Thursday, March 18, 2010

[New post] Agar Website/Webblog Kita Terbaca Warga dari Negara Lain

Agar Website/Webblog Kita Terbaca Warga dari Negara Lain

dekadeku | 18 Maret 2010 pada 10:19 am | Tag: Terbaca Warga di Negara Lain, Website/Weblog | Categories: Tips-tips Layak Dibaca | URL: http://wp.me/pGrDA-9w

Petualang dunia maya yang mengunjungi website atau webblog Anda tidak hanya berasal dari negara Anda sebagai pemilik blog. pengunjung bisa berasal dari berbagai negara.
Nah, jika kebetulan ada orang luar negeri yang kebetulan berpetualang di website Anda, tentu kasihan sekali bila tak bisa mengerti karena mengunakan bahasa kita. Untuk itu, dalam tulisan ini kami mau mencoba me-rewrite kode untuk translate bahasa yang akan menerjemahkan isi dari website Anda.


Langsung saja menuju caranya:

1 log in ke account blogger anda.
2 Klik lay out---->add new gadget---->Add HTML/JAVA SCRIPT.
3 Copy pastekan kode HTML di bawah ini. Jika sudah hasilnya bisa dilihat di www.jedadulu.com

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Komentari tulisan ini


[New post] Agar Website/Webblog Kita Terbaca Warga dari Negara Lain Selanjutnya...

[New post] Lima Peran Opick dalam Satu Film

Lima Peran Opick dalam Satu Film

dekadeku | 18 Maret 2010 pada 10:08 am | Tag: Lima Peran dalam Film, Opick | Categories: Buku Menjelma Film | URL: http://wp.me/pGrDA-9s

JAKARTA--Ada profesi baru yang kini digeluti oleh Opick. Pemilik nama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus ini mencoba profesi baru menjadi pembuat film.

Uniknya, profesi baru tersebut tidak hanya dilakoni dalam satu kegiatan saja. Tapi, Opick langsung 'memborong' lima peran sekaligus; pemeran utama, produser, penulis skenario, sutradara, dan music director. Tak hanya itu, ia juga menuangkan cerita dalam film itu menjadi sebuah buku novel.

Adalah film anyar bertajuk 'Di Bawah Langit' yang menyeret Opick menjadi 'pemborong'-nya. Di film ini, pria kelahiran Jember, 16 MAret 1974 ini memboyong para sahabatnya seperti Inneke Koesherawaty, Didi Petet, dan Agus Kuncoro.

Soal kerja 'borongan' itu, Opick menampik jika disebut serakah. ''Bukan maksud mau serakah,'' kata pelantun tembang Tombo Ati ini, ''Awalnya sih semua aktivitas itu sudah ditawarkan ke orang lain, tapi sampai jadwal mustinya syuting, tetap kosong."

Selain itu, semangat 'irit dana' juga menjadi salah satu alasan. ''Ya memang sih supaya lebih irit biayanya sehingga saya coba memberanikan diri untuk melakoni lima peran sentral tersebut sekaligus.''

(www.republika.co.id)

Komentari tulisan ini


[New post] Lima Peran Opick dalam Satu Film Selanjutnya...

Wednesday, March 17, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Daftar Binatang Langka Indonesia

Posted: 17 Mar 2010 04:45 AM PDT

Daftar binatang langka di Indonesia semakin panjang. Binatang (hewan) langka merupakan spesies yang memiliki resiko akan punah baik punah di alam liar (extinct in the wild) ataupun sepenuhnya punah (extinct). Hewan-hewan dinyatakan langka  berdasarkan rasio jumlah spesies (populasi) dan berdasarkan daerah persebaran (habitat). Di Indonesia, binatang-binatang langka semakin banyak. Hewan (binatang) ini menjadi langka dan terancam [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Blitar Pesona Bung Karno

Posted: 16 Mar 2010 06:31 PM PDT

Pesona Bung Karno seolah tak habis-habisnya. Bukan hanya ketika masih hidup dan berkuasa, makamnya hingga kini pun masih terus ramai oleh warga masyarakat dari berbagai daerah yang berziarah. Bahkan, rumah keluarga yang kini dijadikan museum, pun tak pernah sepi pengunjung.

