Tuesday, January 17, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Gembira Loka Bukan Sekadar Kebun Binatang

Posted: 17 Jan 2012 04:38 PM PST

TERLETAK di daerah aliran sungai Gajah Wong, Gembira Loka merupakan kebun binatang kebanggaan milik warga Yogyakarta. Hampir setengah abad yang lalu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX telah mewujudkan keinginan pendahulunya untuk mengembangkan tempat memelihara satwa peliharaan raja menjadi sebuah kebun binatang.

Gembira Loka terletak di atas lahan seluas 20 hektare yang setengahnya berupa hutan lindung. Di sini terdapat lebih dari 100 spesies satwa dari dalam maupun dari luar negeri, termasuk diantaranya beberapa jenis binatang yang telah langka di dunia, seperti veranus komodoensis (kadal raksasa dari Pulau Komodo), ular berkaki dan lain sebagainya.

Di kebun binatang ini juga tersedia fasilitas hiburan seperti bersampan di danau buatan, kolam pemancingan dan lainnya. Pada hari libur dan hari raya, di tempat ini diselenggarakan juga pergelaran musik, lomba mocopat, pergelaran seni kerawitan dan atraksi hiburan yang lain, sehingga Gembira Loka merupakan tempat yang nyaman untuk rekreasi bersama keluarga.

Gembira Loka bukan sekadar kebun binatang namun juga taman impian anak-anak, karena di sana tersedia gua-gua yang artistik dan taman bermain. Di kebun binatang ini terdapat beberapa danau buatan.

Pihak kebun binatang juga telah menjadwalkan setiap tahunnya akan ada tambahan binatang baru untuk menambah koleksinya, bahkan sudah beberapa kali binatang langka seperti komodo telah menetaskan telurnya.

Kebun Binatang Gembira Loka dibuka untuk umum mulai pukul 07.00-18.00 WIB dan sangat mudah untuk di akses karena terletak di pinggir jalan. Untuk sampai di sana dapat dicapai dengan segala jenis kendaraan umum yang berada di Yogyakarta.

Namun, ada satu hal yang memprihatinkan, yaitu banyak kondisi satwa yang kurang terurus. Banyak fasilitas yang seakan seadanya saja. Hal itu karena pendapatan dari tiket masuk sangat kecil dari sedikitnya wisatawan yang berkunjung.(mediaindonesia.com/Ol-5)

Wisata Alam di Tengah Kota Jakarta

Posted: 17 Jan 2012 04:34 PM PST

KOTA megapapolitan Jakarta memang banyak menawarkan tujuan pelesiran bagi warganya. Di tengah deretan mal dan hiruk pikuknya aktivitas warganya, Jakarta masih memiliki sebuah lokasi yang dapat dijadikan alternatif wisata untuk lebih mengenal alam dan lingkungan Jakarta yaitu Suaka Margasatwa Muara Angke.

Suaka Margasatwa Muara Angke adalah sebuah kawasan konservasi di wilayah hutan bakau (mangrove) di pesisir utara Jakarta. Berada di atas lahan seluas 25,02 hektare, Anda dapat mengenal lebih banyak aneka jenis tumbuhan dan satwa langka.

Kawasan ini pertama kali ditetapkan sebagai cagar alam merujuk Keputusan Gubernur Hindia Belanda Nomor 24 tanggal 18 Juni 1939 seluas 15,4 hektare, hingga akhirnya berubah menjadi Suaka Margasatwa berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No.755/Kpts-II/98 dengan luas 25,02 hektare.

Wilayah ini merupakan satu dari empat kawasan hutan bakau yang masih tersisa di Jakarta sebagai daerah resapan air. Di sini Anda juga dapat menyaksikan secara langsung 74 jenis burung-burung air. Selain itu terdapat binatang reptil seperti ular cobra, sanca, biawak dan kera berekor panjang.

Binatang yang tergolong unik disini adalah burung bubut jawa. Burung ini hanya bisa terbang pendek, yang jika terlihat seperti berlari. Burung ini bisa bertahan hidup dari memakan kelabang, belalang, tikus, katak, kumbang.

Puas berkeliling melihat-lihat jenis binatang yang berada disana, Anda juga dapat menyusuri Kali Adem dengan menggunakan speedboat. Bersama speedboat Anda akan dibawa menyusuri kawasan tersebut dari pinggir Kali Adem yang airnya sudah tercampur dengan limbah. Beragam jenis sampah mengapung sepanjang kali.

Di balik keindahan yang memang jarang Anda temui di kota besar Jakarta, Suaka Margasatwa Muara Angke memang menyimpan pesona tersendiri. Namun, sangat disayangkan jika kita sebagai masyarakat tidak perduli untuk merawatnya. (mediaindonesia.com/OL-5)

Raja Ampat Surga Terakhir di Bumi

Posted: 16 Jan 2012 06:56 PM PST

Panorama pulau karang di Wayag, Waigeo Barat, Raja Ampat, Papua Barat

Namanya kian berkibar sebagai destinasi wisata bahari yang terindah dan terlengkap di dunia. Petulangan menarik akan terus Anda dapatkan di sini, dari keunikan biota laut hingga kuliner khas. Inilah surga dunia yang tak mungkin Anda lupakan.

Seorang milioner asal Amerika, rela membawa kapal pesiarnya melaut ribuan mil jauhnya untuk menikmati keindahan sebuah daerah yang masih “perawan” bernama Raja Ampat. Cerita yang mampir ke telinga saya dua tahun lalu itu memang bukan isapan jempol. Perlahan namun pasti, Raja Ampat yang terletak di kepala burung Papua (Vogelkoop), kini sudah menjadi tujuan pariwisata bahari dunia, terutama bagi para penyelam.

Selain memiliki terumbu karang terlengkap di dunia -dari 537 jenis karang yang ada di dunia, 75 persennya berada di perairan ini-, ditemukan pula 1.397 spesies ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 hewan karang. Juga ratusan pulau yang menyebar dengan indahnya bak jamur di musim hujan. Tak salah jika pecahan Kabupaten Sorong yang masuk Provinsi Papua Barat ini dijuluki surga bagi para pecinta kehidupan bawah laut.

Banyak fotografer bawah laut internasional datang berulang kali mengabadikan pesona laut Raja Ampat. Buku khusus tentang keindahan terumbu karang dan biota laut kawasan ini pun mulai banyak beredar di pasaran. Apalagi saat tim khusus dari majalah petualangan ilmiah terkemuka dunia, National Geographic, membuat liputan khusus mengenai Raja Ampat pada 2007. Kepopulerannya pun tak terbendung lagi.

Menilik sejarahnya, nama Raja Ampat tersemat sejak abad ke-15, ketika seorang sultan asal Tidore melakukan kesepakatan dengan Raja asal Waigeo, Bantata, Salawati, dan Misool. Maka saat keempat pulau ini ditetapkan sebagai bagian dari Provinsi Papua Barat pada 2003 maka diambillah nama Raja Ampat menjadi identitas kabupaten yang berpenduduk 31 ribu jiwa ini.

Selain empat gugusan pulau besar utama tersebut, hingga kini tercatat lebih dari 1500 pulau kecil yang dimiliki Raja Ampat, dari jumlah itu hanya 35 pulau yang dihuni. Selebihnya adalah pulau-pulau karang tak berpenghuni. Sehingga dari luas wilayah sekitar 46.000 km2 yang ada hanya sekitar 6.000 km2 nya berupa daratan. Inilah yang kemudian menjadikannya destinasi taman laut terbesar di Indonesia.

Tak hanya itu, Raja Ampat saat ini sudah dinominasikan untuk masuk dalam World Heritage Coral Reef Areas oleh UNESCO. Sejak 2005, Bank Dunia bersama lembaga lingkungan global memberikan bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II bagi Raja Ampat untuk menjaga kelestarian bawah laut Kepulauan Raja Ampat.

Beberapa kawasan seperti selat Dampier, Kepulauan Kofiau, Kepulauan Misool, dan Kepulauan Wayag tercatat memiliki terumbu karang yang sangat baik kondisinya, yaitu tipe terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Namun disini juga ditemukan tipe atol dan tipe gosong (taka) di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, dimana bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam. Uniknya, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Bila berkesempatan menyelam Anda akan menemukan spesies unik seperti kuda laut katai dan ikan pari manta. Khusus di Manta point yang terletak di Arborek, Anda bisa menyelam ditemani beberapa ekor Manta Ray yang jinak. Sementara di Cape Kri atau Chicken Reef, dapat dirasakan sensasi dikelilingi ribuan ikan saat menyelam. Bahkan kadang dikelilingi oleh kumpulan ikan Barakuda, Dugong, atau ikan duyung pun bisa ditemui di sekitar Pulau Salawati, Batanta, dan Waigeo.

Kondisi Raja Ampat yang memiliki banyak pulau dan berselat sempit, menjadikan lokasi penyelaman di waktu-waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Ini sangat menarik, karena Anda dapat melakukan drift dive menyelam sambil mengikuti arus kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.

Pulau-pulau disini masih asri karena hutannya tetap terjaga dengan air laut yang bersih, sehingga biota laut bisa terlihat jelas dari permukaan saat para wisatawan berenang atau ber-snorkelling.

Selain keindahan bawah laut, Raja Ampat pun memiliki gugusan pulau-pulau karst yang elok dan belum terjamah. Dengan mendaki karang setinggi 80 meter, Anda akan mendapatkan birunya laut, cerahnya langit, putihnya pasir pantai, serta sebaran pulau berwarna hijau pekat, sebuah komposisi yang tak dapat dijumpai di belahan lain di dunia ini, selain di Wayag, Raja Ampat.

Jika tidak tertarik dengan aktivitas menyelam, masih banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi diantaranya menikmati flora serta fauna unik endemik, seperti cenderawasih, kuskus, dan serta beragam bunga anggrek. Kini Raja Ampat pun sudah menjadi daerah kunjungan wisata bird watching, yaitu kegiatan wisata untuk memantau burung yang ada di Yenwaupnor, Sawinggrai, Yenbeser, dan Pulau Gam. Berbagai jenis burung hidup dengan bebas disini, diantaranya cendrawasih merah, cendrawasih wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua, dan nuri.

Bagi penggemar budaya, Raja Ampat juga dapat dijadikan pilihan. Seperti upacara “Sasi”, sebuah aktivitas semacam bersih desa dengan menutup area memancing hingga waktu yang ditentukan, ini adalah bentuk konservasi biota laut yang alami. Upacara ini sarat makna dan sangat menarik untuk ditonton, karena memiliki nilai filosofi luhur.

Disini Anda pun bisa menikmati tari-tarian, lagu, maupun musik khas, dengan tampilan busana mereka yang tak kalah uniknya karena terbuat dari akar pohon, kulit kayu, dan dedaunan. Sementara untuk para penggemar kuliner, Anda bisa berpesta mencicipi hidangan laut yang lezat, apalagi ditambah makanan khas seperti Papeda, Ayam Barapan, dan Mumu.

Untuk penggemar wisata sejarah maupun arkeologi, ditemukan peninggalan prasejarah berupa cap tangan dari sekitar 50.000 tahun lalu pada dinding batu di kawasan Pulau Misool. Uniknya, cap-cap tangan ini berada sangat dekat dengan permukaan laut dan tidak berada di dalam gua. Hal ini menjadi petunjuk bagi jalur penyebaran manusia menuju Papua dan Melanesia. Kapal-kapal karam bekas Perang Dunia II yang diperkirakan memuat “harta karun” bernilai tinggi pun dapat ditemui di beberapa tempat penyelaman, seperti di Pulau Wai.

Yang jelas, tak cukup satu atau dua hari menikmati keindahan Raja Ampat, sepekan pun terasa belum cukup untuk menjelajahinya. Beberapa penyelam mancanegara bahkan dapat bertahan hingga sebulan menikmati keindahan Raja Ampat. Salah satu tempat yang menjadi langganan para wisatawan mancanegara ini adalah Papua Diving Resor yang terletak di Pulau Mansuar, konon setiap tahun resor ini dikunjungi minimal 600 turis spesial yang menghabiskan paling sedikit dua pekan.

Pemiliknya adalah Maximillian J Ammer, pelopor dan penggerak wisata laut kawasan Raja Ampat. Warga negara Belanda ini harus menyiapkan berbagai fasilitas dengan dana yang tak sedikit untuk menarik turis mancanegara, namun usaha yang dirintis delapan tahun lalu itu kini telah membuahkan hasil yang memuaskan.

Selain Mansuar, Pulau Kri, Waigeo, serta Misool juga menyiapkan resort-resort menarik untuk pengunjung. Salah satunya Eco Resort di Pulau Misool, sebuah resor yang sepenuhnya menjaga konservasi alam, di area yang disebut “No Take Zone” ini penduduk sekitar wilayah sepakat untuk menjaga ekosistem terpadu dengan tidak mengambil apapun dari laut, apalagi menggunakan antiseptik agar limbahnya tidak merusak ekosistem terumbu karang di sekitarnya.

Mengunjungi kepulauan ini tidaklah terlalu sulit walau memang memakan waktu dan biaya cukup besar. Ada dua pilihan untuk menjelajahinya, ikut tur dengan kapal atau tinggal di resor menikmati keindahan bawah lautnya yang luar biasa. Untuk berkeliling pulau yang diinginkan, Anda dapat menyewa speedboat atau longboat dengan kapasitas 7 hingga 13 orang dengan harga Rp 4 hingga Rp 8 juta per 8 jam, tergantung kepandaian saat menawar.

Anda juga bisa mengambil paket wisata dengan mengunjungi perkampungan untuk melihat desa wisata yang ada, tanaman anggrek, dan hewan khas seperti burung Cendrawasih. Bila dana terbatas, cukup menyenangkan berenang, snorkeling, memancing, memberi makan ikan sembari menunggu matahari terbit atau terbenam. Kegiatan ini bisa Anda lakukan di Teluk Kabuy.

Jadi dengan dana melimpah atau terbatas, Anda tetap dapat menikmati keindahan Raja Ampat. Bagi para pencinta wisata bahari, saatnya temukan “Surga Terakhir” di Bumi.

Cara Mencapainya

Satu-satunya pintu masuk ke Raja Ampat adalah melalui Sorong. Karena hingga saat ini belum ada penerbangan yang langsung kesana.

Waktu tempuh Jakarta-Sorong sekitar 5 jam jika transit di Makassar (Ujung Pandang), namun bisa mencapai 6 jam jika transit di Manado. Biaya penerbangan dari Jakarta ke Sorong (PP) sekitar Rp 4 juta hingga Rp 6 juta, tergantung maskapai penerbangan yang digunakan.

Sesampainya di Sorong, perjalanan harus dilanjutkan kembali dengan mengunakan kapal ke kota Wasai (ibukota Raja Ampat) dengan biaya Rp 125.000 per orang. Jika cuaca bagus. waktu tempuh hanya sekitar 1,5 jam, namun dalam cuaca buruk perjalanan lewat laut ini bisa mencapai 3 jam.

Bagi yang tak ingin menggunakan transportasi umum, bisa menyewa speedboat (dengan waktu tempuh sekitar 40 menit hingga 1 jam) atau longboat (waktu tempuh 2 hingga 3 jam, dengan kapasitas 10 penumpang dengan tarif Rp 3,2 juta sekali jalan).

Akomodasi

Pilihan penginapan banyak tersedia di sini, mulai dari Homestay, Hostel, Hotel, Cottage, hingga Resort. Harganya pun beragam sesuai fasilitas yang diberikan, mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 3.000.000 per malam. Tinggal pilih sesuai budget Anda.

Bagi para penggemar olahraga selam, dapat memilih Misool Eco Resort di Pulau Barbitim, atau dapat juga mencoba kenyamanan cottage dan bungalow bergaya tradisional di Cape Kri atau Papua Diving yang terletak di Pulau Mansuar. Selain itu, terdapat pula Papua Paradise Eco Resort di Pulau Batanta serta Raja Ampat Dive Lodge di Kurkapa. Rata-rata penginapan ini dilengkapi peralatan modern, termasuk fasilitas telepon internasional dan internet.

Jika tak mau pusing, banyak paket-paket yang ditawarkan agen perjalanan untuk menikmati Raja Ampat, rata-rata untuk paket 6 hari dibanderol dengan harga sekitar Rp 8.500.000,- harga tersebut sudah termasuk penginapan (hotel dan tenda) selama menginap di sana, juga makan pagi, siang dan malam, transportasi, air mineral dan makanan ringan, serta tiket masuk taman nasional. Namun harga ini belum termasuk tiket pesawat, bagasi, airport tax, obat-obatan, alat untuk menyelam, pemandu wisata, serta biaya tambahan jika ingin jalan jalan di luar destinasi yang dijadwalkan.

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...

Monday, January 16, 2012

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Jalak Putih Marak di Sangkar Langka di Alam

Posted: 16 Jan 2012 05:08 AM PST

Jalak Putih (Sturnus melanopterus) merupakan salah satu burung yang marak (mudah ditemukan) di dalam sangkar, namun jalak putih justru menjadi burung langka yang sulit ditemukan di habitat aslinya, alam. Burung jalak putih yang endemik Jawa dan Bali sejak lama memang … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Museum Transportasi Nostalgia Naik Angkutan Umum

Posted: 16 Jan 2012 06:40 PM PST

PERNAH merasakan naik delman, bemo, oplet atau becak? Beruntung bagi mereka yang pernah merasakannya karena di era modernisasi seperti saat ini, alat transportasi tersebut nyaris punah tergerus arus jaman. Bahkan, sarana itu sudah tergantikan dengan mobil dan bus angkutan umum di kota Jakarta.

Jangan kecewa dulu bila belum pernah merasakan sensasi naik kendaraan unik ini, karena Anda masih bisa melihatnya di Museum Transportasi. Berlokasi di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), museum yang diresmikan pada 20 April 1991, memiliki beragam koleksi alat transportasi Indonesia dari masa ke masa.

Sajian lengkap mengenai dunia transportasi mulai dari sejarah perkeretaapian Indonesia dan peta jaringan kereta api di pulau Jawa, lengkap dengan koleksi kereta api yang menggandeng gerbong-gerbong kayu, hingga bus-bus kuno, bisa dinikmati di area seluas 6,25 hektare tersebut.

Untuk lebih lengkapnya, museum ini terbagi menjadi empat ruang. Diawali, Modul Pusat. Terdiri atas koleksi alat transportasi tradisional diantaranya, bendi, becak, andong, sepeda, cikar, roda pedati, serta perahu layar dengan bentuk asli maupun miniatur. Koleksi unik di sini berupa foto kereta jenasah asli yang dipakai masyaarakat Aceh untuk mengangkutjenasah Sultan Iskandar Thani tahun 1641.

Selanjutnya, Modul Darat. Tempat itu khusus menampilkan sarana dan prasarana jalan raya, halan baja, serta penyebrangan. Lalu, Modul Laut. Terdapat transportasi laut menggunakan mesin, sebut saja, kapal penumpang, dok terapung, kontainer dan peralatan lainnya. Tak ketinggalan foto-foto mengenai perkembangan transportasi laut.

Kemudian, Modul Udara. Koleksinya adalah pesawat terbang, berbabgai macam peralatan di bandara, juga foto penunjang koleksi. Sementara, benda yang tidak boleh terlewatkan oleh pengunjung, bus wisata pertama dari Perum Pengangkutan Djakarta (PPD) tahun 1968 yang bermesin Mercedes Benz 0 302.

Tunggu apa lagi, yuk, bernostalgia di Museum Transportasi. Menikmati serunya naik angkutan umum dari sini.

Museum Transportasi
Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Telp: 021-8400482, 8400662
Faks: 021-87792486
Buka: 09.00-16.00 (setiap hari)
Biaya: Rp. 2.000

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...

Saturday, January 14, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Istana Maimun Nasibmu Kini

Posted: 13 Jan 2012 09:49 PM PST

IKON Sumatra Utara yang terkenal tidak hanya Danau Toba, tetapi juga Istana Maimun yang terletak di Kelurahan Sukaraja, Medan. Istana kebesaran Kerajaan Deli ini, kini seakan terancam oleh perubahan waktu. Meski masih terjaga keasliannya, halaman yang terjaga apik kini beralih fungsi menjadi lapangan tempat bermain sepak bola.

Istana yang juga dikenal dengan nama Istana Putri Hijau itu dibangun pada 26 Agustus 1888 di atas tanah seluas 2.772 m2 dengan 30 ruangan oleh Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Istana ini mulai ditempati tahun 1891 dan masih menyimpan pesona khas melayu kental hingga saat ini.

Istana dibagi kedalam tiga bangunan yaitu induk, sayap kiri, dan sayap bagian kanan. Berjarak 100 m di depannya terdapat Masjid Al Mashun yang tak kalah megah dengan Istana Maimun. Kehadiran Masjid yang tidak jauh dari Istana merupakan kelaziman bangunan Istana kerajaan Islam zaman dahulu.

Didominasi warna kuning, Istana yang dirancang oleh arsitek Italia bernama TH. Van Erp yang merupakan seorang tentara KNIL itu memadukan gaya Melayu, Eropa dan Mohgul (India Islam).

Sempat menjadi pusat pemerintahan berlokasi di kelurahan Aur, kecamatan Medan Baru, sebagian besar material bangunan didatangkan dari Eropa seperti teraso, ubin, marmer, bahkan seluruh koleksi yang ada seperti kursi-kursi, meja, toilet.

Melalui koridor bertangga terbuat dari batu pualam kita dapat naik ke tingkat dua bangunan induk yang disebut anjungan. Melalui gerbang ala Eropa dengan sistem pintu dorong, pengunjung akan sampai pada sebuah ruang yang berfungsi sebagai ruang tamu, di mana dulu Sultan selalu menerima tamu-tamu resminya. Di sekeliling ruangan tersebut ditopang 82 tiang batu dan 43 tiang kayu dengan lengkungan-lengkungan berbentuk lunas perahu terbalik dan ladam kuda.

Terdapat juga gerbang berbentuk lunas perahu di ruang induk seluas 412 m2 yang dulunya balaiurang istana. Ruang tersebut merupakan tempat upacara adat seperti penobatan raja dan menerima para pembesar kesultanan lain.

Untuk mencapai Istana Maimun, Anda hanya membutuhkan jarak tiga kilometer dari bandara Polonia dan sekitar 28 kilometer dari Pelabuhan Belawan.(OL-5)

Potlot Adventure Selanjutnya...

Friday, January 13, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Malino, Puncak-nya Makassar

Posted: 12 Jan 2012 06:32 PM PST

SEJAK dahulu, kota kecil bernama Malino yang terletak di Sulawesi Selatan memang sudah tersohor. Terletak 90 km arah selatan Kota Makassar, tepatnya di Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Malino merupakan salah satu kawasan wisata alam yang memiliki daya tarik yang luar biasa, seperti kawasan Puncak di Bogor ataupun Lembang, Bandung.

Untuk mencapai kota Malino, Anda harus melalui jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan yang sangat kaya serta pemandangan batu gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman tropis yang indah, tumbuh dan berkembang di kota yang dingin itu.

Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng Gunung Bawakaraeng. Sebagian masyarakat Sulawesi Selatan masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan dikeramatkan.

Pemandangan yang tidak kalah menariknya adalah ada air terjun yang posisinya tegak lurus dari puncak tebing bernama Takkapala. Gemuruh suara air yang terjun bebas tak pernah berhenti barang sejenak. Keberadaannya menjadi seperti magnet yang menggoda wisatawan domestik dan asing untuk selalu kembali.

Dalam taman wisata alam Malino ditemui berbagai jenis fauna seperti burung nuri (Trichaglossus flavoridis), kera hitam (Macaca maura), biawak (Varanus salvator), jalak kerbau (Acridatheres sp), raja udang (Halcyon sp), dan burung gelatik (Padda oryzofora).

Sedikit ke arah atas yaitu daerah Pattapang, terdapat perkebunan teh milik Nittoh asal jepang yang juga menjadi salah satu objek wisata Malino yang digemari karena hamparan hijaunya yang cantik dan memukau. Sempatkan diri Anda untuk membeli bubuk daun teh asli Malino. Tanaman hortikultura seperti kol, vetsai, bawang prei, kentang dan tomat, digarap oleh para petani desa setempat terletak di daerah Kanrepia.

Puas melihat yang hijau-hijau, sempatkan juga untuk berjalan ke Air Terjun 1000 Tangga. Diberi nama 100 tangga karena untuk sampai ke air terjun harus ngelewatin tangga yang jumlahnya 1000.

Yang unik juga terdapat Air Terjun Ketemu Jodoh. Konon katanya dulu ada sepasang anak muda yang kesana dan akhirnya mereka berjodoh setelah bertemu disana.

Dilihat dari potensi pariwisatanya, Malino merupakan prospek pariwisata yang sangat potensial. Keindahan Panorama Alam yang memukau, potensi flora dan faunanya, dan kenyamanan yang dijanjikannya, membuatnya berpeluang menjadi salah satu objek wisata yang terkenal di Nusantara. Semoga…(mediaindonesia.com/Ol-5)

Kejaiban Warna dari Ende

Posted: 12 Jan 2012 06:08 PM PST

PAGI belum lagi sempurna. Kabut tebal masih menyelimuti kaki pendakian Danau Kelimutu. Tiga danau yang menjadi buah bibir wisatawan belum juga tampak.

Kami menunggu di puncak pendakian, sambil menyeruput secangkir kopi yang di jual di atas oleh Avelinus, salah satu penduduk asli Suku Lio yang ada di kawasan Kelimutu. Dia sengaja datang membawa termos, keranjang gelas, sendok, gula, kopi dan teh, serta beberapa potong kain untuk dijual pada wisatawan. Di puncak pengamatan Danau Kelimutu, hanya dialah yang berjualan.

Tiga jam menunggu dari pukul 07.00 WIT hingga sekitar 10.00 WIT, akhirnya tirai kabut Kelimutu tersibak. Teriakan pengunjung yang jumlahnya tak lebih dari 15 orang langsung terdengar. “Lihat, lihat.”

Dua danau berwarna hijau tosca dan hijau tua terpampang di depan mata. Sebelumnya, danau hitam lebih dulu terlihat di sisi lain tempat kami berdiri. Tak ada kata yang bisa dengan tepat menggambarkan momen saat itu. Barangkali yang mendekati ialah kata takjub! Tiga danau berbeda warna terlihat tenang, dibentengi dinding batu dan di kejauhan terhampar hutan yang masih hijau. Suara burung sesekali masih terdengar, udara sejuk, dan angin kencang membelai serta mengibarkan rambut, jaket, dan busana.

Danau tiga warna Kelimutu terletak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Ajaib sekaligus menyimpan misteri. Warna air danau berubah-ubah seiring perjalanan zaman. Semula pergantian warna air dilaporkan Van Suchtelen, warga Belanda yang datang ke Kelimutu pada 1915. Kelimutu aktif memamerkan misteri alamnya selama 2002-2006. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat 17 kali pergantian warna pascaperubahan terakhir pada 13-21 Mei 1997.

Selama delapan hari, Danau Atapolo berwarna merah hati kemudian berganti warna ke hijau lumut. Danau ini dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat arwah-arwah jahat. Sementara itu, danau Nua Muri Koo Fai berwarna hijau tosca (kampung arwah muda-mudi) berganti dari hijau terang ke hijau tosca. Terakhir Danau Ata Mbupu berwarna hitam–sebelumnya cokelat tua–dipercaya masyarakat sebagai kampung arwah para tetua bijaksana.

Kepala Tanam Nasional Kelimutu Gatot Subiantoro mengatakan, sesuai penelitian LIPI, kandungan mineral dalam danau membuat pantulan ketiga danau bervariasi. Perubahan itu dipengaruhi pembiasan matahari, kadar garam besi, dan sulfat. Juga ada pengaruh mikroba air serta aktivitas vulkanik.

Gatot menjelaskan, awalnya Kelimutu (1.640 meter di atas permukaan laut) merupakan gunung api aktif. Gunung ini meletus terakhir pada 1886 dan meninggalkan tiga kawah berbentuk danau. Ketika itu, tiga kawah memiliki warna air berlainan, yaitu merah, biru, dan putih.

Pada 3 Juni 1968, terjadi letusan dalam danau hijau muda. Gejalanya didahului suara mendesis, disusul semburan air cokelat kehitaman mencapai ketinggian 10 meter. Itu adalah aktivitas vulkanik ke-12 kalinya sejak 1830. Menurut Gatot, danau hijau muda masih aktif sampai sekarang. Adapun dua danau lainnya tidak aktif lagi, tetapi tetap ikut berubah warna. Itulah misteri yang belum sepenuhnya tersingkap para ahli.

Warga setempat, seperti disampaikan Gatot, mengatakan warna air Kelimutu berubah-ubah selama ratusan tahun. Hanya, saat ini dua danau yang berdampingan di bagian timur, yaitu Nua Muri Koo Fai dan Ata Mbupu dikhawatirkan lenyap. Pasalnya, dinding pemisahnya makin menipis, diduga akibat peristiwa vulkanik. “Dulu, masyarakat bisa berjalan melewati dinding pemisah itu. Tapi, sekarang sudah menipis sehingga tidak bisa dilewati lagi,” papar Gatot.

Wisata Andalan

Keajaiban dan misteri keindahan Kelimutu membuat danau ini terus dibanjiri wisatawan lokal dan mancanegara. Kelimutu bukan hanya obyek wisata andalan Nusa Tenggara Timur, tetapi menjadi satu-satunya objek danau tiga warna di dunia. Kelimutu terletak di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, sekitar 66 kilometer arah utara Ende, ibu kota Ende.

Jika perjalanan dilakukan dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, sejauh 83 kilometer. Tidak sulit mencapai Kelimutu. Dari Maumere, perjalanan sekitar 3-4 jam, sewa mobil termurah sekitar Rp800 ribu. Pengunjung disarankan berangkat pada pukul 03.00 atau 04.00 WIT, hingga bisa tiba di Kelimutu sekitar pukul 06.00-08.00 WIT.

Pada jam itu merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pendakian. Tidak perlu khawatir karena jalan menuju puncak pengamatan Kelimutu tidaklah berat, sudah ada tangga-tangga dari semen. Waktu tempuh menuju puncak sekitar satu jam, tentu jika dilakukan tanpa henti.

Datang ke Kelimutu memang disarankan pagi hari. Saat Media Indonesia berkunjung April lalu, kabut baru terbuka pada pukul 10.00 WIT. Siang menjelang sore, kabut sudah datang lagi menutupi keindahan tiga danau tersebut.

Alternatif tempuh lain, berangkat dari Maumere sore hari menuju Desa Moni. Kawasan berjarak 13 kilometer dari danau itu ialah wilayah paling dekat dengan Kelimutu. Ada kafe, restoran dan 20 homestay berkapasitas sekitar 100 tempat tidur.

Moni menyuguhkan nuansa perdesaan yang sangat kental, seperti persawahan dan perbukitan hijau, sayang untuk dilewatkan. Pukul 03.00 dini hari dengan suhu 20 derajat celcius adalah waktu yang tepat untuk berangkat ke Kelimutu. Kendaraan wisatawan di parkir di pos penjagaan, kemudian berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Saat itu panorama sungguh menakjubkan, terutama saat menyaksikan matahari terbit dari celah rimbunnya pohon pinus. Setelah tiba di puncak silakan menunggu keajaiban tiga danau, begitu kabut menyingkir.

Flora dan fauna

Taman Nasional Kelimutu–tempat Danau Kelimutu berada–menyimpan potensi flora dan fauna yang dikenal langka. Ada 19 jenis burung yang terancam punah, seperti tesia timor (Tesia everetti), sepah kerdil (Pericrocotus lansbergei), kehicap flores (Monarcha sacerdotum), punai flores (Treron floris).

Sementara itu, mamalia endemik seperti landak (Hystrix brachyura brachyura), kancil (Tragulus javanicus javanicus), dan luwak (Pardofelis marmorata).

Kekayaan alam tersebut dilindungi setelah ditetapkan menjadi taman nasional pada 26 Februari 1992. Kawasan taman nasional seluas 5.356,5 hektare ini meliputi tiga kecamatan, yaitu Detusoko, Wolowaru, dan Ndona. (mediaindonesia.com/OL-5)

Potlot Adventure Selanjutnya...

Thursday, January 12, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Menikmati Pesona Kebun Raya di Bedugul

Posted: 11 Jan 2012 10:40 PM PST

BANYAK orang yang mengibaratkan Bedugul adalah mutiara terpendam karena alamnya yang sesungguhnya eksotik dan belum diketahui banyak orang. Salah satu objek wisata di Pulau Dewata yang terletak di Kabupaten Tabanan ini memang sedikit berbeda dengan objek lainnya yang ada di Bali yang pada umumnya mengandalkan kemolekan alam, terutama pantai dan harmonisnya budaya.

Di Bedugul, ada sebuah harta karun abadi, yakni sebuah Kebun Raya Eka Karya Bali, yang dibangun pada 15 Juli 1959. Kebun raya seperti ini cukup langka dengan koleksi berisi 13.584 tanaman dan berbagai jenis burung serta cerita masa lalu yang tidak akan habis dimakan usia.

Perjalanan ke Bedugul ditempuh sekitar dua jam dari ibu kota Bali, Denpasar.

Saat memasuki pintu gerbang, pengunjung akan terpesona dengan hamparan luas rumput nan hijau dan rerimbunan pohon hutan tropis. Kekayaan floranya bersanding mesra dengan sejumlah patung raksasa yang diambil dari kisah pewayangan.

Patung Jatayu, burung garuda yang membela Dewi Sinta dari cengkeraman Rahwana dalam cerita Ramayana, bisa dijumpai saat memasuki areal kebun raya yang biasa disebut Kebun Raya Bali ini. Ada juga patung Kumbakarna Laga yang tengah dikepung pasukan kera.

Awalnya, kebun yang terletak di Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, itu hanya seluas 50 hektare. Setelah mengalami renovasi, luasnya menjadi 154,5 ha, lebih luas jika dibandingkan dengan Kebun Raya Cibodas yang hanya 125 ha. Kebun raya ini hidup harmonis, melebur bersama kebudayaan masyarakat sekitar.

Begitu harmonisnya bahkan satu areal khusus Taman Panca Yadnya di dalam kebun raya itu disiapkan sebagai rumah bagi puluhan jenis koleksi tanaman untuk keperluan upacara agama Hindu.

Tumbuh-tumbuhan itu biasa digunakan untuk hiasan pura, sesajen, bahan bangunan suci dan berbagai upacara lainnya. Taman seluas 5,53 hektare ini diberi nama Taman Panca Yadnya, mengacu pada lima aktivitas utama kegiatan persembahan masyarakat Hindu di Bali.

Pertama, dewa yadnya (persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Kedua, pitra yadnya (persembahan kepada leluhur). Ketiga, resi yadnya (persembahan sebagai balas jasa kepada para pendeta atas bimbingannya), dan manusa yadnya (korban suci untuk keselamatan umat manusia). Selanjutnya butha yadnya (persembahan kepada bhuta kala).

Koleksinya tanaman bunganya berjumlah 218 jenis, berasal dari berbagai kabupaten di Bali dan yang menarik antara lain cempaka (Michelia champaca L), beringin (Ficus benjamina L), trijata (Medinilla speciosa Bl), uduh (Caryota mitis Lour), dan majegau (Dysoxylum caulostachyum) yang merupakan maskot flora Provinsi Bali.

Di dalam Kebun Raya Bali ini, kita juga akan mendapati Taman Mawar, Taman Cyathea (koleksi paku-pakuan), Taman Anggrek, Rumah Kaca Kaktus, Taman Usada (koleksi tanaman obat), Taman Begonia, Pura Batu Meringgit dan Pura Terate Bang.

Bagi yang suka petualangan di alam bebas, bisa menjajal fasilitas Treetop Adventure Park. Akan ada atraksi permainan dari pohon ke pohon yang terdiri dari lima lintasan dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

Tidak jauh berbeda dengan lokasi outbond di alam terbuka, di Kebun Raya Bali ini juga terdapat 65 jenis permainan menegangkan yang berada di lokasi ketinggian hingga 20 meter. Saat ini, Bali Treetop Adventure Park adalah yang terbesar di Asia Tenggara.

Jangan khawatir kelelahan karena harus berjalan kaki. Seluruh area Kebun Raya Bedugul ini bisa ditempuh dengan mengendarai mobil bersama keluarga. Jalannya mulus beraspal. Namun, mohon maaf, sepeda motor tidak diperbolehkan masuk.

Tiga danau

Jika kebun raya Cibodas memiliki beberapa air terjun yang memukau, Kebun Raya Bali menawarkan tiga danau yang memesona. Danau pertama yang bisa dikunjungi adalah Danau Beratan yang berada di kanan jalan menuju Singaraja. Jaraknya sekitar 300 meter dari Kebun Raya Bali.

Dua danau lagi yang bisa kita nikmati adalah Danau Buyan dan Tamblingan. Dua danau itu sudah masuk wilayah Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Danau Buyan yang berada di kiri jalan Desa Pancasari menjadi tempat terkenal untuk para pemancing karena banyaknya ikan di tempat ini. Sementara itu, Danau Tamblingan yang berjarak sekitar 5 km dari Danau Buyan harus dicapai melalui jalan menanjak dengan tikungan sangat tajam. Jalan ini berada di Bukit Pangelengan, tempat gua Jepang bekas Perang Dunia II dulu.

Namun, gua bersejarah sepanjang jalan itu tidak terlalu diperhatikan karena di tempat ini juga terdapat habitat monyet jinak. Beberapa pengunjung biasanya berhenti untuk bersembahyang di pura kecil di jalan ini, atau hanya sekadar menggoda monyet-monyet tersebut.

Suhu udara lembab sekitar 18-20 derajat celsius di tempat ini menjadikan Bedugul sebuah surga lain di Bali yang terkenal dengan objek wisata pantainya. Bedugul menjadi salah satu dari empat kebun raya yang dimiliki Indonesia saat ini.(mediaindonesia.com/OL-5)

Ke Negeri Angin Mamiri Yuk…!

Posted: 11 Jan 2012 06:40 PM PST

SATU lagi wahana wisata berkelas internasional didirikan di Indonesia. Kali ini bukannya di Jakarta atau di Jawa, yang memang sebagian warganya menjadwalkan kegiatan refreshing ini setiap bulannya. Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan telah dibangun dan bertengger megah kawasan wisata terpadu yang dikenal dengan nama Trans Studio Theme Park yang mampu menampung pengunjung hingga 10 ribu orang.

Berada di atas tanah seluas 24 hektare, selaian terdapat tempat hiburan keluarga yang dikenal dengan nama Trans Studio Theme Park, juga ada Trans Rodeo Drive yang trdiri atas dua hotel berbintang tiga dan lima. Juga ada Trans Studio Walk yang merupakan pusat perbelanjaan kelas dunia. Wow ..warga Angin Mamiri kiranya bisa berbangga.

Secara keseluruhan, Trans Studio World Makassar berada dalam area Trans Studio Resort yang berlokasi di Kawasan Bisnis Global dan Pariwisata Terpadu Tanjung Bunga. Dari pusat Kota Makassar bisa ditempuh hanya sekitar 5 menit.

Lebih hebatnya lagi, Theme Park Trans Studio World Makassar mengadopsi konsep Universal Studio di Amerika Serikat. Berisi ruang-ruang simulasi beberapa program salah satu stasiun televisi swasta atau peristiwa di Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah Tsunami Island yang mengingatkan pada suasana mencekam tsunami dan gempa bumi melanda Aceh. Ada juga Magic Museum yang berisi benda-benda hidup seperti dalam film Night at The Museum, Dunia Lain, Arung Jeram, Magic Corner, Lost City, Terror Twister, dan Water Coaster. Untuk anak-anak jika ke sini pasti merasa seperti dimanjakan.

Selain theme park, beberapa fasilitas lain yang dibangun adalah hotel, pasar swalayan, arena rekreasi pantai, fasilitas perkantoran, dan kafe. Trans Studio World mulai beroperasi pada Juni mendatang. Secara bertahap, seluruh proyek selesai pada 2010.

Untuk Trans Studio Theme Parknya yang merupakan theme park indoor terbesar yang dibangun di atas lahan seluas 2,7 hektare terinspirasi dari Disneyland dan Universal Studio yang di dalamnya terdapat 21 wahana permainan yang terbagi dalam empat zona dan tema yang berbeda. Masing-masing adalah Studio Central, Lost City, Cartoon City dan Magic Corner.

Sementara itu, di Trans Studio Walk terdapat pusat perbelanjaan kelas dunia dengan lima lantai yang dilengkapi tiga atrium pusat perbelanjaan yang akan menyediakan berbagai keperluan merek internasional. Bagi yang hobi shoping tempat ini cocok untuk mencari barang-barang produk luar tanpa harus ke luar negeri.

Tempat favorit

Dari keempat zona yang ada di theme park tersebut, yang menjadi favorit para pengunjung adalah zona Magic corner. Pada zona ini bertemakan suasana magis dan penuh sensasi bagi para pengunjung.

Di zona tersebut terdapat empat jenis permainan yang seru, yaitu magic roal coaster, putar petir, dragon tower dan wahana dunia lain yang merupakan ikon acara misteri di Trans.

Selain, Zona Magic Corner, wahana yang juga paling banyak digemari para penunjung theme park tersebut adalah Lost City, yang menampilkan petualangan menegangkan ala Indiana Jones dengan wahana bernama jelajah, si bolang dan hutan wisata.

Ada juga wahana yang membuat para penunjung bisa merasakan bagaimana menjadi seorang bintang dan mengetahui rahasia di balik layar tayangan-tayangan di televisi. Zona tersebut diberi nama Studio Central.

Bagi yang membawa anak, dapat bermaian di zona yang bernama Cartoon City, yang merupakan dunia penuh warna, fantasi dan keajaiban. Di tempat yang dikhususkan bagi anak-anak tersebut bisa bermain dengan ceria, bahkan bagi orang tua yang ingin mengenang masa kecil mereka.

Trans Studio yang dibangun atas kerja sama Trans Coorporate dan Grup Kalla dengan investasi awal sebanyak Rp1 triliun tersebut didesain oleh John Stevenson yang dikenal sebagai sutradara Kung Fu Panda.

Yang penting diketahui bagi mereka yang akan berkunjung ke Trans Studio Theme Park adalah, di dalam studio tersebut tidak berlaku uang tunai, untuk menikmati semua jenis permainan yang ada dalam Theme Park menggunkan kartu mikrochip yang disebut studo pass yang merupakan tukar digital yang pertama kali digunakan di dunia dan pertama kalinya digunakan di Makassar.

Bahkan informasinya wahana rekreasi serupa seperti Disneyland baru akan menggunakannya 2010 mendatang. Untuk masuk ke theme park, setip kepala harus memiliki studio pass dengan saldo minimal Rp100 ribu. Dari saldo tersebut, Rp10 ribu untuk free pass masuk, sisanya Rp90 ribu untuk bermain diwahana yang tersedia di theme park tersebut sesuai pilihan dari 21 wahana permainan yang ada. Mau mencoba berbagai wahana itu?(mediaindonesia.com/OL-5)

Potlot Adventure Selanjutnya...

Wednesday, January 11, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Wisata Ramah Lingkungan di Wana Wisata Baturaden

Posted: 10 Jan 2012 10:29 PM PST

ANDA pecinta alam? Sebuah tempat rekreasi yang cocok untuk Anda adalah Wana Wisata Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hamparan keindahan alam hutan dengan fasilitas arena perkemahan berdaya tampung 100 tenda tersaji di tempat ini. Letaknya berjarak 2km dari lokawisata Baturaden.

Luas Wana Wisata Baturaden mencapai 69,3 hektare dan memiliki tiga jalur jungle tracking dengan jarak tempuh beragam. Ada jalur Rasamala (2km), jalur Damar (3km), dan jalur Palawi (6km). Semuanya dirangkai dengan konsep back to nature.

Petugas Wana Wisata akan memandu kelompok pengunjung (minimal 15 orang) untuk berkeliling hutan. Pengunjung akan dibawa menyaksikan aneka flora dan fauna dengan menyusuri semak belukar dan sungai kecil sambil menikmati aroma pohon damar dan pinus.

Di tengah perjalanan saat melintasi hutan, pengunjung akan disuguhkan dengan makanan dan minuman ringan khas pedesaan. Pengunjung juga berkesempatan mendapat info tentang pengelolaan hutan damar secara lestari.

Pengunjung yang ingin menikmati keindahan lingkungan Wana Wisata lebih lama bisa memilih fasilitas perkemahan, yaitu Camping Grounds. Biaya sewa perkemahan sudah temasuk peralatan perkemahan.

Luas bumi perkemahan Baturaden mencapai 30 hektar dengan ketersediaan fasilitas pendukung seperti sarana air bersih, dan gedung pertemuan Kerti Wana dengan daya tampung 500 orang.

Bila ingin berloahraga tersedia lapangan tenis dan jalan-jalan setapak yang akan mengarahkan pengunjung saat melakukan olahraga lintas alam di tengah hutan damar yang tertata dengan rapi. Tersedia pula cagar alam dan pembibitan tanaman produksi seperti cemara, pinus dan lainnya. (baturraden.info/*/X-13)

Ayo Plesiran ke Dayu Alam Asri yang Memesona

Posted: 10 Jan 2012 06:37 PM PST

TAMAN Dayu Alam Asri hadir sebagai daerah wisata dengan konsep objek wisata keluarga yang menyediakan aneka fasilitas untuk anak-anak, remaja, serta orang tua. Suasananya diselimuti dengan atmosfir pedesaan dengan perpaduan unsur hiburan dan pendidikan.

Dayu Alam terletak di Desa Dayu, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, atau 20 km dari Solo. Sederetan pepohonan jati menghiasi kawasannya yang mencapai lima hektare. Fasilitasnya antara lain mini zoo, wahana bermain dan ketangkasan, agrowisata, resort, pendopo pertemuan, gazebo, kolam renang lengkap dengan arena luncurannya, serta tempat makan.

Pada wahana mini zoo terdapat koleksi hewan-hewan hidup yang terpelihara dengan baik. Selain sebagai kebun binatang, fungsi lain dari mini zoo adalah sebagai tempat penangkaran beberapa jenis hewan yang dipelihara tersebut.

Anak-anak bisa bermain dan belajar tentang tata cara berlalu lintas yang baik di arena wisata tanah lalu lintas. Tentunya dengan cara penyampaian yang mudah dicerna. Kolam renang yang dilengkapi luncuran berwana cocok menjadi tempat bermain air untuk anak-anak.

Bagi yang menyukai tantangan bisa mampir ke wahana flying fox yang terletak di atas sungai selebar 50m. Menyusuri sungai Dayu menggunakan perahu kano juga tak kalah serunya. Aktivitas air lainnya bisa dilakukan di sungai Dayu adalah memancing.

Sebuah areal pertanian organik juga tersedia sebagai objek wisata alam dan wisata agro. Beraneka sayur-mayur dan buah-buahan tumbuh dengan subur tanpa adanya kontaminasi bahan kimia yang berbahaya. Pupuk yang digunakan pun juga merupakan pupuk organik. Bila ingin menikmati pesona Dayu Alam Asri lebih lama tersedia pula fasilitas penginapan. (promojateng-pemprovjateng.com/*/X-13)

Mengenal Alam dengan Berwisata di Sulawesi

Posted: 10 Jan 2012 06:15 PM PST

TAK ada habisnya membicarakan keindahan alam Indonesia. Begitu banyak tempat wisata menonjolkan sisi natural panorama tanah air yang memukau. Salah satunya objek wisata alam Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Keindahan alam yang terhampar di kawasannya dijamin mampu membuat pengunjung terpana, khususnya mereka yang mencintai wisata di alam bebas.

Lokasi taman berada pada dua wilayah kabupaten dan dua wilayah propinsi, yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Beberapa objek wisata yang tersedia di taman, diantaranya:

Habitat Maleo Keberadaan maleo (Macrocephalon maleo) merupakan aset berharga bagi nusantara maupun dunia. Objek wisata ini berpotensi mengalami pengembangan untuk kategori wisata minat khusus berupa bird watching. Hewan Maleo bisa dijumpai di dua lokasi, yaitu di Tambun dan di Muara Pusian.

Air Terjun Sungai Tumpah

Kawasannya merupakan habitat beragam jenis burung endemis. Saat menyusuri jalan menuju air terjun, pengunjung akan ditemani kicauan burung-burung khas Sulawesi. Nikmati pula Air Terjun Lombongo dengan tawaran panorama alam dan keindahan hutan yang hijau.

Puncak Bukit Linggua

Pengunjung bisa hiking ke puncak bukit Linggua. Dari puncak Bukit Lingga pengunjung bisa memandangi hamparan hijau kawasan taman nasional serta wilayah pemukiman warga sekitar. Pengunjung juga bisa melakukan aktivitas fotografi.

Pemandian Air Panas Lombongo

Sebagian besar pengunjung menghabiskan waktu mereka di pemandian air panas. Tiap tahunnya jumlah wisatawan meningkat. Pemandian dilelola oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolongo. Biasanya pengunjung berlanjut ke Sungai Boliohuto untuk berendam.

Objek wisata alam lain yang tidak boleh lupa dikunjungi adalah Gua Batu Berkapur yang memiliki keindahan stalaktit dan stalaknit. Taman nasional ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti penginapan, tempat makan, kafe, kolam renang air panas, dan ruang pertemuan untuk berdiskusi.

Selengkapnya bisa dilihat pada situs: http://boganinaniwartabone.dephut.go.id (*/X-13)

Potlot Adventure Selanjutnya...