Wednesday, March 17, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Daftar Binatang Langka Indonesia

Posted: 17 Mar 2010 04:45 AM PDT

Daftar binatang langka di Indonesia semakin panjang. Binatang (hewan) langka merupakan spesies yang memiliki resiko akan punah baik punah di alam liar (extinct in the wild) ataupun sepenuhnya punah (extinct). Hewan-hewan dinyatakan langka  berdasarkan rasio jumlah spesies (populasi) dan berdasarkan daerah persebaran (habitat). Di Indonesia, binatang-binatang langka semakin banyak. Hewan (binatang) ini menjadi langka dan terancam [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Blitar Pesona Bung Karno

Posted: 16 Mar 2010 06:31 PM PDT

Pesona Bung Karno seolah tak habis-habisnya. Bukan hanya ketika masih hidup dan berkuasa, makamnya hingga kini pun masih terus ramai oleh warga masyarakat dari berbagai daerah yang berziarah. Bahkan, rumah keluarga yang kini dijadikan museum, pun tak pernah sepi pengunjung.

“Mak, ini kamarnya Mbah Karno, ya? Boleh masuk, Mak?” tanya seorang bocah berusia 7 tahunan kepada ibunya. “Iya, Le, kita boleh lihat tempat tidurnya Bung Karno. Dia presiden kita, Le, yang bikin Indonesia merdeka,” jawab sang ibu, warga desa dari pinggiran Blitar.

Minggu siang itu rumah kakak perempuan Bung Karno di Jalan Sultan Agung, Blitar, dikunjungi warga masyarakat silih berganti. Rumah itu dua tahun belakangan difungsikan sebagai museum, dan disebut Istana Gebang oleh Mbah Kancil alias Mbah Warno alias Ki Dalang Notocarito, sepupu Bung Karno yang pernah menjadi ajudan Bapak Bangsa itu. Orang lebih mengenalnya sebagai rumah Bu Wardoyo.

Setiap hari ada saja warga yang berkunjung ke rumah tua yang tak terlalu besar itu, yang bersebelahan dengan bangunan yang diarsiteki oleh Bung Karno sendiri. Walaupun sudah lebih dari 30 tahun Bung Karno wafat, masyarakat tetap ingin melihat kamar yang pernah dipakainya tidur, meja dan kursi yang digunakannya membaca dan menulis, bahkan untuk sekadar berfoto di depan lukisannya di ruang tamu.

Di halaman depan, beberapa penjual t-shirt bergambar Bung Karno menggelar dagangannya.

Dilengkapi museum

Kecintaan rakyat kepada Bung Karno makin terasa kalau kita berkunjung ke makam tokoh jenius yang flamboyan itu. Kaca pembatas ruang makam sudah lama dibongkar, sehingga terasa lebih enak duduk di samping makam. Pendopo makam itu juga dapat lebih banyak menampung peziarah secara lebih nyaman.

Setiap hari, sejak pagi hingga sore hari, makam yang sebetulnya berada di pemakaman umum itu ramai oleh peziarah. Kalau makam Jumat, atau bertepatan dengan hari lahir (weton) Bung Karno, makam itu selalu lebih ramai oleh peziarah. Apalagi bertepatan dengan hari-hari besar, ribuan orang memadati kompleks pemakaman itu.

Mereka datang dari beragam usia dan status. Permadi, SH, yang dikenal sebagai “penyambung lidah Bung Karno” hanyalah salah satu warga masyarakat yang rajin berkunjung ke sana. “Biasanya Pak Permadi datang ke makam pada malam hari,” ujar salah seorang penjaga makam.

Sebagai tempat ziarah, komplek makam Bung Karno telah dilengkapi dengan perpustakaan dan museum. Bahkan, halaman dan taman di sekitar makam telah ditata sedemikian rapi, bersih, dan indah.

Relief yang khas Bung Karno menghiasi satu sisi halaman, termasuk gambaran Bung Karno berdiri melambaikan tangan kepada rakyat dari dalam mobil terbuka. Sebuah patung besar Bung Karno duduk sambil membaca buku menjadi daya tarik ruang luar museum.

Di dalam museum kita bisa menyaksikan koleksi foto-foto Bung Karno dalam berbagai kesempatan dan bersama para tokoh dunia. Beberapa lukisan dan barang-barang pribadi peninggalan Bung Karno juga kita temukan di sana.

