Wednesday, April 4, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Museum Taman Prasasti: Bekas Pemakaman yang Tidak Lagi Angker

Posted: 03 Apr 2012 06:05 PM PDT

SEBAGIAN dari Anda mungkin pernah mendengar Museum Taman Prasasti. Museum yang merupakan bekas pemakaman Belanda ini juga kerap digunakan sebagai lokasi pemotretan. Ini dikarenakan ada berbagai koleksi prasasti, nisan, makam, dan patung sebanyak 1.372 yang terbuat dari bahan batu dan perunggu.

Museum Taman Prasasti pada awalnya adalah pemakaman umum yang dididirikan pada akhir pemerintahan VOC tahun 1795 dengan nama Pemakaman Kerkhoof Laan. Kerkhoof Laan dimaksudkan sebagai pengganti kuburan di samping Gereja Nieuw Hollandsche Kerk (sekarang menjadi Museum Wayang ) dan Gereja Portugeesche Buitenkerk (sekarang Gereja Sion) yang saat itu sudah penuh terisi makam.

Dikatakan, Museum Taman Prasasti adalah satu-satunya museum dengan konsep outdoor karena hampir seluruh prasastinya tidak terlindung dari pengaruh cuaca.

Memasuki Museum Taman Prasasti, Anda akan disambut oleh taman yang bersih dengan pohon tinggi yang rindang. Tidak terasa keangkeran dari bekas lokasi pemakaman umum di sini malahan Anda akan melihat berbagai prasasti serta patung dengan gaya arsitektur Belanda yang unik.

Salah satu patung yang terlihat menarik ialah patung batu marmer Gadis Berduka yang menggambarkan seorang gadis sedang menangis dengan duka yang mendalam di wajahnya. Ada pula patung malaikat yang sedang berdoa.

Bukan itu saja, di tengah Museum Taman Prasasti juga terdapat bangunan berbentuk seperti Gereja Katedral yang terbuat dari bahan perunggu berwarna kehijauan. Selain peninggalan prasasti, terdapat pula kereta kuda pengangkut peti jenazah yang digunakan sejak 1825. Ada pula peti jenazah Presiden RI pertama Ir. Soekarno dan Wapres RI pertama Mohammad Hatta serta miniatur makam khas dari 33 provinsi di Indonesia.

Bagi penggemar fotografi, Museum Taman Prasasti menjadi surga di tengah hutan beton untuk menyalurkan bakat dan kreativitas seni fotografi. Bahkan, pembuatan beberapa video klip musik dibuat di museum ini dengan memanfaatkan nilai artistik tempat tersebut.

Belum pernah berkunjung, objek wisata Museum Taman Prasasti bisa Anda temukan di Jalan Tanah Abang 1/1 Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir Jakarta Pusat.

Harga tiket masuknya relatif murah yaitu Rp2.000 untuk dewasa, Rp1.000 untuk mahasiswa, dan Rp600 untuk anak-anak/pelajar. Waktu beroperasi museum ini pukul 09.00-15.00 WIB pada hari Selasa-Minggu, sedangkan Senin dan hari libur tutup. (wisatamelayu/*/X-13)

Pulau Asu, Daratan Terapung yang Cantik

Posted: 03 Apr 2012 05:45 PM PDT

BIASANYA, asu lekat sebagai kata umpatan atau cacian terhadap orang lain. Namun tak selamanya kata ini mempunyai konotasi negatif karena di Nias ada sebuah daratan terapung yang indah bernama Pulau Asu. Pulau terpencil ini termasuk dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia.

Pulau Asu yang mempunyai luas sekitar 18 kilometer persegi merupakan tempat yang pas untuk melepaskan diri dari rutinitas kehidupan kota. Situasi yang tenang, nyaman, serta keramahan warga setempat, akan membuat Anda betah berlama-lama. Selain itu Anda juga dapat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berjemur, berenang, tracking keliling pulau, memancing, hingga surfing.

Mengenai pantai, tak usah lagi ditanyakan keindahannya. Pasir putihnya yang lembut berkilauan terlihat cantik menemani air laut yang jernih. Sejauh mata memandang, saat cuaca sedang cerah, hamparan langit biru semakin memperindah pemandangan.

Jika ingin menikmati petualangan yang berbeda, menjelajah pulau mungkin dapat menjadi pilihan yang patut dicoba. Anda dapat mengitari Pulau Asu dengan berjalan kaki mengikuti garis pantai. Di sepanjang jalan kemungkinan Anda akan menemukan daun subang-subang (scaveola tacada), penduduk lokal menyebutnya daun rafe-rafe. Daun yang berfungsi sebagai obat anti diabetes ini termasuk sulit ditemukan di tempat lain.

Setelah lelah mengitari Pulau Asu, Anda dapat kembali duduk di tepian pantai sembari menikmati senja, karena saat itu pemandangan akan semakin indah. Matahari yang berada di ufuk barat secara perlahan tenggelam ke dasar laut.

Bila memutuskan mengunjungi Pulau Asu pada liburan mendatang, Anda dapat menggunakan pesawat dari Bandara Polonia Medan ke Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Kabupaten Nias.

Dari Gunung Sitoli Anda melanjutkan perjalanan ke Sirombu, perjalanan ini memakan waktu 1-2 jam. Dari Sirombu ada dua pilihan untuk menuju ke Pulau Asu. Anda dapat menumpang kapal reguler atau menggunakan speed boat. Jika menggunakan kapal reguler, Anda hanya membayar Rp30 ribu per orang dengan waktu tempuh 2 jam.

Lain halnya jika menggunakan speed boat, Anda hanya memerlukan waktu 40 menit, dengan biaya Rp100.000,00 per orang (Oktober 2008).

Meskipun lokasinya terpencil, Pulau Asu memiliki beberapa fasilitas yang dapat Anda nikmati. Di pulau ini terdapat beberapa kompleks cottage sederhana. Masing-masing kompleks terdiri dari 5-6 unit rumah panggung. Harga sewa bervariasi tergantung dari pintar-pintarnya Anda menawar. (wisatamelayu/*/X-13)

0 comments: