Monday, May 16, 2011

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Cara Jepang Mengharamkan Rokok

Posted: 15 May 2011 08:29 AM PDT

Disadur dari Blog http://samudro.wordpress.com/

Informasi tentang cara Pemerintah Jepang dalam "mengharamkan" rokok di negaranya. Tidak perlu pake MUJ (Majelis Ulama Jepang).

Ini menunjukkan bentuk kepedulian Jepang akan kesehatan dan kenyamanan warganya.

* Tahun 2004, Pemerintah Jepang menaikan harga rokok. Dengan dinaikannya rokok, tidak menyebabkan ongkos angkot, taksi, dll menjadi naik toh? (Di Jepang ada angkot ga ya?)

* Tahun 2007 akhir, Pemerintah Jepang memasang larangan merokok di semua taksi di Jepang, tidak terkecuali untuk pengemudinya. Kalau di Bandung kan, penumpang mengalah kepada sopir taksi yang merokok.

* Tahun 2008, Pemerintah Jepang mengeluarkan kartu "Taspo", yaitu semacam SIK (Surat Ijin Merokok), dengan tujuan anak di bawah umur 20 tahun tidak boleh merokok. Masing-masing perokok wajib terdaftar sebagai perokok dan wajib memiliki kartu tersebut. Kartu Taspo ini sangat sakti. Mesin penjual rokok atau toko tidak akan menjual rokoknya kepada yang tidak memiliki kartu ini.

* Kartu ini juga akan mendeteksi presentase pengguaan rokok per bulan dalam hitungan grafik, yang berhubungan dengan kesehatan dunia dan sebagainya.

* Rokok di Jepang dibuatkan semacam klasifikasi dari 10 s/d 1. Tujuannya adalah memberikan penyuluhan kepada perokok untuk berhenti secara alami. Klasifikasi tingkat 10 adalah yang paling berat, baik itu kadar tar, nikotin, dll. Setelah itu kita biasakan dengan rokok klasifikasi 9, 8, 7, dst., akhirnya klasifikasi tingkat-1, yaitu rokok yang paling ringan. Kalau sudah terbiasa menghisap rokok klasifikasi-1, tidak merokok sama sekali pun kita bisa.

* Tempat-tempat merokok disediakan bagi perokok hampir di pusat-pusat kota

* Merokok sambil berjalan bisa didenda 5000 yen/ 400 ribu di tempat!

* Awal 2009, dikabarkan harga rokok akan naik berlipat-lipat, dari 300 yen menjadi 900 yen. Dijamin, gaji akan habis kalau nekad beli rokok tiap hari.

Semua karena pemerintah peduli kepada warganya. Seharusnya indonesia juga nih…. melakukan ini.


Filed under: Berita Lingkungan Lokal Tagged: larangan merokok, stop merokok

Update. Garage Sale di Bandung

Posted: 15 May 2011 08:10 AM PDT


Filed under: Agenda Hijau Tagged: garage sale

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Saturday, May 14, 2011

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Pohon Gofasa, Gupasa, atau Kayu Biti (Vitex cofassus)

Posted: 14 May 2011 03:43 PM PDT

Pohon gofasa, gupasa, atau kayu biti itulah nama tumbuhan dengan nama latin Vitex cofassus ini. Mana yang menjadi nama resmi dalam bahasa Indonesia, saya kurang tahu. Bisa jadi gofasa, gupasa, kayu biti, atau malah sassuwar. Yang pasti tumbuhan ini ditetapkan … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Sepenggal Keelokan di Kaki Gunung Ungaran

Posted: 14 May 2011 04:58 AM PDT

Jalan aspal menanjak dan berkelok menjadi menu awal sebelum memasuki kawasan wisata Umbul Sidomukti. Selain rumah-rumah penduduk, hijau pepohonan dan kebun serta petakan sawah menjadi teman seperjalanan, sejuk menenangkan mata.

Gerimis tipis sempat membuat saya sedikit khawatir tak bisa menikmati keindahan panorama alam kawasan wisata di lereng Gunung Ungaran ini. Beruntung gerimis tak lagi melanjutkan kisahnya. Meski awan tebal menyelimuti langit, namun sinar matahari sesekali masih mengintip. Petualangan pun dimulai.

Menghirup dalam-dalam segarnya udara pegunungan menjadi ritual pertama ketika kaki ini turun dari mobil dan menginjak tanah Desa Sidomukti. Segar terasa ketika menghirup bersih udaranya.

Sejauh mata memandang di kiri dan kanan, hanya hamparan hijau pepohonan yang terlihat menyelimuti alam. Gunung Ungaran memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Hamparan sawah berundak, hutan pinus dan bukit kembar Cimanggul mengajak mata kamera untuk terus mengabadikan keelokannya. Umbul Sidomukti resmi dibuka sebagai tempat wisata pada Agustus 2007. Berbagai fasilitas wisata telah terbangun di lahan seluas 36 hektare ini.

“Kawasan ini memiliki empat tema utama, Recreation, Education, Adventure, dan Leisure atau disingkat REAL,” kata Bambang Ari Wijanarko, Direktur Kawasan Wisata Umbul Sidomukti.

Kehidupan penduduk sekitar menjadi daya tarik lain tempat wisata ini. Mayoritas warga Desa Sidomukti bekerja sebagai petani. Selain padi, mereka juga menanam holtikultura. Bambang menjelaskan konsep education yang dikembangkan pun mengajak wisatawan mengenal lebih dekat dengan pertanian. “Kegiatan wisata edukasi berupa belajar menanam, proses pengolahan hingga proses panen,” katanya.

Perhatian saya terusik oleh dua orang ibu yang tengah asyik memanen daun bawang, masyarakat sekitar mengenal tanaman ini dengan sebutan ondang. Selain itu, Sri Miarti dan Sabela juga menanam buncis dan wortel.

Sabela menjelasakan, biasanya wisatawan membeli wortel dan buncis sebagai buah tangan. Selain segar, harganya pun relatif terjangkau. ” Wortel Rp 3.000 per kilogram, buncis Rp 4.000 perkilogram, kalau dulu kami harus jual ke pasar tapi sekarang banyak wisatawan yang beli langsung di sini,” kata Sri Miarti, berkisah.

Selesai berbincang sejenak dengan dua petani tersebut, saya lanjutkan mengunjungi arena permainan. Bentang alam pegunungan dengan lembah-lembah curam bagi sebagian orang bisa menjadi sebuah tantangan yang seru untuk di taklukkan.

Beberapa pilihan fasilitas permainan menantang alam sudah tersedia disini. Ada flying fox dengan lintasan sepanjang 110 meter diatas lembah sedalam 70 meter, dipastikan mampu memacu adrenalin. Belum cukup flying fox, bisa merasakan tantangan marine brigde, berjalan melintasi lembah sedalam 30 meter diatas jembatan jaring sepanjang 50 meter. Seru, kan?

Pilihan lain aktivitas petualangan adalah rapeling atau turun tebing setinggi 30 meter, nyali benar-benar di uji disini. Tidak kalah seru wisatwan juga bisa memilih river tracking atau susur sungai sepanjang lebih kurang dua kilo meter. Sensasi menyerukan, berjibaku menaklukkan aliran sungai berbatu. Jernih airnya sangat menyegarkan, tubuhpun seperti tak terasa lelah. Lengkapi petualangan dengan menunggang ATV menerobos kabut di lereng Gunung Ungaran.

Kawasan Wisata ini juga sudah dilengkapi fasilitas penginapan, meski jumlah kamarnya masih terbatas namun fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap.

“Kedepan ada beberapa lokasi akan dijadikan tempat penginapan dengan konsep adventure. Desain bangunan tempat penginapan rencananya akan dibuat hotel container, jadi bangunan hotel terbuat kotak container,” kata Bambang lagi.

Setelah puas bekeliling, sebagai pelengkap, mencicipi sajian kuliner menjadi penutup perjalanan singkat ini. Saya memilih ikan mas bakar, pilihan yang tepat rupanya, rasanya tak mengecewakan, bumbunya pas di lidah, plus sambal maka semakin nikmat saja menyantapnya ditengah kesejukan udara pegununungan.

Selesai memanjakan lidah dan perut, saya pun harus segera meninggalkan wisata menakjubkan ini, kabut tipis senja hari seolah melepas kepergian saya. Sebuah pengalaman indah terukir di kabupaten Semarang. Sampai jumpa lagi Ungaran, kelak saya pasti kembali mencumbui eloknya alammu.

Berendam di Ketinggian Alam

Tak lengkap rasanya berwisata desa Sidomukti jika tidak berendam dikolam renang Umbul Sidomukti. Berada di tepi lembah ungup-ungup pada ketinggian 1.100 dpl, Kolam renang alam ini disebut sebut tertinggi se-Indonesia bahkan Asia.

Desain kolam di buat dengan konsep tradisional, bergaya minimalis sehingga menghadirkan kenyamanan. Air kolam ini berasal dari Tuk (mata air) Ngetihan yang memancar dari dalam tanah. Semburan air secara alami menyembul ke udara, setinggi 1,5 meter.

Selain menyegarkan, dari lokasi kolam ini bentang alam Gunung Ungaran terlihat jelas dikejauhan, bukit kembar nampak menghijau terbalut pepohonan.

Kawasan Wisata Umbul Sidomukti
Alamat: Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan,
Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Telp: (024) 701 286 86
Faks: (024) 701 287 87
Website: www.umbulsidomukti.com

Sumber: Majalah Travel Club

Desa-Desa di Teluk Jailolo – Maluku Utara Pesta Sembilan Hari Tanpa Henti

Posted: 14 May 2011 04:46 AM PDT

Menyusuri tiap jengkal wilayah ini tidak akan pernah habis rasa kagum dan penasarannya. Keindahan tiap pulau, kekayaan budaya dan keunikan masyarakatnya memiliki sisi tersendiri. Keberagaman yang muncul ditiap wilayah mampu menunjukkan kebhinnekaan sesungguhnya. Terlebih jika kita cukup waktu menjangkau dan berdiam di desa-desa wisata yang ada.

Jailolo memiliki keindahan alam yang dapat dinikmati dari pelabuhan Jailolo hingga kaki gunung. Penduduk Asli Jailolo terdiri berbagai suku diantaranya Suku Sahu yang dikenal sangat menjaga dengan baik warisan adat istiadat maupun benda-benda peninggalan para leluhurnya, tak heran jika budaya dan kehidupan disana begitu unik.

Suku Sahu berdomisili di Kecamatan Sahu Halmahera Barat dan memiliki rumah adat yang beratapkan anyaman daun sagu, Sasadu. Rumah adat Sasadu biasa digunakan sebagai tempat musyawarah dan tempat merayakan pesta panen raya padi, dalam upacara Horom Sasadu, upacara pengucapan syukur dari masyarakat Sahu setelah menjalani masa panen.

Keunikan upacara ini adalah waktu perayaan yang begitu lama, mereka berpesta selama 7 sampai 9 hari, makan minum siang dan malam tanpa henti. Ciri khas dari perayaan ini adalah, minuman tradisional yaitu saguer atau arak yang disuling secara tradisional. Penyulingan arak merupakan salah satu sajian dari objek wisata daerah ini, karena memang merupakan kegiatan mereka sehari-hari.

Abadikan bagaimana proses penyulingan itu terjadi dan berbaurlah dengan mereka pada pesta berhari-hari tanpa henti. Dalam upacara juga selalu disertai dengan tarian tradisional suku Sahu, yaitu Legu Salai dan Sara Dabi Dabi. Daya tarik lain dari kekhasan Jailolo adalah bangunan rumah Sultan Jailolo yang merupakan objek wisata bangunan bersejarah.

Beberapa desa dari Suku Sahu yang telah dikembangkan menjadi desa wisata adalah: Desa Worat Worat, Desa Taraudu, Desa Gamomeng, Desa Gamtala, dan Desa Marimbati. Jangan lewatkan perayaan tahunan Festival Jailolo 2011 pada bulan Mei ini. Dimana akan digelar berbagai acara budaya dan lomba, serta pergelaran kabaret dpung dengan laut sebagai panggungnya, sebuah pertunjukan spektakuler yang dinanti oleh wisatawan.

