Tuesday, May 4, 2010

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Layangan Hasil Daur Ulang

Posted: 04 May 2010 01:26 AM PDT

Ternyata semakin kepepet memang semakin kreatif. Layangan ini saya beli di satu daerah di Kabupaten Bogor dengan harga yang sangat murah. Bahan dari layangan ini adalah plastik bekas dari makanan ringan yang ditempel. Layangan ini juga sangat diminati karena berbahan plastik tetapi sangat tipis sehingga lebih kuat dari yang berbahan kertas. Tinggal beli benang layangannya dan langsung diterbangkan.


Filed under: Daur Ulang, Produk Hijau Tagged: layangan

Media Tanam/Pupuk Ampas Kopi dari Starbucks

Posted: 03 May 2010 11:20 PM PDT

Kedai kopi Starbucks di Jakarta memiliki program “Grounds For Your Garden” yang sudah dijalankan oleh Starbucks di seluruh dunia sejak tahun 1995 yaitu untuk memberikan secara cuma-cuma ampas kopi dari kedai tersebut yang dapat digunakan sebagai media tanam dan pupuk. Ampas kopi di masukkan dalam plastik 2 kg-an dan dapat diambil gratis. Kebetulan foto yang saya ambil ini dari Starbucks di Plaza Senayan, Jakarta. Saya tidak tahu apakah hal ini dilakukan di semua kedai Starbucks yang lain.

Ampas kopi ini dapat menambah asupan Nitrogen, Fosfor dan Potasium (NPK) yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan. Ampas kopi ini dapat ditebarkan di taman dan pot anda sehingga dapat mengeluarkan zat-zatnya secara pelan-pelan. Selain itu ampas kopi juga mengandung magnesium, sulfur dan kalsium yang dapat berguna untuk tanaman.

Program ini akan sangat baik bila dapat diikuti oleh kedai-kedai kopi lainnya karena ampas kopi maupun sisa pembuatan kopi espresso sangat banyak dan sangat disayangkan bila dibuang begitu saja. Selain kedai kopi, banyak perusahaan juga menyediakan kopi sendiri sehingga ampas kopinya dapat dikumpulkan dan diambil oleh karyawan yang mau mengambil. Oleh karena itu, hal ini juga dapat menjadi salah satu program CSR dan juga pelestarian lingkungan untuk reduce, reuse, recycle yang baik untuk perusahaan dan sebagai marketing yang baik untuk kedai-kedai kopi dan restoran juga.

Selain perusahaan, banyak juga orang yang membuat kopi di rumah dan membuang ampas begitu saja. Untuk anda yang suka minum kopi maupun teh dirumah, jangan buang ampasnya, anda bisa langsung campur ampas-ampas tersebut untuk kebun anda. Pastinya anda bisa menghemat membeli pupuk dan rumah akan semakin hijau.


Filed under: Bercocok Tanam, Berita Lingkungan Lokal, Bisnis Hijau, Lingkungan Kerja, Lingkungan Rumah Tagged: ampas kopi, CSR, grounds for your garden, pupuk, stacbucks

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Anang's Blog

Anang's Blog


Helm SNI

Posted: 04 May 2010 03:13 AM PDT


Helm SNI

Alhamdulillah, ternyata helm saya udah SNI... Hehe.. Terlihat dari logo timbul yang ada pada bagian helm... Hmm... Konon menurut informasi yang beredar bahwa kalau kita berkendara roda dua dan tidak memakai helm yang terdapat tanda SNI maka kita akan dapat surat cinta dari pak polisi, surat tilang.... Bukti pelanggaran... Hehe...

Tapi selama ini tidak terlihat pak polisi razia helm di jalan, jadi ya aman-aman saja memakai helm yang belum SNI hehe.... Susah juga kalau mau merazia satu persatu kepala dan mengamati helm yang dipakai. Lha wong helm yang didapat dari dealer ketika membeli motor saja kadang tidak nampak tanda SNI tersebut.. Hehe.. Jadi penasaran apakah helm yang diberikan pak polisi ke pengendara sebagai wujud safety riding kemarin juga ada tanda SNI nya... Wkwkwkwk.....

Bukti foto di bawah ini menunjukkan seberapa mudahnya kita menempel logo SNI... Hahaha....

Helm Timbangan

Helm Timba

Anang's Blog Selanjutnya...

