Monday, September 20, 2010

Tempat Informasi dan Trik Blog Sederhana

Tempat Informasi dan Trik Blog Sederhana


Alquran Ternyata Jadi Di bakar

Posted:

Sekedar Info aja, agar semua sadar bahwa Amerika itu tak sebaik yg dikira. dan supaya para pemuda dan pemudi yg suka sekali Tassabuh (mengikuti) gaya gaya mereka itu dlm berpakaian dan dalam tingkah polah tau betapa jahatnya apa yg ada pada mereka itu. bagaikan sekumpulan rayap yang ada dlm kayu. Liputan6.com, ...

Tempat Informasi dan Trik Blog Sederhana Selanjutnya...

[New post] Buku Carla Bruni: Michelle Obama Anggap Gedung Putih 'Neraka'

Buku Carla Bruni: Michelle Obama Anggap Gedung Putih 'Neraka'

dekadeku | 20 September 2010 pada 7:46 am | Tag: buku carla bruni, buku michelle obama, gedung putih neraka | Categories: Info Unik Seputar Buku | URL: http://wp.me/pGrDA-cd

PARIS--Sebuah buku baru tentang biografi Carla Bruni mengungkap cerita Michelle Obama yang tak betah tinggal di Gedung Putih. Buku berjudul "Carla and the Ambitious" itu menulis isi pembicaraan pribadi antara Michelle dan Carla Bruni di Gedung Putih pada Maret lalu yang menyebut Michelle "tak tahan" hidup di Gedung Putih yang seperti "neraka".

Juru bicara Ibu Negara Amerika, Katie McCormick Lelyveld, seketika membantah isi buku yang ia nilai tak berdasar itu."Ibu negara tak pernah mengatakan hal itu," kata Lelyveld.

Juru bicara kedutaan besar Prancis di Washington Emmanuel Lenain juga membantah isi pembicaraan dalam buku yang baru terbit itu. "Nyonya Bruni tak tahu menahu isi buku itu dan merupakan tanggung jawab pribadi penulisnya," kata Lenain.

Namun, ko-penulis biografi itu, Yves Derai, bersikeras bahwa pernyataan Michelle itu berdasarkan wawancara dengan "sumber yang dapat dipercaya." Derai, dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, menolak menyebutkan nama sumbernya dan mengatakan itu akan melanggar prinsip-prinsip jurnalistiknya.

Derai adalah seorang wartawan investigasi yang ikut-menulis buku itu bersama seorang jurnalis televisi Prancis. Derai mengakui kata Perancis yang digunakan dalam bagian tersebut, "Enfer," mungkin tidak sesuai secara langsung dengan kata bahasa Inggris "neraka."

Sumber: AP/Washington Post/Republika.co.id

Komentari tulisan ini


Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser: http://subscribe.wordpress.com

[New post] Buku Carla Bruni: Michelle Obama Anggap Gedung Putih 'Neraka' Selanjutnya...

Sunday, September 19, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Daftar Cagar Alam Indonesia di Papua

Posted: 19 Sep 2010 03:45 AM PDT

Daftar cagar alam Indonesia di Papua merupakan daftar cagar alam yang terletak di provinsi Papua dan Papua Barat. Daftar ini merupakan seri daftar cagar alam di seluruh Indonesia yang terdiri atas daftar cagar alam (CA) di Pulau Sumatera, CA Pulau … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Garut, Menyimpan Belerang dan Sejarah Wisata

Posted: 19 Sep 2010 05:51 AM PDT

GARUT – Kota Garut berhias gunung-gunung yang menjulang, termasuk Gunung Gede (atau Gunung Papandayan), Gunung Guntur dan Gunung Cikuray. Di saat fajar, pemandangan gunung terkesan misterius dengan lingkup kabut yang menebal dan terlihat dari kejauhan. Kala senja di saat matahari berwarna merah dan mulai menghilang di ufuk barat, kesan itu pun muncul kembali.

