Wednesday, March 3, 2010

Anang's Blog

Anang's Blog


Kadaluarsa

Posted: 02 Mar 2010 07:05 AM PST


PENGUMUMAN YANG LEWAT MASA AKTIFNYA

Hmmm.... Melintasi kota-kota di Jawa, khususnya bersama motor legendaris memang terasa sangat mengasyikkan... Ini adalah sebagian dari hobi saya sebagai seorang biker dan motoris... Ada satu hal yang membuat perasaan terus dalam penasaran untuk berkelana ke tempat baru menikmati pemandangan indah, seperti yang pernah saya posting disini, silahkan tengok bila anda belum membacanya....

Mulai memasuki kota Kediri dari arah utara, akan disajikan pengumuman segede gaban yang terpampang di perempatan dekat pos polisi. Di dalam pos polisi tersebut sepertinya tak tampak polisi sedang berjaga dan mengawasi lalu lintas (dengan baik dan benar). Yang saya tahu polisi-polisi tersebut hanya duduk nyantai sembari ngobrol dengan rekannya..... Entah apakah masih ada rasa peduli terhadap lalu lintas dan kondisi jalan yang sedang dalam pengawasannya...

Saya rasa tidak ada.... Hehe... Apa buktinya????? Lha itu ada papan pengumuman yang segede gaban dibiarkan kadaluarsa dan tidak pernah diupdate lagi..... Hmmm.. Blog ini saja saya usahakan untuk selalu update untuk memberikan bahan bacaan di waktu luang kerja atau menemani waktu bersantai anda.... Masa polisi aja tidak mampu mengupdate papan pengumuman miliknya??????

Hehe... Gaji bulanan selalu dapat, plus ceperan di jalanan.... Para polisi tersebut duduk nyantai di pos jaga, dan ngapain juga harus update papan pengumuman...... Haha....... Tenang...

Kalau ditanya mungkin jawabnya seperti ini,... "Maaf sedang hiatus"

Maaf lagi hiatus

Kasus-kasus seperti ini bahkan seringkali kita jumpai di berbagai sektor kehidupan..... Kalau nggak mau update, mbok diturunkan saja itu pengumumannya... Hm...

Anang's Blog Selanjutnya...

Tuesday, March 2, 2010

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Ragunan Larang Penggunaan Styrofoam

Posted: 01 Mar 2010 10:33 PM PST

Disadur dari website Greenradio.fm

Taman Margasatwa Ragunan menargetkan bebas penggunaan wadah berbahan baku styrofoam pada tahun ini. Styrofoam merupakan bahan yang mencemari lingkungan karena sulit diurai.

Juru Bicara Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang mengatakan Taman Margasatwa Ragunan telah menyosialisasikan tentang larangan menggunakan styrofoam  sejak akhir tahun lalu kepada para pedagang maupun pengunjung. Para pedagang yang masih menjual barang dagangan menggunakan styrofoam akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan izin berjualan.

"Masih sosialisasi ke depan. Kalau masih ada yang menggunakan styrofoam sebagai barang jualan atau dagangan, kami akan memberikan sanksi. Termasuk terutama pengunjung juga. Pengunjung juga sudah kita imbau untuk tidak menggunakan styrofoam. Untuk sekolah-sekolah kita sudah memberikan anjuran berupa surat. Salah satunya untuk tidak menggunakan styrofoam dan membantu menjaga kebersihan lingkungan Ragunan," kata Wahyudi Bambang.

Upaya mengurangi penggunaan wadah berbahan baku styrofoam juga diberlakukan di tempat rekreasi lain, misalnya Ancol. Ini dilakukan untuk menekan tingkat pencemaran sampah plastik yang memicu pemanasan global.

Pastinya binatang-binatang di Ragunan tidak nyemil styrofoam yang dibuang sembarangan. Mudah-mudahan aksi ini akan diikuti oleh tempat-tempat rekreasi lainnya.


