Potlot Adventure |
| Melepas Lelah di Keindahan Canberra Posted: 03 Jan 2011 05:43 AM PST
Di Ibukota negara Australia ini sejumlah objek wisata unik siap dikunjungi. Canberra sengaja dibangun sebagai kota pemerintahan, dan menjadi jalan keluar atas persaingan Sydney dan Melbourne, yang ingin menjadi ibu kota negara. Kondisi kota yang mayoritas warganya berpendidikan ini, sungguh teratur dan aman. Sarana transportasi pun dibuat aman dan nyaman. Naik bus dari satu tempat ke tempat lain menjadi suatu petualangan yang menyenangkan. Pemerintah Australia telah menyediakan jaringan bus Action yang bersih, berbahan bakar gas, dilengkapi dengan rak penyimpanan sepeda. Untuk memudahkan penggunanya, tiket bus dapat dibeli di lebih dari 100 agen dan masing-masing peta jalur bus dapat diambil secara gratis. Nikmat, ‘kan? Mengintip parlemen Perjalanan dimulai dari gedung parlemen Australia. Kalau Amerika memiliki White House, Australia punya Old Parliament House dan Parliament House. Di Old Parliament House yang terletak di Parkes ini terdapat The Museum of Australia Democracy yang bercerita tentang demokrasi Australia. Di Parliament House yang terletak di Canberra, jajaran bendera dari seluruh negara di dunia dikibarkan. Tentu saja ada sang saka Merah-Putih di antaranya. Di tempat ini Anda bisa tur gratis untuk mengetahui proses kerja para anggota parlemen. Di seberang Parliament House terdapat Australia War Memorial. Sesuai namanya, museum yang tidak memungut bayaran ini akan membawa Anda ke masa PD II. Ada banyak senjata dan kendaraan perang di museum yang terletak di Campbell ini. Pada sore hari, terkadang terdapat pertunjukkan musik di taman museum tersebut. Keindahan taman ini sangat menggoda untuk sekadar menggoyangkan kaki, duduk-duduk santai, sambil menikmati musik. Semuanya gratis Museum lain yang juga patut dikunjungi adalah The National Museum of Australia yang dekat dengan Parliament House. Arsitektur museum ini sangat mengagumkan, juga memunculkan desain serta warna-warna yang mengejutkan. Didasari filosofi benang yang dirajut, isi museum yang terletak di semenanjung Acton ini menyuguhkan cerita sejarah masa lalu, masa kini, kultur, masyarakat tradisional maupun modern, serta berbagai aspek lain yang saling bertaut menjadi suatu eksistensi keindahan yang disebut Australia. Di sini terdapat sejumlah benda peninggalan bintang kriket, olahraga yang paling digemari warga Australia, Greg Chappell. Di dalam museum juga terdapat duplikat dapur dari beberapa puluh tahun lalu. Kalau belum puas dengan kehidupan masa lalu dan sekarang, Anda diajak mendesain warna dan bentuk kendaraan serta rumah tempat tinggal masa datang di area K-Space. Anda bisa berfoto bersama rumah dan kendaraan karya Anda itu. Tak perlu merogoh kocek untuk menikmati fasilitas ini karena semuanya gratis. Tempat-tempat wisata tersebut umumnya buka mulai pukul 09.00 hingga 17.00. Jadi, manfaatkan waktu Anda sebaik-baiknya. Selamat jalan-jalan! Sumber: Senior |
| Pantai Air Manis Lekat Legenda Rakyat Posted: 03 Jan 2011 05:30 AM PST
Tampak pula sesekali pemandangan Kota Padang dan luasnya lautan dikejauhan dengan ombak-ombak bergulung berkejaran menuju daratan berpasir. Pantai yang terletak di Kecamatan Padang Selatan ini, memakan waktu tempuh perjalanan darat sekitar 30 menit dari pusat Kota Padang. Pantainya cukup rimbun, dipenuhi pepohonan yang diselingi gazebo-gazebo tempat bersantai para pelancong. Begitu luas memberikan lokasi bermain bagi para pengunjung. Pada saat pasang surut, pegunjung bisa melihat biota laut yang muncul ke permukaan. Di sana, terdapat Pulau Pisang Kecil yang berada tak jauh dari tepian Pantai Air Manis. Pulau yang tak begitu luas ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat tetirah, sambil menikmati bekal makanan. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki ketika air sedang surut, hanya jangan terlena untuk berlama-lama karena khawatir air segera pasang dan menutup jalan kembali ke pantai. Pulau Pisang Kecil dihiasi dengan pohon Jambu Kaliang, jika beruntung bisa menikmati buahnya secara gratis. Tak jarang, kalangan muda di Kota Padang memanfaatkan Pantai Air Manis sebagai tempat perkemahan. Ombak bergulung di pantai ini pun kadang digunakan untuk berselancar. Sangat pas bagi pemula, ombaknya tidak terlalu besar dan juga tidak kecil. Selain panorama pantai, ada hal istimewa yang mampu membangkitkan gairah berwisata ke Pantai Air Manis. Legenda Malin Kundang seolah bukan hanya cerita rakyat semata, melainkan menanamkan nilai moral kepada anak untuk berbakti terhadap orang tua. Sekumpulan batu dan relief cerita si anak durhaka Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan. Konon, serakan batu tersebut merupakan kapal besar dan jasad Malin Kundang yang terdampar. Susunannya memang sudah tak beraturan, tapi bentukan batu itu seolah menyatakan kebenaran cerita si anak yang dikutuk sang ibu karena durhaka itu. Disekitar batu-batu yang menyerupai kapal berserta isinya, terdapat kedai-kedai sederhana. Pesanlah es kelapa muda yang disediakan utuh dengan batoknya untuk menambah suasana liburan menjadi berkesan. Setelah cukup puas menikmati suasana pantai, jangan lupa membeli kenang-kenangan yang juga tersedia pada kios-kios cenderamata. Sebagian besar barang yang dijual sebagai tanda mata berupa kaos (T–Shirt) dengan gambar ikon-ikon obyek pariwisata Sumatera Barat. Namun ada pula cenderamata khas wisata pantai yang terbuat dari cangkang-cangkang kerang. Unik dan lucu. Bawalah pulang sebagai hiasan interior rumah dan bukti bahwa Anda pernah menengok si anak durhaka, cerita rakyat Sumatera Barat yang telah melegenda langsung dari asalnya. Cerita Malin Kundang jadi Batu Alkisah pada suatu masa hiduplah keluarga nelayan dengan satu anak laki-laki di pesisir pantai Sumatera. Anak yang cerdas sedikit nakal itu bernama Malin Kundang. Sepeninggal ayahnya pergi berlayar yang tak kunjung tiba, ia pun ikut mengadu nasib berlayar mencari kesuksesan di nagari (negri) sebrang. Ibunda Malin Kundang merestui walau berat dalam hati. “Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan Ibumu dan kampung halamannu ini, nak,” ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata. Singkat cerita kapal yang ditumpangi Malin Kundang dirampok dan tenggelam bajak laut. Namun, Malin Kundang selamat dan terdampar di sebuah desa yang subur. Disinilah impian Malin terwujud manjadi saudagar yang kaya raya, sehingga beritanya sampai pula pada Ibunya nan jauh dikampung halaman. Dalam sebuah pelayaran dengan kapal yang sangat mewah beserta istri, Malin Kundang berlabuh di kampung halaman. Penantian Ibunya tiba juga, keyakinan tinggi bahwa saudagar kaya ini adalah anaknya karena ada tanda bekas luka. “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?,” katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian. Malin Kundang melepaskan pelukan ibunya seraya mendorongnya hingga jatuh. “Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku,” kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu terhadap istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, tidak menduga anaknya menjadi durhaka. Kemarahannya memuncak, ibu Malin Kundang berdoa “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Doa Ibu terkabul. Tidak berapa lama angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Legenda ini seolah meninggalkan bukti sejarah yang ada di Pantai Air Manis. Percaya atau tidak, hanya Anda yang bisa menjawab setelah berkunjung ke sana. Sumber: Majalah Travel Club |
| You are subscribed to email updates from Potlot Adventure To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
0 comments:
Post a Comment