"Itu Gunung Gede, masih aktif dan dulu sempat meletus," ujar seorang pemandu, saat pertama kali tiba dan melintas kabupaten ini. Baru selepas siang dan sore menjelang, kami langsung menikmati dinginnya udara di sekitar. Pegunungan yang mulai menghilang dibungkus senja, dan malam yang sudah menyuguhkan udara sejuk.
Bukan hal aneh jika Garut yang begitu indah kemudian dijadikan kota wisata oleh seorang Belanda bernama Holke van Garut (seorang gubernur kesayangan pemerintah Belanda pada tahun 1930-1940) dan melihat kabupaten ini berpotensi sehingga dijuluki sebagai "Switzerland van Java" dan kemudian mendirikan hotel di sana. Di wilayah ini juga pernah didirikan dua hotel yang antara lain bernama Hotel Belvedere dan Hotel Van Hengel.
Ada juga hotel lain yang berada di luar kota Garut termasuk Hotel Ngamplang di Cilawu, Hotel Cisurupan, Hotel Malayu di Tarogong, Hotel Bagendit di Banyuresmi, Hotel Kamojang di Semarang dan Hotel Cilaut Eureun di Pamengpeuk. Semua hotel itu (termasuk hotel milik Holke van Garut), sayangnya telah hilang, rata dengan tanah atau berubah fungsi dan wujudnya.
Sempat juga kami menjalani jalur "hanya" di sepanjang kaki Gunung Papandayan itu. Tanaman, tanah dan bebatuan di kaki gunung ini sebenarnya diharapkan untuk dipertahankan –beberapa tempat sempat dijadikan penggalian pasir– sebaiknya bisa dihentikan.


Situs Sejarah

Nama Garut sendiri mulanya cukup unik. Di awal tahun 1813, Bupati Limbangan, Adipati Adiwijaya, memerintahkan untuk mencari tempat yang cocok sebagai ibu kota kabupaten. Akhirnya, ditemukanlah sebuah tempat yang cocok, berupa tanah datar, subur, lengkap dengan mata air yang terus mengalir ke Sungai Cimanuk. Berkah alam ini ditambah pula dengan pemandangan yang indah dari gunung-gunung di sekitarnya, yaitu Cikuray, Papandayan, Guntur, Talaga Bodas dan Karacak. Konon, pada masa pemerintahan bupati itulah tempat ini mulai diberi sebutan "Garut".
Sejak awal abad ke-19, Garut memang heterogen dengan masyarakat yang berusaha di perkebunan, bahkan sebagai tempat wisata sejak masa kolonial Belanda. Usaha perkebunan yang terletak di sekitar Giriawas, Cisaruni, Cikajang, Papandayan, dan Darajat ketika itu telah dikelola oleh swasta Belanda. Baru pada tahun 1900-1928 diikuti dengan perkebunan karet, teh, kini di daerah Cilawu, Cisurupan, Pakenjeng, Cikajang, Cisompet, Cikelet dan Pameungpeuk.
Dulu, di Garut, ada juga situs candi bernama Candi Cangkuang (konon didirikan pada abad ke-7, pada masa peradaban Hindu-Jawa) yang sebenarnya sudah cukup tua – bahkan konon lebih tua dari candi Prambanan – yang kemudian sayangnya sempat dihancurkan saat sejarah pergolakan ideologi di tahun 1950-an. Sayang sekali, pandangan dan ideologi yang sempit telah menghancurkan tatanan dan peradaban budaya yang begitu dikenal di masa lampau.
Karena pesona itu, beberapa tokoh dunia termasuk Charlie Chaplin, Ratu Beatrix dan keluarga dari Ratu Wilhelmina pernah datang ke wilayah ini.
Sejarah hotel yang akhirnya dibumihanguskan sekitar tahun 1949 itu diinformasikan oleh Bupati Garut (ketika itu Momong Kertasasmita yang mengetahui dokumennya dari cucu Holke van Garut).
Tempat untuk wisata lainnya yang juga menarik dari Garut adalah Kawah Papandayan, Kawah Kamojang, Kawah Manuk, Kawah Talaga Bodas, Situ Cangkuang, pemandian air panas, Cipanas Bagendit, Gunung Cikuray, Gunung Guntur dan Pantai Pameungpeuk.

