Tuesday, February 7, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Jika ke Singkawang, Ayo Mampir ke Sinka Island Park

Posted: 07 Feb 2012 04:55 PM PST

SEBUAH destinasi wisata Singkawang yang tak boleh terlewat adalah Sinka Island Park. Letaknya berada di kawasan wisata Teluk Karang, tepatnya sebelah selatan kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Sinka Island Park menawarkan ragam hiburan untuk seluruh keluarga, baik hiburan modern dan alami seperti panorama pantai. Taman juga berpotensi sebagai destinasi wisata masa depan.

Fasilitas penunjang taman di antaranya delman atau kuda yang bisa disewa untuk mengelilingi taman rekreasi, kolam renang, kios makanan dan minuman, dan lainnya. Tersedia pula sebuah jembatan yang menghubungkan ke sebuah pulau mungil bernama Pulau Simping.

Daya tarik utama Sinka Island Park adalah posisinya yang berada di pinggir pantai dan kepemilikannya atas hewan-hewan langka, baik dari lokal maupun luar daerah.

Sinka Zoo menjadi andalan utama bagi obyek wisata ini. Terletak di sebelah selatan kawasan Sinka Island Park dan berjarak sekitar 500 m setelah memasuki taman. Uniknya kebun binatang berada di berbagai penjuru mengelilingi gunung. Dari atas gunung terlihat keindahan laut dan pemandangan hewan-hewan langka.

Jika ingin mengelilingi kawasan taman, tersedia mobil-mobil khusus yang akan membawa para wisatawan bertamasya. (tourism-pastikesingkawang.com/X-13)

Ayo Berjemur Santai di Pantai Amai

Posted: 07 Feb 2012 04:42 PM PST

NEGARA kita memiliki banyak pantai yang indah. Wisatawan lokal dan asing pun sering menikmatinya. Salah satunya ada di Kota Jayapura. Adalah Pantai Amai yang menjadi objek wisata dengan air lautnya yang jernih dan pasir putih yang menarik.

Pantai Amai juga dihiasi dengan muara sungai air tawar yang jernih di ujung pantai dan merupakan area pantai yang mempertemukan air asin laut dan air tawar. Objek wisata ini sangat cocok untuk wisata akhir pekan bersama keluarga.

Wisatawan banyak yang datang ke pantai ini untuk mandi dan berjemur di bawah teriknya panas matahari. Di sekitar Pantai Amai juga tersedia pondok-pondok untuk beristirahat.

Pantai Amai terletak di Distrik Depapre, 5 km dari Pantai Depapre Kota Jayapura. (*/X-13)

Terpesona Indahnya Batu Granit di Pulau Burong

Posted: 06 Feb 2012 06:20 PM PST

DI bagian pantai Utara Belitung, tepatnya di lepas pantai desa nelayan Tanjung Binga, terhampar keindahan Belitung lainnya, yakni Pulau Burong. Pulau dikelilingi pasir putih dan bebatuan granit yang tersebar di kawasan pantai dan laut. Kawasannya sangat jauh dari kebisingan.

Dalam bahasa Belitung, Burong berarti burung. Penamaan pulau terisnpirasi oleh bebatuan granit besar di sisi Tenggara pantai yang berbentuk layaknya kepala burung.

Batu tersebut menjadi icon dari koleksi bebatuan granit di Burong yang memiliki formasi unik. Ukurannya tak jauh beda dengan bangunan tiga lantai. Berfoto dengan latar belakang batu Burong merupakan hal yang tak boleh terlewatkan.

Pantai pulau memiliki pasir putih dan ketika air laut sedang surut Anda bisa berjalan kaki menuju batu Burong. Namun Anda harus berhati-hati karena banyak terdapat terumbu karang tajam di sisi bawah batu dan di sekitar perairan batu ada banyak binatang laut dan bulu babi.

Spot terbaik untuk melakukan penyelaman adalah di sekitar letak batu granit. Saat air laut surut, Anda bisa menyaksikan ikan nemo berenang bila beruntung. Jika hendak bersantai, sejumlah bungalow bisa dijumpai di bawah pepohonan kelapa.