“Mak, ini kamarnya Mbah Karno, ya? Boleh masuk, Mak?” tanya seorang bocah berusia 7 tahunan kepada ibunya. “Iya, Le, kita boleh lihat tempat tidurnya Bung Karno. Dia presiden kita, Le, yang bikin Indonesia merdeka,” jawab sang ibu, warga desa dari pinggiran Blitar.

Minggu siang itu rumah kakak perempuan Bung Karno di Jalan Sultan Agung, Blitar, dikunjungi warga masyarakat silih berganti. Rumah itu dua tahun belakangan difungsikan sebagai museum, dan disebut Istana Gebang oleh Mbah Kancil alias Mbah Warno alias Ki Dalang Notocarito, sepupu Bung Karno yang pernah menjadi ajudan Bapak Bangsa itu. Orang lebih mengenalnya sebagai rumah Bu Wardoyo.

Setiap hari ada saja warga yang berkunjung ke rumah tua yang tak terlalu besar itu, yang bersebelahan dengan bangunan yang diarsiteki oleh Bung Karno sendiri. Walaupun sudah lebih dari 30 tahun Bung Karno wafat, masyarakat tetap ingin melihat kamar yang pernah dipakainya tidur, meja dan kursi yang digunakannya membaca dan menulis, bahkan untuk sekadar berfoto di depan lukisannya di ruang tamu.

Di halaman depan, beberapa penjual t-shirt bergambar Bung Karno menggelar dagangannya.

Dilengkapi museum

Kecintaan rakyat kepada Bung Karno makin terasa kalau kita berkunjung ke makam tokoh jenius yang flamboyan itu. Kaca pembatas ruang makam sudah lama dibongkar, sehingga terasa lebih enak duduk di samping makam. Pendopo makam itu juga dapat lebih banyak menampung peziarah secara lebih nyaman.

Setiap hari, sejak pagi hingga sore hari, makam yang sebetulnya berada di pemakaman umum itu ramai oleh peziarah. Kalau makam Jumat, atau bertepatan dengan hari lahir (weton) Bung Karno, makam itu selalu lebih ramai oleh peziarah. Apalagi bertepatan dengan hari-hari besar, ribuan orang memadati kompleks pemakaman itu.

Mereka datang dari beragam usia dan status. Permadi, SH, yang dikenal sebagai “penyambung lidah Bung Karno” hanyalah salah satu warga masyarakat yang rajin berkunjung ke sana. “Biasanya Pak Permadi datang ke makam pada malam hari,” ujar salah seorang penjaga makam.

Sebagai tempat ziarah, komplek makam Bung Karno telah dilengkapi dengan perpustakaan dan museum. Bahkan, halaman dan taman di sekitar makam telah ditata sedemikian rapi, bersih, dan indah.

Relief yang khas Bung Karno menghiasi satu sisi halaman, termasuk gambaran Bung Karno berdiri melambaikan tangan kepada rakyat dari dalam mobil terbuka. Sebuah patung besar Bung Karno duduk sambil membaca buku menjadi daya tarik ruang luar museum.

Di dalam museum kita bisa menyaksikan koleksi foto-foto Bung Karno dalam berbagai kesempatan dan bersama para tokoh dunia. Beberapa lukisan dan barang-barang pribadi peninggalan Bung Karno juga kita temukan di sana.

Gendar pecel & serba telo

Dalam perjalanan dari Surabaya, kita memerlukan waktu sekitar lima jam menggunakan mobil. Kalau dari Malang sekitar 2,5 jam. Seandainya tidak terbayang mau menginap di mana di kota Blitar, di sana ada hotel berbangunan tua bernama Sri Lestari, yang kini dikelola oleh jaringan Hotel Tugu yang dikenal jago menyajikan nuansa kuno. Sarapan gendar pecel di hotel itu luar biasa sedapnya.

Di tengah perjalanan antara Surabaya-Blitar, kita akan menjumpai toko oleh-oleh sangat besar (Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu) yang menjual makanan serba telo (ubi jalar) organik. Bukan hanya keripik, tetapi juga bakpia, bakpao, mi, bahkan es krim yang semuanya dari telo beragam jenis. Tepatnya ada di Jl. Raya Purwodadi No. 1 Kabupaten Pasuruan.

Tentu saja, di pinggir jalan di seberang kompleks makam Bung Karno, kita juga bisa menemukan berderet kios yang menyediakan aneka suvenir dan t-shirt bergambar Bung Karno. Sangat menarik untuk kenang-kenangan.

Ziarah, yuk?

Sumber: Senior

Siswa Belajar Batik Tulis Klasik Kontemporer

Posted: 16 Mar 2010 06:24 PM PDT

Diakuinya batik sebagai warisan kekayaan dunia asal Indonesia oleh Badan Dunia untuk Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan atau Unesco, menumbuhkan minat para siswa diberbagai daerah untuk melestarikan batik.

Di Bondowoso, Jawa Timur, para siswa sekolah menengah kini serius menekuni batik tulis klasik dan kontemporer. Mereka juga diajar untuk meningkatkan kepekaan terhadap permintaan pasar.

Diantara perajin batik di Desa Sumbersari, Kecamatan Maesan, Bondowoso ini terdapat puluhan siswa yang berlajar membatik. Sebagian siswa yang berasal dari sekolah kejuruan ini belajar membatik karena faktor tugas dari sekolah.

Namun tidak banyak dari mereka yang belajar membatik ini, memang menjadi pilihan hidupnya. Karena itu dalam proses belajar ini, terlihat mereka amat tekun dan cermat memperhatikan goresan demi goresan, drafting dan pola gambar yang ditorehkan di kain batik.

Mereka mengaku menyukai membatik karena ingin melanjutkan tradisi membatik, agar tidak punah. Selain teknik membatik mengambar, colet dan lorot, siswa juga memperoleh tambahan pengalaman mengasah kemampuan membuat motif batik tulis klasik kontemporer dari pembatiknya Yuke Yuliantarius.

Menurut Yuli, batik motif jenis ini memiliki pangsa pasar tersendiri. Yuke berharap kegiatan seperti ini mampu menjadi jembatan teori dan praktek membatik bagi siswa. Dengan demikian, saat siswa nanti terjun ke masyarakat, telah memiliki modal untuk berkarya.

Sumber: Indosiar.com

Ritual Penyucian Gamelan Sekati

Posted: 16 Mar 2010 06:14 PM PDT

Menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, berbagai rangkaian prosesi ritual di gelar di Keraton Kanoman Cirebon. Salah satunya adalah, ritual penyucian gamelan sekati yang merupakan peninggalan Sunan Gunung Jati.

Prosesi ini digelar di langgar Keraton Kanoman Cirebon. Perangkat gamelan beserta gong sekati, yang merupakan peninggalan Sunan Gunung Jati, dibawa satu persatu untuk dicuci.

Proses pencucian dilakukan dengan hati-hati, mengingat perangkat gamelan ini sudah berusia ratusan tahun.

Gong sekati sendiri bahkan dalam kondisi tidak utuh lagi, dan diikat dengan tali ijuk.
Usai dicuci dengan air kembang, gamelan kembali dibersihkan dengan menggunakan sabut kelapa hingga mengkilat.

Para pencuci sendiri merupakan nayagagong sekati, dan telah berpuasa seminggu sebelumnya.

Konon, gamelan ini dipakai Sunan Gunung Jati untuk menyebarkan agama Islam, di wilayah Cirebon. Gamelan dipakai sebagai penarik minat masyarakat, yang saat itu kebanyakan masih menganut agama Hindu dan animisme.

Hingga kini pun, masih banyak warga yang menganggap gamelan ini sebagai pusaka bertuah. Ratusan warga bahkan berebut air bekas cucian yang dianggap mengandung berkah, dan bisa mengobati berbagai macam penyakit.

