Saturday, April 3, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Sawo Kecik, Pohon Sarwo Becik Tapi Langka

Posted: 03 Apr 2010 04:42 AM PDT

Sawo Kecik (Manilkara kauki) sering disebut juga Sawo Jawa merupakan tanaman (pohon) penghasil buah dari keluarga sawo-sawoan (Sapotaceae) yang kini mulai langka dan jarang ditemukan di Indonesia. Sawo Kecik yang menurut filosofi jawa sering diidentikkan dengan 'sarwo becik' (serba baik). Di Yogyakarta kadang dijadikan tanaman pertanda bahwa orang yang menanamnya adalah abdi dalem kraton. Tanaman penghasil [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Thursday, April 1, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Owa Jawa Kera Genit yang Nyaris Punah

Posted: 01 Apr 2010 10:02 AM PDT

Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan spesies kera kecil tanpa ekor dengan rambut berwarna abu-abu dan memiliki nyanyian yang indah. Bulu Owa Jawa, bodi tubuhnya yang kecil langsing dan paling seksi dibanding jenis kera lainnya serta gerakannya yang gesit membuat Owa Jawa terlihat genit. Sayangnya, Owa Jawa termasuk hewan yang mulai langka dan nyaris punah sehingga [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Panorama Elok Pasir Putih

Posted: 31 Mar 2010 07:51 PM PDT

Alam nan memikat didukung lokasi yang relatif mudah dijangkau, membuat pantai pasir putih menjadi obyek wisata andalan di Lampung.

Tak salah, jika menyematkan Lampung sebagai surga wisata pantai. Provinsi paling Selatan di Pulau Sumatera ini, memiliki banyak obyek wisata pantai berikut pesona alam yang menakjubkan dan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai obyek wisata unggulan bertaraf internasional.

Provinsi berjuluk Sang Bumi Ruai Jurai ini, masih menyimpan pantai-pantai yang terjaga keasriannya. Pantai Pasir Putih, salah satunya. Hijau kebiruan air laut di pantai ini menyatu harmonis dengan halusnya pasir pantai, membentuk sebuah lukisan alam yang memikat.

Pantai Pasir Putih ini berlokasi di Desa Tarahan, Lampung Selatan. Hanya berjarak sekitar 22 kilometer dari Kota Bandar Lampung, atau dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 30 menit. Jalan beraspal yang halus akan menuntun Anda menuju lokasi pantai.

Pemandangan alam yang mempesona akan langsung menyambut ketika memasuki kawasan pantai ini. Pesona alam pantai yang memukau ini pula yang membuat Pasir Putih tak pernah sepi pengunjung.

Di akhir pekan atau pada hari-hari libur, tawa riang bocah-bocah yang bermain akan semakin terasa. Tak hanya dari Lampung, wisatawan yang datang banyak pula dari luar kota seperti Jakarta. bahkan beberapa wisatawan mancanegara pun sering terlihat di sini.

Dengan bentangan pantai yang begitu luas, membuat pengunjung bisa tetap nyaman menikmati suasana meski sedang ramai pengunjung. Selain landai dan dangkal, di pantai ini tak banyak terdapat karang, sehingga yang ingin berenang dan bermain air tak perlu khawatir menginjak karang tajam yang bisa melukai kaki. Kegitan lain yang dilakukan pengunjung adalah berseluncur dengan menyewa kano.

Saat air surut, garis pantai akan semakin luas menjorok ke laut, kondisi ini terjadi menjelang sore hari. Bagi para pencinta fotografi, Pasir Putih akan menjadi surga hunting foto yang luar biasa. Langkah tenang matahari pulang ke ufuk Barat menjadi saat yang sangat ditunggu untuk dinikmati dan diabadikan. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

Aktivitas wisata yang juga tak kalah menarik dilakukan adalah berkeliling pantai dengan menyewa perahu. Selain itu, wisatawan pun bisa mengunjungi Pulau Condong dan Pulau Bule yang terletak tak jauh dari Pantai Pasir Putih. Kedua pulau ini memiliki pantai yang indah pula, berhias pasir putih dan halus. Pemandangan di sini masih sangat alami.

Jika ingin menikmati keindahan bawah laut, Pulau Bule adalah tempatnya. Beragam jenis terumbu karang dan ikan hias tersaji di sekitar pulau ini. Penumpang perahu biasanya menikmati keindahan terumbu karang dan ikan-ikan cantik dengan menggunakan sebuah kotak dari kaca, alat tradisional yang biasanya digunakan masyarakat sekitar untuk mencari lobster dan kepiting karang.

Setelah puas nenikmati semua yang tersaji di Pantai Pasir putih dan sekitarnya, tak lengkap rasanya kembali kerumah tanpa membawa buah tangan sebagai kenang-kenangan. Anda tak perlu bingung mencari toko cendremata di sekitar pantai ini, terdapat toko-toko yang menjual ragam suvenir dengan model yang unik.