Saat tepat untuk berkunjung ke pulau adalah ketika menjelang sore, khususnya untuk Anda yang hendak mengabadikan keindahan pulau. Ketika sore hari, matahari akan terbenam tepat di dekat batu burung.

Dari pantai Tanjung Kelayang menuju pulau Burong, perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit atau 15 menit dari kampung nelayan Tanjung Binga. (belitungisland.com/*/X-13)

Candidasa, Pantai Berpasir Putih Layaknya Kuta

Posted: 06 Feb 2012 06:14 PM PST

TERKENAL sebagai replika pantai Kuta dengan hamparan pasir putihnya, Pantai Candidasa menjadi daerah tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung ke wilayah Bugbug, Kecamatan Karangasem, Bali. Candidasa termasuk sebagai kawasan pariwisata yang dikembangkan mulai tahun 1983.

Kegiatan yang bisa dinikmati pada kawasan pantai antara lain berenang, sun bathing, canoing, snorkeling, memancing, dan trekking melalui perbukitan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitarnya menggunakan perahu nelayan (jukung). Pulau-pulau tersebut menyimpan panorama bawah laut berupa terumbu karang dan ikan hias.

Sebenarnya Candidasa merupakan nama sebuah pura, yakni Pura Candidasa yang berada di atas bukit kecil dan dibangun pada abad ke 12 M. Nama asli pantai adalah Teluk Kehen. Namun seiring ditetapkannya pantai sebagai obyek wisata, namanya berubah menjadi kawasan pariwisata Candidasa sesuai dengan nama pura.

Tepat di sebuah relung pada bagian bawah tebing bukit di kawasan pantai, terdapat pahatan Arca Dewi Hariti bersama 10 orang anak yang sedang mengerubunginya. Pahatan tersebut diyakini masyarakat setempat sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran.

Berdasarkan mitos yang berkembang dari kisah Dewi Hartini, banyak pasangan suami istri yang belum diberikan keturunan berkunjung untuk memohon doa dengan membawa sesajen sebagai persembahan kepada Sang Dewi. (e-kuta.com/*/X-13)

Potlot Adventure Selanjutnya...

Monday, February 6, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Desa Wisata Kopeng, Semarang – Jawa Tengah Wisata Petik Bunga hingga Hiking

Posted: 05 Feb 2012 05:45 PM PST

Letaknya di ketinggian 1450 meter di atas permukaan laut menjadikan kawasan ini terasa begitu sejuk. Berada di lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Andong menjadikan Kopeng sebagai tempat yang cocok untuk tanaman bunga dan buah-buahan.

Kehangatan sikap masyarakat desa pun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sini. Berbagai pilihan wisata tersaji seperti wisata alam pegunungan, budaya hingga wisata kuliner.

Bagi penyuka bunga dan tanaman hias, terdapat klaster yang menyajikan aneka ragam tanaman bunga dan hias. warna-wani bunga akan membuat betah setiap pengunjung. Harga tanaman yang dijual pun cukup terjangkau, pengunjung tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk belanja tanaman disini.

Nikmati juga serunya memetik strawberry langsung dari kebunnya. Untuk kegiatan petik strawberry cocok dilakukan bersama keluarga. Selain bunga, buah dan tanaman hias pengunjung pun bisa berbelanja sayur-sayuran segar.

Beragam jenis kerajinan juga dapat diburu sebagai cendramata dari desa yang pada 2009 mendapat predikat sebagai Rintisan Desa Vokasi sekaligus Pilot Project Desa Konservasi ini.

Kawasan ini juga menjadi salah satu base camp pendakian ke puncak Gunung Merbabu. Bagi yang senang wisata petualang bisa memilih wahana Kopeng Tree Top Adventure Park.

Di Kawasan Desa wisata Kopeng terdapat air terjun Umbul Songo (sembilan mata air). Kesembilan sumber mata air berada di sekitar Tekelan, Contre, Tayengan, Selodhuwur, Kopeng, Peng Jero dan Kali Sati.

