Sunday, August 14, 2011

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Gambaran hutan di dunia semakin gundul

Posted: 14 Aug 2011 04:09 AM PDT

Ketahanan Pangan Terancam

Posted: 13 Aug 2011 06:00 PM PDT

Oleh: Fetra Hariandja

Disadur dari: okezone.com

MELONJAKNYA jumlah penduduk Indonesia yang cukup pesat harus menjadi perhatian pemerintah. Pertumbuhan penduduk pasti mempengaruhi ketahanan pangan. Suatu sistem yang terdiri dari subsistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Ketahanan Pangan, jumlah penduduk dunia pada 2010 sekira 6,9 miliar. Sedangkan penduduk Indonesia mencapai sekira 237 juta di tahun sama.

Dengan jumlah penduduk 241 juta, Indonesia membutuhkan 33,55 juta ton beras, 5,40 juta ton minyak goreng, 2,70 juta ton gula, 1,28 juta ton telur, 1,17 daging unggas, 424 ribu ton daging sapi, dan 1,47 juta ton cabe.

Di atas merupakan data pada 2010. Tahun lalu, pertumbuhan penduduknya 1,49 persen. Angka itu masih terlalu tinggi untuk menjamin ketersediaan pangan. Bila tidak diantisipasi, sangat mungkin timbul gejolak akibat kelangkaan makanan.

Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali menjadi pemicu utama lahirnya persoalan pangan. Pertumbuhan penduduk sudah pasti akan meningkatkan kompetisi pemanfaatan lahan dan air.

Kemudian laju konvensi lahan pertanian akan semakin besar atau tidak terkendali. Pasalnya pertumbuhan penduduk sudah pasti berimbas pada lahan untuk perumahan, tapak industri, dan fasilitas lainnya.

Akibatnya akan terjadi degradasi lahan dan kualitas air secara berkelanjutan. Hal ini akan mempersulit upaya peningkatan produksi pangan, karena basis untuk memproduksi terkikis sedikit demi sedikit.

Ledakan jumlah penduduk bukan satu-satunya penyebab persoalan pangan. Persoalan pangan juga terkait erat dengan kondisi iklim. Peningkatan temperatur 1 derajat celcius saja, pasti berimbas pada penurunan produksi padi, jagung, dan gandum.

Belum laga Indonesia selalu menghadapi fase banjir dan kekeringan. Dalam lima tahun saja, 29.743 Ha diterjang banjir dan 11.043 diantaranya puso. Kekeringan juga membuat 82.472 Ha rusak dan 8.497 Ha diantaranya puso.

Fenomena ini menjadi konsen Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Langkah pertama yang harus dilakukan dengan menekan pertumbuhan penduduk.

Kepala BKKBN Sugiri Syarief menjelaskan program Keluarga Berencana (KB) menjadi sesuatu yang penting. Dengan hanya memiliki dua anak, setiap pasangan suami istri sudah membantu menghindari krisis pangan.

“Mulai saat ini, KB harus dijadikan gaya hidup. Kalau tidak KB maka tidak gaya. Dua anak lebih baik,” demikian imbauan yang disampaikan Sugiri.

Untuk menyukseskan program ini, perlu dukungan penuh dari pemerintah. Iklan layanan masyarakat terkait KB dan ketahanan pangan perlu digalakkan. Penyuluhan secara berkalan hingga ke pelosok daerah harus dilakukan secara berkesinambungan.

Pemerintah juga bisa membuat aturan dengan hanya menanggung dua anak bagi setiap pegawai negeri sipil (PNS). Kemudian, pemerintah perlu menjamin kondisi politik di Tanah Air berjalan sesuai rel.

Dua bulan ke depan, penduduk dunia akan menginjak angka 7 miliar lebih. Mari sama-sama kita renungkan apa yang terjadi saat penduduk dunia 8,3 miliar pada 2030?


Filed under: Berita Lingkungan Lokal Tagged: ketahanan pangan

Ray Anderson meninggal dunia

Posted: 13 Aug 2011 06:53 AM PDT

Hari ini saya baru saja melihat berita bahwa Ray Anderson meninggal dunia di umur 77 tahun pada tanggal 8 Agustus 2011 yang lalu.

Bagi yang belum tahu, Ray Anderson (July 28, 1934 – August 8, 2011) adalah pendiri dari Interface, salah satu produsen karpet terbesar di dunia yang berdiri sejak tahun 1973. Saya pun pertama kali mengetahui tentang Ray Anderson pada tahun 2009 yang lalu saat saya membeli buku Ray Anderson yang berjudul “Confessions of a Radical Industrialist: Profits, People, Purpose–Doing Business by Respecting the Earth”.