Rute Panduan dan Fasilitas

Jailolo adalah Kota Kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat, untuk mencapai ke sana bisa menggunakan pesawat ke Kota Ternate, Maluku Utara. Setelah Mendarat di Bandara Ternate, berlanjut menuju Pelabuhan Dufa-Dufa dan menyebrang menggunakan speed boat menuju Teluk Jailolo, satu jam perjalanan. Untuk menuju desa-desa wisata bisa menyewa mobil atau motor, hanya 20 menit dari pusat Kota Jailolo. Soal menginap, Pemkab telah menyiapkan beberapa rumah Penduduk yang sangat layak untuk di sewa.

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...

Friday, May 13, 2011

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Pulau Kelor Akan Tenggelam

Posted: 13 May 2011 03:43 PM PDT

Pulau Kelor akan tenggelam 45 tahun lagi. Prediksi National Geografic Indonesia tentang akan tenggelamnya pulau kelor membuatku tertarik untuk mengenali pulau kecil yang terdapat di gugusan kepulauan seribu itu. Meski belum sekalipun saya menginjakkan kaki di pulau Kelor. Prediksi tentang … Continue reading

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Desa Tablanusu – Papua Desa Batu Menangis Tempat Matahari Terbenam

Posted: 13 May 2011 12:04 AM PDT

Sebagian besar Desa Wisata Tablanusu diselimuti batu koral hitam. Sewaktu berjalan suara batu koral yang terinjak seolah bersuara isak tangis, kemudian desa ini dijuluki dengan nama Desa Batu Menangis. Batu koral hitam telah ada sejak nenek moyang mereka memutuskan menetap di sini.

Nenek moyang masyarakat Tablanusu telah pindah sebanyak dua kali. Awalnya mereka mendiami dua pulau di teluk yang tidak jauh letaknya dari tempat tinggal mereka sekarang. Namun tsunami menyapu daerah tersebut, mereka yang selamat mengungsi ke tempat lebih aman, dan menamakan tempat baru itu dengan Kampung Tua.

Ketika mendiami Kampung Tua mereka menjadi peladang, dengan umbi-umbian dan pisang sebagai tanaman andalan. Karena jumlah penduduk yang terus bertambah, sementara lahan berladang kian terbatas, mereka memutuskan untuk pindah lagi ke perkampungan baru yang kemudian diberi nama Tablanusu (tempat matahari terbenam). Secara otomatis mata pencarian mereka beralih menjadi nelayan.

Sambutan masyarakat begitu hangat dan bersahabat. Mengakrabkan diri dengan warga desa ini sangatlah mudah. Hanya dengan pinang (areca catechu/betel palm), sudah bisa meleburkan diri dengan masyarakat setempat. Sebagaimana masyarakat Papua pada umumnya, masyarakat Tablanusu pun terkenal suka mengkonsumsi pinang.

Acara perhelatan dan upacara khas masyarakat Desa Tablanusu yang bisa disaksikan, misalnya, peringatan hari masuknya Injil ke desa yang diperingati tiap tahun. Pada saat itu, akan ada pawai mengelilingi desa yang diakhiri dengan menggelar misa di gereja mereka.

Ada pula ritual di beberapa lokasi perairan, terutama yang banyak terdapat terumbu karangnya, diruwat setahun atau setiap dua tahun sekali. Untuk memperoleh berkah laut dan sekaligus untuk melestarikan laut, ada dua ritual yaitu ritual Sasi dan ritual Tiyatiki.

Ritual Sasi adalah menancapkan dahan pohon kayu besi pantai (suang teko) di tempat-tempat yang banyak ikannya, terutama di kawasan terumbu karang yang merupakan sarang ikan. Sedangkan ritual Tiyatiki bertujuan melarang menangkap ikan selama beberapa waktu yang telah disepakati.

