Wednesday, March 24, 2010

[New post] Buku 'The World of Islam' Terus Menuai Polemik

Buku 'The World of Islam' Terus Menuai Polemik

dekadeku | 24 Maret 2010 pada 11:24 am | Tag: Buku The World of Islam, Terus Menuai Kritik | Categories: Politik Buku | URL: http://wp.me/pGrDA-9O

PHILADELPHIA--Aktivis Muslim Amerika Serikat hari ini menyerukan penarikan kembali buku "The World of Islam", serial buku mengenai Islam untuk anak-anak terbitan Mason Crest Publishers, Philadelphia, Amerika Serikat.

Buku yang ditujukan untuk "memahamkan islam" bagi anak-anak ini justru dinilai berisi pengetahuan yang menyesatkan dan mendorong sikap anti-Islam.

"The World of Islam" berisi 10 seri buku, yang masing-masing dijual seharga 22,95 dolar AS. Ke-10 buku ini ditulis oleh para peneliti dari Foreign Policy Research Institute, dan tak satupun yang beragama Islam.

Buku ini, meski berlabel buku islam, namun berisi pesan-pesan anti-Islam. Dalam salah satu bab di satu buku, misalnya, disebutkan "Muslimin datang ke Amerika Serikat adalah untuk mengubah tatanan sosial di AS, salah satunya melalui penyebaran ide-ide terorisme."

Sampai hari ini, sudah puluhan pengaduan berisi keberatan atas buku itu disampaikan pada The Council on American-Islamic Relations (CAIR) di Pennsylvania. Moein Khawaja, director Hak-Hak Sipil CAIR, menyatakan telah meminta sang penerbit menarik buku itu untuk direvisi, namun permohonannya diabaikan.

Khawaja menyatakan, berdasar penelitian yang dilakukan lembaganya, buku yang ditujukan untuk siswa sekolah menengah ini "penuh dengan informasi yang tak benar dan menyesatkan". Namun Foreign Policy Research Institute (FPRI) yang menggagas terbitnya buku ini menyatakan isi bukunya "sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya."

FPRI adalah lembaga "think tank" yang turut mendukung pendudukan AS atas Irak. Lembaga ini didirikan tahun 1955 dan salah satu anggota dewan direksinya adalah Alexander Haig, mantan menteri luar negeri pada masa pemerintahan Presiden Ronald Reagan.

(www.republika.co.id)

Komentari tulisan ini


[New post] Buku 'The World of Islam' Terus Menuai Polemik Selanjutnya...

Tuesday, March 23, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Earth Hour 2010, Matikan Listrik Satu Jam

Posted: 23 Mar 2010 10:21 AM PDT

Earth Hour merupakan sebuah gerakan global yang dicetuskan oleh WWF (World Wildlife  Fund) untuk mematikan lampu dan peralatan listrik selama 60 menit (satu jam) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan atas perubahan iklim. Earth Hour dicetuskan pertama kali oleh WWF dan The Sydney Morning Herald pada tahun 2007 yang diikuti oleh 2,2 juta [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Monday, March 22, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Ajag, Anjing Hutan Asli Indonesia

Posted: 22 Mar 2010 08:10 AM PDT

Ajag (Cuon alpinus) adalah anjing hutan yang hidup di dataran Asia. Banyak yang beranggapan ajag sama dengan serigala (Canis lupus) , padahal meskipun hampir mirip, keduanya merupakan spesies yang telah berbeda pada tingkat genus. Bahkan dua subspesies ajag yakni Cuon alpinus javanicus dan Cuon alpinus sumatrensis merupakan anjing hutan asli (endemik) Indonesia yang mendiami pulau [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Pangandaran nan Menawan

Posted: 21 Mar 2010 07:13 PM PDT

Keindahan alam, keanekaragaman flora dan fauna serta keramahan penduduk, membuatnya menjadi obyek wisata dalam daftar wajib kunjung.

Pernah berkunjung ke Ciamis? Satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat ini ternyata memiliki banyak obyek wisata alam yang bisa menjadi rekomendasi tepat bagi Anda yang senang berwisata alam. Terlebih lagi, jika Anda penikmat suasana pantai, nama Pantai Pangandaran tentunya masuk dalam daftar tujuan perjalanan wisata.