Ini adalah buku yang memiliki ide dasar sangat ekstrim dimana Ray Anderson, sebagai seorang industrialist, pemilik pabrik manufaktur karpet yang memiliki bahan dasar utama minyak bumi ingin membuat perusahaan tersebut berkesinambungan terhadap lingkungan dan memberi misi perusahaan untuk tidak memiliki dampak lingkungan sama sekali atau disebut sebagai Mission Zero, baik dalam hal energi, limbah, dan emisi yang dihasilkan.

Ray memulai misinya di tahun 1994 setelah membaca buku “The Ecology of Commerce” yang ditulis oleh Paul Hawken. Kebetulan buku ini pun saya dapatkan di Jakarta dan walaupun lebih teoritis menjadi dasar dari pemikiran Ray. Saat ini Interface sudah melewati lebih dari 50% dari target untuk Mission Zero, yang ditargetkan untuk menjadi kenyataan pada tahun 2020.

Tentu saja dunia akan kehilangan salah satu pendukung lingkungan yang adalah seorang panutan dimana dia benar-benar menjalankan misi hijau bukan hanya dalam dunia pribadi, tetapi dalam pekerjaan yang memiliki dampak lebih besar. Hal ini patut ditiru karena banyak orang lebih mengaitkan hal-hal hijau dengan kehidupan pribadi saja, tetapi karena bisnis adalah “bisnis” dimana perusahaan harus mendapatkan keuntungan, hal ini sering kali terabaikan.

Semoga akan ada semakin banyak Ray Anderson di dunia ini dan muncul Ray lainnya di Indonesia untuk lingkungan dan dunia yang lebih hijau.


Filed under: Berita Lingkungan Global Tagged: Radical Industrialist, Ray Anderson

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Saturday, August 13, 2011

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Peringatan Hari Pramuka ke-50 Tahun 2011

Posted: 13 Aug 2011 03:26 PM PDT

Peringatan Hari Pramuka ke-50 Tahun 2011 atau Tahun Emas Pramuka jatuh pada hari ini, Minggu 14 Agustus 2011. Hari Pramuka tahun 2011 ini memang peringatan Hari Pramuka yang ke-50 sejak saat Presiden RI, Ir. Soekarno menyerahkan panji kepramukaan kepada Gerakan … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


