Thursday, September 15, 2011

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Berbagi Cerita Tentang Sarung

Posted: 15 Sep 2011 03:55 AM PDT

Berbagi cerita dengan sarung, berbagi pengalaman yang mengesankan yang berkaitan dengan sarung ini yang saya bingung. Bingung untuk berbagi cerita bukan lantaran tidak pernah bersentuhan dengan sarung, namun justru sebaliknya, terlalu sering memakai sarung sehingga jadi bingung mana pengalaman yang … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Wednesday, September 14, 2011

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Pakai 2 monitor untuk hemat kertas

Posted: 14 Sep 2011 04:51 AM PDT


Salah satu alasan untuk kita print suatu dokumen terutama di kantor adalah karena harus membuat suatu laporan berdasarkan email, penawaran, laporan dept lain, atau data dari suatu aplikasi. Padahal laporan dan penawaran dari supplier pun sekarang kebanyakan hanya di email saja. Tetapi pada akhirnya email itu pun kita buka dan kita print. Jadi apa bedanya antara jaman dahulu tanpa email? Hanya beda kecepatan pengiriman dan ongkos serta waktu pengiriman yang manual saja. Mengenai pemborosan kertas ya sama saja atau malah jadi semakin banyak karena 1 laporan bisa di kirim cc ke banyak orang dan semuanya print sendiri-sendiri.

Saya rasakan bahwa dengan menggunakan 2 monitor dimana bisa 1 laptop extended ke monitor lain yang lebih besar atau 2 monitor extended unuk PC bisa membantu mengurangi print yang tidak perlu karena kita bisa melihat laporan atau penawaran tersebut di monitor lainnya. Dengan 1 monitor kadang kita “malas” untuk switch aplikasi dan akhirnya print saja.

Sekarang bagaimana menurut anda, lebih baik kita beli monitor (yang terkadang jalur distribusinya jauh dengan banyak komponennya) atau print kertas (yang juga menggunakan pohon, di produksi dan di distribusi juga).

Kalau saya sih, pakai 2 monitor deh…


Filed under: Lingkungan Kerja

Jawa Defisit Air

Posted: 13 Sep 2011 07:19 AM PDT

Disadur dari Republika Online

JAKARTA – Mayoritas daerah di Pulau Jawa mengalami defisit air satu hingga delapan bulan dalam setahun. Krisis air itu diperkirakan meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, degradasi lingkungan, dan menurunnya ketersediaan air.

Berdasarkan kajian Bappenas, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, 77 persen kabupaten/kota di luar Jabotabek di Pulau Jawa sudah mengalami defisit air. Pada 2025, jumlah daerah yang mengalami krisis air akan bertambah menjadi sekitar 78,4 persen. ”Dengan defisit mulai dari satu hingga dua belas bulan atau sepanjang tahun,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad (11/9).

Dari wilayah yang mengalami defisit, Sutopo menyebutkan, 38 kabupaten/kota atau sekitar 35 persen telah mengalami defisit tinggi. Sedangkan 60 persen wilayah Jabotabek mendapatkan pasokan air dari Waduk Jatiluhur yang terletak di Purwakarta, Jawa Barat. Dia meminta agar kondisi ini diperhatikan secara khusus dan dicarikan solusi jangka pendeknya. Upaya penyediaan air melalui pemanenan air hujan saat musim penghujan dan konservasi tanah perlu dilakukan.

Untuk mendukung surplus beras sepuluh juta ton, pemerintah menargetkan minimal 500 ribu hektare sawah bisa terairi melalui jaringan irigasi baru. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan, pemerintah membangun jaringan irigasi di lokasi-lokasi yang teridentifikasi baik atas rekomendasi Kementerian Pertanian. ”Tentunya, Kementan yang mencetak sawahnya,” katanya kepada //Republika.