Menurut Pemangku Rumah Tangga Keraton Kanoman, Pangeran Rochim, prosesi pencucian ini, merupakan salah satu rangkaian menjelang puncak Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pencucian gamelan juga merupakan simbol penyucian diri, untuk menghilangkan segala kotoran dosa.

Usai dicuci, gamelan akan ditabuh sehari kemudian. Penabuhan gamelan dilakukan hingga tanggal 12 Rabiul Awal, yang merupakan puncak perayaan Maulid, yang juga hari lahir Nabi Muhammad SAW.

Sumber: Indosiar.com

Potlot Adventure Selanjutnya...

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Kekacauan Cuaca akibatkan Rawan Pangan

Posted: 16 Mar 2010 09:48 AM PDT

Disadur dari Kompas.com

Waingapu, Kompas - Kekacauan pola cuaca, cuaca dengan curah hujan tinggi, angin kencang, dan pergeseran musim hujan, mengakibatkan ancaman rawan pangan di sejumlah daerah di Indonesia.

Saat ini di sejumlah wilayah telah terjadi mundurnya musim hujan, intensitas hujan yang polanya tak jelas, sementara di daerah lain kekeringan tetap berlanjut. Akibat yang muncul antara lain mundurnya musim tanam, rusaknya tanaman padi, meledaknya hama tikus dan wereng, serta terbatasnya persediaan air untuk irigasi.

Di daerah Nusa Tenggara Timur, misalnya, 121 dari 156 desa di Kabupaten Sumba Timur terancam rawan pangan akibat tanaman jagung mati atau gagal panen karena awal musim hujan tahun ini datang terlambat.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora menyatakan, "Bulan lalu baru 52 desa yang berpotensi rawan pangan, tetapi akibat sedikitnya curah hujan kali ini jumlahnya bertambah menjadi 121 desa," katanya, Jumat (12/3).

Yan Bakurawang (50), petani dari Desa Mbatapuhu, Kecamatan Haharu, Sumba Timur, baru menanam jagung pertengahan Desember—biasanya November. "Panen pertama Februari, lalu kami memasuki musim tanam kedua, dengan sisa musim hujan. Karena hujan baru datang Desember, kami baru panen pekan kedua Maret dan belum bisa menanam lagi karena tidak ada hujan," kata Bakurawang.

Angin kencang, padi rusak

Sementara itu, para petani di Kulon Progo, DIY, sudah pasrah menghadapi dampak cuaca yang terjadi sejak akhir Februari. Puluhan hektar sawah siap panen rusak akibat diterjang angin kencang. Banjir mengancam persawahan yang baru mulai tanam.

Kerusakan sawah siap panen terjadi di empat kecamatan, yaitu Pengasih, Sentolo, Samigaluh, dan Girimulyo. Tanaman padi seluas kira-kira 100 hektar di empat kecamatan ini binasa. Petani terpaksa panen lebih awal.

Pemerintah Kulon Progo tidak siap akan dampak itu sehingga tidak anggarkan dalam APBD Kulon Progo untuk bantuan benih dan sarana produksi bagi petani.

Adapun di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sejumlah kelompok tani kembangkan pola penanaman padi dengan system of rice intensification (SRI), mengantisipasi minimnya ketersediaan air—menghemat air separuh dari 8.000 meter kubik per hektar per musim tanam.

Dinas Pertanian Karawang mencatat sekitar 30.000 hektar sawah di pesisir utara terlambat tanam lebih dari sebulan. Kini digencarkan percepatan penanaman padi untuk mencapai target produksi 1,3 juta ton GKP.

Cuaca ekstrem juga memunculkan kembali hama wereng coklat—tiga tahun lalu hilang—dan meningkatkan serangan hama tikus di Purbalingga. Di Blora, sejumlah petani khawatir akan penyakit kresek (bakteri Xanthomonas oryzae).

Pada musim tanam kedua di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hama tikus datang lebih awal—mengancam 542 hektar padi yang baru 1-8 hari ditanam.

Kepala Laboratorium Klimatologi Institut Pertanian Bogor Prof Dr Ir Rizaldi Boer menyatakan, kawasan timur Indonesia, khususnya NTT, tetap merupakan daerah paling rentan terkena dampak fenomena iklim El Nino—yang mengakibatkan musim kemarau yang kering. Sebab, musim hujan bergerak dari arah barat ke timur. Keterlambatan musim hujan berdampak fatal bagi Provinsi NTT karena musim hujan di NTT sangat pendek. "Hampir tidak ada hujan turun pada musim tanam di NTT," kata Rizaldi.

Ia menyatakan, antisipasi El Nino tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek. "Seharusnya sejak jauh hari antisipasi El Nino dilakukan, dan segara siapkan varietas tanaman pangan berumur pendek dan hanya butuh sedikit air. Jika petani terlambat mengantisipasi, kerawanan pangan pasti terjadi," katanya.

Menurut dia, fenomena El Nino akan berakhir April atau awal Mei. Setelah itu akan terjadi dampak fenomena La Nina (curah hujan tinggi). (ROW/YOP/MKN/HAN/HEN/NIK)


Filed under: Berita Lingkungan Lokal

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

[New post] Buku Pendidikan Islam untuk Anak di AS 'Menyesatkan'

Buku Pendidikan Islam untuk Anak di AS 'Menyesatkan'

dekadeku | 17 Maret 2010 pada 10:58 am | Tag: Buku Pendidikan Islam, untuk Sekolah di AS menyesatkan | Categories: Politik Buku | URL: http://wp.me/pGrDA-9l

Anak-anak Islam di AS.PENNSYLVANIA--Sebuah buku teks serial tentang islam untuk anak-anak di Amerika serikat ditengarai mengandung retorika yang menghasut dan menyesatkan. Salah satu ketidakakuratan dalam buku itu adalah menggambarkan pemeluk Islam kerap menunjukkan rasa "permusuhan" dan "mudah curiga".

Itu sebabnya, Council on American-Islamic Relations di Pennsylvania menyerukan kampanye untuk menarik dari peredaran buku terbitan Mason Crest Publishing itu.

"Tema keseluruhan buku ini adalah bahwa umat Islam secara inheren penuh dengan kekerasan, bahwa Islam adalah agama kelas dua, dan bahwa orang harus berhati-hati terhadap Muslim di setiap masyarakat," kata Moein Khawaja, direktur Hak-hak Sipil pada lembaga itu, Rabu (17/3). Menurutnya, buku itu tidak memenuhi misi dari sebuah sekolah, yaitu tujuannya adalah untuk mendidik.

Di antara puluhan contoh yang dikutip oleh Khawaja, buku tersebut antara lain mengatakan: "Sebagian Muslim mulai berimigrasi ke Amerika Serikat dalam rangka untuk mengubah masyarakat Amerika, kadang-kadang melalui penyebarluasan ide-ide terorisme." Di tempat lain, ada ilustrasi dua gadis Muslim berjilbab yang tersenyum pada halaman subjudul "Ancaman Keamanan".

Mason Crest memproduksi buku itu dalam 10 seri yang didesain untuk anak-anak usia 10 tahun ke atas. Penerbitan buku ini merupakan hasil kerja sama dengan Foreign Policy Research Institute (FPRI) yang berbasis di Philadelphia.

Sejauh ini, Mason Crest belum bereaksi atas keberatan organisasi ini. Sedang Presiden FPRI, Sicherman Harvey mengatakan ia bingung oleh reaksi terhadap serial buku itu yang dianggapnya di luar konteks itu.

Soal penempatan foto itu, katanya, dilakukan secara sengaja dan tidak menyiratkan gadis Muslim sebagai ancaman keamanan. Sedang soal kutipan tentang imigran Muslim ke Amerika, katanya, adalah akurat. "Well, beberapa orang tidak datang ke Amerika Serikat untuk melakukan terorisme, dan aku tidak tahu bagaimana seseorang dapat bertengkar dengan kalimat itu," ujarnya. Ia menyatakan akan segera melakukan jumpa pers terkait hal ini.

(www.islamonline/republika.co.id)

Komentari tulisan ini


[New post] Buku Pendidikan Islam untuk Anak di AS 'Menyesatkan' Selanjutnya...

Tuesday, March 16, 2010

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Nominasi Best Of Blogs (BOBs) Special Climate Change Award

Posted: 16 Mar 2010 12:00 AM PDT

THE BOBs

Blog Aku Ingin Hijau telah terpilih oleh dewan juri sebagai blog nominasi kategori Special Award – Climate Change dalam kompetisi weblog internasional The BOBs 2010. BOBs adalah singkatan dari Best of Blogs yang diorganisir oleh Deutsche Welle dari Jerman.

Dalam setiap kategori akan dipilih dua pemenang: satu pemenang pilihan user dan satu pemenang pilihan juri internasional. Pemenang pilihan user akan ditentukan dari hasil voting online yang berlangsung mulai tanggal 15 Maret sampai 14 April 2010.

Blog Aku Ingin Hijau terpilih sebagai nominasi yang diambil dari lebih dari 8.000 blogs di dunia. Di kategori Special Award-Climate Change, blog Aku Ingin Hijau adalah satu-satunya blog yang mewakili Indonesia dimana peserta lainnya berasal dari negara Spanyol, Iran, Rusia, Jerman, Portugis, Perancis, Arab dan Cina.

Oleh karena itu tim Aku Ingin Hijau mengharapkan bantuan para pengunjung untuk ikut memilih blog Aku Ingin Hijau dengan cara masuk ke website BOBs 2010 dan memilih Cast Your Vote. Setelah itu, cari Blog Aku Ingin Hijau, klik Vote pada bagian kanan, lalu jangan lupa masukkan nama, email dan kodenya sebelum klik Send.

Mudah-mudahan blog Aku Ingin Hijau dapat membawa nama Indonesia bukan hanya sebagai perusak hutan, tetapi juga sebagai negara yang peduli lingkungan.

CAST YOUR VOTE: http://www.thebobs.com/index.php?l=en&s=1155503109924847OMDFOOVR-NONE

Blog Aku Ingin Hijau telah terpilih oleh dewan juri sebagai blog nominasi kategori Special Award – Climate Change dalam kompetisi weblog internasional The BOBs 2010. BOBs adalah singkatan dari Best of Blogs yang diorganisir oleh Deutsche Welle dari Jerman.

Dalam setiap kategori akan dipilih dua pemenang: satu pemenang pilihan user dan satu pemenang pilihan juri internasional. Pemenang pilihan user akan ditentukan dari hasil voting online yang berlangsung mulai tanggal 15 Maret sampai 14 April 2010.

Blog Aku Ingin Hijau terpilih sebagai nominasi yang diambil dari lebih dari 8.000 blogs di dunia. Di kategori Special Award-Climate Change, blog Aku Ingin Hijau adalah satu-satunya blog yang mewakili Indonesia dimana peserta lainnya berasal dari negara Spanyol, Iran, Rusia, Jerman, Portugis, Perancis, Arab dan Cina.

Oleh karena itu tim Aku Ingin Hijau mengharapkan bantuan para Greenlifestylers untuk ikut memilih blog Aku Ingin Hijau dengan cara masuk ke website BOBs 2010 dan memilih Cast Your Vote. Setelah itu, cari Blog Aku Ingin Hijau, klik Vote pada bagian kanan, lalu jangan lupa masukkan nama, email dan kodenya sebelum klik Send.

Mudah-mudahan blog Aku Ingin Hijau dapat membawa nama Indonesia bukan hanya sebagai perusak hutan, tetapi juga sebagai negara yang peduli lingkungan.

Website BOBs 2010: http://www.thebobs.com

CAST YOUR VOTE: http://www.thebobs.com/index.php?l=en&s=1155503109924847OMDFOOVR-NONE


—————————–
Blog Aku Ingin Hijau

http://www.akuinginhijau.org

“Hal-hal kecil yang dapat mengubah dan melestarikan lingkungan Indonesia tercinta”
—————————–


Filed under: Agenda Hijau

Beni dan Mice ke Pameran Lingkungan

Posted: 15 Mar 2010 07:21 PM PDT


Filed under: Kartun

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...