Sebagai tempat tujuan wisata, Lampung telah memiliki sarana pendukung yang sangat baik. Berbagai, tempat penginapan mulai kelas melati hingga hotel berbintang sudah banyak berdiri. Dukungan akses jalan yang baik juga akan mempermudah wisatawan mencapai lokasi. Datang dan nikmati keindahan pantai berpasir putih nan halus ini.

Sumber: Majalah Travel Club

Goresan Indah Banda Neira

Posted: 31 Mar 2010 07:14 PM PDT

Air laut jernih, halus pasir pantai putih, dan keindahan taman bawah laut menjadikan Kepulauan Banda obyek wisata lengkap.

Salah satu daya tarik pariwisata Kepulauan Banda adalah keindahan taman lautnya, yang bertebaran jauh di kedalaman. Tak salah memang jika taman taut di Kepulauan Banda menjadi magnet kuat menjadi daya pikat wisatawan, khususnya penggemar olahraga menyelam. Terumbu karang yang tersebar di kepulauan ini adalah yang terkaya di dunia. Dari 700 jenis karang di dunia, sekitar 432 jenis karang (64 persen) terdapat di Kepulauan Banda. Sungguh potensi yang menakjubkan.

Banda secara administratif masuk dalam Kabupaten Maluku Tengah. Ada tiga pulau besar dari 11 pulau yang terdapat di sini. Ketiga pulau tersebut adalah Pulau Neira, Pulau Banda Besar, dan Pulau Gunung Api. Tujuh pulau sisanya merupakan pulau-pulau kecil, yang memiliki pantai indah dan berpasir halus.

Setidaknya terdapat sekitar 52 lokasi penyelaman di sini. Setiap titik penyelaman memiliki keindahan dan kekayaan biota laut yang tidak terdapat di tempat lain. Beberapa referensi menyarankan, jika ingin menyelam di kepulauan ini waktu yang tepat adalah pada Maret-April atau September-Oktober, saat ombak dan angin laut bersahabat.

Sonegat Arm, merupakan salah satu dive site terdekat dari Kota Banda Neira. Kawasan ini terletak antara Pulau Neira dan Pulau Gunung Api. Ikan-ikan penghuni lokasi ini antara lain emperor angelfish dan blue girdled. Selain itu Keraka Island, pulau ini pun memiliki pantai yang menakjubkan. Di lokasi ini terdapat large blue dan yellow tunicates yang menutupi sebuah mini-wall setinggi 18 meter.

Sementara jika menyelam di lokasi Batu Belanda, selain keindahan barrel, tube sponge, beragam jenis ikan dari kelompok large emperor, blue girdled angelfish, wrasses, large pinnate batfish, akan menjadi teman yang menyenangkan.

Lokasi lain yang juga kaya jenis ikan terdapat di Pulau Hatta. Ikan-ikan cantik seperti rainbow runners, unicornfish, fusiliersm jack fish, bisa dijumpai di sini. Terdapat juga dari jenis whitetip sharks, napoleon wrasse, dan hawksbill turtles.

Di pulau yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Pulau Banda-Neira ini terdapat skaru atoll. Masih banyak lagi lokasi penyelaman yang menawarkan permadani bawah air seperti di Pulau Sjahrir, Pulau Ay, Pulau Lontar, dan Pulau Gunung Api.

Bukan hanya taman bawah air yang di miliki Banda, kepulauan yang terletak di sebelah tenggara ibukota Maluku ini memiliki daratan yang subur. Bangsa-bangsa Eropa sudah mengetahui kekayaan alam kepulauan Banda sejak abad ke-15 silam.

Keberadaan rempah-rempah yang melimpah di sini, jadi salah satu alasan utama para pelaut dari belahan dunia lain rela menerjang badai dan ombak besar menuju Kepulauan Banda. Nama Banda pun kemudian kondang sebagai tempat penghasil rempah-rempah nomor wahid di dunia.

Di abad pertengahan, Banda menjadi pusat rempah-rempah, ini membuat bangsa- bangsa Eropa rela menjaganya mati-matian agar tak jatuh ke bangsa lain.

Orang-orang Portugis menjadi bangsa Eropa pertama yang menginjakkan kakinya di sini. Mereka menjadi arsitek awal pembangun kawasan Banda. Kolonial Belanda kemudian melanjutkannya dengan konsep gaya Eropa.

Jejak-jejak peninggalan para pemburu rempah-rempah itu masih bisa disaksikan hingga saat ini. Kokohnya benteng-benteng pertahanan di kepulauan ini menjadi bukti, begitu pentingnya kawasan ini di mata bangsa Eropa kala itu, saat masa Gold-Glory-Gospel.

Beberapa peninggalan masa penjajahan yang masih bisa disaksikan antara lain Benteng Nassau. Awalnya, pondasi Benteng ini dibangun orang-orang Portugis pada 1609. Sebelum rampung membangun benteng, Portugis keburu diusir Belanda. Pembangunan benteng ini pun dilanjutkan Belanda pada 1617.