Rute Panduan dan Fasilitas

Desa Tablanusu terletak di Kecamatan Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. Untuk mencapai Desa ini bisa memulai perjalanan dari Kota Jayapura. Dari Kota Jayapura menggunakan bus menuju Kota Sentani yang berjarak sekitar 33 kilometer.

Kemudian lanjutkan dengan naik bus atau mobil carteran menuju Dermaga Depapre dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Berlanjut naik perahu mesin menuju Dermaga Tablanusu sekitar 20 menit.

Setelah itu, perjalanan menuju Desa Wisata Tablanusu dilanjutkan dengan berjalan kaki. Fasilitas; pemandu wisata, gereja, persewaan perahu, pasar ikan, dan warung yang menyediakan aneka makanan, minuman, serta suvenir khas masyarakat setempat. Penginapan, sewa rumah penduduk setempat (homestay), atau berkemah di berbagai lokasi desa, seperti di tepi pantai, atau tepi danau.

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Konservasi air ala Bermuda

Posted: 13 May 2011 02:13 AM PDT

Negara Bermuda adalah salah satu negara di bawah kerajaan Inggris yang terletak di Samudera Atlantik Utara. Negara Bermuda memiliki luas negara sebesar 53,2 km persegi dimana 27% diantaranya adalah air, sehingga bagian daratannya hanya 38,8 km persegi. Sebagai perbandingan, Ibukota DKI Jakarta saja memiliki luas lebih dari 660 km persegi dengan luas wilayah terkecil yaitu Jakarta Pusat saja memiliki luas 47,9 km persegi.

Dengan wilayah Negara Bermuda yang sangat kecil, maka Bermuda tidak memiliki danau air tawar ataupun sungai sehingga air adalah salah satu komoditas yang sangat langka dan mahal. Selain itu Bermuda juga memiliki keadaan tanah dengan batu kapur/gamping yang keras sehingga pembuatan pipa bawah tanah pun menjadi mustahil atau sangat mahal

Oleh karena itu, pemerintah Bermuda membuat  undang-undang sejak 12 Desember 1951 dimana air hujan harus di tampung ke bak atau tangki penampung air hujan setidaknya 80% untuk setiap air yang jatuh ke atap semua bangunan termasuk rumah, sekolah, kantor, pabrik, apartemen, restoran, dll. Air hujan ini menjadi tulang punggung negara Bermuda untuk memberikan kira-kira 90 persen dari seluruh kebutuhan air Bermuda. Oleh karena itu Bermuda sangat tergantung dengan air hujan dan bila kurang hujan akan sangat bermasalah. Sumur diperbolehkan tetapi diatur dengan sangat ketat dengan ijin khusus dari pemerintah, dan ini pun hanya boleh untuk air cuci atau wc/toilet, bukan untuk minum.

Pemerintah pun sangat menyarankan warganya untuk mengikuti program konservasi air yaitu:

  • Tidak boleh membeli air secara berlebihan (disediakan oleh pemerintah yang diambil dari reservoir negara yang ketat atau dari pabrik air pemerintah secara distilasi atau Reverse Osmosis)
  • Meminimalkan penggunaan Flush Toilet atau mengguyur WC
  • Selalu memeriksa dan memperbaiki keran-keran air yang bocor
  • Selalu mematikan air setelah pemakaian dan tidak boleh hingga tumpah
  • Meminimalkan penggunaan mesin cuci baju dan mesin cuci piring
  • Selalu mencuci baju dengan kapasitas penuh (full load) agar lebih efisien
  • Mandi dengan cepat
  • Tidak dianjurkan mencuci mobil
  • Menggunakan air sumur untuk air wc/toilet (agar tidak mengganggu supply air minum)
  • Memeriksa dan memastikan bahwa supply air ke tangki air tidak berlebihan hingga tumpah

Oleh karena gaya hidup warga Bermuda dalam konservasi air, maka mereka pun walaupun sangat bergantung dengan alam yaitu air hujan, mereka bisa tetap maju karena kedisiplinannya. Selain itu pemerintah pun menetapkan penalty untuk undang-undang penampngan air hujan sehingga semua berjalan dengan baik.

