Friday, April 16, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Daftar Menteri Lingkungan Hidup Indonesia

Posted: 16 Apr 2010 06:58 AM PDT

Daftar Menteri Lingkungan Hidup Indonesia ternyata belum panjang. Hingga saat ini daftar menteri Lingkungan Hidup di Indonesia baru terisi oleh 8 (delapan) orang menteri. Artinya sejak Indonesia merdeka hingga saat ini baru ada 8 orang yang menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup di Indonesia. Daftar Menteri Lingkungan Hidup ini tentunya sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

[New post] Menahan Kantuk dan Hujan-Hujanan Demi Satu Buku Baru Murakami

Menahan Kantuk dan Hujan-Hujanan Demi Satu Buku Baru Murakami

dekadeku | 16 April 2010 pada 10:17 am | Tag: demi buku, hujan-hujanan, menahan kantuk, murakami novel | Categories: Info Unik Seputar Buku | URL: http://wp.me/pGrDA-aa

Buku Karya Haruki (ap)TOKYO--Berbeda di Jakarta yang rela mengantre berjam-jam demi satu produk fashion, di Jepang, ribuan orang rela menunggu hingga tengah malam dan hujan-hujanan untuk mendapatkan edisi perdana salah satu sekuel novel "1Q84" karya Haruki Murakami.

Penerbit Shinchosha yang menerbitkan novel itu menyatakan mereka mencetak 500 ribu kopi dan disebarkan serentak di seluruh toko buku di Jepang. Sedang 200 ribu eksemplar lagi akan dicetak pada bulan ini. Gambar di televisi menunjukkan antrean panjang di depan toko-toko buku di Jepang untuk mendapatkan buku itu.

"Saya sudah menunggu untuk hari ini. Saya ingin tahu apakah dua karakter dalam novel itu pada akhirnya akan tetap bersama," kata Kayoko Takeuchi, pekerja kantoran berusia 35 tahun, di pusat buku Yaesu di sebuah distrik bisnis di Tokyo. Dia mengantre sejak istirahat makan siang.

Seorang juru bicara Shinchosha menyatakan permintaan akan buku itu sungguh menakjubkan. "Kami mendengar bahwa salah satu toko buku terjual 100 eksemplar hanya dalam satu jam," kata Takashi Machii.

Seperti banyak buku Murakami yang sebelumnya best-seller, 1Q84 adalah narasi yang kompleks dan nyata. Pergeseran cerita antara dua karakter, seorang pria Jepang muda dan wanita yang saling kenal sebagai teman sekolah tapi berpisah menjadi daya tariknya. Sang pria adalah novelis yang penuh inspirasi dan sang perempuan adalah seorang instruktur olahraga dan pembunuh, saling mencari satu sama lain.

Volume kedua dari "1Q84" - yang dapat dibaca sebagai tahun "1984" dalam bahasa Jepang - berakhir dengan pria dan wanita akhirnya dekat dengan melihat satu sama lain. Novel ini mengeksplorasi isu-isu sosial dan emosional seperti ritus agama, kekerasan, ikatan keluarga, dan cinta.

Kanji Otsuka, seorang pengusaha 51 tahun di sebuah perusahaan farmasi, mengatakan ia telah membaca hampir semua karya Murakami, dan "1Q84" adalah salah satu favoritnya. "Buku-bukunya yang mudah dibaca, tetapi menyentuh isu-isu serius dalam hidup kita. Buku-bukunya juga memicu imajinasi," kata Otsuka tersenyum saat memegang urutan ke-84 di toko buku Yaesu.

Shinchosha menolak mengatakan jika volume ketiga akan menjadi akhir dari cerita "1Q84". Menurut mereka, Murakami yang akan memutuskan kapan cerita itu selesai.

Volume "1Q84" pertama dan kedua digolongkan sebagai buku Jepang terlaris tahun 2009, menurut distributor penerbitan Tohan Co Ltd. Shinchosha menyatakan telah mencetak 2.44 juta kopi gabungan dari dua jilid "1Q84" sejak mereka rilis di Jepang bulan Mei lalu. Dua volume sebelumnya total  halamannya 1.000 halaman, dan volume ketiga pada sekitar 600 halaman.