Sumber Alam
"Ikannya dapat, ikannya dapat," suara seorang bocah terdengar histeris saat tali pancingnya ditarik oleh ikan dari air kolam dengan kandungan Manesium Sulfat, unsur yang menyegarkan otot lelah dan tegang. Si bocah tadi, ditemani kakaknya, adalah anak dari salah satu tamu yang datang menginap di "Kampung Sumber Alam" nama areal hunian berupa bungalow dilengkapi dengan restoran, ruang rapat, kolam renang, juga spa yang terletak di wilayah Garut.
Kolam memang tak terpisahkan dari seluruh bungalow yang ada di resor ini. Rumah yang dibangun dan dirancang seperti rumah panggung namun terbuat dari tembok dengan kolam-kolam yang ada di bawahnya, membuat posisi rumah praktis memang berada tepat di tengah air.
"Tiap penghuni bisa memancing ikan yang ada di sini sepuasnya dan bisa meminta kepada kami untuk langsung menggorengnya. Hampir tiap minggu kami akan menambahkan ikan-ikan ini sehingga tak akan habis," ujar Yudi Feriska yang menjadi juga menjabat sebagai Manajer Personalia.
Ikan-ikan yang berenang bisa dilihat dari beranda tiap bungalow yang ada. Selain ikan, kolam ditata dengan tanaman air dan teratai sehingga tetap asri. Airnya pun bukan air tawar biasa. Air yang berasal dari mata air Gunung Gede ini mengandung larutan belerang yang alami. Inilah yang justru menjadi daya tarik utama pada penginapan yang berada di wilayah Garut ini.
Potensi alami yang ada di lingkungan sekeliling yang asri dan sejuk ini dipertahankan. Bentuk bangunan diusahakan tidak direkayasa dan mengambil filosofi bangunan Sunda yang memang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu di Garut.
Kampung Sumber Alam, yang dimiliki oleh Rahmat Syukur Maskawan ini selain terdiri dari bungalow juga memiliki fasilitas lain seperti ruang rapat, restoran, kolam renang dan Spa. Kampung Sumber Alam, memiliki fasilitas 40 buah kamar dengan ruang pertemuan Inten Dewata dan Gambir Wangi, Restoran Tanjung Balebat, Kolam Renang air panas alam Tasikmadu, Warung Kopi dan Kamar Rendam Sipatahunan.
Konon, bila air panas semata memang harus dibatasi hingga 15 menit, maka air alam dari Cipanas ini tetap bisa berlama-lama. Karena kualitas air dari Cipanas mengandung sulfur, memang sangat baik untuk para pendatang.
Bangunan Kampung Sumber Alam memang menjadikan batang pohon kelapa sebagai tiang utama di setiap bangunan dengan unsur ijuk dan rumbia diharapkan dapat mengusir dingin buat penghuninya.
Berbagai wilayah dalam areal Kampung Sumber Alam ini pun menggunakan prinsip itu, antara lain: wilayah Tegal Pangulinan (tempat main anak-anak termasuk juga permainan tradisi "anak kampung" antara lain bermain Gatrik, Nangkap Belut, Main Dampu dan permainan tradisi lainnya), Tepas Panampian, di mana ada lesung dan kentongan, pengairan dan jembatan bambu, juga Seke Jajar dan Balong Gede.
Di luar bungalow ini, yang akan didapat dari kekhasan makanan yang dihasilkan oleh penduduk Garut di masa sekarang adalah Dodol atau pun Jeruk Garut.
Sedangkan kerajinan tangan penduduknya termasuk Batik Garutan, Sutera Alam, AkarWangi, juga kerajinan kulit dengan bermacam pengolahan dengan harga yang memang tak seberapa mahal.
(Sinar Harapan/sihar ramses simatupang)

Potlot Adventure Selanjutnya...

Saturday, September 18, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


4.408 Kali Bencana Alam dalam 5 Tahun

Posted: 18 Sep 2010 04:22 AM PDT

4.408 kali bencana alam telah terjadi di Indonesia dalam kurun 5 tahun terakhir, demikian berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selama kurun waktu 5 tahun saja yaitu dari tahun 2004-2009, Indonesia telah dilanda bencana alam sebanyak 4.408 kali. … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Satu-satunya Kereta Api Bergerigi