Monday, May 3, 2010

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Tetirah di Lereng Gunung Merapi

Posted: 03 May 2010 05:22 PM PDT

Semula kawasan ini tempat peristirahatan para ahli geologi Belanda. Sekarang, keindahan alam dan kesejukan udara Kaliurang dapat dinikmati siapapun.

Beberapa ahli geologi Belanda yang bermukim di Yogyakarta, melakukan ekspedisi ke arah utara kota. Ekspedisi dilakukan untuk mencari daerah berudara sejuk yang akan dijadikan lokasi tetirah.

Setelah melakukan perjalanan melelahkan, meneer-meneer itu akhirnya sampai di lereng selatan Gunung Merapi. Disekitar ketinggian 900 di atas permukaan laut, mereka menyaksikan pemandangan alam yang menakjubkan.

Lukisan alam membentang dengan hamparan pepohonan nan menghijau. Kawasan ini akhirnya disepakati akan dijadikan sebagai lokasi peristirahatan dan tempat berlibur keluarga mereka.

Perjalanan sekelompok ahli geologi itu dilakukan sekitar awal abad ke-19. Kawasan yang dikenal dengan nama Kaliurang itu kemudian dibangun, berbagai sarana pendukung tempat peristirahatan pun didirikan.

Orang-orang Belanda mengawalinya dengan membangun 30 bungalo pribadi. Selain membangun bungalo, fasilitas lainnya pun dibangun. Akses jalan ke tempat-tempat yang memiliki sudut pandang menarik di sekitar kawasan dibuka. Inilah awal wilayah Kaliurang menjadi destinasi kawasan wisata.

Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, kompleks peristirahatan ini ditinggalkan para pemiliknya. Bungalo-bungalo kemudian berpindah tangan kepada orang-orang pribumi.

Dua tahun berselang, tepatnya 13 Januari 1948, kawasan Kaliurang dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan antara pemerintah Indonesia dan Komisi Tiga Negara (KTN). Perundingan lni menghasilkan sebuah kesepakatan yang disebut Notulen Kaliurang.

Sekarang, Kaliurang telah menjadi salah satu destinasi liburan utama di Provinsi Yogyakarta. Dengan pemandangan alam yang memukau dan udara yang sejuk, berkisar antara 20-25 derajat Celcius, kawasan menjadi tempat cocok sebagai lokasi beristirahat, berlibur dan melepas lelah.

Satu yang tak pernah berubah, Kaliurang merupakan lokasi tepat sebagai tempat wisata keluarga. Dalam kawasan wisata yang terletak di Kabupaten Sleman ini terdapat sebuah taman rekreasi seluas 10.000 meter persegi. Taman ini cukup ideal sebagai lokasi berlibur bersama keluarga tercinta. Anak-anak dapat leluasa berlarian atau bermain.

Jika belum puas, lanjutkan perjalanan menuju ke arah timur laut, sekitar 300 meter dari lokasi taman, terdapat Taman Wisata Plawangan Turgo. Taman ini dilengkapi dengan fasilitas kolam renang mini yang airnya berasal dari mata air di lereng Bukit Plawangan, di antara kerimbunan pohon.

Bila ingin menikmati pemandangan Kaliurang secara menyeluruh, bisa berkeliling menggunakan kereta kelinci. Kendaraan ini biasa mangkal di depan taman wisata yang banyak terdapat dengan kios-kios penjaja makanan. Kereta yang biasa di sebut Sepoer akan mengajak berkeliling Kaliurang dari sisi timur ke barat. Melewati gardu pandang, dalam kondisi cuaca cerah pemandangan gunung merapi yang memukau akan tersaji secara jelas.

Bagi yang tertarik memantau Gunung Merapi bisa memanfaatkan menara pandang yang disediakan di sisi barat kawasan ini, pengunjung juga bisa menyewa teropong agar lebih dekat dan jelas memantau gunung yang terkenal masih aktif ini.

Suasanan malam hari disini tak kalah menarik, sejuknya angin dan heningnya malam akan menjadi teman yang cocok bagi yang tengah mencari kedamaian. Beragam tempat penginapan bisa dipilih, mulai kelas wisma hingga hotel berbintang di Kaliurang.

Berkunjung ke Kaliurang tak hanya bisa menikmati alam, pengunjung pun bisa berwisata budaya di Museum Ullen Sentalu. Museum yang dibuka Maret 1997 ini memiliki koleksi benda-benda yang kaya dengan unsur seni budaya.

