Thursday, September 22, 2011

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Pak Salam setia dengan kedai daur ulang

Posted: 22 Sep 2011 05:27 AM PDT

Disadur dari AntaraNews

Jakarta (ANTARA News) – Nursalam,  biasa disapa dengan Pak Salam, merintis usaha daur ulang kertas di bawah naungan nama Kedai daur ulang sejak tahun 1996.

Di kedai Jalan Mampang Prapatan XI no. 3A Jakarta Selatan itu, Pak Salam dan enam pegawainya sibuk mendaur ulang kertas. Peralatan di kedai berukuran 5×10 meter itu cukup mesin blender dan bak penampung serta alat cetak.

Dalam sehari pria kelahiran Jakarta mengaku kedainya bisa mendaur ulang sampah kertas 50 sampai 60 kg. Sampah kertas diubah menjadi produk benilai seperti kotak pensil, gantungan kunci, kotak penyimpanan berkas.

“Saya dari tahun 80-an bergelut dengan sampah dan tetap eksis hingga kini semuanya karena sampah,” katanya.

Kedai Daur Ulang menjual produk recycle kertas mulai dari 5 ribu rupiah hingga puluhan ribu rupiah.

Pelanggan tetapnya antara lain perusahaan-perusahaan yang mengusung jargon green office. Kedai itu juga jadi tempat pembelajaran siswa SD hingga SMA mengenai pengelolaan dan daur ulang sampah khususnya kertas.

Kedai berukuran 5 kali sepuluh meter itu melakukan proses daur ulang kertas hanya bermodalkan mesin blender dan bak penampung serta alat cetak kertas.

Pria lulusan sastra Inggris itu mengungkapkan bahwa proses mendaur ulang sampah kertas itu cukup sederhana. Kertas dihancurkan dengan menggunakan mesin blender guna dijadikan bubur. Selanjutnya bubur dijadikan lembaran yang akan jadi bahan baku untuk membuat produk-produk bernilai guna.

“Mendaur ulang 1 ton sampah kertas sama dengan menyelamatkan 7 pohon dewasa. Kalau pabrik kertas membuat satu ton bubur kertas sama dengan menggunduli seperempat hektare hutan,” kata Salam.

Salam mengaku sudah menggeluti  dunia lingkungan sejak tahun 1980-an ketika masih duduk di bangku SMA.

Tahun 1983 dia menjadi manajer kampanye masalah pencemaran air dan masalah sampah. “Saat itu sampah belum menjadi persoalan di Jakarta. Waktu tahun 80an kita dianggap orang gila berbicara sampah,” kenangnya.

Dia mengaku daur ulang bukan solusi masalah sampah namun untuk memperlambat volume sampah.

Menurut Salam, selama  empat gubernur yang memimpin DKI Jakarta, belum ada program yang signifikan tentang sampah. “Ada reuse, reduce, recycle tapi pola pengelolaannya masih sentralistik. Sebaiknya pengelolaan Per kecamatan dan kelurahan yang bekerja terintegrasi, karena biayanya jauh lebih murah,” katanya.

Dia sudah melakukan perhitungan dan menurut dia mengelola sampah rumah tangga 1 kelurahan hanya perlu lahan  200 hingga 300 meter persegi.

“Kalau sampah kalau tidak dijadikan kawan, dia akan menjadi bom waktu. Ingat, bumi ini bukan pinjaman dari nenek moyang tapi masa depan buat anak cucu kita.” katanya.
(yud)


Filed under: Tokoh Hijau

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Wednesday, September 21, 2011

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


The New Green 5R

Posted: 20 Sep 2011 10:38 AM PDT

5R ini disadur dari artikel “Ten Tips for a Zero-Waste Household

  1. Refuse: tolak barang yang tidak dibutuhkan seperti brosur-brosur dan barang-barang marketing gratisan lainnya
  2. Reduce: rapikan rumah anda dan sumbangkan barang yang sudah tidak anda pakai, jangan disimpan di dalam gudang terus. Barang anda bisa menjadi emas bagi orang lain yang membutuhkannya. Selain itu, selalu gunakan daftar belanja sehingga anda tidak membeli barang yang tidak anda butuhkan.
  3. Reuse: ganti barang sekali pakai dengan yang bisa dipakai berulang-kali seperti tissue diganti sapu tangan, popok kain, yang selain hijau juga hemat. Pakai juga kantong/tas belanja agar tidak menggunakan kantong plastik kresek.
  4. Recycle: cari tahu tempat-tempat daur ulang yang ada, dan kalau anda menemukannya, share dengan dengan teman-teman lain. Selain itu, sebisa mungkin membeli barang secondhand yang seringkali masih dengan kondisi baik. Hindari membeli barang berbahan dasar plastik karena plastik akhirnya akan terbuang dan memenuhi tempat pembuangan sampah serta laut
  5. Rot: coba ikutan membuat kompos dari sisa makanan anda, jangan lupa beli bibit tanaman agar alhasil anda bisa menghasilkan sendiri bahan makanan dari sisa makan anda. Kalau ada sudah coba makan dari tanaman sendiri, masak apa pun rasanya mak nyus dan bangga.

Filed under: Daur ulang, Lingkungan Rumah, Produk Hijau Tagged: recycle, reduce, refuse, reuse, rot

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Tuesday, September 20, 2011

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Download Gratis Suara Air Terjun (MP3)

Posted: 20 Sep 2011 03:15 PM PDT

Download gratis suara air terjun (MP3) ini berisi beberapa file suara air terjun (waterfall) dalam format mp3. Suara-suara air terjun dalam format mp3 ini dapat didownload gratis alias tanpa bayar atau free download. Saya sendiri sangat menyukai suara air. Baik … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Monday, September 19, 2011

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Pohon Kecapi Pohon Sentul (Sandoricum koetjape)

Posted: 19 Sep 2011 03:15 PM PDT

Pohon kecapi atau pohon sentul (Sandoricum koetjape) adalah pohon penghasil buah dengan nama yang sama. Ada yang mengatakan pohon kecapi tanaman asli Indonesia namun sumber lain menyebutkan kecapi berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya yang kemudian tersebar dan mengalami naturalisai … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Quote of the day – Go Organic

Posted: 18 Sep 2011 10:00 PM PDT

“If you do just one thing — make one conscious choice — that can change the world, go organic…. No other single choice you can make to improve the health of your family and the planet will have greater positive repercussions for our future.”
- Maria Rodale, the CEO of the Rodale Inc. publishing empire (Mens Health, Prevention, Runners World) and author of “Organic Manifesto: How Organic Food Can Heal Our Planet, Feed the World and Keep Us Safe” (Rodale Books).

“There’s so many benefits that come from that one choice,” Maria explains. “You’ve removed a bajillion pounds of dangerous, synthetic, disease-causing environment-destroying chemicals from the soil, the water our bodies. We would all immediately be healthier. Our children would be healthier.”

Reference: organic consumers association (http://www.organicconsumers.org/articles/article_23944.cfm)


Filed under: Bercocok Tanam, Lingkungan Rumah, Manifesto Hijau Tagged: organic, Organik

Tidak mau KB karena apa?

Posted: 18 Sep 2011 09:33 AM PDT

Saya baru saja kebetulan melayat yang ruang dukanya sangat sepi, hanya ada keluarga inti saja. Salah satu cucu yang mengurus sekarang sudah punya 2 anak laki-laki. Dia bilang keluarga ayahnya juga hanya berdua, dan saudara kandung ayahnya itu juga hanya punya 2 anak yang tinggal di luar negeri. Dia akhirnya cerita bahwa rencananya mau punya anak hingga 5 karena terasa sekali sepinya saat ada kejadian seperti ini. Menurut dia, lebih baik banyak anak daripada kesepian.

Kalau menurut saya, mau punya anak hanya 2 atau lebih, yang penting adalah kualitas kita merawat dan mendidik anak kita. Tetapi tetap saja 2 anak akan lebih baik, sesuai saran BKKBN. Bagaimanapun juga, kita akan ada waktu bersama anak yang lebih berkualitas kalau anak tidak lebih dari satu, pengeluaran biaya untuk pendidikan maupun mainan juga akan lebih berkualitas karena tidak memcari kuantitas, makanan juga bisa lebih baik dan sehat sesuai dengan porsi pertumbuhannya, bukan asal makan dan kenyang.

Selain itu, kalau semua berpikiran seperti itu, maka rakyat di dunia yang sudah sempit ini akan merasakan dampaknya untuk anak dan cucu generasi berikutnya karena pangan dan lahan semakin terbatas tetapi permintaan malah semakin tinggi. Harga bahan pangan akan semakin tinggi dan dunia bisa salinga perang karena kebutuhan akan makanan.

Selain itu, penduduk yang semakin banyak akan menambah beban lingkungan seperti kekurangan air, konsumsi barang semakin banyak dan lainnya seperti rumah, dan lain sebagainya.

Apa kita tega membiarkan dan meninggalkan dunia yang semakin semrawut dan kacau ini kepada anak dan cucu kits?

Bagaimana pendapat anda?


Filed under: Manifesto Hijau Tagged: anak banyak, BKKBN, KB

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Penerima Anugerah Ozon 2011

Posted: 18 Sep 2011 03:15 PM PDT

Penerima Anugerah Ozon 2011 adalah sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam upaya perlindungan lapisan ozon. Anugerah Ozon 2011 yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia merupakan ajang penghargaan yang pertama kali dilakukan. Penerima Anugerah Ozon Tahun 2011 sejumlah delapan pihak. … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Saturday, September 17, 2011

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Kura-kura Hutan Sulawesi (Leucocephalon yuwonoi) nan Langka

Posted: 17 Sep 2011 07:18 AM PDT

Kura-kura hutan Sulawesi atau kura-kura paruh betet (Sulawesi Forest Turtle) yang dalam bahasa latin disebut Leucocephalon yuwonoi memang kura-kura langka. Kura-kura hutan sulawesi (kura-kura paruh betet) termasuk salah satu dari 7 jenis reptil paling langka di Indonesia. Bahkan termasuk dalam … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...