Pantai Pangandaran merupakan salah satu daerah wisata yang diunggulkan pemerintah daerah setempat. Terletak di pesisir selatan Laut Jawa atau sekitar 92 km arah selatan Kota Ciamis, Pantai Pangandaran menjadi sebuah pantai yang nyaman untuk disinggahi. Deburan ombak yang tidak terlalu besar meluluhkan hamparan pasir putih hingga menyatu dengan air laut yang biru. Semilir angin laut pun menambah hangat suasana.

Masih di sekitar kawasan Pantai Pangandaran, terdapat sebuah bukit seluas lebih dari 500 hektare yang membagi kawasan pantai menjadi dua, yaitu Pantai Barat dan Pantai Timur. Bukit tersebut kemudian dijadikan Taman Wisata Alam Pangandaran oleh Pemda, yang di dalamnya terdapat berbagai jenis flora dan fauna. Ada pula cagar alam laut seluas 470 hektare.

Memasuki wilayah ini seperti berkunjung ke kebun binatang di tengah hutan, meskipun tidak banyak hewan yang hidup di hutan tersebut, sebut saja rusa, berbagai jenis kera, kelelawar, burung Kangkangreng Perut Putih dan di puncak bukit terdapat ladang yang masih ditempati hewan liar berjenis banteng.

Selain itu, ada pula gua-gua alam dan gua buatan seperti Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, Gua Jepang serta sumber air Rengganis dan Pantai Pasir Putih dengan Taman Lautnya yang indah.

Sinar matahari pagi masih terasa hangat menyentuh kulit tatkala rombongan Familirization Trip (famtrip) Pangandaran dari Depbudpar, menyusuri Desa Pananjung dengan menggunakan alat transportasi tradisional becak.

Pantai Pangandaran terletak tidak jauh dari Desa Pananjung, Ciamis. Jarak yang dapat ditempuh dari desa menuju pantai berkisar tujuh kilometer. Kami pun diajak mengelilingi desa untuk melihat kehidupan masyarakat sekitar. Dari 12 ribu penduduk, empat ribu diantaranya hidup sebagai nelayan.

Senyum ramah penduduk serta sapaan khas bocah-bocah Pangandaran selalu menemani kami yang sedang dalam perjalanan. Akrab, seperti itulah yang kami rasakan saat membaur bersama mereka.

Persinggahan pertama, local guide membawa kami ke rumah penduduk yang memproduksi tempe. Makanan khas Indonesia ini dijual lumayan murah, seribu lima ratus rupiah untuk tempe berukuran besar dan lima ratus rupiah untuk ukuran kecil.

Selesai melihat produksi tempe, perjalanan kami lanjutkan ke tempat pembuatan gula aren, yang juga dijadikan oleh-oleh khas Pangandaran. Gula yang berasal dari bunga kelapa atau orang setempat biasa menyebutnya manggar, dijual tujuh ribu rupiah sekilonya. Cukup murah, bukan? Beranjak dari tempat pembuatan gula, kami diajak melihat proses pembuatan kerupuk udang dengan bahan baku ikan layur.

Rombongan becak pun beranjak pergi menyusuri Pantai Pangandaran. Di sini lah bencana tsunami itu terjadi. Ratusan nyawa penduduk hilang dan tidak ada yang tersisa satupun dari bangunan yang berdiri di sekitar pantai. Pandangan kami hanya tertuju pada hamparan hijau pohon kelapa dan rumput-rumput liar.

Sangat menyedihkan tatkala keindahan Pantai Pangandaran dan sekitarnya hilang dalam sekejap mata karena dihantam tsunami pada 2006 silam. Kini, perlahan tapi pasti, geliat pariwisata di bumi pasundan itu mulai terlihat kemajuannya.

Banyak pihak, mulai dari Pemda, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, hingga organisasi luar negeri, dan masyarakat saling bekerjasama demi mengembalikan citra Pantai Pangandaran sebagai daerah wisata. Bahkan, rencananya Pangandaran akan berdiri sendiri menjadi sebuah Kabupaten yang berpusat di Parigi. Berharap, Pangandaran segera pulih dari ’sakitnya’.

Sumber: Majalah Travel Club

Dari Beksan Kridaning Kusumo sampai Jathilan Gaul

Posted: 21 Mar 2010 07:03 PM PDT

Pergelaran Seni Budaya Yogyakarta menampilkan beragam karya seni adiluhung. Kegiatan penuh daya pikat ini mampu menyedot wisatawan.

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter telah meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Provinsi DI Yogyakarta. Bukan hanya memakan korban jiwa dan harta benda warganya, bencana alam ini pun ternyata telah berdampak terhadap sektor pariwisata propinsi yang dipimpin Sri Sultan Hamengkubuwono X ini.

Pasca gempa, pemerintah propinsi segera melakukan pemulihan dan pembangunan kembali, termasuk bergiat membangkitkan sektor pariwisata yang menjadi andalannya. Berbagai upaya promosi pun kembali digelar.

Tahun ini, Kota Yogyakarta memperingati harijadinya yang ke-262 tahun. Seiring itu kantor perwakilan Provinsi Yogyakarta di Jakarta kembali menggelar acara Gelar Seni Budaya Yogyakarta. Kegiatan ini telah di selenggarakan sejak tahun 2000.

Lentik jemari dan gerak tubuh para penari yang amat lentur seakan menyihir para penonton yang terpukau menyaksikan pementasan tari Beksan Kridaning Kusumo, di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta, Taman Mini Indonesia Indah. Alunan harmonisasi gamelan yang mengiringi, makin membius setiap penonton. Riuh decak kagum memuji keindahan gerak sarat makna itu.

Itulah sekelumit gambaran suasana dalam acara pergelaran kesenian di acara Gelar Seni Budaya (GSB) Yogyakarta di TMII, 30 Oktober hingga 1 November 2009 lalu. Terik matahari yang menyengat seakan tak menghalangi para pengunjung untuk menikmati pergelaran hingga usai. GSB tahun ini adalah pelaksanaan yang ke-9 kalinya.

Pergelaran kesenian di mulai dengan kirab budaya yang menampilkan iring-iringan Manggoloyudo, Prajurit Keraton Yogyakarta, Prajurit Puro Pakualaman, Jathilan Gaul, dan rombongan kesenian empat kabupaten serta satu kota di propinsi Yogyakarta.

Setelah pawai keliling TMII, acara dilanjutkan dengan berbagai pementasan tari. Setiap peserta berkesempatan menujukkan kerativitasnya dalam berkesenian. Pementasan dibuka dengan suguhan memukau Jathilan Gaul dari Kota Yogyakarta dengan busana yang menarik dan aksi yang atraktif.

Setelah itu dilanjutkan Sendratari Dewi Sri Angreksa Bumi dari Kabupaten Bantul, Tari Incling Rengis dari Kabupaten Kulon Progo, Tari Topeng Poleng dari Kabupaten Sleman, Tari Jelantur dari Kabupaten Gunung Kidul, Batik Rengganing Busana dari Kota Yogyakarta, dan terakhir ditutup dengan Mbesem Songsong Mataram dari Dinas Kebudayaan Propinsi DI Yogyakarta.

Salah satu daya tarik utama pariwisata Yogyakarta selama ini adalah seni dan budaya tradisionalnya yang adiluhung. “Kami harus mampu meningkatkan kualitas pertunjukan yang kami suguhkan. Juga harus terns berpromosi, karena tanpa promosi keluhuran dan keunikan seni dan budaya ini tak akan banyak di ketahui masyarakat,” kata Djoko Dwiyanto, Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi DIY.

“Untuk kunjungan wisatawan, kami upqyakan untuk meningkatkan kualitas, ukuran keberhasilan dengan berpatok pada jumlah, itu paradigma lama. Perlu ditingkatkan kualitas pelayanan dan pengemasan paket wisata, termasuk pementasan seni dan budaya, sehingga mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama,” kata Djoko, memaparkan.

Sikap positif pun di tunjukkan para pengunjung yang datang. Gelar Seni dan Budaya ini menjadi acara yang potensial untuk menjadi daya tarik bagi dunia pariwisata dan mengenalkan kepada masyarakat tentang seni dan budaya tradisional di Propinsi DIY.

“Bagus sekali acara seperti ini, selain menjadi daya tarik wisata juga sebagai pengenalan kepada generasi muda tentang kesenian tradisonal khususnya dari Propinsi Yogyakarta,” kata Mia Nurfitriani, pengunjung asal Ciledug yang datang bersama keluarga.

Hal senada juga diungkapkan Irwan Riyadi, pengunjung asal Kranggan. “Kegiatan bagus sekali, ditengah minimnya pertunjukan kesenian tradisional di Jakarta, dan terpenting adalah promosi agar masyarakat luas bisa lebih tahu pergelaran ni,” kata pria yang rutin menonton berbagai pertunjukan tradisional ini.