(www.republika.co.id)

Komentari tulisan ini


Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser: http://subscribe.wordpress.com

[New post] Menahan Kantuk dan Hujan-Hujanan Demi Satu Buku Baru Murakami Selanjutnya...

Thursday, April 15, 2010

Anang's Blog

Anang's Blog


Kembali Ke Rakyat

Posted: 15 Apr 2010 12:49 AM PDT



Dari rakyat kembali ke rakyat. Ya itulah yang terjadi pada mobil satpol PP dan polisi yang dibakar massa (baca:rakyat) pada kisruh penggusuran sebuah lahan yang berlokasi di Koja, Jakarta Utara. Mobil yang digunakan untuk mengangkut ratusan satuan polisi pamong praja tersebut memang dibeli lewat uang pajak rakyat, dan kini kembali ke rakyat dalam bentuk besi kiloan.... Hmm.....

Peristiwa pembakaran mobil polisi dan satpol pp ini merupakan ekspresi kekecewaan rakyat Koja, khususnya mereka yang mengakui memiliki lahan yang disengketakan antara ahli waris dengan PT Pelindo. Rencananya sebagian dari lahan tersebut akan dijadikan area perluasan pelabuhan.

Di lahan tersebut terdapat sebuah makam yang dikeramatkan warga yakni makam Mbah Priok.... Siapa sejatinya mbah Priok sudah banyak diulas di media cetak dan media elektronik, intinya adalah beliau merupakan salah seorang yang menurut legenda setempat menjadi penyebar agama Islam di kawasan tersebut.

Masih menurut mitos dan legenda bahwa nama Tanjung Priok itu berasal dari nama beliau. Hmmm.. Walaupun demikian masih banyak mitos lain yang menjelaskan asal muasal nama Priok.... Kalau masalah ini biarlah sejarawan yang membuktikannya nanti.

Banyak hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa mengenaskan tersebut yakni kita semua dituntut untuk lebih arif dan sabar dalam menyikapi sebuah masalah. Sebuah win-win solution diharapkan menjadi jalan tengah penengah kisruh. Selain itu situs dan cagar budaya Islami tetap ada dan sumber daya ekonomi di pelabuhan tetap berjalan dengan baik.

Semoga semua sisi baik dari kesepakatan bisa dinikmati dan kembali ke rakyat.... Bisa dinikmati rakyat.....

Anang's Blog Selanjutnya...

Wednesday, April 14, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Seribu Komentar Spam Alamendah

Posted: 14 Apr 2010 10:48 AM PDT

Seribu komentar spam buat Alamendah's Blog nyaris tercapai. Sekarang saja ketika postingan ini saya tulis di widget akismet telah tertera 999 spam. Berarti kurang satu lagi akan genab seribu spam yang tertangkap oleh filter spam akismet yang setia menjadi satpam penyaring bawaan wordpress.com ini. Menilik dari jumlahnya yang mencapai seribu kurang satu, berarti komentar spam di [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Monday, April 12, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Kasuari Burung Paling Berbahaya Di Dunia

Posted: 12 Apr 2010 07:13 AM PDT

Kasuari merupakan sebangsa burung yang mempunyai ukuran tubuh sangat besar dan tidak mampu terbang. Kasuari yang merupakan binatang yang dilindungi di Indonesia dan juga menjadi fauna identitas provinsi Papua Barat terdiri atas tiga jenis (spesies). Ketiga spesies Kasuari yaitu Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius), dan Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti). Burung Kasuari [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Saturday, April 10, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Daftar Taman Nasional Di Indonesia

Posted: 10 Apr 2010 10:03 AM PDT

Daftar Taman Nasional Di Indonesia. Taman Nasional (National Park) merupakan kawasan yang dilindungi oleh pemerintah dari perkembangan manusia dan polusi. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Masjid Kubah Emas di Kota Depok