Gendar pecel & serba telo

Dalam perjalanan dari Surabaya, kita memerlukan waktu sekitar lima jam menggunakan mobil. Kalau dari Malang sekitar 2,5 jam. Seandainya tidak terbayang mau menginap di mana di kota Blitar, di sana ada hotel berbangunan tua bernama Sri Lestari, yang kini dikelola oleh jaringan Hotel Tugu yang dikenal jago menyajikan nuansa kuno. Sarapan gendar pecel di hotel itu luar biasa sedapnya.

Di tengah perjalanan antara Surabaya-Blitar, kita akan menjumpai toko oleh-oleh sangat besar (Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu) yang menjual makanan serba telo (ubi jalar) organik. Bukan hanya keripik, tetapi juga bakpia, bakpao, mi, bahkan es krim yang semuanya dari telo beragam jenis. Tepatnya ada di Jl. Raya Purwodadi No. 1 Kabupaten Pasuruan.

Tentu saja, di pinggir jalan di seberang kompleks makam Bung Karno, kita juga bisa menemukan berderet kios yang menyediakan aneka suvenir dan t-shirt bergambar Bung Karno. Sangat menarik untuk kenang-kenangan.

Ziarah, yuk?

Sumber: Senior

Siswa Belajar Batik Tulis Klasik Kontemporer

Posted: 16 Mar 2010 06:24 PM PDT

Diakuinya batik sebagai warisan kekayaan dunia asal Indonesia oleh Badan Dunia untuk Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan atau Unesco, menumbuhkan minat para siswa diberbagai daerah untuk melestarikan batik.

Di Bondowoso, Jawa Timur, para siswa sekolah menengah kini serius menekuni batik tulis klasik dan kontemporer. Mereka juga diajar untuk meningkatkan kepekaan terhadap permintaan pasar.

Diantara perajin batik di Desa Sumbersari, Kecamatan Maesan, Bondowoso ini terdapat puluhan siswa yang berlajar membatik. Sebagian siswa yang berasal dari sekolah kejuruan ini belajar membatik karena faktor tugas dari sekolah.

Namun tidak banyak dari mereka yang belajar membatik ini, memang menjadi pilihan hidupnya. Karena itu dalam proses belajar ini, terlihat mereka amat tekun dan cermat memperhatikan goresan demi goresan, drafting dan pola gambar yang ditorehkan di kain batik.

Mereka mengaku menyukai membatik karena ingin melanjutkan tradisi membatik, agar tidak punah. Selain teknik membatik mengambar, colet dan lorot, siswa juga memperoleh tambahan pengalaman mengasah kemampuan membuat motif batik tulis klasik kontemporer dari pembatiknya Yuke Yuliantarius.

Menurut Yuli, batik motif jenis ini memiliki pangsa pasar tersendiri. Yuke berharap kegiatan seperti ini mampu menjadi jembatan teori dan praktek membatik bagi siswa. Dengan demikian, saat siswa nanti terjun ke masyarakat, telah memiliki modal untuk berkarya.

Sumber: Indosiar.com

Ritual Penyucian Gamelan Sekati

Posted: 16 Mar 2010 06:14 PM PDT

Menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, berbagai rangkaian prosesi ritual di gelar di Keraton Kanoman Cirebon. Salah satunya adalah, ritual penyucian gamelan sekati yang merupakan peninggalan Sunan Gunung Jati.

Prosesi ini digelar di langgar Keraton Kanoman Cirebon. Perangkat gamelan beserta gong sekati, yang merupakan peninggalan Sunan Gunung Jati, dibawa satu persatu untuk dicuci.

Proses pencucian dilakukan dengan hati-hati, mengingat perangkat gamelan ini sudah berusia ratusan tahun.

Gong sekati sendiri bahkan dalam kondisi tidak utuh lagi, dan diikat dengan tali ijuk.
Usai dicuci dengan air kembang, gamelan kembali dibersihkan dengan menggunakan sabut kelapa hingga mengkilat.

Para pencuci sendiri merupakan nayagagong sekati, dan telah berpuasa seminggu sebelumnya.

Konon, gamelan ini dipakai Sunan Gunung Jati untuk menyebarkan agama Islam, di wilayah Cirebon. Gamelan dipakai sebagai penarik minat masyarakat, yang saat itu kebanyakan masih menganut agama Hindu dan animisme.

Hingga kini pun, masih banyak warga yang menganggap gamelan ini sebagai pusaka bertuah. Ratusan warga bahkan berebut air bekas cucian yang dianggap mengandung berkah, dan bisa mengobati berbagai macam penyakit.

Menurut Pemangku Rumah Tangga Keraton Kanoman, Pangeran Rochim, prosesi pencucian ini, merupakan salah satu rangkaian menjelang puncak Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pencucian gamelan juga merupakan simbol penyucian diri, untuk menghilangkan segala kotoran dosa.

Usai dicuci, gamelan akan ditabuh sehari kemudian. Penabuhan gamelan dilakukan hingga tanggal 12 Rabiul Awal, yang merupakan puncak perayaan Maulid, yang juga hari lahir Nabi Muhammad SAW.

Sumber: Indosiar.com

Potlot Adventure Selanjutnya...

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Kekacauan Cuaca akibatkan Rawan Pangan

Posted: 16 Mar 2010 09:48 AM PDT

Disadur dari Kompas.com

Waingapu, Kompas - Kekacauan pola cuaca, cuaca dengan curah hujan tinggi, angin kencang, dan pergeseran musim hujan, mengakibatkan ancaman rawan pangan di sejumlah daerah di Indonesia.

Saat ini di sejumlah wilayah telah terjadi mundurnya musim hujan, intensitas hujan yang polanya tak jelas, sementara di daerah lain kekeringan tetap berlanjut. Akibat yang muncul antara lain mundurnya musim tanam, rusaknya tanaman padi, meledaknya hama tikus dan wereng, serta terbatasnya persediaan air untuk irigasi.

Di daerah Nusa Tenggara Timur, misalnya, 121 dari 156 desa di Kabupaten Sumba Timur terancam rawan pangan akibat tanaman jagung mati atau gagal panen karena awal musim hujan tahun ini datang terlambat.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora menyatakan, "Bulan lalu baru 52 desa yang berpotensi rawan pangan, tetapi akibat sedikitnya curah hujan kali ini jumlahnya bertambah menjadi 121 desa," katanya, Jumat (12/3).

Yan Bakurawang (50), petani dari Desa Mbatapuhu, Kecamatan Haharu, Sumba Timur, baru menanam jagung pertengahan Desember—biasanya November. "Panen pertama Februari, lalu kami memasuki musim tanam kedua, dengan sisa musim hujan. Karena hujan baru datang Desember, kami baru panen pekan kedua Maret dan belum bisa menanam lagi karena tidak ada hujan," kata Bakurawang.

Angin kencang, padi rusak

Sementara itu, para petani di Kulon Progo, DIY, sudah pasrah menghadapi dampak cuaca yang terjadi sejak akhir Februari. Puluhan hektar sawah siap panen rusak akibat diterjang angin kencang. Banjir mengancam persawahan yang baru mulai tanam.

Kerusakan sawah siap panen terjadi di empat kecamatan, yaitu Pengasih, Sentolo, Samigaluh, dan Girimulyo. Tanaman padi seluas kira-kira 100 hektar di empat kecamatan ini binasa. Petani terpaksa panen lebih awal.

Pemerintah Kulon Progo tidak siap akan dampak itu sehingga tidak anggarkan dalam APBD Kulon Progo untuk bantuan benih dan sarana produksi bagi petani.

Adapun di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sejumlah kelompok tani kembangkan pola penanaman padi dengan system of rice intensification (SRI), mengantisipasi minimnya ketersediaan air—menghemat air separuh dari 8.000 meter kubik per hektar per musim tanam.

Dinas Pertanian Karawang mencatat sekitar 30.000 hektar sawah di pesisir utara terlambat tanam lebih dari sebulan. Kini digencarkan percepatan penanaman padi untuk mencapai target produksi 1,3 juta ton GKP.

Cuaca ekstrem juga memunculkan kembali hama wereng coklat—tiga tahun lalu hilang—dan meningkatkan serangan hama tikus di Purbalingga. Di Blora, sejumlah petani khawatir akan penyakit kresek (bakteri Xanthomonas oryzae).

Pada musim tanam kedua di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hama tikus datang lebih awal—mengancam 542 hektar padi yang baru 1-8 hari ditanam.

Kepala Laboratorium Klimatologi Institut Pertanian Bogor Prof Dr Ir Rizaldi Boer menyatakan, kawasan timur Indonesia, khususnya NTT, tetap merupakan daerah paling rentan terkena dampak fenomena iklim El Nino—yang mengakibatkan musim kemarau yang kering. Sebab, musim hujan bergerak dari arah barat ke timur. Keterlambatan musim hujan berdampak fatal bagi Provinsi NTT karena musim hujan di NTT sangat pendek. "Hampir tidak ada hujan turun pada musim tanam di NTT," kata Rizaldi.

Ia menyatakan, antisipasi El Nino tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek. "Seharusnya sejak jauh hari antisipasi El Nino dilakukan, dan segara siapkan varietas tanaman pangan berumur pendek dan hanya butuh sedikit air. Jika petani terlambat mengantisipasi, kerawanan pangan pasti terjadi," katanya.

Menurut dia, fenomena El Nino akan berakhir April atau awal Mei. Setelah itu akan terjadi dampak fenomena La Nina (curah hujan tinggi). (ROW/YOP/MKN/HAN/HEN/NIK)


Filed under: Berita Lingkungan Lokal

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

[New post] Buku Pendidikan Islam untuk Anak di AS 'Menyesatkan'

Buku Pendidikan Islam untuk Anak di AS 'Menyesatkan'

dekadeku | 17 Maret 2010 pada 10:58 am | Tag: Buku Pendidikan Islam, untuk Sekolah di AS menyesatkan | Categories: Politik Buku | URL: http://wp.me/pGrDA-9l

Anak-anak Islam di AS.PENNSYLVANIA--Sebuah buku teks serial tentang islam untuk anak-anak di Amerika serikat ditengarai mengandung retorika yang menghasut dan menyesatkan. Salah satu ketidakakuratan dalam buku itu adalah menggambarkan pemeluk Islam kerap menunjukkan rasa "permusuhan" dan "mudah curiga".

Itu sebabnya, Council on American-Islamic Relations di Pennsylvania menyerukan kampanye untuk menarik dari peredaran buku terbitan Mason Crest Publishing itu.

"Tema keseluruhan buku ini adalah bahwa umat Islam secara inheren penuh dengan kekerasan, bahwa Islam adalah agama kelas dua, dan bahwa orang harus berhati-hati terhadap Muslim di setiap masyarakat," kata Moein Khawaja, direktur Hak-hak Sipil pada lembaga itu, Rabu (17/3). Menurutnya, buku itu tidak memenuhi misi dari sebuah sekolah, yaitu tujuannya adalah untuk mendidik.

Di antara puluhan contoh yang dikutip oleh Khawaja, buku tersebut antara lain mengatakan: "Sebagian Muslim mulai berimigrasi ke Amerika Serikat dalam rangka untuk mengubah masyarakat Amerika, kadang-kadang melalui penyebarluasan ide-ide terorisme." Di tempat lain, ada ilustrasi dua gadis Muslim berjilbab yang tersenyum pada halaman subjudul "Ancaman Keamanan".

Mason Crest memproduksi buku itu dalam 10 seri yang didesain untuk anak-anak usia 10 tahun ke atas. Penerbitan buku ini merupakan hasil kerja sama dengan Foreign Policy Research Institute (FPRI) yang berbasis di Philadelphia.

Sejauh ini, Mason Crest belum bereaksi atas keberatan organisasi ini. Sedang Presiden FPRI, Sicherman Harvey mengatakan ia bingung oleh reaksi terhadap serial buku itu yang dianggapnya di luar konteks itu.

Soal penempatan foto itu, katanya, dilakukan secara sengaja dan tidak menyiratkan gadis Muslim sebagai ancaman keamanan. Sedang soal kutipan tentang imigran Muslim ke Amerika, katanya, adalah akurat. "Well, beberapa orang tidak datang ke Amerika Serikat untuk melakukan terorisme, dan aku tidak tahu bagaimana seseorang dapat bertengkar dengan kalimat itu," ujarnya. Ia menyatakan akan segera melakukan jumpa pers terkait hal ini.

(www.islamonline/republika.co.id)

Komentari tulisan ini


[New post] Buku Pendidikan Islam untuk Anak di AS 'Menyesatkan' Selanjutnya...