Filed under: Berita Lingkungan Lokal, Daur Ulang

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Monday, March 1, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Kera Hitam Sulawesi Endemik yang Berjambul

Posted: 01 Mar 2010 06:17 AM PST

Kera Hitam Sulawesi merupakan jenis primata yang mulai langka dan terancam kepunahan. Kera Hitam Sulawesi yang dalam bahasa latin disebut Macaca nigra merupakan satwa endemik Sulawesi Utara. Kera Hitam Sulawesi selain mempunyai bulu yang berwarna hitam juga mempunyai ciri yang unik dengan jambul di atas kepalanya. Kera yang oleh masyarakat setempat disebut Yaki ini semakin hari [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Museum Seni Rupa dan Keramik Selami Sejarah Seni Rupa Indonesia

Posted: 01 Mar 2010 04:42 PM PST

Bangunan kuno bergaya Yunani dengan deretan pilar besar bercat putih, berdiri kokoh menyambut pengunjung yang bertandang. Inilah suasana Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, bukan salah satu gedung di Eropa.

Sejak Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mencanangkan tahun 2010 menjadi Tahun Kunjung Museum, antusias masyarakat mulai terlihat. Menjelang akhir pekan, cukup banyak masyarakat yang menghabiskan waktu berkeliling Kota Tua. Termasuk mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik. Kumpulan pelajar, orang dewasa, hingga wisatawan asing pun berkunjung di sini, untuk melihat aneka benda bersejarah.

Di awal berdiri, pada 1870, museum yang berlokasi di Jalan Pos Kota No. 2, Jakarta Barat ini, merupakan Kantor Dewan Kehakiman dalam kawasan Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia).

Kemudian, dari 1973 hingga 1976, gedung itu digunakan untuk Kantor Walikota Jakarta Barat dan kemudian diresmikan Presiden Soeharto sebagai Balai Seni Rupa Jakarta. Hingga akhirnya, pada 1990 bangunan ini digunakan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik yang dirawat oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta.

Banyak hal menarik yang bisa ditemukan di sini. Museum ini memiliki sekitar 500 karya seni rupa seperti, keramik, lukisan karya pelukis termashur, Raden Saleh dan pelukis ternama lainnya, serta ukiran kayu dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertama kali menginjakkan kaki di sini, pengunjung bisa memasuki ruangan pamer berbagai benda keramik yang diambil dari sejumlah kapal karam dari berbagai bangsa yang tenggelam di perairan Indonesia. Dari benda-benda yang dibawa kapal-kapal ini, bisa diketahui apa saja komoditas yang diperdagangkan pada saat itu. Jalur-jalur mana saja yang dilewati, dan periode kapal itu melintas di Nusantara. Bisa diketahui pula adanya jaringan perdagangan yang terjalin di Asia pada abad ke-9 sampai abad ke-10.

Di ruang berikutnya, ada sebuah tangga besi bergaya arsitektur Eropa dengan ukiran yang sangat indah berdiri menjulang. Di tengah ruangan, terdapat penjelasan tentang situs Intan Shipwreck, kapal tenggelam yang menyimpan ratusan artefak.

Setelah selesai berkeliling di lantai satu, pengunjung bisa menuju ke lantai atas, di sana terdapat ruangan yang menyimpan berbagai koleksi keramik dari Cina, Jepang, Arab, dan Eropa. Koleksi ini berupa piring-piring dan alat makan dengan hiasan pola tertentu yang menandakan periode pembuatannya.

Lalu, beranjak ke belakang museum, ada ruang dengan koridor panjang yang menyimpan ratusan jenis lukisan, mulai dari pelukis legendaris, Raden Saleh, Abdullah, Affandi, sampai pelukis ternama lainnya.

Disamping segala macam karya seni tersebut, museum ini pun memiliki perpustakan yang memiliki buku-buku mengenai seni rupa. Menariknya lagi, di museum ini pengunjung bisa mengikuti pelatihan membuat gerabah, mulai dari teknik pinching, cetak, dan roda putar.