Menurut cerita masyarakat, Umbul Songo ditemukan oleh para wali pada zaman Kesultanan Demak. Para wali ini kemudian berdoa kepada Allah SWT, memohon dimudahkan memperoleh sumber mata air, guna keperluan bersuci, kemudian keluarlah mata air dengan debit besar. sumber air ini dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan akan air wudhu.

Rute panduan dan fasilitas
Desa Wisata Kopeng terletak di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang berjarak tempuh sekitar 14 km dari kota Salatiga dan sekitar 54 km dari kota Semarang. Akses jalan menuju kawasan ini sudah sangat baik sehingga mudah untuk mencapainya. Fasilitas pendukung wisata tersedia lengkap disini.

Sumber: Majalah Travel Club

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Sentuhan Budaya di Bumi Sriwijaya

Posted: 05 Feb 2012 05:34 PM PST

Catatan perkembangan Kota Palembang terkuak di sini. Tak ketinggalan, sisi budaya masyarakat ikut membantu pengunjung mengenal tanah Sriwijaya.

Bangunan dengan padupadan gaya Eropa dan tradisional rumah limas khas Palembang itu masih tampak kokoh berdiri, tak jauh dari Sungai Musi, dan dekat kawasan Benteng Kuto Besak. Didirikan pada 1823 dan selesai 1825 di masa pemerintahan kolonial Belanda. Bangunan dua lantai ini berfungsi sebagai rumah dinas residen Belanda.

Sebelumnya, menurut kisah sejarah, keberadaan gedung tersebut merupakan keraton yang dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo sekitar 1737. Namun, setelah kekalahan perang dialami pasukan Sultan, Belanda menghancurkan keraton agar tidak ada lagi sisa-sisa peninggalan kesultanan.

Selepas penjajahan Belanda, gedung tersebut tidak lagi menjadi rumah dinas, melainkan tiga kali berubah fungsi sebagai markas Jepang, lalu, teritorium II Kodam Sriwijaya diawal kemerdekaan, hingga akhirnya menjadi museum dibawah pengelolaan Pemerintah Kota Palembang. Dan, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II atau SMB II inilah yang menjadi fokus penjelajahan Kunjung Museum edisi ini.

Sebelum melangkah masuk menelusuri sudut demi sudut ruang, pengunjung diharuskan melewati tangga setengah melingkar, terdapat di bagian luar bangunan inti. Saat tiba di pintu masuk museum, sebuah lukisan besar bergambar sosok Sultan Mahmud Badaruddin II terpajang dalam bingkai, serta merta siap menyambut kedatangan para pengunjung.

Travel Club pun diajak berkeliling melihat sejarah peradaban kota pempek itu bersama pemandu museum. Di ruang pertama, pengunjung akan menemukan ruang pamer masa Sriwijaya. Ruangan ini menceritakan awal lahirnya Sriwijaya, mulai dari penemuan nama Sriwijaya, berkembangnya kerajaan, hingga keberadaan pendeta Buddha dari Cina, I-tsing yang belajar tata bahasa Sansekerta di Sriwijaya.

Kemudian, dilanjutkan ke ruang Pra Kesultanan, ruang Masa Kesultanan Palembang, Masa Kolonialisme Belanda di Palembang, serta ruang Daur Hidup berisi benda-benda berkaitan dengan tradisi orang Palembang dalam menyiapkan peristiwa penting yang perlu diperingati, seperti kelahiran, khitanan, pernikahan dan kematian. Selain itu, terdapat juga koleksi alat musik jidur, musik tradisional yang terkenal di Sumatera Selatan.

Dari sekian banyak ruang pamer di museum tersebut, total keseluruhan koleksinya ada 566 buah. Dengan perincian sebagai berikut, koleksi arkeologika sebanyak 10 buah, etnografika sebanyak 209 buah, numismatika ada 173 buah, biologika 15 buah, keramalogika 117 buah, seni rupa 6 buah, filologika 9 buah, historika 23 buah.

