Monday, May 17, 2010

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Gerbang Nirwana di Pedalaman Sumatera

Posted: 16 May 2010 07:20 PM PDT

Ketika sang mentari muncul, saat cahayanya mulai menghangatkan daun-daun pepohonan, berpadu dengan gemuruh sungai yang mengalir bak pita biru membelah kehijauan hutan, keindahan pagi hari di Bukit Lawang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Bahorok, sungai di Bukit Lawang ini, adalah salah satu dari sekian banyak sungai-sungai menawan yang mengalir di Taman Nasional Gunung Leuser. Kawasan ini merupakan blok hutan terluas di pulau Sumatera, mencakup dari pegunungan sampai pantai dan dihuni oleh berbagai binatang besar seperti gajah, harimau, badak, orang utan, tapir, beruang madu, kambing hutan dan rusa.

Tidak heran mitologi orang-orang Gayo di dataran tinggi Aceh menyebutkan Leuser merupakan nirwana bagi satwa. Setiap binatang yang sedang menjelang ajal akan melakukan perjalanan ke arah gunung Leuser untuk mati di sana.

Bukit Lawang sendiri merupakan bagian dataran rendah dari Leuser di Sumatera Utara dengan kondisi masih berupa rimba belantara dipenuhi oleh pohon-pohon bernilai ekonomis seperti damar, meranti dan kruing. Konon namanya berasal dari suatu bukit yang dipenuhi tanaman lawang.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa di tempat ini ditemukan bukit-bukit membentuk celah sebagai pintu masuk menuju kawasan Leuser.

Daerah Bukit Lawang mulai dikenal pada tahun 1973, ketika dua orang ilmuwan zoologi dari Swiss membangun pusat rehabilitasi orang utan dengan tujuan untuk menampung dan melepaskan kembali orang utan peliharaan ke kawasan ini.

Karena orang utan ini mudah dilihat, selain juga sungainya yang indah, lama kelamaan pariwisata berkembang di sini. Berbagai fasilitas seperti penginapan, rumah makan dan warung cenderamata juga tumbuh dengan pesat. Puncaknya pada pertengahan tahun 1990-an, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara terutama dari Eropa mencapai lebih dari 20.000 orang dalam setahun.

Namun setelah itu krisis moneter tahun 1998 datang ditambah banjir bandang yang menyapu Bukit Lawang pada tahun 2003, menghancurkan sebagian besar fasilitas dan menelan korban lebih dari 200 orang, kunjungan wisatawan pun menurun secara drastis. Kini beberapa tahun belakangan tempat ini mulai menggeliat kembali. Turis-tuns dari Eropa mulai berdatangan kembali.

Hanya berjarak sekitar 90 km dari kota Medan dengan kondisi jalan cukup minus saat ini, Bukit Lawang dapat ditempuh dalam waktu 3 jam dengan kendaraan bermotor dari Medan melalui Binjai.

Lokasinya berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser, terletak pada ketinggian 100m-200m dari permukaan laut dengan kondisi bentang alam berbukit-bukit. Setibanya di sini, kita akan disambut dengan gemuruh suara air sungai Bahorok yang begitu jernih dan memancarkan warna kebiruan.

Di areal ini, terdapat berbagai warung makanan, barang cenderamata dan berbagai barang kebutuhan lainnya. Penginapan dan restoran terdapat di sepanjang kedua sisi sungai.

Macam penginapan cukup beragam dari yang menawarkan harga murah di bawah 100 ribu rupiah sampai yang cukup mahal di atas 250 ribu rupiah per malam. Menu yang ditawarkan di restoran juga cukup beragam, ada yang menyajikan makanan lokal atau menu makanan Barat.

Umumnya wisatawan domestik, dari Medan dan sekitarnya, menyukai lokasi di sekitar areal kedatangan yang ramai, sedangkan para turis mancanegara lebih memilih masuk ke arah hulu sungai, tempat penginapan lebih tenang dan sepi dapat ditemukan. Pada akhir pekan dan hari libur, Bukit Lawang dipenuhi oleh para wisatawan domestik yang datang untuk berekreasi dan mandi di sungai.