Awalnya, museum yang pendiriannya diprakarsai Keluarga Haryono di bawah Yayasan Ulateng Blencong ini didedikasikan untuk melindungi dan menyelamatkan karya-karya batik kuno yang banyak diburu kolektor asing.

Selain mengoleksi benda yang berkaitan dengan batik, museum ini banyak menyimpan koleksi yang berhubungan dengan sejarah Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Koleksi yang bisa disaksikan antara lain foto-foto kuno bangsawan jawa, lukisan tiga dimensi karya Raden Saleh. Selain kaya akan koleksi benda bernilai tinggi, Ulen Sentallu juga memiliki arsitektur yang unik, sebagian besar bangunannya berada di bawah tanah.

Museum ini sering pula menyelenggarakan workshop yang berkaitan dengan seni budaya Mataram, karya lukis, arsitektur indis-jawa, wisata budaya, outbond, juga penyelenggaraan pameran.

Sebelum pulang, sebaiknya sempatkan untuk membeli buah tangan di kios-kios yang ada disekitar kawasan wisata ini, salah satu buah tangan terkenal adalah tempe bacem dan jadah (kudapan khas yang terbuat dari ketan dan parutan kelapa).

Sumber: Majalah Travel Club

Menjaga Tradisi dari Atas Perahu

Posted: 03 May 2010 05:13 PM PDT

Dingin angin Subuh terasa lembut mengelus kulit, tak menyurutkan tangan-tangan lincah mengayuh dayung di atas perahu kayu. Remang-remang lampu temaram menjadi alat penerang, setiap perahu mengangkut muatan berbeda, mulai dari sayuran, makanan tradisional, buah-buahan hingga bahan pokok kebutuhan sehari-hari. Tak sedikit pula perahu yang dirancang sebagai warung makan.

Riuh suasana pedagang dengan pembeli tawar menawar yang didominasi kaum wanita berbahasa Banjar terasa semakin menyemarakkan suasana pagi. Demikian sekelumit suasana di Muara Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebelum azan subuh berkumandang, aktivitas masyarakat berperahu di sungai Barito sudah dimulai pedagang berperahu yang berjualan di pasar Muara Kuin.

Entah sejak kapan rutinitas ini dimulai, tak ada yang bisa menjelaskannya dengan pasti. Kegiatan perekonomian diatas air ini sudah ada sejak jaman dahulu, bermula dari pedagang-pedagang dari sungai-sungai yang ada di Kota Banjarmasin yang bertemu. Sistem perdagangan yang digunakan awalnya adalah sistem saling bertukar barang dagangan atau yang disebut Sistem Barter.

Hingga kini, pasar terapung tetap berlangsung dan terjaga dengan baik. Meski serbuan pasar-pasar moderen begitu gencar. Pasar Muara Kuin tetap tak tergantikan. Pedagang dan barang yang dijual di sini mungkin tak berbeda dengan pasar tradisional di daerah lainnya di Indonesia. Namun, keunikan terletak pada aktivitas jual beli berlangsung di atas sebuah sungai yang melintasi Kota Banjarmasin. Pasar ini lebih populerdengan sebutan Pasar Terapung.

Pedagang di Pasar Terapung begitu antusias menawarkan dagangannya kepada calon pembeli. Biasanya si penjual yang mendatangi calon pembelinya, bukan sebaliknya. Para pembelinya pun menggunakan Jukung (sejenis perahu) untuk berbelanja. Tak jarang sering terjadi kejar mengejar pedagang dengan pembeli, mereka begitu lincah dalam mengemudikan jukungnya. Jukung merupakan istilah yang digunakan masyarakat Banjar untuk menyebut perahu kecil yang terbuat dari kayu.

Orang yang datang ke pasar ini tak hanya untuk kepentingan berbelanja, banyak juga yang sekadar ingin menikmati sarapan pagi diatas perahu yang menjual hidangan sarapan, atau berburu kudapan tradisional khas Kalimantan Selatan, tak kalah menarik dari aktifitas pasar ini adalah masih berlakunya sistem transaksi barter atau yang dalam masyarakat Banjar dikenal dengan nama bapanduk.