Seluruh koleksi merupakan perwujudan Palembang dari masa ke masa. Termasuk didalamnya terdapat Gelumpai, tidak lain adalah naskah kuno ditulis dengan huruf ‘ULU’ diatas potongan bambu. Lalu, arca Budha Siguntang iuga menarik untuk dilihat.

Museum SMB II memang lebih banyak menyimpan peninggalan masa lampau dari sisi etnografika. Jadi, pengunjung bisa mengenal lebih jauh seperti apa budaya tradisional masyarakat Palembang.

Nah, bila Anda sedang berada di Palembang, jangan lupa untuk singgah di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan nikmati sejuta pesona Sriwijaya dari dekat.

Lokasi museum
JI. Sultan Mahmud Badaruddin II No. 2 Palembang
Telp. (0711) 358450

Jadwal kunjung
Senin-Jumat Pukul 08.00-16.00 WIB
Sabtu-Minggu Pukul 08.30-16.00 WIB

Tiket
Umum: Rp. 2.000
Pelajar: Rp. 1.000,-

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...

Friday, February 3, 2012

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Tema dan Logo Hari Air Sedunia 2012

Posted: 03 Feb 2012 07:43 PM PST

Tema dan logo Hari Air Sedunia (World Water Day) 2012 telah dirilis. Adalah UN Water, koordinator peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) yang kemudian menetapkan tema dan logo Hari Air Sedunia Tahun 2012. Tahun 2012 ini, UN-Water berkordinasi dengan … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Thursday, February 2, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Mencari Eksistensi di Candi Gedongsongo

Posted: 02 Feb 2012 05:43 AM PST

RANGKAIAN petualangan wisata di Ambarawa belum berakhir. Setelah semalaman melepas kepenatan bersama kenangan indah perjalanan, masih ada satu tujuan kunjungan wisata yaitu Candi Gedongsongo.

Candi Gedongsongo terletak di lereng gunung Ungaran dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Candi, Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Dari kota Ambarawa hanya berjarak 15 kilometer ke arah utara atau delapan kilometer dari Bandungan di bagian utara.

Udara nan sejuk bahkan cenderung dingin dengan suhu berkisar 19 – 27 derajat Celcius apalagi pada musim hujan seperti saat ini mudah dijumpai kabut tebal menutup areal pegunungan dan bangunan candi. Jalan menanjak 60 derajat dan berliku beraspal mulus cukup membuat sulit pengendara.

Bagi kendaraan besar seperti bus, terpaksa parkir di bawah sekitar 1 kilometer dari pelataran parkir di pintu gerbang. Ke pintu candi bisa ditempuh dengan jalan kaki, naik ojek atau kendaraan kecil karena tanjakan yang cukup tinggi.

Memasuki area candi, pintu gerbang bermaterial batu alam warna hitam sudah terlihat menjulang dari jarak 500 meter. Setelah membayar tiket masuk Rp6.000 untuk orang dewasa dan Rp3.000 (anak-anak) atau Rp7.000 (orang asing), perjalanan panjang siap menanti.

Desis angin dan gesekan pohon di hutan cemara menambah kesahduan saat menapaki jalan berbatu menuju candi pertama berjarak satu kilometer dari pintu gerbang.

Sebuah candi peninggalan budaya Hindu pada jaman Wangsa Syailindra (Abad IX) atau tahun 927 Masehi terlihat megah berdiri di atas gundukan bukit. Bangunan candi itu sempat runtuh dan tertimbun tanah material gunung Ungaran dan ditemukan lagi oleh Raffles pada 1804.

Udara yang dingin tak sanggup menahan keringat berkucuran setelah menapaki jalan bebatuan menanjak. Namun bagi orang tua atau anak-anak jangan khawatir, karena puluhan kuda siap membawa dengan ongkos Rp52.000 (wisatawan lokal) dan Rp70.000 (wisatawan asing) untuk satu paket perjalanan, mulai candipertama hingga 9 yang jaraknya mencapai empat kilometer.