Anda tertarik untuk menyaksikan, nantikan kehadiran GSBYogyakarta tahun depan. Sekali rengkuh, pelestarian seni dan budaya dapat makin ditingkatkan.

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Permainan Saat Earth Hour

Posted: 21 Mar 2010 11:15 AM PDT

Di jaman modern seperti sekarang, kayaknya 1 jam tidak ngapa-ngapain apalagi gelap-gelapan akan terasa sangat lama dan membosankan. Kita sudah terbiasa bahwa selalu ada saja TV, radio, atau komputer yang menyala.

Jadi bagaimana supaya kita tidak merasa bosan saat Earth Hour? Buat permainan yang menyenangkan dengan keluarga atau teman-teman anda.

Yang pasti permainan ini tidak bisa menggunakan listrik. Jadi apa saja yang bisa dimainkan?

  1. Permainan papan (boardgames) seperti catur, monopoly, ular tangga, catur jawa, dll
  2. Main kartu atau domino
  3. Pancasila Lima Dasar
  4. Congklak
  5. Tebak gambar (win, lose or draw)
  6. Tebak lagu (lebih bagus lagi kalau ada yang bisa main gitar)
  7. Adu membuat Lego
  8. Membuat Origami
  9. Pastinya ada banyak yang saya belum terpikir…

Permainan-permainan ini selain mengisi Earth Hour anda, juga dapat mendekatkan hubungan anda dengan teman, keluarga dan orang yang anda kasihi, terutama bila anda sudah lama tidak memainkan permainan-permainan ini.

Siapkan dari sekarang permainan-permainan anda dan nantikan saatnya Earth Hour. Mungkin anda malah bisa-bisa ketagihan.


Filed under: Agenda Hijau, Berita Lingkungan Lokal Tagged: permainan earth hour

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Anang's Blog

Anang's Blog


Ujian Nasional

Posted: 21 Mar 2010 12:26 PM PDT


Musim ujian telah datang... Kini saatnya bagi adik-adik kita yang masih duduk di bangku sekolah dasar hingga menengah menghadapi masa yang boleh dibilang paling menjengkelkan selama menempuh pendidikan di sekolah. He... Ujian Nasional, Ujian Akhir Nasional bisa disingkat UN, UAN, atau UNAS. Kalau jaman saya masih muda dulu namanya adalah EBTANAS.

Menjengkelkan, tentu kita harus jujur dan tidak membohongi diri bahwa memang saat ujian ini adalah saat paling tidak menyenangkan bagi sebagian besar siswa. Coba saya tanya siapa yang senang ujian sekolah? Kalau senang sudah pasti akan dihadapi dengan hati ceria seperti hendak bertemu dengan sang kekasih saat malam minggu. Bukan gelisah dan cemas yang menghantui setiap kali menyadari bahwa hari ujian itu sudah bisa dihitung dengan jari. Haha..

Saya yakin bahwa salah satu hal yang membuat kita suka dan senang ke sekolah adalah uang saku dan ketemu teman atau 'teman' di sekolah. Ya kan?... Haha... Ini sudah umum di kalangan siswa kita. Kekeke... Bukan ujian. Kalau ada ulangan harian ada saja cara mengelak darinya. Belum belajar, besok saja pak, atau kalimat tolakan lainnya yang meluncur dari mulut mereka.. Nyahaha...

Namun, saat ini mereka tidak bisa mengelak sama sekali pada UN, karena dalam kurun waktu tiga minggu berturut-turut ini mereka akan menjalani hari paling menentukan dalam perjalanan tiga atau enam tahun selama di sekolah. Dimulai besok hari Senin (20/04) anak-anak kelas 12 SMA dan setingkat akan menjalani UN atau UNAS. Disusul anak kelas 9 SMP atau setingkat minggu depannya dan adik-adik kelas 6 SD dan setingkat beberapa minggu berikutnya.

Tahun ini standar nilai kelulusan meningkat dari tahun kemaren menjadi 5,5. Hanya ada dua opsi, lulus atau tinggal kelas. Masa belajar selama tiga atau enam tahun ditentukan dalam Ujian Nasional dalam rentang hanya beberapa hari saja. Berat memang, tapi mau bagaimana lagi pemerintah punya gawe besar yang katanya membuat kompetensi lulusan sekolah meningkat. Fyuh...