Dengan keadaan Indonesia yang sangat subur, kita menjadi manja dan seringnya malah membuang-buang air begitu saja. Mungkin kalau warga Bermuda ke Indonesia akan kaget. Padahal di Indonesia pun ada bagian yang subur dan kebanyakan air, ada juga yang tergantung pada air hujan. Untuk daerah yang kebanyakan hujan pun sebenarnya bisa tetap menampung air hujan agar tidak banyak yang ke jalan dan menyebabkan banjir. (lihat artikel Tong Air Hujan). Oleh karena itu bagaimana caranya kita bisa mengikuti konservasi air ala Bermuda, mengatasi banjir, dan juga mengatasi kekeringan dari musim kemarau yang juga dapat melanda semua daerah Indonesia ini. Memang pemerintah dan warga harus memiliki peran masing-masing, tetapi semua harus datang dari masing-masing kita semua.


Filed under: Uncategorized

LAPAN: Tahun Depan (2012) Kemarau Panjang

Posted: 13 May 2011 01:12 AM PDT

Disadur dari Vivanews

Pakar Penginderaan Jauh dan Iklim LAPAN, Edi Hermawan, meramalkan pada tahun 2012 Indonesia akan dilanda musim kemarau panjang,

Pada tahun 2010-2011, kata dia, musim basah memang mendominasi Indonesia. “Artinya tak ada jeda sedikit pun untuk musim kemarau. Panas paling 1-2 hari, maksimal satu minggu,” kata dia saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 10 Mei 2011.

Cuaca saat ini, tambah dia, hampir sama dengan kondisi di tahun 1998, pada saat itu Indonesia mengalami musim basah panjang selama hampir 9 bulan – satu tahun. “Ini berulang,” tambah dia.

Musim basah ini membawa akibat terhadap lumbung-lumbung pangan di Indonesia. Pemerintah berusaha menyelamatkan 11 provinsi penghasil pangan, seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, seluruh wilayah Jawa, DIY, NTB, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan.

“Sehebat apapun, kalau kondisi basah terus, tak ada padi yang tahan genangan selama setahun,” jelas dia.

Petani tebu pun akan merugi karena hasil panennya tak manis. Akibatnya, harga gula melonjak. Hal yang sama juga dialami petani tembakau.

Namun, kondisi ini akan berubah drastis pada tahun depan. Indonesia akan mengalami musim yang terbilang ekstrim, yakni musim kemarau panjang.

“Ini pernah terjadi pada tahun 1982 dan yang lebih parah tahun 1997. Dari itu didapatkan siklus 15 tahunan. Jadi musim kering yang cukup panjang akan kembali terjadi pada tahun 2012,” jelas Edi.

Musim kering akan terjadi sekitar Mei 2012, puncaknya di bulan Oktober. “Ini berdasarkan data, siklus matahari mencapai puncaknya, solar storm atau badai surya menunjukkan eksistensinya, walau dimungkinkan ada penyimpangan,” jelas Edi.

Musim kering tahun depan diperkirakan membawa dampak bagi masyarakat. Misalnya, waduk terancam kering, bahan pangan pun berkurang. “Ini terkait dengan ketahanan pangan, bisa saja rakyat kelaparan, pemerintah juga bisa digoyang,” tambah Edi.

Untuk itulah, persiapan harus segera dilakukan. “Apalagi, impor tak bisa ujug-ujug. Prediksi harus cepat dan tepat, untuk itu harus ada data yang akurat,” tambah dia.

Petani juga harus disiapkan. Sebab, pola tanam berubah. “Musim penghujan yang biasanya Desember, diperkirakan jadi Februari atau Maret.”

Salah satu wilayah yang paling terancam adalah Nusa Tenggara Timur. Dalam kondisi normal saja, wilayah ini bisa mengalami kekeringan lebih dari sembilan bulan. Tak hanya para pembuat kebijakan, masyarakat juga diminta bersiap menghadapi kondisi ini. “Misalnya dengan menanam tanaman pangan di sekitar rumah,” tambah dia.
• VIVAnews


Filed under: Berita Lingkungan Lokal Tagged: 2012 kemarau, kemarau panjang

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...