Sama seperti pasar tradisional pada umumnya yang berada di darat, Pasar Terapung juga memiliki ketentuan dalam mengatur lokasi tempat berjualan. Ada lokasi yang diisi dengan pedagang buah-buahan. Ada lokasi yang diperuntukkan khusus untuk pedagang sayuran dan seterusnya.

Aktivitas perdagangan pasar terapung mencerminkan kebudayaan masayarakat di Kota Seribu Sungai ini. Aliran sungai adalah kehidupan, tempat mereka tinggal sekaligus mencari kesejahteraan. Berdagang dan belanja di atas aliran sungai bukan semata upaya mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, lebih dari itu.

Mempertahankan aktifitas ini juga melestarikan sebuah warisan leluhur. Di pinggir sungai, bisa disaksikan rumah-rumah penduduk yang terapung. Wisatawan bisa bermalam dengan menyewa rumah-rumah yang disebut Lanting ini.

Untuk masayarakat lain, keberadaan pasar di atas air mungkin tak biasa. Tak heran Pasar Terapung menjadi sebuah daya tarik. Kini, Pasar Terapung tak hanya menjadi tempat trasansaksi jual-beli tetapi menjadi daya tarik wisata, melebur dan menikmati serunya berbelanja di atas sungai menggunakan perahu yang terombang-ambing digoyang ombak sungai akan menjadi pengalaman menarik berwisata di kota yang juga dikenal dengan predikat Kota Seribu Menara ini.

Pasar Terapung Muara Kuin menjadi banyak tujuan para penyuka fotografi. Aktivitas pasar ini menjadi obyek menarik untuk diabadikan. Aktivitas pasar terapung hanya berlangsung hingga sekitar pukul 8.00-09.00. Jika ingin menikmati keunikan Pasar Terapung, sebaiknya berangkat ketika hari masih fajar agar bisa lebih puas menyaksikan aktivitasnya. Waktu yang tepat, tiba di lokasi sekitar pukul 05.30 atau pukul 06.00. Selain suasana sudah ramai kondisipun sudah mulai benderang.

Cara Cepat Menuju Muara Kuin

Ada ungkapan yang mengatakan tak lengkap jika berkunjung ke Banjarmasin sebelum datang dan belanja di Pasar Terapung Muara Kuin. Begitu terkenalnya pasar ini membuat setiap wisatawan yang melancong ke Banjarmasin selalu menyisihkan waktu untuk mengunjunginya.

Untuk mencapai daerah ini tidaklah sulit. salah satu alternatif untuk mencapainya adalah melalui jalan darat. Dari pusat kota hanya butuh waktu sekitar 15-20 menit menuju Dermaga Kuin. Disarankan untuk menggunakan jalur sungai yang bisa ditempuh dari banyak dermaga di sana. Termasuk dermaga di depan Pemkot Banjarmasin.

Sekarang, terdapat perahu wisata yang menawarkan paket keliling Muara Kuin. Rute yang ditempuh perahu wisata itu dengan menyusuri Sungai Martapura, melalui Makam Sultan Suriansyah, berlanjut menyaksikan pasar terapung, setelah menikmati Pasar terapung perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Kembang sebagai lokasi akhir. Setelah itu, ditempuh perjalanan kembali menyusuri Sungai Martapura hingga ke dermaga semula.

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...

[New post] ‘Sang Pemimpi’ Sabet ‘Audience Awards’ di Festival Film di Italia

'Sang Pemimpi' Sabet 'Audience Awards' di Festival Film di Italia

LONDON–Film Sang Pemimpi sekuel Laskar Pelangi karya Sutradara Riri Riza merebut juara ketiga Audience Awards pada Udine Far East Film Festival, Italia. Audience Awards, didasarkan pada jumlah perolehan suara penonton (voting) seusai penayangan film.

Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada koresponden Antara London, Ahad (2/5), mengatakan, gemuruh tepuk tangan dari sedikitnya 1.000 penonton memenuhi gedung Teatro Nuova berlantai tiga menjadi pemandangan mengharukan pada hari terakhir festival film di Udine. Dikatakannya jepretan kamera para wartawan serta kerumunan penggemar yang meminta tandatangan Riri Riza, yang duduk di barisan tengah gedung pertunjukan juga terlihat.