Tuesday, March 16, 2010

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Nominasi Best Of Blogs (BOBs) Special Climate Change Award

Posted: 16 Mar 2010 12:00 AM PDT

THE BOBs

Blog Aku Ingin Hijau telah terpilih oleh dewan juri sebagai blog nominasi kategori Special Award – Climate Change dalam kompetisi weblog internasional The BOBs 2010. BOBs adalah singkatan dari Best of Blogs yang diorganisir oleh Deutsche Welle dari Jerman.

Dalam setiap kategori akan dipilih dua pemenang: satu pemenang pilihan user dan satu pemenang pilihan juri internasional. Pemenang pilihan user akan ditentukan dari hasil voting online yang berlangsung mulai tanggal 15 Maret sampai 14 April 2010.

Blog Aku Ingin Hijau terpilih sebagai nominasi yang diambil dari lebih dari 8.000 blogs di dunia. Di kategori Special Award-Climate Change, blog Aku Ingin Hijau adalah satu-satunya blog yang mewakili Indonesia dimana peserta lainnya berasal dari negara Spanyol, Iran, Rusia, Jerman, Portugis, Perancis, Arab dan Cina.

Oleh karena itu tim Aku Ingin Hijau mengharapkan bantuan para pengunjung untuk ikut memilih blog Aku Ingin Hijau dengan cara masuk ke website BOBs 2010 dan memilih Cast Your Vote. Setelah itu, cari Blog Aku Ingin Hijau, klik Vote pada bagian kanan, lalu jangan lupa masukkan nama, email dan kodenya sebelum klik Send.

Mudah-mudahan blog Aku Ingin Hijau dapat membawa nama Indonesia bukan hanya sebagai perusak hutan, tetapi juga sebagai negara yang peduli lingkungan.

CAST YOUR VOTE: http://www.thebobs.com/index.php?l=en&s=1155503109924847OMDFOOVR-NONE

Blog Aku Ingin Hijau telah terpilih oleh dewan juri sebagai blog nominasi kategori Special Award – Climate Change dalam kompetisi weblog internasional The BOBs 2010. BOBs adalah singkatan dari Best of Blogs yang diorganisir oleh Deutsche Welle dari Jerman.

Dalam setiap kategori akan dipilih dua pemenang: satu pemenang pilihan user dan satu pemenang pilihan juri internasional. Pemenang pilihan user akan ditentukan dari hasil voting online yang berlangsung mulai tanggal 15 Maret sampai 14 April 2010.

Blog Aku Ingin Hijau terpilih sebagai nominasi yang diambil dari lebih dari 8.000 blogs di dunia. Di kategori Special Award-Climate Change, blog Aku Ingin Hijau adalah satu-satunya blog yang mewakili Indonesia dimana peserta lainnya berasal dari negara Spanyol, Iran, Rusia, Jerman, Portugis, Perancis, Arab dan Cina.

Oleh karena itu tim Aku Ingin Hijau mengharapkan bantuan para Greenlifestylers untuk ikut memilih blog Aku Ingin Hijau dengan cara masuk ke website BOBs 2010 dan memilih Cast Your Vote. Setelah itu, cari Blog Aku Ingin Hijau, klik Vote pada bagian kanan, lalu jangan lupa masukkan nama, email dan kodenya sebelum klik Send.

Mudah-mudahan blog Aku Ingin Hijau dapat membawa nama Indonesia bukan hanya sebagai perusak hutan, tetapi juga sebagai negara yang peduli lingkungan.

Website BOBs 2010: http://www.thebobs.com

CAST YOUR VOTE: http://www.thebobs.com/index.php?l=en&s=1155503109924847OMDFOOVR-NONE


—————————–
Blog Aku Ingin Hijau

http://www.akuinginhijau.org

“Hal-hal kecil yang dapat mengubah dan melestarikan lingkungan Indonesia tercinta”
—————————–


Filed under: Agenda Hijau

Beni dan Mice ke Pameran Lingkungan

Posted: 15 Mar 2010 07:21 PM PDT


Filed under: Kartun

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Monday, March 15, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