Banyak pro-kontra tentang pelaksanaan Ujian Nasional ini. Ada yang mendukung dan menolak jika UN ini menjadi tolok ukur lulus dan tidak lulusnya siswa. Saya tidak akan membahas ini terlalu jauh... Silahkan beropini saja sendiri. Saya yakin anda bisa arif dan bijak memahami permasalahan ini. Hehe...

Kini, satu hal yang pasti bahwa yang saya pahami adalah esensi Ujian Nasional hanya pada hasil, bukan pada proses mendapatkan hasil itu. Hehe... Tujuannya mendapatkan nilai yang bagus, bukan pada pemahaman materi yang didapat selama bertahun-tahun di bangku sekolah. Hehe.. Maaf jika pemahaman saya salah.

Realita yang ada kini dan menjadi rahasia publik adalah siswa diajak untuk saling bekerja sama menyukseskan hajatan terbesar pemerintah dalam hal pendidikan ini. Saling bahu-membahu mencari cara untuk lolos dari ujian nasional. Sudah bukan jamannya lagi mengerjakan soal dengan membungkuk seraya menutup lembar jawaban dari pandangan teman-teman di sekitar. Kuno...

(ilustrasi) Kuno, egois saat ujian. Jangan melihat pekerjaanku!

Pihak yang direpotkan dan dipusingkan tidak hanya siswa melainkan guru juga. Lha kalau banyak yang tidak lulus yang kena imbasnya juga pada sekolah. Makanya tidak heran kalau banyak guru yang berusaha mencari jalan pintas seperti mencuri naskah soal ujian nasional, mencari bocoran soal unas, dll....

Saya hanya ingin mengucapkan buat adik-adikku tercinta yang akan menghadapi Ujian Nasional, Ujian Akhir Sekolah. Selamat belajar dan selamat menikmati hari-hari menentukan ini dengan senyum dan optimisme tinggi! Semoga sukses dan berhasil serta semuanya lulus dan lolos... Amin.....!

Gambar asli disini

Anang's Blog Selanjutnya...

[New post] Wow..Buku Telat Dikembalikan Setelah 45 Tahun!

Wow..Buku Telat Dikembalikan Setelah 45 Tahun!

dekadeku | 22 Maret 2010 pada 7:19 am | Tag: Buku Telat, Dikembalikan Selama 45 Tahun | Categories: Info Unik Seputar Buku | URL: http://wp.me/pGrDA-9J

LONDON--Pengembalian buku yang terlambat mungkin sudah biasa, termasuk di perpustakaan Dinnington. Namun, paket buku yang diterima pada bulan lalu merupakan kasus yang luar biasa.

Perpustakaan Dinnington menerima buku edisi pertama "Quatermass and the Pit" dari penulis Nigel Kneale yang tercatat dipinjam pada tanggal 24 September 1965, seperti yang dilansir Reuters, pekan lalu.

"Awalnya saya pikir paket kiriman itu hanya pengembalian buku biasa, namun setelah saya melihat warna dari sudut halaman buku itu, tampak berwarna coklat," ujar Alison Lawrie, Asisten Pemimpin Perpustakaan Dinnington, seperti dikutip republika.co.id, Senin (23/3).

"Memang benar sebagian besar orang sangat menikmati buku yang mereka pinjam, namun waktu 45 tahun sangat luar biasa," katanya.

Staf perpustakaan meyakini buku itu dipinjam dari Perpustakaan Dinnington lama yang berada di kota Sheffield, Yorkshire Selatan yang dibuka pada tahun 1936 kemudian ditutup dan dibuka kembali di lokasi perpustakaan saat ini pada tahun 2000.

Namun, identitas dari pengirim buku itu masih menjadi misteri karena catatan perpustakaan tidak bisa mencapainya. Sebenarnya, pengirim itu juga tidak perlu khawatir mengenai denda akumulasi yang sangat besar. Sebab, besaran denda dibatasi hingga 6 pondsterling atau sekitar 9 dolar AS.

"Orang yang mengirim buku itu kembali tak perlu khawatir adanya masalah apapun. Bahkan, jika ia ingin datang, kami sangat ingin mendengar cerita dibalik itu," pungkas Lawrie.

(www.jedadulu.com)

Komentari tulisan ini


[New post] Wow..Buku Telat Dikembalikan Setelah 45 Tahun! Selanjutnya...