Berada di lokasi bangunan candi ke sembilan yang terlihat anggun di atas puncak bukit bagaikan melambangkan perjalanan akhir manusia mencapai kesempurnaan. “Kita merasakan betapa kecil dan tidak berartinya manusia di hadapan Tuhan pencipta alam semesta,” ujar seorang wisatawan.

Alam semesta sangat indah, dari candi yang bercirikan bangunan dari kerajaan Hindu Nusantara yaitu bangunan pemujaan, seakan membawa kita berada di angkasa dengan pemaandangan ke bawah terlihat seperti gunung, danau, perkampungan, perkebunan, hutan dan seisi alam lainnya.

Setelah kekaguman dan keindahan yang sulit di dapat di lokasi wisata lainnya, maka pengunjung bisa turun lewat jalur alternatif.

Nah, di tengah perjalanan atau sekitar dua kilometer ke bawah kita dapat menikmati pemandian air panas alam. Mandi di air panas alam ini, selain menjadikan kesegaran badan konon juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit, karena mengandung belerang. Bagi yang malu berada di kolam umum dapat mandi di ruangan khusus yang telah disediakan.

Bagi Anda yang tidak membawa bekal makanan, di sana banyak penjual makanan yang tersaji hangat. Kebugaran rohani dan ragawi sepertinya lengkap sudah. Sebuah pengalaman yang sulit diperoleh di lokasi wisata lainnya.(mediaindonesia.com/M-1)

Potlot Adventure Selanjutnya...

Tuesday, January 31, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Ayo Menikmati Keindahan Pantai Bangka Belitung

Posted: 30 Jan 2012 07:21 PM PST

TIDAK ada habisnya memuji Belitung dengan segala keindahan pantainya. Pantai Parai Tenggiri salah satunya. Pantai ini termasuk sebagai pantai popular dan eksklusif di Provinsi Bangka Belitung karena pantai tak lagi dikelola pemerintah melainkan pihak swasta yang menangani secara profesional.

Kini kawasan Pantai Parai Tenggiri ditetapkan sebagai kawasan wisata hijau dengan sebutan Parai Green Resort. Pihak pengelola pantai memiliki kepedulian tinggi akan keselamatan lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa mencemari pantai.

Yang menjadi daya pikat pantai adalah keberadaan bebatuan karang berukuran besar dengan aneka bentuk unik yang mungkin tak bisa dijumpai di daerah lain. Di atas bebatuan tersebut pengunjung bisa duduk-duduk santai. Pada malam hari pengunjung bisa menikmati pemandangan pinggir pantai yang disinari lampu dari kapal-kapal yang sedang berlayar.

Bagi yang hobi memancing tersedia sederetan perahu di pinggiran pantai yang bisa disewa lengkap dengan peralatan memancing. Jika ingin kegiatan yang lebih menantang, pengunjung bisa memilih banana boating atau parasailing. Pengunjung juga bisa melakukan diving untuk menikmati kekayaan terumbu karang.

Pantai Parai Tenggiri berada di daerah Matras, Desa Sinar Baru, Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Di kawasan Pantai Parai Tenggiri dibangun dua resort oleh pihak pengelola, yaitu Parai Pool Vilas Resort & Spa dan Parai Beach Resort & Spa. Fasilitas kedua resort di antaranya hotel, restoran, pemancingan ikan, areal outbond dan spa. (wisatamelayu.com/*/X-13)

Potlot Adventure Selanjutnya...

Sunday, January 29, 2012

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Mari Menanamkan Budaya Menanam Pohon

Posted: 29 Jan 2012 06:35 AM PST

Mari menanam pohon dan mari menanamkan budaya menanam pohon. Kenapa?. Satu alasan saja; rata-rata sebatang pohon mampu menghasilkan oksigen hingga 1,2 kg dalam sehari. Padahal seorang manusia rata-rata menghirup 0,5 kg O2 perharinya. Jadi sebatang pohon yang ditanam, akan mampu … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Friday, January 27, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Menyusuri Ambarawa dengan Kereta Tua

Posted: 26 Jan 2012 06:51 PM PST

UDARA dingin dengan suhu 21 derajat Celcius di pagi buta terasa menusuk tulang. Kabut tipis minggu ketiga bulan ini juga terlihat menutupi pegunungan yang menjulang di arah selatan, utara dan barat Kota Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Saat melangkahkan kaki di kota kecil yang berjarak 30 kilometer dari Kota Semarang atau 60 kilomeSter dari Yogyakarta itu, bisa merasakan nuansa yang khas.