Sementara itu Mira Lesmana, Sang produser, yang mendampingi Riri mengaku terharu dengan sambutan hangat penonton film Sang Pemimpi di Udine. Udine Far East Film Festival, merupakan ajang tahunan film Asia bergengsi di Italia tahun ini diikuti sebanyak 72 film pilihan dari Asia, yaitu, China, Jepang, Korea, Hong Kong, Indonesia, Philipina, Taiwan, dan Vietnam.

Dua film Indonesia lainnya yang ikut menyedot perhatian penonton pada festival Udine adalah Srigala terakhir karya Upi dan Identitas karya Aria Kesumadewa. Ketika ditanya mengenai perkembangan film Indonesia, Riri mengatakan, sejumlah film Indonesia sudah dapat menyamai film-film Asia lain, termasuk Jepang dan Cina seperti terbukti dengan unggulnya film-film Indonesia di berbagai festival film Asia dan bahkan festival film internasional.

Film Sang Pemimpi tahun ini mengulangi keberhasilan Laskar Pelangi yang bertengger pada posisi ketiga Udine film Far East Film tahun 2009. Sang Pemimpi juga berhasil memperoleh penghargaan Network for the Promotion of Asia Cinema (NETPAC) Critic Award pada Singapore International Film Festival, ujar Riri.

Menurut Konsultan Far East Film Festival, Paolo Bertolini, film-film yang paling banyak diminati penggemar film di Italia dan juga umumnya di negara lain di Eropa adalah film percintaan (romantik) dan horor.

Film potret Indonesia akan terus digarap

Namun film Laskar Pelangi, dan Sang Pemimpi serta film drama Indonesia yang berkisah tentang semangat tinggi anak-anak sekolah di daerah terbelakang dalam mengejar mimpi untuk kemajuan sangat menarik perhatian penonton. Riri dan Mira merencanakan akan terus membuat film-film serius dengan memotret budaya dan realitas dalam masyarakat Indonesia yang makin terbuka dalam menghadapi tantangan dunia modern.

Untuk itu, keduanya akan mulai menggarap seri ketiga dari Laskar Pelangi, berjudul Edensor pada paruh kedua tahun 2012. Menurut rencana kedua sineas papan atas Indonesia tersebut akan menggarap film berjudul Bumi Manusia yang diangkat dari Novel terkenal Pramoedya Ananta Tur.

Bumi Manusia telah diterbitkan dalam bahasa Italia dengan judul Questa Terra Delli Uomini, sekitar 10 tahun lalu. Riri mengharapkan jika filmnya selesai dan tampil di Udine Film festival, maka akan diadakan seminar dan peluncuran kembali novel dalam bahasa Italia.

Film Sang Pemimpi akan mengikuti Stichting Cinema Asia di Amsterdam pada tanggal 24-30 Mei mendatang dan mendapat kehormatan untuk ditayangkan sebagai film penutup pada festival film itu.

Kehadiran pada festival film membawa banyak manfaat untuk berbagi pengalaman dalam dunia perfilman sambil memperluas hubungan persahabatan dan kerjasama dengan sesama sineas.
Untuk itu, Riri mengajak sineas Indonesia untuk memanfaatkan peluang untuk berpartisipasi pada berbagai festival film internasional.

(www.jedadulu.com)

Komentari tulisan ini


Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser: http://subscribe.wordpress.com

[New post] ‘Sang Pemimpi’ Sabet ‘Audience Awards’ di Festival Film di Italia Selanjutnya...

Sunday, May 2, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Tahun Internasional Biodiversity (Keanekaragaman Hayati) 2010

Posted: 02 May 2010 07:08 AM PDT

Tahun Internasional Biodiversity (Keanekaragaman Hayati) atau International Year of Biodiversity (IYB). Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendeklasikan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Keanekaragaman Hayati (International Year of Biodiversity). Tema yang diambil dalam tahun biodiversity ini adalah “Biodiversity is Life, Biodiversity is Our … Continue reading 

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Saturday, May 1, 2010

Anang's Blog

Anang's Blog


Mayday Mayday

Posted: 01 May 2010 03:13 AM PDT


SELAMAT HARI BURUH


Sebagai buruh penjual suara, saya menyampaikan hari buruh buat semua buruh di dunia.... Tak perduli buruh apapun, buruh pabrik, buruh kantor, hingga buruh masyarakat alias jongosnya masyarakat (polisi, bupati, gubernur, presiden, dll...) Hehehehehe

Tingkatkan semangat demi hari esok yang lebih baik!

Anang's Blog Selanjutnya...