Museum ini buka setiap Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 sampai 15.00. Tiketnya relatif sangat murah, yaitu Rp 2.000 untuk orang dewasa dan Rp 600 untuk anak-anak. Jadi, pastikan Anda membawa kerabat berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik untuk menyelami sejarah seni rupa Indonesia.

Sumber: Majalah Travel Club

Taman Arkeologi Pulau Onrust Geliat Saksi Bisu di Seberang Jakarta

Posted: 01 Mar 2010 04:37 PM PST

Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Letaknya berdekatan dengan Pulau Bidadari, Pulai Cipir, dan Pulau Kelor. Sejak tahun 1972 Pulau Onrust ditetapkan sebagai kawasan pelestarian sejarah karena banyak memiliki bukti-bukti arkeologis dari kurun waktu abad ke-17 sampai ke-20. Kemudian dikembanqkan sebagai Taman Arkeologi Pulau Onrust dibawah wewenang Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pertama kali menapakkan kaki dan mengedarkan pandangan di pulau ini, yang terlihat hanya bangunan yang bisa dihitung jari jumlahnya. Diselingi reruntuhan bangunan, jalan setapak, dan pohon-pohon rindang.

Tidak terlihat bila ternyata pulau ini telah menjadi saksi bisu banyak kisah sejarah penting berkaitan dengan muasal ibukota Indonesia secara khusus dan Nusantara secara„umum.

Pulau Onrust pada abad ke-17 dan ke-18 masehi merupakan pelabuhan VOC sekaligus sebagai tempat perbaikan kapal sebelum dipindahkan ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejak itu, pulau ini dinamai Pulau Onrust, karena kesibukannya. Onrust berasal dari Bahasa Belanda yang artinya tidak pernah istirahat.

Dahulu di Pulau Onrust terdapat dua menara kincir angin penggergajian kayu yang komponen-komponennya didatangkan dari Amsterdam. Selain itu, VOC membangun sebuah benteng untuk menahan serangan dari pasukan Inggris. Benteng itu awal berbentuk belah ketupat dengan dua bastion dan kemudian diperluas menjadi segilima dengan bastion di setiap sudutnya.

Selain benteng, untuk menahan serangan dari pasukan Inggris, V0C-pun membangun menara Martello termasuk di tiga pulau terdekat. Saat ini Menara Martello hanya dapat dilihat di Pulau Bidadari dan Pulau Kelor karena di Pulau Onrust dan Pulau Cipir hanya terlihat sisa-sisa dari pondasi menara itu.

Dalam sejarahnya, Pulau Onrust tidak pernah lepas dari penguasaan VOC karena sebagai zona pertahanan bagi kantor pusat VOC di Batavia. Selain itu Pulau Onrust dijadikan sebagai tempat penampungan sementara komoditi-komoditi Asia yang akan dikirim ke Eropa.

Tahun 1911 hingga 1933, Pemerintah Hindia Belanda memfungsikan Pulau Onrust dan Pulau Cipir sebagai pusat karantina haji yang saat itu menjadi jalur utama transportasi haji adalah melalui laut.

Difungsikannya Pulau Onrust dan Pulau Cipir sebagai pusat tempat yang mengatur keberangkatan dan kepulangan para jamaah haji membuat pemerintah Hindia Belanda membangun fasilitas-fasilitas yang menunjang kegiatan para calon haji, seperti kantor registrasi, pos keamanan, barak, sarana MCK, rumah sakit, dan rumah dokter yang sekarang dijadikan sebagai Museum Pulau Onrust.

Pada jaman Jepang, Pulau Onrust dijadikan sebagai penjara bagi tahanan kelas berat dan potilik, seperti Aidit dan Lukman yang kemudian menjadi tokoh PKI. Setelah Indonesia merdeka, Pulau Onrust sempat dijadikan sebagai tempat para tunawisma.