Ambarawa juga menawarkan aneka lokasi wisata yang menakjubkan dari wisata sejarah, agrowisata, wisata petualangan pegunungan hingga kuliner terdapat di sana.

Keindahan wilayah Ambarawa sempat menggugah minat penjajah Belanda untuk menjadikannya jadi tempat peristirahatan mereka. Di situ terdapat Benteng Williem I sebagai tangsi bagi tentara Belanda yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Dulu banyak penggede-penggede Belanda yang berlindung di sana saat diusik para pejuang.

Sebagai simbol kolonialisme di Ambarawa, Belanda juga tak segan-segan membangun stasiun kereta terbesar di dunia. Maka jika Anda berkunjung ke sana terasa kurang afdol jika tidak mengunjungi museum kereta api tersebut.

Memasuki Kota Ambarawa dari Semarang Anda akan dibuat takjub karena hamparan pemandangan danau (Rawapening) di sebelah selatan dengan latar belakang pegunungan Telomoyo dan Merbabu yang menjulang. Di utara Gunung Ungaran dan barat berdiri pegunungan Jambu.

Setibanya di daerah perkotaan Anda dapat langsung mengunjungi museum kereta api dengan koleksi puluhan kereta api kuno yang sulit dijumpai di negara manapun, bahkan negara pembuatnya sendiri.

Sekadar menyebut, di situ ada lokomotif seri CC50 buatan Schweizericche Lokomotiv und Maschinenfabrik Winterthur, Swiss dan Werkspoor, Belanda (1927). Lokomotif tercepat di dunia pada masanya yang mampu berjalan 120 km perjam seri C28 buatan Henschel dan F10 buatan Hanomag Jerman juga ada di sana.

Bahkan di Stasiun Willem I (kini Stasiun Ambarawa) yang diresmikan pada 21 Mei 1873 , sebuah lokomotif uap bergerigi B 2502 berbahan bakar kayu jati dengan dua gerbong kayu bercat hijau tua masih dioperasikan dan bisa Anda dinikmati . “Di dunia, lokomotif tua seperti ini tinggal tiga unit. Dua lainnya masing-masing di India dan Swiss,” kata Sumarno, pengamat keret api.

Perjalanan wisata dengan lokomotif tua, yang melewati rute Stasiun Ambarawa – Bedono sepanjang sembilan kilometer membawa keasyikan tersendiri. Dari dalam kereta tua itu Anda bisa menatap takjub alam pegunungan dan hamparan perkebunan di sisi kanan dan kiri yang diikuti semilir sejuk angin yang terhembus dari jendela kereta tua.

Dengan tarif Rp3,25 juta untuk carteran atau Rp50.000 per orang ongkos reguler, Anda sudah dapat menikmati suasana lampau di dalam kereta yang berjalan dengan kecepatan hanya 10 km per jam.

Pada empat kilometer pertama pemandangan perkampungan nan bersahaja akan dijumpai hingga sampai Stasiun Jambu. Setelah itu Anda akan mengakui takjub dengan teknologi lampau. Kereta api akan berhenti dan loko langsir berpindah ke belakang mendorong dua gerbong yang berjalan menanjak.

Dari stasiun Jambu sekitar 200 meter, jalan menanjak memaksa loko mengeluarkan jurus ampuhnya yaitu menggunakan gerigi yang bergerak berputar menapaki lempengan besi khusus yang dipasang di bagian tengah. Sungguh trip yang mengasyikan.

Rawapening

Belum puas menaiki wilayah pegunungan dengan kereta api tua berkapasitas 80 penumpang, wisatawan masih dapat menikmati indahnya danau Rawapening.