Namun berkunjung ke Bukit Lawang lebih dari sekadar bermain air. Melihat orang utan adalah atraksi menarik lainnya terutama bagi para wisatawan asing. Sekalipun saat ini pusat rehabilitasi telah ditutup, tetapi kegiatan pemberian makan orang utan masih dilakukan pada pagi dan sore hari.

Untuk melihat kegiatan ini, kita harus berjalan ke arah hulu sungai sampai bertemu gerbang masuk Taman Nasional Gunung Leuser, kemudian dilanjutkan menuju lokasi pengamatan orang utan.

Menjelajahi hutan sambil berkesempatan menjumpai binatang liar lainnya seperti owa, monyet pemakan daun kedih, lutung, atau berjumpa dengan pohon-pohon berukuran besar, dapat menjadi kegiatan alternatif yang menyenangkan. Para pemandu menawarkan berbagai paket penjelajahan hutan untuk turis mulai dari 3 jam sampai menginap selama seminggu di dalam hutan.

Terdapat dua suasana paling mempesona di Bukit Lawang. Pertama, suasana pagi hari ketika cuaca cerah. Pemandangan menatap ke sungai yang begitu biru berpadu dengan kesegaran dedaunan pepohonan dari cahaya kemerahan dari matahari terbit, merupakan pemandangan luar biasa.

Kedua suasana di sore hari yang merupakan waktu paling tepat untuk bermain di sungai, baik itu mandi-mandi, berenang atau mengarungi riam-riam dengan menggunakan ban dalam mobil atau dikenal dengan istilah tubing. Berapa lama pun kita tinggal di Bukit Lawang, tidak akan pernah merasa bosan dalam menikmati keindahan baik di pagi hari maupun keceriaan sore hari.

Sumber: Majalah ASRI

Potlot Adventure Selanjutnya...

Sunday, May 16, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Kemang Tanaman Buah yang Makin Langka

Posted: 16 May 2010 09:53 PM PDT

Kemang (Mangifera kemanga) merupakan tanaman yang mulai langka di Indonesia. Padahal, konon dari nama pohon sejenis mangga ini nama daerah Kemang di Jakarta berasal. Pohon kemang yang mempunyai buah khas berbau harus menusuk dengan rasa yang masam manis ini juga … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Saturday, May 15, 2010

Anang's Blog

Anang's Blog


Siapa ?

Posted: 14 May 2010 09:34 AM PDT


DAN INDONESIA BERTANYA...?

Mulai hari ini akan ada menu atau kategori baru di blog biru ini.... Sebuah tulisan ringan yang didasarkan pada saran pencarian kata kunci di mesin pencari populer saat ini, Google. Ya, pojok pencarian Google...

Seperti jamak diketahui bahwa menu suggestion Google sedikit banyak membantu proses pencarian kata kunci berdasarkan kata kunci populer yang banyak dipakai oleh para pengguna Google itu sendiri. Hihi...

Yah, apa yang ada di list saran pencarian tersebut sepertinya merepresentasikan apa yang tengah dicari di jagad maya oleh kita... Kadang ada yang unik, aneh, lucu dan seringkali terlihat janggal pula.... Hehe.. Oleh karena itu mari kita telusuri..

Berikut ini adalah suggestion atau saran yang diberikan oleh Google sebagai mesin pencari populer untuk kata tanya siapa, siapakah, dan siapa yang...


Siapakah... Hehe.. Untuk kata kunci ini tampaknya banyak orang Indonesia yang tidak tahu siapa dia sebenarnya... Dan ternyata rasa ingin tahu tentang agama cukup besar, terlihat dari pertanyaan siapa yesus, siapa dajjal, serta siapa imam mahdi muncul lebih dari satu. Kasus Gayus Tambunan yang begitu booming juga menyeret rasa ingin tahu masyarakat... Hahaha...


Siapa... Masih sama rupanya banyak yang penasaran dengan jati diri mereka sendiri... Siapa aku? Siapa saya? Haha... Banyak pula yang ingin tahu siapa jodohnya... Hmm. Mario Teguh dan Gayus Tambunan tetap menjadi sosok paling ditanyakan....


Siapa yang... Infotainmen sudah meracuni pikiran masyarakat, terbukti banyak yang penasaran siapa ayah dari bayi yang dilahirkan Sheila Marcia.. Wkwkwkwkwk....

Anang's Blog Selanjutnya...

Friday, May 14, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati

Posted: 14 May 2010 07:26 PM PDT

Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati atau Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia (The International Day for Biological Diversity; IBD) merupakan salah satu hari perayaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan kecintaan seluruh penduduk bumi terhadap keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biodiversity). The International … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Thursday, May 13, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Babirusa Hewan Endemik Sulawesi Indonesia

Posted: 13 May 2010 04:10 AM PDT

Babirusa merupakan hewan endemik Sulawesi, Indonesia. Babirusa yang dalam bahasa latin disebut sebagai Babyrousa babirussa hanya bisa dijumpai di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya seperti pulau Togian, Sula, Buru, Malenge, dan Maluku. Sebagai hewan endemik, Babirusa tidak ditemukan di tempat lainnya. … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Tuesday, May 11, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Blog Lingkungan Hidup Ini Bertahan Satu Tahun

Posted: 11 May 2010 10:01 AM PDT

Blog lingkungan hidup ini bertahan satu tahun. Meskipun tertatih, alhamdulillah, blog Alamendah ini akhirnya mampu bertahan untuk tetap eksis selama satu tahun, tepat pada hari ini. Terima kasih kepada para sahabat yang senantiasa berkunjung dan berkomentar, para spamer, yang sirik … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

[New post] Novel 'Azzazil' Pancing Kemarahan Umat Kristen Mesir

Novel 'Azzazil' Pancing Kemarahan Umat Kristen Mesir

Novel Azzazil

Novel Azzazil

KAIRO--Novelis Mesir, Yusuf Zeidan, memancing kemarahan umat Kristen negara itu. Novel teranyarnya, Azzazil, dianggap menghina iman mereka. Novel ini pernah memenangi penghargaan Arabic Booker tahun 2009.

Zeiden sendiri sudah dipanggil aparat keamanan Mesir untuk dimintai keterangan. Termasuk dalam materi pertanyaan adalah tentang maksud penulisan novel itu dan indikasi penghinaan atas umat gereja Koptik yang banyak penganutnya di Mesir.

Novel Azzazil berkisah tentang kehidupan Gereja Koptik abad ke-5, khususnya tentang Paus Cyril I. Dia dianggap sebagai tiran yang menindas sekte minoritas Kristen dan terlibat dalam pembunuhan filsuf Hypatia.

Penulis juga baru-baru ini mengatakan kepada surat kabar bahwa Koptik hidup di zaman 'gelap' sebelum abad ke-7, dan bahwa Koptik ditindas oleh Roma dan sekte Kristen lainnya.

Aktivis Koptik dan pengacara Nagib Gibrail menuduh bahwa Zeidan dicemooh kepercayaan Kristen bahwa Yesus Kristus, sebagai anak Tuhan, datang ke bumi sebagai manusia. Yang dipersoalkan Gibrail tak semata novel itu, tapi juga wawancara Zeidan di sebuah media.

Mesir adalah negara yang menjunjung tinggi kebebasan beragama. Demi menjaga perasaan umat Katolik, negara ini pernah melarang peredaran  film adaptasi dari novel Da Vinci Code pada tahun 2006. Umat Gereja Koptik di negara ini sekitar 10 persen dari 80 juta penduduk negara ini.

(republika.co.id)

Komentari tulisan ini


Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser: http://subscribe.wordpress.com

[New post] Novel 'Azzazil' Pancing Kemarahan Umat Kristen Mesir Selanjutnya...