Jaringan tersier untuk pengairan, lanjut Hermanto, dibuat dengan tiga tipe. Pertama, tipe waduk yang mampu mengairi hingga 800 ribu hektare areal pertanian. Kedua, pengairan dengan pompanisasi memanfaatkan air sungai. Terakhir, embung-embung air yang diutamakan pada daerah yang hanya mengandalkan tadah hujan.

Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sofwan Hidayat, mengatakan, petani di daerahnya yang mengalami kekeringan sepenuhnya mengandalkan potensi cadangan air dari bor pompanisasi. Daerah rawan kekeringan seperti di Kecamatan Kandanghaur, Balongan, Loh Sarang, dan Loh Bener mengandalkan embung air. ''Hingga saat ini sudah ada 10–12 embung baru sebagai sumber pengairan,'' ungkapnya.

Ketua KTNA Jawa Tengah Siti Yamroh mengatakan, petani telah mengantisipasi kekeringan dengan mema tuhi kalender tanam. Ia mencontohkan, Kabupaten Kendal yang biasanya melakukan penanaman padi, menggantinya menjadi tanaman buah dan palawija, seperti kedelai, jagung, kacang, dan semangka yang lebih hemat air.

Namun, tidak berarti wilayah Jawa Tengah bebas dari kekeringan parah. Kekeringan juga terjadi di Wonogiri dan eks Karesidenan Banyumas. Ia memperkirakan kekeringan hanya ber langsung hingga sebulan ke depan.

Berdasarkan data Di rektorat Perlindungan Tanaman Pangan, selama Januari hingga Juli 2011, luas tana man padi yang puso akibat kekeringan 2.089 hektare. Provinsi terluas yang mengalami puso adalah Sulawesi Se latan seluas 1.480 hektare, berikutnya Jawa Barat (37 hektare), Aceh (143 hektare), dan Jawa Tengah (39 hektare).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sumardjo Gatot Irianto menga takan, pemerintah telah me nyalurkan dana penggantian gagal panen untuk petani akibat kekeringan, ban jir, dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Dana penggantian tersebut hingga September 2011 su dah tersalurkan bagi 27 ribu hek tare dari 100 ribu hektare yang dialokasikan pemerintah.

Biaya penggantian sebesar Rp 3,8 juta per hektare de ngan total Rp 388 miliar. c07/riga nurul iman ed: budi raharjo

(-)


Filed under: Berita Lingkungan Lokal

Quote of the day – Jangan konsumsi berlebihan…

Posted: 13 Sep 2011 07:12 AM PDT

“Be thankful for what you have; you’ll end up having more. If you concentrate on what you don’t have, you will never, ever have enough.”

“Hargailah segala yang kau miliki, Anda akan memiliki lebih lagi. Jika Anda fokus pada apa yang tidak Anda miliki, Anda tidak akan pernah merasa cukup dalam hal apa pun.”

- Oprah Winfrey


Filed under: Quotes Tagged: quotes

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Tuesday, September 13, 2011

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Saat Kita Mencumbui Alam dengan Penuh Gelora

Posted: 13 Sep 2011 03:20 PM PDT

Saat kita mencumbui alam dengan penuh gelora menjadi saat-saat yang sangat bermakna. Dan memang lantaran hasrat yang sama-sama menggebu untuk dapat bercumbu dengan alam itulah sepuluh tahun yang silam kita dipertemukan. Dan sejak itu, entah telah berapa kali kita mencumbui … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Berapa Jumlah Pulau di Indonesia?

Posted: 12 Sep 2011 03:44 PM PDT

Berapa jumlah pulau di Indonesia?. Sebuah pertanyaan yang sempat membuat teman guru saya kebingungan saat salah satu muridnya menanyakan kepastian jumlah pulau yang dimiliki Indonesia. Kebingungan akan jumlah pulau di Indonesia ini pernah saya posting di bulan September 2009 silam. … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Sunday, September 11, 2011

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Dunia tanpa nyamuk? Apa ada yang kehilangan?

Posted: 09 Sep 2011 07:51 PM PDT

Beberapa minggu ini nyamuk terasa semakin banyak. Hal ini dirasakan orang dengan mengirim tweet hingga dibahas di radio dimana semakin banyak orang merasakan nyamuk yang semakin banyak di rumah atau kantor.