Dalam perjalanan ini, kereta api akan berjalan sekitar satu jam menyusuri pesisir Rawapening dan Anda dapat melihat hamparan danau seluas 3.000 hektare yang diramaikan oleh para nelayan yang hilir mudik dengan perahu tradisionalnya. Danau Rawapening dihuni berbagai jenis ikan air tawar.

Bagi wisatawan pecinta olahraga memancing kesempatan itu sangat langka. Hanya dengan menyewa perahu nelayan setempat seharga Rp25.000 perhari, Anda dapat mengarungi danau berair tenang itu sambil melepaskan umpan ikan.

Jika beruntung, ikan air tawar seperti gurame, tawes, kutuk (gabus), wader ukuran besar dan kecil akan menjadi milik Anda. Tidak itu saja, view gunung Merbabu dan Telomoyo yang melatarbelakangi danau sungguh memaksa mata Anda untuk menatapnya takzim.

Sembari menikmati indahnya panorama rawa dan gunung, di sisi yang berlawanan ada areal perkebunan kopi dan cokelat peninggalan Tlogo Maatscappij Amsterdam (1856) yang terhampar menghijau siap disapa mata juga. Sungguh pengalaman wisata yang memanjakan mata dan pikiran wisatawan.(M-1)

Nikmati Kereta Kelinci di Kaliurang

Posted: 26 Jan 2012 06:11 PM PST

OBJEK wisata Kaliurang di kawasan selatan kaki Gunung Merapi, sampai saat ini masih diminati keluarga. “Objek wisata yang berjarak 30 kilometer ke arah utara dari pusat Kota Yogyakarta itu, setiap hari libur panjang akhir pekan selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik,” kata Ketua Asosiasi Perhotelan Kaliurang (Aspek), Christian Awuy kemarin.

Menurutnya, objek wisata perbukitan di wilayah Dusun Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu, masih menjadi pilihan utama wisatawan terutama keluarga.

“Bagi wisatawan, banyak pilihan untuk menikmati liburan bersama keluarga di tempat ini. Mulai dari menyewa hotel, menikmati menu khas makanan seperti jadah dan tempe, pisang emas hingga aktivitas olah raga trekking yang menantang,” katanya.

Ia menyatakan optimistis objek wisata Kaliurang masih bisa eksis dan bertahan, karena daya tariknya tidak hanya pada hawa sejuk dan panorama alam yang indah, tetapi juga suasana lingkungan dan alam pedesaan yang menjadi pilihan tersendiri bagi wisatawan.

“Bagi orang kota terutama yang hari-harinya selalu disibukkan dengan pekerjaan rutin, berlibur ke Kaliurang tentu terasa mengasyikkan, sekaligus menyegarkan fisik dan pikiran,” katanya.

Meningkatnya jumlah pengunjung Kaliurang menurut Christian diharapkan berdampak pada peningkatan tingkat hunian sekitar 250 hotel terdiri kelas bintang, melati maupun pondok wisata.

Fasilitas di Kaliurang
Fasilitas di objek wisata ini di antaranya taman rekreasi seluas 10.000 meter persegi yang dilengkapi taman bermain anak-anak, dan kolam renang mini.

Selain itu, juga tersedia gardu pandang untuk melihat puncak Gunung Merapi, dan bumi perkemahan. Di kawasan Kaliurang juga terdapat Taman Wisata Bukit Plawangan dan Bukit Turgo. Di dekat Taman Wisata Bukit Plawangan terdapat kolam renang Tlogo Putri yang airnya dari mata air lereng bukit itu.

Untuk menikmati pemandangan di Kaliurang, wisatawan bisa berkeliling menggunakan kereta mini atau yang dikenal dengan sebutan “kereta kelinci”. Kereta tersebut melewati gardu pandang di pinggir Kali Boyong atau di sisi barat kawasan Kaliurang. Dari gardu pandang itu wisatawan bisa melihat dengan jelas puncak Gunung Merapi pada saat cuaca cerah. (Ant/*/OL-08)

Potlot Adventure Selanjutnya...