[STOP PRESS] Ada yang Coba Fitnah Blog Saya

Posted: 15 Mar 2010 04:15 AM PDT

Ada yang mencoba memfitnah blog saya. Berusaha mengadu domba saya dengan sobat-sobat blogger lainnya. Atau berusaha untuk mencemarkan blog saya dengan cara meninggalkan komentar atas nama saya yang berisi fitnah dan adu domba atas nama saya di sebuah blog. Entah motif apa yang terkandung dalam fitnah, adu domba, dan pencemaran nama baik tersebut. Fitnah itu saya [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


2011, DKI Ditargetkan Bebas Kantong Plastik

Posted: 14 Mar 2010 08:02 PM PDT

Disadur dari: beritajakarta.com

Untuk mendukung kesehatan warganya dan menjaga kondisi lingkungan hidup, tahun 2011 mendatang DKI Jakarta ditargetkan bebas dari penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mencapai target itu, Pemprov DKI Jakarta dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Jaya akan melakukan kesepakatan bersama dengan para pengusaha di Jakarta untuk mengurangi pemakaian kantong plastik. Penandatanganan kesepakatan bersama akan dilakukan dalam rapat pimpinan provinsi (Rapimprov)-Kadin Jaya, 11 Februari mendatang.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan dengan penandatanganan kesepakatan tersebut, ditargetkan DKI Jakarta akan bebas kantong plastik pada tahun 2011. Sebagai gantinya, Pemprov DKI Jakarta dan Kadin Jaya akan mencari bahan pengganti yang berasal dari bahan daur ulang atau bahan yang ramah lingkungan.

"Tahap awal kami akan menandatangani kesepakatan dengan asosiasi pengusaha ritel Indonesia atau Aprindo. Sementara ini yang sudah menyetujui Carrefour untuk menghapuskan kantong plastik dari kegiatan penjualannya," ujar Fauzi Bowo usai bertemu pengurus Kadin Jaya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (8/2).

Usai pertemuan, Bang Fauzi sapaan akrab Fauzi Bowo meminta agar rencana ini langsung disosialisasikan kepada warga dan pengusaha di Jakarta.

Ketua Kadin Jaya, Edi Kuntadi, mengatakan, usulan penghapusan penggunaan kantong plastik merupakan inisiatif Kadin Jaya. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam kesepakatan bersama dengan beberapa asosiasi yang memiliki kaitan langsung dengan penggunaan kantong plastik agar tidak lagi menggunakannya.

Dia juga mengungkapkan, hal tersebut dilakukan untuk mendukung kesehatan warga Jakarta, lantaran efek penggunaan kantong plastik dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Selain itu, kantong plastik juga tidak ramah lingkungan lantaran sulit diurai oleh tanah. "Perlu dicarikan jalan keluar, karena dari sisi harga penggunaan barang, plastik lebih murah dibandingkan dengan bahan daur ulang. Karenanya perlu dilakukan sosialisasi agar pengguna kantong plastik bisa beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan itu," kata Edi.

Edi juga mengharapkan, seluruh pasar tradisional dapat menghentikan penggunaan kantong plastik dan mengajak warga Jakarta beralih dari penggunaan kantong plastik ke penggunaan tas belanja kain atau dari bahan non plastik yang cukup banyak diterapkan negara-negara maju lainnya.

Untuk tahap sosialisasi, sambung Edi, diperlukan waktu sekitar satu tahun, sambil mencari pengganti kantong plastik. Menurutnya, sosialisasi perlu dilakukan karena rencana tersebut pasti akan menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama dari kalangan industri penghasil produk plastik serta pemilik pusat perbelanjaan yang keberatan karena akan mengeluarkan anggaran lebih besar untuk menyediakan pengganti kantong plastik.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, menuturkan, PD Pasar Jaya siap menerapkan program penghapusan kantong plastik untuk berbelanja di lingkungan pasar tradisional yang ada di Jakarta. Sebab, lanjutnya, PD Pasar Jaya telah melakukan nota kesepahaman mengenai pasar berwawasan lingkungan di seluruh pasar tradisional. "Kami akan lakukan sosialisasi ke pedagang. Tapi yang paling penting yaitu bagaimana kita dapat memberikan alternatif pengganti kantong plastik. Jangan hanya melarang saja," tandas Djangga yang yakin program penggantian kantong plastik ke bahan yang ramah lingkungan dapat diterapkan di pasar tradisional.


Filed under: Berita Lingkungan Lokal

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...