10 Langkah Praktis Menolak Plastik

Posted: 13 Aug 2011 04:13 AM PDT

Disadur dari National Geographic Indonesia

Plastik sudah jadi materi yang kita akrabi sehari-hari. Selain digunakan untuk mengemas makanan, plastik juga kerap kita temui pada berbagai produk elektronik yang sering kita gunakan.
Namun, meski kini plastik yang bisa didaur ulang sudah semakin banyak digunakan, sebenarnya plastik hanya di-downcycle (diolah menjadi produk lain yang lebih rendah kualitas plastiknya dan pada akhirnya tidak dapat didaur ulang lagi).
Sampah plastik yang tidak didaur ulang jumlahnya sangat besar. Pada tahun 2009, dari 30 juta ton sampah plastik di Amerika, hanya 7 persen yang didaur ulang. Sisanya berakhir di tempat pembuangan sampah, pantai, sungai, dan laut hingga membentuk Great Pacific Ocean Garbage Patch.
Untuk mengurangi sampah plastik, ada beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan. Berikut ini 10 diantaranya.
1. Tolak Sedotan Plastik
Beritahu pelayan restoran untuk tidak memberi sedotan plastik pada minuman Anda. Apabila Anda tidak bisa lepas dari kebiasaan menggunakan sedotan saat minum, belilah sedotan berbahan stainless steel yang bisa digunakan berulang kali.
2. Cermat Memilih Tas Belanja
Jika Anda sudah membawa tas belanja sendiri, mulailah untuk membawa tas untuk membawa buah-buahan dan sayur-mayur yang bisa digunakan terus-menerus. Pastikan juga tas belanja itu tidak berbahan nilon atau polyester karena keduanya juga menggunakan plastik. Pilihlan tas belanja berbahan katun.
3. Pilih Kemasan Karton
Pilih deterjen dengan kemasan kardus, alih-alih kemasan botol plastik saat berbelanja. Kardus lebih mudah didaur ulang dan dibuat menjadi produk lain dibandingkan plastik.
4. Bawalah Wadah Minum Pribadi
Air minum dalam kemasan botol menghasilkan 1,5 juta ton sampah plastik per tahun. Untuk memproduksi botol-botol itu diperlukan 178 juta liter minyak. Jadi, jauh lebih baik menggunakan botol yang dapat digunakan kembali sebagai wadah air minum. Membawa cangkir ke kedai kopi dan menyediakan mug di meja kerja juga membantu mengurangi sampah plastik.
5. Gunakan Kotak Makan Pribadi 
Membawa kotak makan pribadi akan sangat menguntungkan saat Anda hendak makan di luar restoran atau membawa sisa makanan Anda ke rumah. Tanyakan kepada pramusaij apakah mereka bisa menempatkan pesanan Anda pada kotak makan pribadi yang Anda bawa.
6. Menyulut Api dengan Kayu
Untuk keperluan menyulut api ketika menyalakan lilin, membuat api unggun atau yang lainnya, gunakan saja korek api kayu. Pemantik api berbahan plastik bisa bertahan ribuan tahun di tempat pembuangan sampah.
7. Tinggalkan Peralatan Makan Plastik
Ucapkan selamat tinggal pada sumpit, pisau, sendok, dan garpu sekali pakai berbahan plastik. Anda dapat menyiapkan peralatan makan berbahan stainless steel atau bambu sendiri dalam kotak makan siang Anda untuk mengurangi jejak karbon saat makan.
8. Beralih ke Popok Kain
Sebanyak 3,5 miliar kilogram popok sekali pakai menjadi sampah setiap tahun. Produk tersebut membutuhkan 40 ribu kilogram plastik dan lebih dari 200 ribu pohon untuk membuatnya. Angka-angka tersebut hanya untuk wilayah Amerika Serikat saja. Oleh karena itu, dengan beralih menggunakan popok kain, Anda berarti sudah turut menjaga lingkungan. Selain itu, Anda pun bisa menghemat uang belanja karena popok kain bisa dipakai dalam jangka waktu lama.
9. Bikin Jus Sendiri
Alih-alih membeli jus buah dalam kemasan botol plastik, Anda bisa membuat jus buah sendiri dari buah segar. Selain mengurangi sampah plastik, jus buatan sendiri juga lebih sehat karena kandungan vitamin dan antioksidannya lebih banyak sementara kandungan sirup berkadar fruktosa tingginya lebih sedikit.
10. Soda Kue + Cuka vs Pembersih Kimia
Paduan soda kue dan cuka dapat digunakan sebagai pembersih keramik, toilet bahkan jendela. Jadi, Anda tidak perlu untuk membeli berbagai pembersih dalam botol untuk beragam keperluan. Dengan menggunakan soda kue dan cuka, Anda pun terhindar dari bahan kimia berbahaya. (Sumber: MNN)

Filed under: Berita Lingkungan Lokal, Lingkungan Kerja, Lingkungan Rumah Tagged: mengurangi plastik, plastik, sampah plastik, tolak plastik

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Friday, August 12, 2011

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Ubur-ubur Kakaban, Unik Tanpa Sengat

Posted: 12 Aug 2011 03:18 PM PDT

Ubur-Ubur Danau Kakaban, ubur-ubur yang unik lantaran tidak memiliki sengat. Berbeda dengan ubur-ubur lain yang biasa ditemukan di laut yang mempunyai kemampuan menyengatkan racun, pada ubur-ubur di danau Kakaban kelenjar sengat (nematosit) telah tereduksi sehingga tidak lagi membahayakan bagi manusia. … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Wednesday, August 10, 2011

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Pulau Peucang

Posted: 10 Aug 2011 03:20 PM PDT

Pulau Peucang di Taman Nasional Ujung Kulon (Pandeglang, Banten) mempunyai sejuta pesona. Sobat “Goedel Mood” pemilik blog “Omong Doang” telah membuktikan keindahan pulau Peucang. Pengalaman wisata di pulau Peucang yang pernah ditulis di blognya ini di-share kembali di sini. Pulau … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Monday, August 8, 2011

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Duta Lingkungan Hidup 2011

Posted: 08 Aug 2011 03:15 PM PDT

Siapa duta lingkungan hidup 2011?, demikian pertanyaan dari adik dan sobat saya yang anggota Pecinta Alam di sekolahnya melalui sms. Pertanyaan tentang duta lingkungan hidup 2011 ini telah saya balas langsung via sms cukup dengan 10 kata; duta lingkungan hidup … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Sunday, August 7, 2011

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Apakah hijau?

Posted: 06 Aug 2011 05:12 AM PDT


Filed under: Fakta Lingkungan Tagged: fakta potato chips

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...