Posted: 10 Apr 2010 04:43 PM PDT

Photo by Eki Milono - http://picasaweb.google.com/eki.milono/

Masjid Kubah Emas merupakan sebuah masjid megah yang berdiri di Kota Depok, Propinsi Jawa Barat. Ciri khas masjid ini terletak pada atap kubahnya yang terbuat dari emas 24 karat. Bangunan masjid ini mempunyai luas sekitar 8 hektar dan menempati area tanas seluas 60 hektar. Konon, karena kemegahannya, masjid ini sering disebut sebagai masjid termegah di Asia Tenggara, melebihi Masjid Istiqlal di Jakarta.

Masjid ini diresmikan pada tanggal 31 Desember 2006 dengan nama Masjid Dian Al Mahri. Tanggal peresmian ini bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1427 H. Menurut cerita yang beredar, bahan-bahan material masjid ini langsung didatangkan dari negara-negara Eropa dan Brazil, seperti emas, lampu, dan granit dari Italia, serta beberapa material lain dari Spanyol, Norwegia, dan Brazil. Pembangunannya pun dijalankan oleh tenaga profesional dari luar negeri dan memakan biaya milyaran rupiah.

Masjid Kubah Emas dibangun oleh seorang pengusaha asal Banten bernama Hj. Dian Djuriah Al Rasyid. Pengusaha kaya tersebut telah membeli tanah di daerah Depok sejak tahun 1996 dan mulai membangunnya sejak tahun 2001. Pembanguan masjid selesai pada akhir tahun 2006 dan dibuka untuk publik tepat pada tanggal 31 Desember 2006.

Keistimewaan

Salah satu keunikan yang dapat disaksikan pengunjung masjid ini adalah kubah tengah masjid. Masjid Dian Al Mahri mempunyai kubah berjumlah lima, yakni satu kubah utama dan empat buah kubah kecil. Bentuk kubah utama menyerupai kubah bangunan Taj Mahal di India. Kubah tersebut mempunyai diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara kubah-kubah kecil lainnya memiliki diameter bawah 6 meter, diameter tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Seluruh kubah tersebut dilapisi emas setebal 2 hingga 3 milimeter dan dihiasi oleh mozaik kristal. Selain itu, di pojok-pojok masjid juga berdiri enam menara yang berbentuk segi enam (heksagonal) dengan tinggi sekitar 40 meter. Keenam menara ini dibalut oleh batu-batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncak menara-menara ini juga terdapat kubah yang dilapisi oleh emas. Enam menara ini melambangkan jumlah rukun iman, sedangkan lima kubah melambangkan rukun Islam.

Di Masjid ini juga terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia dengan berat sekitar 8 ton. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan kekhasan relief yang menghiasi ruang Mihrab yang terbuat dari emas 18 karat. Kekhasan relief ini juga dapat dilihat pada pagar pembatas di lantai dua, hiasan kaligrafi di langit-langit masjid, dan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah yang berlapis bahan prado atau sisa emas. Khusus untuk langit-langit masjid terdapat hiasan kaligrafi bergaya Kuffi yang terbuat dari lempengan kuningan berlapis emas.

Kalau dilihat secara umum, arsitektur masjid ini mirip bangunan-bangunan masjid di Timur Tengah, yakni dengan ciri khas kubah, menara, halaman dalam, serta corak hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk-nya.

Sebagai sebuah bangunan yang megah dan memesona, masjid ini mempunyai bangunan dan halaman yang begitu luas. Luas bangunan masjid sekitar 8.000 meter persegi dan mampu menampung sekitar 15.000 hingga 20.000 jamaah. Ruangan masjid terbagi atas ruang utama, ruang mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, dan ruang-ruang fungsional lainnya. Ruangan utama masjid didominasi oleh warna monokrom dengan warna dasar krem. Warna-warna ini seolah memberi nuansa tenang dan nyaman bagi pengunjung yang berada di dalam masjid ini.

