahan lembah menghijau. Denah kelokan jalan itu tampak seperti hidung petruk, sehingga disebut Hirung Petruk.

Di sana ada sarana flying fox, sangat diminati muda-mudi. Mereka dapat merasakan petualangan bergantung meluncur di areal lembah, sambil menikmati keindahan alam.

Selain alam, menarik pula melihat pasar di Desa Jrakah. Hari pasaran hanya pada weton Wage dan Legi. Penduduk membludak sampai menutupi jalan raya. Ada yang menjual hasil bumi dan banyak yang berbelanja kebutuhan harian.

Banyak warga desa harus berjalan kaki jauh menuju pasar itu, meski ada angkutan desa dan ojek. Banyak pula warga desa yang sudah memiliki kendaraan bermotor.

Sumber: Senior

0 comments: