Wednesday, January 4, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


7 Tempat Wisata Andalan Kendal

Posted: 04 Jan 2012 05:27 PM PST

DARI sekian banyak tempat wisata di Indonesia, tujuh di antaranya ada di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Mulai dari pantai, air tejun, goa hingga wisata buatan bisa Anda kunjungi satu persatu. Seperti apa tempatnya ? Yuk kita mulai perjalanannya.

1. Air Terjun Curug Sewu

Tempat pertama yang harus Anda kunjungi adalah Air Terjun Curug Sewu. Air terjun ini memiliki 3 air tejun yang masing-masing tingginya adalah 45 meter, 15 meter dan 20 meter.

Di sekitarnya juga ada taman rekreasi, kebun binatang, panggung hiburan, kereta mini, jet coaster dan kolam renang. Air Terjun Curug Sewu terletak di Desa Curug Sewu, Kecamatan Patean, berjarak 40 km dari kota Kendal lewat Weleri atau Sukorejo.

2. Pantai Sendang Sikucing

Pantai Sendang Sikucing adalah tempat yang paling tepat untuk menyaksikan matahari terbit dan tenggelam. Di pantai indah Kecamatan Rowosari ini telah ada rumah makan terapung, panggung terbuka, perahu tradisional dan becak air.

3. Pemandian Air Panas Gonoharjo

Objek wisata yang satu ini bisa Anda temukan di lereng Gunung Ungaran, sekitar 40 km dari kota Kendal, lewat kota Kaliwungu. Di sini ada beberapa sumber air panas yang memiliki latar belakang alam yang indah.

Berbagai fasilitas pun kini mulai dikembangkan. Kolam renang, kafetaria, taman bermain dan tempat air panas berbelerang adalah bagian dari Pemandian Air Panas Gonoharjo.

4. Goa Kiskendo

Sebelum masuk ke mulut goa yang curam, Anda akan menyusuri jalan berbatu. Di dalamnya terdapat goa-goa kecil seperti Goa Lawang, Goa Pertapaan, Goa Tulangan, Goa Kempul dan Goa Kampret. Untuk cekungan anak sungai dikenal dengan nama Kedung Jagan.

Goa Kiskendo terletak di Desa Trayu, Kecamatan Singorojo, 15 km ke arah selatan dari kota Kendal lewat kota Kaliwungu.

5. Pantai Jomblom

Tidak sulit menemukan tempat wisata di Kecamatan Cepiring ini. Ada banyak transportasi umum yang menuju ke Pantai Jomblom dan juga bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi sekitar 10 km dari Kota Kendal.

6. Perkebunan The Medini

Letaknya tidak jauh dari pemandian air panas Gonoharjo Limbangan dan perkebunan karet Merbuh, Getas Kecil di Kecamatan Singorojo atau perkebunan kopi Sukomangli Kecamatan Patean.

Tempat-tempat ini sering dikunjungi wisatawan mancanegara asal Jepang dan Belanda untuk bernostalgia. Areal perkebunan di Merbuh juga terdapat kawasan bumi perkemahan yang selalu ramai pada waktu liburan sekolah.

7. Wisata Buatan

Ada tiga lokasi wisaata Buatan di Kendal. Kolam Renang Tirto Arum di Jalan Soekarno Hatta, Kampung Jowo Sekatul Limbangan di Desa dan Argo Wisata Ngebruk di Desa Sidokumpul. (kendalkab.go.id/*/X-13)

Ajak Anak Anda ke Little Farmer

Posted: 03 Jan 2012 05:49 PM PST

SEBAGAI orang tua sudah kewajiban untuk memanjakan, menyayangi dan mendidik sang buah hati. Salah satu bukti rasa sayang terhadap anak bisa ditunjukan dengan mengajak mereka ke wahana permainan yang juga dilengkapi dengan unsur pendidikan.

Sebuah wahana khusus anak-anak yang terletak di Jalan Kolonel Matsuri no. 339, Kabupaten Bandung Barat, bernama Little Farmer bisa menjadi pilihan. Little Farmer merupakan tempat yang berupaya memperkenalkan dunia pertanian kepada anak-anak menggunakan metode menarik dan menyenangkan.

Contohnya melibatkan mereka dalam proses beternak dan bertani yang dibarengi dengan berbagai aktivitas yang akan membuat mereka senang dan tanpa diselimuti kebosanan. Tujuannya adalah agar anak-anak bisa menyerap ilmu dari para tutor secara mudah dan tetap menikmati apa yang mereka kerjakan..

Mengajak anak-anak mengikuti kegiatan bercocok tanam bisa memberikan pemahaman kepada mereka agar lebih bersyukur atas nikmat Tuhan melalui karunia alam yang telah diberikan.

Di atas lahan seluas 28 hektare, Little Farmer memiliki 25 kandang sapi, 100 kandang kelinci dan belasan kandang hamster. Selama perjalanan berkeliling anak-anak akan mendapat info tentang ternak yang ada di kandang melalui bimbingan instruktur berpengalaman.

Misalnya saat berada di kawasan peternak sapi. Sambil sang instruktur menerangkan bagaimana cara memamahbiak hewan, anak-anak bisa mencicipi susu sapi murni. (*/X-13)

Rumah Boedi Tawarkan Atmosfir Kebudayaan Jawa

Posted: 03 Jan 2012 05:27 PM PST

BILA hendak mengunjungi Candi Borobur di Yogyakarta dan ingin mencari penginapan yang berjarak tak jauh di sekitarnya, Anda bisa memilih Rumah Boedi Private Residence Villa Borobudur. Suasana kebudayaan Jawa sangat terlihat menonjol di dalam penginapannya.

Villa di penginapan ini dibuat menyerupai rumah Joglo. Taman yang asri, gemericik air terjun dan kolam ikan menambah kesempurnaan lingkungan penginapan. Ditambah lagi dengan pemandangan bukit-bukit, persawahan dan sungai yang mempesona. Tak heran Rumah Boedi cukup terkenal di kalangan wisatawan.

Sebagai penginapan pribadi yang juga menyediakan fasilitas untuk kunjungan tamu, Rumah Boedi juga difungsikan sebagai tempat untuk pelestarian kebudayaan lengkap dengan fasilitas pendukungnya.

Kegiatan yang kerap dilangsungkan antara lain, pameran kebudaaan lokal, tempat rapat, galeri, serta acara-acara untuk memperkenalkan kebudayaan lokal agar bisa diterima dikalangan nasional dan internasional.

Beberapa fasilitas yang tersedia dalam kamar hotel, diantaranya AC, LCD TV, shower, hair dryer, dan guest amenities. Sedangkan untuk servis hotel, pengunjung mendapatkan fasilitas free wirelsess internet, pengamanan 24 jam, parkir gratis, laundry, paket tur, dan beberapa servis lainnya.

Tersedia pula pilihan paket-paket seperti Honeymoon Packages, Jogja Surronding Packages, Golf Packages, dan Cycling Tour. Info selengkapnya bisa didapatkan di http://rumahboediborobudur.com.(*/X-13)

Potlot Adventure Selanjutnya...

Tuesday, January 3, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Situ Gunung, Wisata Alam yang Memesona

Posted: 03 Jan 2012 04:50 PM PST

TAMAN Wisata Alam Situ Gunung cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi bagi anda yang ingin menikmati keindahan alam. Terletak di kaki Gunung Pangrango pada ketinggian 950 รข€" 1.036 meter dari permukaan laut dan masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Kondisi iklim dan curah hujannya membuat daerah wisata taman menjadi sejuk. Topografi kawasannya datar, bergelombang dan berbukit.

Beberapa hal yang bisa dinikmati dikawasannya antara lain Telaga Situgunung, sebuah telaga buatan dengan panorama indah yang dikelilingi bukit dan hutan damar. Lalu ada Curug Cimanaracun dan Curug Sawer, dua buah curug atau air terjun yang tak kalah indahnya,

Anda juga bisa menikmati keindahan alam sambil melakukan kegiatan seperti mendaki gunung, memancing, mengabadikan pemandangan alamnya, bersampan dan masih banyak lagi.

Taman menyediakan 4 buah pesanggrahan dan sebuah gedung serbaguna dengan kapasitas mencapai dua ratus orang. Terdapat pula areal perkemahan seluas 5 hektar dengan fasilitas lengkap. Seluruh lokasi dihubungkan dengan jalan setapak dan petunjuk jalan yang mudah dimengerti.

Bila Anda merasa lapar anda bisa mengunjungi rumah makan dan kafetaria yang tersedia di kawasan taman. Sebelum pulang jangan lupa mampir ke kios-kios cinderamata untuk membeli oleh-oleh.

Taman Wisata Alam Situ Gunung berada di kecamatan Kadudampit, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. Dari kota Sukabumi bisa digapai dengan jarak tempuh sekitar 15 kilometer atau sekitar 30 menit berkendara. Sedangkan dari Jakarta berjarak sekitar 100 km dan dari Bandung berjarang sekitar 105 km. (*/X-13)

Menikmati Surga Bawah Laut Pulau Menjangan

Posted: 03 Jan 2012 04:44 PM PST

SAAT berlibur di Bali sempatkan diri Anda berkunjung ke Pulau Menjangan yang kerap dijadikan sebagai tempat favorit wisatawan karena pemandangan biota bawah lautnya yang begitu indah. Konon keindahannya termasuk salah satu yang terindah di dunia.

Keindahan karangnya mampu menarik wisatawan untuk melakukan penyelaman, khususnya wisatawan asing.Biasanya wisatawan menyebrang ke Pulau Menjangan di pagi hari dan kembali ke Pulau Bali pada sore hari menggunakan perahu motor dengan waktu sekitar 30 menit.

Bila ingin menyelam untuk menikmati kehidupan bawah laut namun belum pernah melakukan penyelaman sebelumnya, tersedia pemandu menyelam yang sudah berpengalaman.

Sebagian besar wisatawan berasal dari Eropa, seperti Belanda dan Prancis dan sebagian lainnya dari Asia seperti Korea dan Jepang. Untuk wisatawan domestik jarang ditemukan. Wisatawan lokal yang datang biasanya tidak menyelam, hanya sekedar menikmati keindahan bawah laut dari atas perahu yang dilengkapi dengan kaca pada bagian bawahnya.

Penamaan pulau dikarekan banyak dijumpai hewan menjangan di kawasannya. Namun sayangnya populasi mereka berkurang akibat perburuan tak bertanggung jawab. Sebagai upaya melindungi habitatnya pemerintah setempat melakukan konservasi dengan memasukan Pulau Menjangan kedalam zona Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Pulau Menjangan bisa digapai melalui Labuhan Lalang yang menjadi tempat penyeberangn. Anda bisa menyewa sebuah perahu selama lima jam dengan harga sekitar Rp 250.000. Kapasitas perahu adalah 12 orang. Bagian bawah perahu terbuat dari kaca sehingga anda bisa menikmati keindahan bawah laut selama perjalanan. (*/X-13)

Indahnya Alun-alun Kota Wisata Batu Jatim

Posted: 03 Jan 2012 04:39 PM PST

ALUN-ALUN Kota Wisata Batu Jatim layaknya bunga di tengah taman yang mempesona. Kepopulerannya sebagai tempat terindah di kawasan Asia Tenggara, mampu menarik banyak wisatawan untuk berkunjung.

Keberadaan alun-alun sudah ada sejak zaman kerajaan Singosari, namun baru direnovasi dan diresmikan pada Maret 2011 silam. Saat ini alun-alun menjadi trade mark di Kota Wisata Batu. Kunjungan wisatawan yang melimpah tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.

Sebagai tempat yang tepat untuk menghabiskan waktu santai bersama keluarga, Alun-alun Kota Wisata Batu dilengkapi dengan fasilitas tempat duduk eksklusif beratap transparan pada beberapa area dimana Anda bisa menyaksikan panorama alun-alun yang indah.

Bila ingin menikmati keindahan Kota Wisata Batu dan sekitarnya dari ketinggian, bisa menaiki “Bianglala” yang memiliki ketinggian lebih dari 60m. Melalui Bianglala yang berputar secara perlahan, Anda bisa melihat hamparan pegunungan, hijaunya tanah hutan, ladang pertanian, bangunan rumah penduduk dan objek wisata lainnya.

Untuk anak-anak tersedia playground yang dilengkapi dengan ayunan, lorong-lorong, dan air mancur dari dasar tanah. Bermacam replika binatang seperti kelinci, singa, sapi perah, dan gajah tersebar di kawasannya. Pada malam hari replika tersebut tampak menyala terang dengan lampion.

Pada pintu masuk sebelah timur terdapat media TV berukuran besar yang biasanya menyajikan acara seperti live music, pertandingan Sepakbola, MotoGP, Formula, dan lainnya. Sedangkan pada tengah area alun-alun tersedia Wifi untuk pengunjung yang ingin bersantai sambil mengakses internet.

Tersedia pula sarana toilet umum berupa gedung berbentuk Apel yang cukup bersih dan layanan informasi pariwisata secara umum di Gedung Strawberry yang berada di ujung paling barat alun-alun. (wisatamalang.com/X-13)

Ayo Mengunjungi Penangkaran Penyu di Pulau Penyu

Posted: 03 Jan 2012 04:32 PM PST

SATU lagi objek wisata di Pulau Bali, yang bisa menjadi pilihan saat berlibur adalah Pulau Penyu. Ini merupakan sebuah pulau yang dijadikan sebagai tempat penangkaran penyu. Sejumlah penyu dengan jenis berbeda banyak dijumpai di kawasan ini.

Tak hanya bisa melihat penyu-penyu secara langsung, pengunjung juga bisa memperoleh informasi seputar penyu. Jenis penyu yang dikembangbiakan di pulau ini diantaranya penyu hijau, penyu sisi dan penyu lekang.

Untuk jenis penyu lekang terbilang unik karena saat masih bayi mereka berwarna hijau kehitaman, namun ketika mencapai usia sekitar 5 tahun kulitnya akan berubah menjadi keputihan.

Penyu yang dikembangbiakan ditaruh dalam kolam terpisah sesuai dengan usia mereka. Kolam terbesar dihuni oleh induk-induk penyu jenis penyu hijau dan penyu sisik yang berumur di atas 35 tahun. Yang menjadi pembeda antara keduanya adalah cangkang mereka.

Tak hanya penyu yang bisa dijumpai di kawasannya. Ada pula binatang seperti landak, burung elang laut, elang gunung, 3 ekor iguana, beberapa pasang kelelawar, burung rangkok betina, ular dan burung nuri beraneka warna. Pengunjung bisa mengabadikan foto bersama hewan-hewan tersebut karena sebagian besarnya sudah jinak.

Pulau penyu juga dilengkapi dengan rumah makan dan toko yang menjual bermacam pilihan cinderamata dan cangkang penyu yang berganti kulit.

Bila ingin berkunjung ke Pulau Penyu, pengunjung bisa mengakses melalui Tanjung Benoa dengan menyewa Glass Bottom Boat seharga Rp 250.000/orang (minimal 2 orang). Durasi perjalanan hanya sekitar 15-20 menit.

Selama perjalanan pengunjung akan dimanjakan dengan panorama kehidupan bawah laut Tanjung Benoa yang bisa dilihat melalui kotak bening panjang menyerupai akuarium pada bagian tengah kapal. Agar ikan-ikan berdatangan mendekati kapal, awak kapal mensiasati dengan menebarkan serpihan roti di sekitarnya. (tanjungbenoabali.com/*/X-13)

Menikmati Keindahan Pulau Buton

Posted: 02 Jan 2012 07:19 PM PST

SAAT berada di Kendari, Sulawesi Selatan, jangan lupa singgah ke Pulau Buton yang menawarkan keindahan panorama laut dan pantai putihnya. Pulau Buton merupakan satu-satunya pulau di negeri ini yang menghasilkan aspal alam terbesar.

Bila ingin mengunjungi pulau Buton bisa menggunakan ferry di dermaga Kendari yang langsung mengarah ke Buton dengan jarak tempuh mencapai 4 jam. Namun Anda harus memesan tiket sehari sebelumnya karena biasanya dipadati penumpang.

Pulau Buton memiliki ibukota bernama kota Bau-Bau. Penduduk setempat menyebut diri mereka sebagai ‘orang buton’ atau dalam bahasa setempat disebut sebagai ‘wolio’ yang berasal dari kata ‘welia’ yang berarti orang yang menebas hutan.

Konon, nenenk moyang awal orang Buton, Syahdan, datang dari wilayah Johor Malaysia yang berlayar dipertengahan abag 13. Mereka masuk melalui selat Malaka dengan menyusuri laut Jawa, hingga akhirnya sampai dan menetap di wilayah ini. Setibanya di sini mereka membangun pemukiman di garis pantai.

Hasil laut Buton sangatlah melimpah sehingga memberikan kentungan warga selama mencari nafkah sebagai nelayan di laut. (*/X-13)

Makan Malam di Pinggir Pantai Jimbaran

Posted: 02 Jan 2012 05:57 PM PST

PANTAI merupakan andalan utama pariwisata Bali yang selalu berhasil memikat wisatawan lokal maupun asing. Salah satunya, Pantai Jimbaran, yang dijadikan pilihan sebagai tempat untuk melangsungkan makan malam bersama pasangan atau angggota keluarga.

Sedereta restoran bisa dijumpai di kawasannya. Restoran menyajikan hidangan laut dengan penawaran harga beragam, mulai dari restoran milik hotel bintang lima hingga restoran tradisional dengan harga terjangkau.

Berkunjunglah pada waktu sore menjelang malam hari. Sambil menyantap makan malam, anda bisa sekaligus menikmati pemandangan matahari terbenam di pinggir pantai dengan kaki langsung menyentuh pasir.

Saat malam tiba anda akan ditemani alunan musik dari pemusik keliling yang memainkan lagu bernuansa romantis yang akan memperindah suasana.

Sebelumnya kawasan Jimbaran adalah kampung nelayan dan pertanian yang mana sebagian besar masyarakat setempatnya bekerja dari hasil alam. Namun kini Jimbaran berubah menjadi salah satu spot wisata favorit di Bali sehingga pendapatan penduduk diperoleh melalui industri pariwisata.

Pantai Jimbaran berada di Kabupaten Badung, Kuta Selatan. Dari Bandara Internasional Ngurah Rai hanya berjarak 15 menit, sedangkan dari Legian dan Seminyak memakan waktu selama 20 menit. (*/X-13)

Potlot Adventure Selanjutnya...

Monday, January 2, 2012

[New post] Lima Buku Misterius di Dunia


[New post] Lima Buku Misterius di Dunia Selanjutnya...

[New post] Lima Toko Buku Terunik di Dunia


[New post] Lima Toko Buku Terunik di Dunia Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Misool, Pulau Terindah di Dekat Sorong

Posted: 02 Jan 2012 04:50 PM PST

wisatanesia.com

PULAU di dekat kota Sorong ini adalah salah satu yang terindah di daerah Raja Ampat. Wilayahnya terbagi atas dua bagian, Misool Timur Selatan dan Misool Barat, letaknya pun berbatasan dengan Laut Seram.

Daerah ini memiliki keanekaragaman budaya, adat, laut dan darat yang begitu terkenal di dunia. Misool termasuk daerah segitiga karang dunia. Puluhan ikan hias pun banyak ditemukan di sini atau setidaknya ada sekitar 75% di dalam laut.

Ini merupakan wilayah laut lepas yang sangat luas, sekaligus menjadi jalur terpenting bagi ikan paus dan gurita melintas. Menurut informasi dari warga setempat, gurita sering terlihat di malam hari sedangkan ikan paus di siang hari.

Jangan heran jika Anda akan menemukan hewan-hewan laut besar lainnya di Pulau Misool yang mungkin sudah dikategorikan punah di dunia. (*/X-13)

Menikmati Keindahan Bandung di Saung Panineungan

Posted: 02 Jan 2012 04:38 PM PST

wisatalembang.com

SAAT singgah di Bandung rasanya tak lengkap tanpa melakukan wisata kuliner khas Bandung yang kental akan unsur Sunda lengkap akan pemandangan alamnya yang indah. Untuk mewujudkannya Anda bisa mengunjungi objek wisata kuliner dan wisata alam Saung Panineungan yang cukup terkenal di kawasan Lembang.

Sambil berwisata kuliner Anda bisa sekaligus menikmati pemandangan Bandung yang indah, khususnya pada malam hari. Udara di Saung Panineungan cukup dingin karena terletak pada ketinggian 700m di atas permukaan air laut.

Suasana yang tersaji di Saung Panineungan akan membuat Anda merasa sangat rileks dan segar sehingga mampu membantu untuk menghilangkan kepenatan pikiran Anda akan kehidupan hiruk pikuk perkotaan.

Beraneka ragam pilihan makanan tersaji di Saung Panineungan yang dijamin bisa memanjakan lidah dan selera makan Anda. Diantaranya nasi timbel komplit, ayam goreng beserta lalapan, pepes ikan air tawar dan pepes ayam, ikan asin, sambal, dan tak ketinggalan bermacam minuman mulai dari jus hingga soft drink.

Tersedia pula fasilitas flying fox untuk remaja dan anak-anak sehingga mereka tidak akan merasa bosan. Suatu keharusan menjadikan tempat ini sebagai salah satu referensi tujuan kuliner wisata lembang.

Saung Panineungan terletak di belakang Padepokan Madani yang termasuk dalam kawasan Desa Cibodas, Kecamatan Lembang Bandung. (*/X-13)

Trowulan, Kota Klasik di Jawa Timur

Posted: 02 Jan 2012 04:32 PM PST

SATU dari sekian banyak tempat sejarah berada di Jawa Timur. Trowulan adalah satu-satunya situs kota klasik di Indonesia yang menjadi warisan kebesaran kerajaan Majapahit. Ya, inilah situs Kerajaan Majapahit dari masa abad XIII s/d XV Masehi.

Situs dan Museum Purbakala Trowulan berlokasi di Trowulan, Mojokerto. Situs ini pertama kali muncul dalam literatur berjudul ‘History of Java I‘ yang ditulis Sir Stamford Raffles pada tahun 1817.

Raffles sendiri mengatakan bahwa nama Trowulan berasal dari Trang Wulan atau Terang Bulan. Namun, saat ditemukan seluruh situs ini tertutup hutan jati yang cukup lebat, sehingga dia tidak dapat terlihat sebagai sebuah kota yang klasik.

Situs kota klasik Trowulan dibangun dengan pola ruang kanal air yang diduga ada hubungannya dengan konsep mandala, sebagai acuan dan dasar pembagian kosmologis kota ini.

Kolam Segaran misalnya, yang berfungsi sebagai telaga di tengah kota. Berdasarkan sketsa rekonstruksi Kota Majapahit dan foto udara, kota klasik ini memiliki sistem kanal pengairan untuk drainase dan pasokan air yang dibuat dalam garis lurus memanjang dari barat laut ke tenggara dan dari timur laut ke barat daya.(indonesia.travel/*/X-13)

Ayo Liburan Sambil Belajar Menjadi Warga Desa

Posted: 02 Jan 2012 04:19 PM PST

TIDAK usah jauh-jauh mengajak keluarga Anda berlibur untuk melepas kepenatan dari kehidupan perkotaan. Berkunjunglah ke Desa Cinangneng di Jalan Babakan Kemang, Kecamatan Ciampea, Bogor.

Desa Cinangneng merupakan salah satu desa di Jawa Barat yang masih menyimpan dan memelihara adat dan tradisi di tengah maraknya era globalisasi. Di sini Anda bisa menemukan kesenian khas Indonesia seperti wayang kulit, tarian adat Sunda, hidangan khas, bahkan upacara dan ritual bertani dan berkebun.

Anda bisa mengikuti Tour Poelang Kampung dengan serangkaian kegiatan seperti membungkus nasi timbel, membuat wayang dari daun singkong, belajar tari jaipong, belajar gamelan hingga membuat kue bugis dan kue putu. Yang tak kalah unik adalah jalan-jalan berkeliling kampung sambil belajar menjadi warga desa.

Perjalanan berdurasi satu jam dengan berjalan kaki. Anda akan diperkenalkan dengan aneka jenis tanaman, diajak melihat persawahan, dan menuju ke pabrik tahu untuk melihat pembuatan tahu kuning.

Setelahnya Anda akan diajak berkunjung ke rumah warga untuk beristirahat sejenak. Anda akan disuguhkan dengan minuman teh dan gorengan. Perjalanan berakhir di penginapan Desa Cinangneng, HB Guest House. Anda bisa melanjutkan kegiatan seperti menanam padi di sawah dan memandikan kerbau di sungai yang ada pada bagian belakang penginapan.

Kegiatan Tour Poelang Kampoeng memang nampak padat. Namun semuanya bisa dilakukan seharian tanpa harus menginap. Untuk melakukan tur, jumlah rombongan yang ikut serta minimal berjumlah 20 orang. (*/X-13)

Menikmati Lautan Pasir di Bromo

Posted: 02 Jan 2012 04:13 PM PST

KEINDAHAN lautan biru bisa Anda jumpai di banyak tempat. Namun keunikan pemandangan berupa lautan pasir seluas 5.250 hektarE hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Bromo Tengger. Taman ini juga merupakan satu-satunya kawasan konversi di Indonesia dan memiliki sekitar 137 jenis burung, 22 jenis mamalia dan 4 jenis reptilian.

Kawasan Taman Nasional terletak di 4 Kabupaten yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang. Selain itu berada pada ketinggian sekitar 2.100m dari permukaan laut dengan keindahan alam yang mempesona dan didominasi oleh pegunungan.

Pada hamparan laut pasirnya, terdapat tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang. Meski mengetahui Gunung Bromo berbahaya, Suku Tengger yang merupakan suku asli penghuni kawasan gunung, tak pernah beranjak dari tempat tinggalnya.

Begitu pula dengan wisatawan yang tak berhenti datang berkunjung. Pemandangan alamnya yang sangat mempesona terlalu sulit untuk diabaikan.

Selain melihat matahari terbit, pengunjung bisa menyaksikan atraksi budaya Suku Tengger dengan segala keunikan kehidupan mereka yang justru menjadi daya pikat tersendiri. Salah satunya adalah upacara kasodo dan karo yang dilakukan besar-besara tiap tahunnya.

Sambil menikmati panorama alam yang menawan, pengunjung juga bisa berkemah dan melakukan pengamatan satwa/tumbuhan. Waktu yang baik untuk berkunjung adalah bulan Juni-Oktober dan bulan Desember-Januari. (wisatamalang.com/*/X-13)

Ayo Melihat Koleksi Keraton Sumenep di Museum

Posted: 02 Jan 2012 04:06 PM PST

DI Jalan Dr. Sutomo, Sumenep atau tepatnya di belakang Keraton Sumenep terdapat sebuah museum yang menyimpan beragam peninggalan bersejarah para bangsawan Sumenep.

Koleksi yang tersimpan di antaranya adalah kereta keraton buatan abad ke-18, keramik dari Dinasti Ming, naskah kuno, peralatan pertanian dan nelayan kuno, prasasti, arca, keris, tombak, pedang, meriam dan alat-alat pribadi atau rumah tangga kerajaan.

Uniknya lagi, terdapat Alquran raksasa berukuran 4 x 3 meter dengan berat 500 kg. Alquran ini dibuat oleh seorang wanita yang bernama Yanti dari Desa Bluto pada tahun 2005. Waktu pembuatannya pun dibutuhkan selama enam bulan.

Bagian pertama museum berada di luar keraton. Ini merupakan tempat penyimpanan kereta kencana kerajaan Sumenep dan kereta kuda pemberian ratu Inggris. Hingga kini, kereta kerajaan ini masih dipakai saat upacara peringatan hari jadi kota Sumenep.

Bagian kedua museum ada di dalam Keraton Sumenep. Alat-alat untuk upacara mitoni atau upacara tujuh bulan kehamilan keluarga raja dan senjata-senjata kuno berupa keris, clurit, pistol pedang tersimpan di sini. Beragam guci dan keramik Tiongkok pun ada.

Di Museum Keraton Sumenep juga ada piring ajaib (magic rower) yang memiliki kekuatan magis, dimana nasi yang dihidangkan di atasnya tidak akan basi meskipun sudah satu minggu.

Jangan heran dengan salah satu raungan yang tidak boleh dimasuki oleh pengunjung, karena kamar itu diyakini sebagai kamar tidur raja Sumenep.

Museum Bindara Saod adalah bagian ketiga museum yang terletak di dalam keraton. Ruangan ini terdiri lima bagian yaitu teras rumah, kamar depan bagian timur, kamar depan bagian barat, kamar belakang bagian timur dan bagian barat.

Keraton Sumenep yang dikenal sebagai Potre Koneng (Putri Kuning) dibangun pada masa pemerintahan Panembahan Sumolo I tahun 1762. Arsiteknya adalah Liaw Piau Ngo dari China yang memadukan gaya arsitektur Islam, Eropa, China, dan Jawa.

Di dalam keraton pun terdapat Pendopo Agung, Kantor Koneng, dan bekas Keraton Raden Ayu Tirto Negoro yang saat ini dijadikan tempat penyimpanan benda-benda kuno. (indonesia.travel/*/X-13)

Bertemu Koleksi Satwa Langka di TN Meru Betiri

Posted: 01 Jan 2012 10:55 PM PST

BILA Anda termasuk pecinta alam, Taman Nasional Meru Betiri bisa menjadi pilihan untuk dijelajahi. Taman ini merupakan perwakilan ekosistem mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah di Jawa, serta merupakan habitat tumbuhan langka dan beberapa jenis tumbuhan bakau.

Taman Nasional Meru Betiri berada dalam wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Potensi satwa yang dimilikinya terdiri dari 29 jenis mamalia, dan 180 jenis burung. Kesemuanya dilindungi.

Yang menjadi ciri khas taman adalah keberadaan habitat penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau dan penyu ridel/lekang di Pantai Sukamade. Untuk pengembangan penyu agar mereka tidak punah, dibangun beberapa fasilitas penunjang sederhana di sekitar pantai.

Keberadaan harimau loreng Jawa yang langka juga menjadi satu hal terkenal dari taman. Satwa tersebut sangatlah dilindungi karena tak lagi ditemukan dan diduga sudah punah.

Pantai Rajegwesi termasuk objek wisata yang ada di area taman. Pengunjung bisa melakukan kegiatan seperti wisata bahari, berenang, melakukan pengamatan satwa/tumbuhan dan wisata budaya. Lalu ada Sumbersari, area seluas 192 hektar untuk melihat atraksi satwa seperti sambar, rusa, kijang, dan terdapat laboratorium alam untuk kegiatan penelitian.

Bila ingin melihat penyu yang sedang bertelur, berkemah, berselancar, atau melakukan pengamatan terhadap tumbuhan dan satwa bisa mendatangi Pantai Sukamade. Di sekitarnya tersedia penginapan memadai.

Selama perjalanan ke Sukamade anda bisa menikmati pemandangan perkebunan karet dan kakao yang sangat jarang ditemukan di dunia. Musim kunjungan terbaik ke tempat ini adalah ketika bulan Februari – Juli, setiap tahunnya.(*/X-13)

Kampung Toga, Kawasan Wisata Indah di Sumedang

Posted: 01 Jan 2012 10:33 PM PST

SAAT berada di Sumedang, sempatkan waktu Anda untuk mengunjungi sebuah kawasan wisata bernama Kampung Toga yang berada di daerah perbukitan alami dan bernuansa asri, sekitar 2km dari pusat kota Sumedang.

Motto Kampung Toga adalah ‘One Stop Adventure‘ dimana pengunjung bisa menikmati beraneka ragam kegiatan, baik kegiatan di udara, darat, maupun air.

Untuk kegiatan di udara, pengunjung bisa mengikuti olah raga Paralayang dan Gantole, baik untuk pendidikan maupun sekedar rekreasi udara. Tersedia trainner professional untuk para siswa yang ingin mengikuti pendidikan. Bagi yang ingin sekedar menikmati keindahan Kampung Toga tersedia Master Thundem.

Sedangkan untuk rekreasi keluarga di darat bisa dilakukan dengan menikmati suasana alam pegunungan, berjalan-jalan menikmati suasana pedesaan, naik sepeda gunung, atau melakukan kegiatan outbound lengkap dengan aneka fasilitas permainannya.

Fasilitas air yang tersedia adalah kolam renang dewasa dan anak-anak dengan nuansa pegunungan, pemancingan di danau buatan, serta arena untuk kegiatan Raffting (Arung Jeram).

Bila anda sudah merasa lelah dan lapar setelah melakukan kegiatan di Kampung Toga, singgahlah ke saung lesehan atau restoran bernuansa alam terbuka yang difasilitasi dengan iringan musik Sunda. Sambil bersantap pengunjung bisa menikmati pemandangan hamparan sawah dan pegunungan hijau.

Kampung Toga juga memiliki fasilitas penginapan sebanyak 20 villa dengan berbagai tipe. Selengkapnya bisa mengunjungi situs http://kampungtoga.com/(*/X-13)

Berwisata Sambil Belajar di Buperta

Posted: 01 Jan 2012 10:27 PM PST

Jambore Anak Jalanan — ANTARA

SIAPA bilang Jakarta tak punya tempat wisata berupa lahan hijau? Buperta atau Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, hadir sebagai tempat rekreasi keluarga yang menyediakan beraneka fasilitas untuk anak-anak dan keluarga yang mengandung unsur pendidikan.

Luas area Buperta mencapai 210 hektare yang terbagi menjadi area perkemahan, hutan tropis, kawasan danau dan lahan untuk beberapa bangunan. Tak banyak negara yang memiliki lahan perkemahan seluas tempat ini.

Lahannya yang terbuka memang sengaja ditujukan untuk berbagai kegiatan kepramukaan, anak-anak, pemuda dan komunitas. Keasrian lingkungannya selalu dijaga dan anda bahkan bisa menjumpai monyet-monyet bergelantungan di pepohonan.

Bila ingin melakukan perkemahan bersama keluarga namun tak memiliki peralatan berkemah yang lengkap, tersedia jasa penyewaan perlengkapan berkemah. Dengan mengajak anak anda melakukan kegiatan berkemah bisa menanamkan nilai kemandirian dalam diri mereka.

Tak ketinggalan tersedia fasilitas berupa arena outbond dan kolam renang dengan kedalaman berbeda. Ada pula Taman Lalu Lintas Saka Bhayangkara yang dijadikan sebagai tempat belajar anak-anak guna meningkatkan kedisiplinan berlalu litas dengan lingkungannya yang indah.

Taman tersebut di desain menyerupai kota Jakarta namun dengan skala yang lebih kecil. Sistem pengajarannya juga dibuat sedemikian rupa agar anak-anak mudah mencerna dan tak merasa bosan. Mereka bisa belajar sambil bermain.