Yang ditakutkan adalah bila nyamuk tersebut menjadi sumber dari berbagai penyakit termasuk demam berdarah dan malaria yang walaupun ada obatnya, bisa menjadi pembunuh dan kalau masuk rumah sakit pun perlu biaya kesehatan yang tidak sedikit. Malaria menginfeksi 247 juta orang per tahun dan membunuh 1 juta orang per tahun, selain juga menyebarkan penyakit lainnya.

Dalam tulisannya di majalah Nature, Janet Fang menjelaskan bahwa dunia tanpa nyamuk tidak akan merugikan. Memang dijelaskan juga bahwa nyamuk adalah makanan untuk banyak spesies lainnya dan juga penting sebagai pembantu pengembangbiak bunga pohon (polinator seperti lalat dan lebah). Tetapi kerugian biaya kesehatan bagi manusia juga sangat tinggi dan mengganggu. Bayangkan bila sedang seru nonton bola di TV, tetapi harus kejar-kejaran dengan nyamuk pakai raket nyamuk, sudah tidak kena, ada gol tidak lihat.

Oleh karena itu, menurut saya pembasmian nyamuk sangat diperlukan dan perlu upaya serius dari semua orang. Jangan pakai alasan “nyamuk juga mau hidup, kasian lah…” karena 1 nyamuk itu bisa berkembangbiak menjadi banyak dan menyebarkan banyak penyakit, parasit dan virus.

Beberapa tindakan pencegahan adalah menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup dengan rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah, dan perbaikan desain rumah. (dari wikipedia indonesia). Maksudnya perbaikan desain rumah itu bisa mulai dari memasang kawat nyamuk dirumah, pintu dari teras ke dalam rumah sehingga dalam rumah bisa tertutup rapat semua, dll. Selain itu juga perawatan talang atap rumah yang sering kali penuh dengan daun kering sehingga bisa ada genangan juga perlu dilakukan berkala. Dan juga tempat berisi air bersih lainnya yang kerap tidak disadari seperti penampungan tetesan air pada dispenser air minum. Kadang tetesan air tersebut tanpa disadari sudah cukup banyak dan bisa terdapat jentik juga.

Bubuk abate yang kita bisa dapatkan dibanyak tempat termasuk Ace Hardware atau supermarket lainnya juga diperlukan untuk ke penampungan air di lingkungan kita.

Fogging yang dilakukan di lingkungan perlu diperhatikan dan dilaporkan ke RT/RW setempat bila sudah lama tidak dilakukan. Kalau perlu para warga pun bersedia bersama-sama membiayai fogging di lingkungannya agar bisa lebih sering daripada program RT/RW yang karena keterbatasan dana bisa jarang-jarang ada.

Ruangan dalam rumah juga perlu di semprot obat nyamuk setiap hari setidaknya pagi dan sore sehingga dapat menekan populasi nyamuk dalam rumah.

Selain itu, gunakan juga perangkap nyamuk, bisa yang dengan lampu dan penyengat listrik, atau yang semacam Black Hole dimana bebauan, lampu UV dan kipas tersebut akan memancing nyamuk untuk masuk ke dalam perangkap hingga mati sendiri. Perangkap ini dibutuhkan untuk diluar rumah. Perangkap jenis ini banyak sekali dijual di Carefour, Mitra10, Ace Hardware, dll.

Untuk pertahanan terakhir, kita tetap perlu raket penangkap nyamuk, dan untuk anak-anak dan bayi bisa berupa lotion anti-nyamuk dan stiker tempelan anti nyamuk yang bisa didapatkan di apotik-apotik tertentu seperti Watsons di Kelapa Gading.

Inilah waktunya untuk menyerang nyamuk bersama-sama tanpa ampun.

Referensi:


Filed under: Lingkungan Kerja, Lingkungan Rumah, Manifesto Hijau Tagged: Nyamuk

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...