Pada bagian luar masjid terdapat taman luas yang mengitari masjid. Taman ini ditumbuhi pepohonan rindang yang dapat memunculkan suasana sejuk dan asri bagi pengunjung. Konsep penataan taman ini merupakan kolaborasi antara arsitektur bangunan masjid bernuansa Timur Tengah dengan suasana lingkungan tropis Indonesia.

Lokasi

Masjid ini terletak di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Propinsi Jawa Barat, Indonesia.

Akses

Masjid Kubah Emas berlokasi di pinggir Jalan Meruyung, Kecamatan Cinere, Kota Depok. Untuk menuju lokasi ini tidak terlalu sulit, karena dapat ditempuh dari beberapa arah. Bila berangkat dari arah Terminal Depok, pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dapat mengambil jalan menuju arah Kecamatan Sawangan. Setelah sampai di pertigaan Parung Bingung, pengunjung disarankan berbelok ke kanan ke arah Kecamatan Cinere, lalu menuju lokasi masjid. Jarak antara pertigaan Parung Bingung ke lokasi masjid sekitar 3—4 km.

Bagi pengunjung yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, dari Terminal Kota Depok, dapat berangkat dengan menggunakan jasa angkutan kota (angkot) nomor 03 menuju pertigaan Parung Bingung. Dari pertigaan ini, pengunjung disarankan menggunakan ojek menuju Masjid Kubah Emas. Kota Depok berjarak sekitar 7 km dari Masjid Kubah Emas.

Sedangkan untuk pengunjung yang berangkat dari Terminal Lebak Bulus atau Terminal Pondok Labu di Jakarta Selatan, dapat menggunakan jasa angkutan kota (angkot) bernomor 102 menuju pertigaan Parung Bingung, kemudian belok kanan menuju arah lokasi masjid.

Harga tiket

Wisatawan yang berkunjung ke masjid ini dikenai biaya parkir kendaraan. Untuk rombongan bus dikenai tarif parkir sebesar Rp 10.000, untuk mobil keluarga dikenai tarif 3.000, sedangkan pengendara roda dua hanya sebesar Rp 2.000 (Mei 2008).

Masjid Kubah Emas dibuka setiap hari untuk umum pada pukul 04.00—06.00 WIB dan pada pukul 10.00—20.00 WIB. Pada hari Kamis, masjid ini ditutup untuk persiapan kebersihan shalat Jumat.

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di masjid ini terdapat fasilitas-fasilitas penunjang yang bisa membuat pengunjung semakin betah berlama-lama di sini, di antaranya mini market, restoran, kios makanan, toko butik, rumah penginapan, gedung serbaguna, auditorium, gedung Islamic Center, dapur umum, dan toko suvenir. Wisatawan yang berniat mampir ke toko suvernir dapat membeli aneka cenderamata, seperti cangkir, pin, kaos, mukena, sajadah, songkok, dompet, jam, piring, dan lain-lain.

Selain itu, masjid ini mempunyai tempat parkir seluas 7.000 meter persegi yang dapat menampung 300 kendaraan roda empat atau 1.400 kendaraan bermotor. Sistem pengamanan kompleks masjid ini diserahkan kepada para satpam yang bertugas di lokasi masjid. Bagi para pengunjung yang ingin berfoto di lokasi masjid ini tidak perlu khawatir, karena di sini terdapat banyak fotografer yang menawarkan jasa foto.

Pengunjung yang ingin berwisata rohani ke masjid ini juga dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan masjid ini secara rutin, di antaranya kegiatan tausiyah umum setiap hari Selasa, Rabu, Sabtu, dan Minggu pada pukul 10.30—12.00 WIB.

Sebagai sebuah kawasan terpadu untuk sarana ibadah, dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial, masjid ini di masa mendatang akan dilengkapi dengan rumah sakit, sekolah perawat, pesantren, dan universitas.?

Sumber: www.depok.go.id

Potlot Adventure Selanjutnya...