Aku Ingin Hijau |
| Bahan Alami di Rumah yang Bisa Dijadikan Pembersih Posted: 08 May 2012 11:56 AM PDT
Jakarta, Hanya karena produsen menempelkan label ‘green’ pada produk pembersih, itu tak membuatnya menjadi produk yang benar-benar alami atau ramah lingkungan. Menurut penelitian American Chemical Society, kebenaran di balik label produk pembersih bisa saja bervariasi karena beberapa produk memang mengandung komposisi berbahaya seperti minyak atau bahan kimiawi lainnya. Peneliti telah mengukur bahan komposisi lebih dari selusin detergen, sabun pembersih tangan dan sabun cuci piring yang diklaim ‘alami/natural’ dan ‘ramah lingkungan/ecofriendly’. Hasilnya, komposisi berbahan tanaman yang terkandung dalam sabun pembersih tangan berkisar 28-97 persen, deterjen berkisar 28-94 persen dan sabun cuci piring dari 43-95 persen. Jadi sebenarnya ada cukup banyak produk berlabel hijau yang benar-benar dibuat dari tanaman, alami dan ramah lingkungan. Namun komposisi berbahan minyak yang berbahaya jumlahnya jauh lebih banyak di dalam berbagai produk pembersih yang banyak beredar. Masalahnya, bahan-bahan berbahaya ini dapat menyebabkan iritasi pernafasan dan mengganggu hormon karena dibuat dari sumber daya tak terbarukan yang jelas-jelas tak ramah lingkungan. “Namun jika Anda membuat produk pembersih Anda sendiri, tentu saja takkan diragukan lagi kandungannya,” ungkap Karyn Siegel-Maier, penulis buku The Naturally Clean Home: 150 Super-Easy Herbal Formulas for Green Cleaning seperti dilansir dari Rodale, Selasa (8/5/2012). Selain berpotensi beracun, produk pembersih biasa menghabiskan lebih banyak biaya dibandingkan biaya yang digunakan untuk membuat pembersih Anda sendiri. Jangan takut meski Anda belum pernah membuatnya sendiri karena takut dengan bahan atau cara membuatnya, yang penting Anda mau mencoba. Karyn Siegel-Maier pun menyarankan beberapa bahan yang harus ada di setiap perangkat pembersih buatan Anda sendiri, antara lain: 1. Cuka. 2. Baking soda. 3. Jus lemon 4. Saus tartar 5. Castile soap 6. Washing soda atau biasa dikenal dengan soda ash 7. Borax 8. Minyak esensial murni. “Sebotol kecil minyak esensial hanya seharga beberapa dolar namun bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama,” ujar Siegel-Maier. Ia pun menambahkan agar konsumen membeli minyak esensial murni, bukannya minyak beraromaterapi. (ir/ir) Filed under: Lingkungan Rumah, Produk Hijau |
| You are subscribed to email updates from Aku Ingin Hijau To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
0 comments:
Post a Comment