Posted: 18 Sep 2010 03:43 PM PDT

Ambarawa – Kereta api juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana berwisata. Tidak percaya? Datang saja ke Stasiun Ambarawa. Di stasiun yang terletak sekitar 40 km dari Kota Semarang ini terdapat kereta api kuno bergerigi yang biasa dimanfaatkan untuk wisata. Wisata ini disebut Railways Mountain Tour.
Perjalanan sepanjang sembilan km ini butuh waktu sejam lamanya. Laju kereta api (KA.) ini memang tidak dapat dibandingkan dengan KA lainnya. Sangat lambat. Kecepatan maksimumnya hanya 10 km/jam. Perjalanan antara Stasiun Ambarawa-Stasiun Jambu belum terasa istimewa. Mengingat jalurnya masih datar. Sementara kanan kiri rel pemandangan yang terlihat hanyalah perkampungan penduduk.
Baru antara Stasiun Jambu-Stasiun Bedono terasa ada yang berbeda. Karena jalan sudah mulai menanjak maka posisi lokomotif diubah. Bila sebelumnya ada di depan, maka posisi lokomotif kini ada di belakang. Jadilah KA. bukan ditarik lokomotif, melainkan didorong oleh lokomotif.
Jalur Stasiun Jambu-Stasiun Bedono ini berada di ketinggian 693 meter di atas permukaan air laut. Panorama di sepanjang perjalanan semakin luar biasa. Hamparan Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu menjadi latar belakang yang mempesona.
Sementara dua gerbong penumpang seluruh dindingnya terbuat dari kayu. Demikian pula tempat duduk penumpang semuanya dari kayu. Di dinding gerbong tak ada kaca jendela. Sehingga penumpang dapat menikmati semilir angin nan sejuk dan pemandangan selama perjalanan.
Karena letaknya yang cukup tinggi inilah di sepanjang jalur Stasiun Jambu-Stasiun Bedono ini terdapat rel bergerigi. Fungsinya adalah untuk menahan agar KA tidak mengalami kesulitan menanjaki jalur tersebut. Rel di jalur ini menjadi rel gerigi satu-satunya di Indonesia yang hingga sekarang masih difungsikan.

Kuno dan Boros
Dari segi usia KA bergerigi ini memang sudah dapat dikatakan uzur. Lokomotifnya buatan Belanda tahun 1902. Berarti umurnya sudah sekitar 101 tahun. Sementara dua gerbong penumpangnya adalah buatan tahun 1907. Usianya lebih muda lima tahun dibandingkan lokomotifnya.
Lokomotif yang usianya tidak muda ini tetap terlihat gagah. Yang menarik bahan bakar yang dipakai pun tidak sembarang. "Bahan bakarnya harus kayu jati," jelas Kepala Sub Depo Lokomotif Stasiun Ambarawa, Pudjijono, kepada SH beberapa waktu lalu.
Kenapa harus kayu jati? Pudjijono menjawab hanya kayu jati yang sesuai dengan ukuran panas ketel lokomotif. Sehingga kemampuan daya pacunya pun lebih besar ketimbang menggunakan jenis kayu lainnya. Dalam sekali perjalanan antara Stasiun Ambarawa-Stasiun Jambu-Stasiun Bedono pulang pergi yang jauhnya sekitar sembilan kilometer dibutuhkan kayu jati sebanyak dua meter kubik.
Kayu jati ini dipakai untuk memanaskan 2.850 liter air. Dan uap air tersebut yang dipakai sebagai tenaga pembangkit. Sebelum berangkat ketel harus terlebih dahulu dipanaskan. Setidaknya dibutuhkan waktu pemanasan lebih dari tiga jam.
Walau tak secanggih KA yang dioperasikan oleh PT KAI saat ini, KA bergerigi ini bukan KA sembarangan. KA hanya dioperasikan bila ada wisatawan yang memesan. Untuk sekali perjalanan Ambarawa-Bedono PP tarifnya adalah Rp 2,2 juta. Tarif ini ditanggung bersama oleh seluruh penumpang yang kapasitasnya adalah 80 orang.
Dari segi ekonomi memang mahal untuk perjalanan 18 kilometer per penumpang harus membayar seperempat juta rupiah lebih. Sudono, Kepala Stasiun Ambarawa menyebutkan tarif tersebut sebenarnya tidak mahal. Alasannya untuk mengoperasikan KA bergerigi dibutuhkan biaya yang besar. Sekali perjalanan biaya operasional yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 750.000-Rp 1 juta.
Sekalipun begitu, tokh animo wisatawan untuk menikmati perjalanan dengan KA bergerigi tak pernah pupus. Ini dapat dibuktikan dari tingginya pemesan. Hingga awal Juli saja KA bergerigi ini praktis sudah di-booking setiap hari. Dalam sehari KA bergerigi dapat dioperasikan hingga tiga kali.
Perjalanan dengan KA bergerigi ini bak napak tilas sejarah perkeretaapian di Ambarawa. Betapa tidak. (didiet ernanto – Sinar Harapan)

Potlot Adventure Selanjutnya...

Friday, September 17, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Daftar Cagar Alam Indonesia di Nusa Tenggara dan Bali

Posted: 17 Sep 2010 05:14 AM PDT

Daftar Cagar Alam Indonesia di Nusa Tenggara dan Bali merupakan seri daftar cagar alam yang dipunyai oleh Indonesia. Cagar alam (nature sanctuary) merupakan suatu kawasan yang dilindungi oleh negara karena keadaan alamnya yang mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, maupun ekosistem. Cagar … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...