Tips

Menuju ke Pulau Onrust tidaklah sulit. Ada dua alternatif untuk menuju pulau ini. Alternatif pertama melalui salah satu dermaga di Marina Ancol menggunakan speedboat regular setiap hari dua kali perjalanan pagi dan sore menuju Pulau Bidadari kemudian berganti dengan kapal milik nelayan atau dapat pula langsung menuju Pulau Onrust. Perjalanan hanya ditempuh dalam waktu 15 menit. Sedangkan alternatif kedua dengan harga lebih terjangkau adalah dari Pelabuhan Muara Kamal dengan menggunakan kapal nelayan dengan jarak tempuh 20-30 menit.

Bila Anda bertempat tinggal di Jakarta dan ingin menikmati wisata yang berbeda dan tidak perlu waktu yang lama, silahkan persiapkan diri untuk menikmati wisata di Pulau Onrust.

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Seremonial asal Seremonial

Posted: 01 Mar 2010 02:53 AM PST

Seperti gambar yang ada di atas, ada berapa banyak acara seremonial bertema lingkungan yang hanya dibuat hanya untuk seremonial semata. Hari Bumi tahun 2010 akan jatuh di tanggal 22 April 2010 yang pastinya juga akan diisi oleh banyak sekali acara-acara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Mulai dari pameran, seremonial perusahaan, dan juga badan-badan pemerintahan. Semua akan berlomba memperlihatkan jiwa hijaunya.

Tentunya saya akan mendukung semua aktivitas lingkungan yang pada akhirnya akan benar-benar diurus, bukan sekedar acara semata tetapi berkelanjutan. Tidak hanya menanam 1 buah pohon seremonial dan setelah itu ditelantarkan, apalagi janjinya 1000 pohon ternyata hanya 10 saja karena anggaran habis untuk acara.

Saya tulis hal ini sekarang karena pasti mulai bulan-bulan ini banyak pihak sedang sibuk mempersiapkan diri untuk acara Hari Bumi yang megah. Saya hanya berharap bahwa acara juga akan berwawasan lingkungan, sebisa mungkin Zero Carbon Footprint alias tidak membuang banyak karbon mulai dari energi yang digunakan untuk acara dan segala persiapannya. Untuk apa acara dengan panel surya dan bermacam-macam teknologi kalau semua itu juga diimpor dengan transportasi yang jauh dan boros karbon. Panitia juga pasti sibuk mensablon baju, banner, brosur, dan segala macamnya yang tentunya hanya dipakai untuk hari itu saja. Lebih baik acara yang sederhana tetapi benar-benar membantu lingkungan.

Saya harap Hari Bumi 2010 tidak akan hanya seremonial asal seremonial saja. Tetapi fokus pada lingkungan untuk Indonesia dan Bumi kita.


Filed under: Agenda Hijau, Berita Lingkungan Lokal, Bisnis Hijau

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Saturday, February 27, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Rukam atau Rukem, Pijit Dulu Baru Makan

Posted: 27 Feb 2010 06:05 AM PST

Rukam atau Rukem adalah nama pohon penghasil buah yang konon merupakan tanaman asli Indonesia. Pohon Rukam yang dalam bahasa latin disebut Flacourtia rukam yang mulai langka di Indonesia memiliki tata cara unik bagi yang ingin makan buahnya. Buag Rukam harus dipijit-pijit dulu sebelum dimakan untuk menghilangkan rasa sepat buah langka ini. Pohon dan buah Rukam di [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Tempat Informasi dan Trik Blog Sederhana

Tempat Informasi dan Trik Blog Sederhana


Ironi.. Larangan Film Porno Aksi

Posted:

Maraknya Tayangan Pornografi Berkedok film.... Gencar larangan peredaran film yang umbar porno aksi terus dilakukan Majelis Ulama Indonesia. Terakhir Hantu Puncak Datang Bulan. Ironinya, meski dilarang film jenis itu tetap tayang. MUI semakin gencar melarang film-film yang dianggap mengumbar cerita dan gambar porno aksi.   Terakhir melarang Suster Keramas, kini ...

Tempat Informasi dan Trik Blog Sederhana Selanjutnya...