Untuk memahami secara lebih jelas, anak-anak bisa langsung melakukan praktek dengan mengendarai mobil (fun car), sepeda, dan naik kereta mengelilingi kota sambil menerapkan aturan berlalu lintas yang baik. (*/X-13)

Cubadak, Pulau Indah yang belum Terjamah

Posted: 01 Jan 2012 07:51 PM PST

PULAU Cubadak yang merupakan salah satu dari puluhan pulau kecil di lepas pantai Sumatra Barat, masih belum banyak dikenal. Padahal, pulau yang dijuluki sebagai Paradiso Village ini memiliki pesona bahari yang menakjubkan.

Sejumlah villa yang menghiasi pinggir pantainya berbahan dasar kayu dengan atap dari daun palam. Bangunan villa tertata rapi menghadap ke laut. Kebanyakan perabotannya terbuat dari rotan dan kayu. Sedangkan untuk karpet, alas meja, selimutnya terbuat dari tenunan tangan.

Setiap villa terdiri atas beranda, kamar tidur, tempat tidur dengan kelambu (khusus di lantai dua), kamar mandi besar denga air panas dan dingin. Bila ingin minum, bisa mengambil langsung dari wastafel. Hal ini memudahkan wisatawan yang berkunjung ke desa.

Olahraga air yang menjadi andalan bagi para wisatawan adalah menyelam. Jika ingin melakukan penyelaman namun belum berpengalaman, tersedia instruktur bersertifikat internasional yang siap melatih dan memberikan panduan.

Aktivitas air lainnya yang sayang untuk dilewatkan diantaranya berselancar angin, berlayar, snorkeling, ski air atau naik kano. Sayangnya pulau Cubadak tidak menyediakan alat untuk kegiatan jet ski karena suara yang dihasilkan dari transportasi tersebut akan mengganggu ketenangan para tamu.

Selain menghabiskan waktu di kawasan perairannya, menjelajahi pulau juga menjadi pilihan yang tak kalah menarik. Pulau Cubadak masih memiliki hutan lebat dengan bukit runcing yang tak terlalu tinggi. Meski bukitnya bertekstur berliku, cukup terbilang aman bila anda ingin melakukan pendakian. (*/X-13)

Potlot Adventure Selanjutnya...

Anang's Blog

Anang's Blog


Knalpot Brong

Posted: 01 Jan 2012 06:39 AM PST


TEROMPET TAHUN BARUNYA ANAK MUDA JAMAN SEKARANG

Knalpot Brong

Brong... Brong... Bronggggg.... Suara memekakkan telinga itu muncul dengan tiba-tiba saat makan di sebuah warung makan mengagetkan beberapa orang yang sedang mulai menyantap hidangan di depannya. Rasa kaget dan penasaran pun timbul untuk menyelidiki ada apakah gerangan?

Ternyata suara tersebut berasal dari knalpot brong sepeda motor anak-anak muda yang sedang merayakan pergantian tahun.... Seolah mereka sedang berlomba dan bersaing knalpot siapa yang bisa menghasilkan suara paling gede. Ditunjang dengan gelora muda yang selalu ingin unjuk diri, mereka pun berkeliling jalanan kota dengan membetot gas keras-keras....

Entah apa yang mereka banggakan dari suara keras yang keluar dari knalpot motor mereka? Lha wong pabrikan motor aja berusaha mendisain knalpot yang menghasilkan suara paling halus.... Wkwkwkwk.... Konyol....

Apalagi aksi mereka menyetop jalanan untuk sekadar menampilkan aksi liar knalpot brong..... Ya! Seolah-olah mereka menjadi penguasa tunggal jalanan, tanpa menghiraukan pengguna jalan yang lain mereka tetap menarik tuas gas dalam-dalam dan bangga akan suara knalpot yang meraung-raung..... Tingkah polah mereka dalam berkendara pun zig zag kesana kemari tanpa menghiraukan keselamatan.

Ah... Jaman semakin tua, semakin gila saja dunia... Entah apalagi yang akan ditunjukkan anak cucu kita nanti dalam menyambut tahun baru..... Kita memang harus menyadari bahwa darah seni dan kreativitas mengalir di tubuh muda mereka. Tapi kita juga tidak boleh menepikan bahwa ketenangan dan kedamaian juga harus ditegakkan...

Kreativitas sih sah-sah saja, tapi asalkan tidak mengganggu orang lain..... Berkreasilah dengan bijak tanpa mengganggu hak orang lain untuk istirahat dengan nyaman tanpa gangguan suara berisik knalpot.... Hihi....

Akhir kata, selamat tahun baru buat pengunjung blog biru. Semoga beroleh sukses dan bahagia... Amin!

Anang's Blog Selanjutnya...

Sunday, January 1, 2012

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Semarang Sajikan Ragam Wisata

Posted: 01 Jan 2012 04:49 PM PST

Berkunjung ke Kota tua ini belum lengkap jika belum bertandang ke Lawangsewu, menyaksikan Klenteng Sam Po Kong dan Gereja Blenduk serta mencicipi Lumpia dan Tahu Gimbal.

Alunan merdu lagu Gambang Semarang terasa lembut di telinga menemani kedatangan saya di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah. Bangunan tua ini nampak masih kokoh berdiri dan tetap berfungsi seperti sediakala. Stasiun kereta api besar ini adalah salah satu yang tertua di Indonesia.

Dua kunjungan sebelumnya ke Ibukota Jawa Tengah ini hanya sebagai persinggahan saja, akhirnya, kali ketiga menginjakkan kaki di Semarang atas undangan Dirjen pemasaran Kementerian Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Kemanparekraf), sebuah pengembaraan singkat bisa saya lakukan, melihat dari dekat salah satu kota bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa tersebut ternyata menggoreskan kenangan.

Mungkin jika bicara sebagai kota wisata, kota ini belum sepopuler Bandung atau Yogyakarta yang menjadi destinasi wisata favorit di Jawa. Tapi percayalah, mengunjugi Semarang saat mengisi liburan adalah sebuah pilihan tepat. Wisata sejarah, kuliner, budaya, religi hingga belanja berpadu di sini.

Sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, Semarang sudah menjadi kota penting. Fungsinya sangat strategis sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat perdagangan kala itu. Sisa-sisa peninggalan masa lalu itu setidaknya bisa disaksikan di kawasan Kota Lama. Sebuah kompleks bangunan tua yang menjadi ikon wisata sejarah di Semarang.

Deretan bangunan berarsitektur masa lalu masih berdiri kokoh di sini. Beberapa gedung masih berfungsi sebagai perkantoran, hotel, rumah tinggal, hingga tempat ibadah. Salah satu bangunan paling terkenal di kota lama adalah Gereja Blenduk yang terletak di Jalan Letjend. Soeprapto nomor 32. Disebut “blenduk” lantaran gedung yang dibangun pada 1753 ini memiliki kubah sehingga dalam bahasa Jawa bentuk tersebut disebut “mblenduk” atau cembung.

Menikmati santap siang kala itu, saya memilih Toko Oen yang berada di Jalan Pemuda No 52. Toko yang sudah buka sejak 1936 ini, tidak hanya menyajikan makanan. Suasana interior Toko Oen seolah mengajak pengunjungnya kembali memasuki rumah makan pada masa sebelum kemerdekaan. Mesin ketik zaman baheula, dan seperangkat kursi kayu semakin menguatkan suasana masa silam.

Salah satu menu terkenal di toko yang kini dikelola generasi keempat dari Oen Tjoen Hoek sang pendiri, adalah menu es krimnya. Kelezatan rasa es krim tanpa pengawet di Toko Oen dijamin meninggalkan kerinduan untuk kembali mencicipinya. Toko yang awalnya menjual kue-kue kering ini pun menyajikan beragam menu masakan, mulai Eropa, Indonesia hingga aneka masakan asal Tiongkok.

Masyarakat Semarang memiliki sejarah panjang dengan bangsa Tiongkok. Hubungan keduanya telah terjalin sejak beratus tahun silam, jauh sebelum bangsa Eropa menginjakkan kakinya di sini. Adalah Zheng He/Cheng Ho seorang laksamana besar dari negeri Cina, dalam ekspedisi lautnya rombongan Cheng Ho pernah singgah di Pantai Simongan Semarang.

Salah satu bukti peninggalan lawatan laksamana muslim ini adalah bangunan yang kini menjadi Klenteng Gedung Batu (Sam Poo Kong). Klenteng yang kini berada di Jalan Simongan 129 tersebut menjadi salah satu tujuan wisata sejarah sekaligus wisata religi.

Dan, sempatkanlah untuk mengujungi Tugu Muda. Kawasan ini adalah salah satu ikon kota yang pernah berjuluk “Venice Van Java” ini. Tugu Muda berbentuk lilin ini berdiri tegak di persimpangan Jalan Sutomo, Jalan Pandanaran, Jalan Imam Bonjol,
dan Jalan Soegiopranoto. Tugu yang diresmikan pada 20 Mei 1953 tersebut dibangun sebagai monumen memperingati perjuangan masyarakat Semarang dalam pertepuran lima hari pada 15-20 Oktober 1945 melawan tentara Jepang.

Berdekatan dengan Tugu Muda ada Gedung Lawang Sewu yang tak boleh dilewati. Bangunan bekas jawatan kereta api pada masa penjajahan tersebut masih terlihat berdiri megah diantara bangunan-bangunan modern bertingakat. Gedung karya arsitek Belanda Prof. Jacob F Klinkhamer dan BJ. Queendag tersebut dibangun pada 1903.

Menjelang malam, wisata kuliner kembali menjadi pilihan mengisi perjalanan singkat ini. Semarang memiliki banyak pilihan tempat wisata kuliner malam hari. Kebetulan saya tertarik berwisata kuliner di Jalan Gajah Mada. Sepanjang jalan ini menjadi pusatnya pedagang sate dengan konsep lesehan.

“Sate Ayam Madura Pertama di Gadjah Mada” begitu tertulis di warung milik HM. Hasan yang menjadi tempat pilihan saya. Sebenarnya, sate disini tak jauh beda dengan sate biasanya. Hanya saja, sambal sate disini disajikan dalam potongan cabe rawit dan bawang merah. Cukup merogoh kocek Rp 13.000, seporsi sate ayam sudah bisa dinikmati. Pedagang sate di sepanjang jalan ini mulai buka pukul 17.00-24.00.

Hari kedua di Semarang, saya mulai dengan mengunjungi Pagoda Avalokitesvara di kota atas Semarang, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Semarang. Bangunan yang dibuat pada 2005 ini terdiri dari tujuh tingkat yang bermakna tingkat ketujuh adalah puncak dimana seorang petapa mencapai kesucian. Disetiap tingkat terdapat empat patung Dwi Kwan In. Sebagian besar bahan material bangunan setinggi 45 meter tersebut didatangkan dari Cina.

Menjelang siang, mengunjungi Masjid Agung Semarang yang terkenal megah dengan desain modern. Masjid di Jalan Gajah Raya ini memiliki fasilitas pendukung yang lengkap seperti perpustakaan, auditorium, toko cenderamata, hingga fasilitas penginapan. Luas lahan yang digunakan masjid ini mencapai 10 Hektar dengan luas bangunan utama untuk shalat 7.669 meter. Desain arsitektur Masjid Agung Semarang mengkombinasikan arsitektur Jawa, Arab, dan Yunani.

Sebelum menutup perjalanan di Semarang, saya sempatkan singgah ke Jalan Pandanaran untuk membeli oleh-oleh. Bandeng presto, wingko babat, lumpia (loen-pia), tahu gimbal dan aneka makanan khas Semarang lainnya.

Kawasan Simpang Lima Semarang sebagai salah satu ikon Kota Semarang merupakan titik pertemuan dari Jalan Pandanaran, Jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Gajah Mada. Menikmati suasana senja di Simpang Lima menjadi penutup perjalanan sebelum kembali ke hotel. Segelas kopi menjadi teman sambil mendengarkan kembali lagu Gambang Semarang.

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...