Satu lagi benteng yang masih terjaga baik, Benteng Belgica, namanya. Keindahan benteng yang dibangun Pieter Both ini banyak membuat wisatawan mancanegara kagum dengan bentuk arsitekturnya yang berbentuk segi lima. Selain kedua benteng itu, terdapat ada pula benteng Hollandia di Pulau Lontar dan Benteng Revenge yang berlokasi di Pulau Ay.

Bangunan yang tak kalah menarik untuk dikunjungi adalah Istana Mini. Pada masa lalu, Bangunan ini digunakan sebagai tempat tinggal para petinggi VOC dan NHM. Didirikan pada 1622, Istana Mini berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah.

Banda masih memiliki rumah-rumah bekas peninggalan zaman penjajahan. Salah satunya, bangunan tua yang sekarang digunakan sebagai Kantor Polisi Sektor Pulau-Pulau Banda. Kondisi bangunan ini masih terawat baik. Terdapat pula sebuah gereja tua yang dibangun Mauritz Vantzius dan Johan Wilhelm Hoeke. Masa pembangunan gereja ini dimulai 20 April 1873 hingga 23 Mei 1875.

Pada awal 1900-an, Banda Naira (kadang disebut “Neira”) pun dijadikan sebagai tempat pengasingan pejuang kemerdekaan. Tokoh-tokoh bangsa yang pernah dibuang di sini adalah Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dr Cipto Mangunkusumo (1928), Iwa Kusumasumantri (1930), serta beberapa anggota organisasi Sjarikat Islam (SI) pernah merasakan masa getir di tempat pembuangan ini.

Rumah pengasingan para pejuang bangsa itu menjadi saksi bisu sejarah Banda Neira dan negeri ini. Beragam cerita duka dan perjuangan tersimpan apik di rumah-rumah bekas tempat pengasingan tersebut. Kini, lokasi-lokasi tersebut menjadi obyek wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Aktivitas wisata alam lain yang tak kalah menarik untuk di coba adalah mendaki Gunung Api yang berada di Pulau Gunung Api. Meski hanya memiliki ketinggian kurang dari 1.000 meter, gunung ini tetap punya daya tarik dan cukup menantang untuk ditaklukkan. Anda tertantang mencumbui di alam indah kepulauan ini?

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...

Tuesday, March 30, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Vote Komodo Jadi New 7 Wonders

Posted: 30 Mar 2010 10:02 AM PDT

Vote Pulau Komodo menjadi New 7 Wonder of Nature belum usai. Semenjak terpilih menjadi finalis dalam New 7 Wonders of Nature pada 21 Juli 2009, posisi (ranking) Pulau Komodo dalam New 7 Wonders masih naik turun. Dalam lastes ranking yang saya buka beberapa hari silam, Pulau Komodo berada di posisi ke-8 dari 28 finalis. Ranking [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Monday, March 29, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Zodia (Evodia suaveolens) Tanaman Pengusir Nyamuk

Posted: 29 Mar 2010 02:03 AM PDT

Zodia (Evodia suaveolens). Zodia adalah tumbuhan dari suku jeruk-jerukan (Rutaceae) yang merupakan tanaman endemik Indonesia yang berasal dari Papua. Tanaman ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat asli Papua untuk mengusir serangga dan nyamuk dengan cara mengusapkan daun zodia ke sekujur tubuh. Saat sekarang, mulai banyak orang yang menanam zodia (Evodia suaveolens) di dalam pot dan diletakkan di [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Anang's Blog

Anang's Blog


Meningkatkan Mood Menulis

Posted: 28 Mar 2010 11:35 PM PDT


TIPS BLOGGING


Bulan apa ini? Maret? Wah... Lama sekali rasanya tidak mengupdate blog biru ini... Tercatat bulan maret ini hanya lima posting nangkring di kotak navigasi blog...

Hm.. Yup, anda benar... Jenuh memang menjadi momok bagi blogger.... Apalagi kesibukan yang kemarin begitu meningkat jelang ujian akhir nasional untuk anak-anak SMA. Hal tersebut semakin menebalkan keengganan bagi saya untuk menghadirkan suguhan terbaru di blog ini.... Fyuh....

Kini setelah semua aktivitas yang memadat mulai sedikit mereda, izinkanlah saya mencoba untuk menghidupkan kembali semangat nge-blog.... Yak.... Kita mulai...

Saya hanya ingin berbagi tips bagaimana untuk meningkatkan mood menulis ketika jenuh mulai melanda.... Satu yang pasti jangan pernah mencoba untuk memikirkan ingin menulis apa sementara fikiran lagi kosong dan tak ada ide untuk menulis... Jauhi dulu semua yang namanya kotak posting blog anda.... Carilah ide segar di luar sana....

Yap.. Kunci dari menulis adalah sebuah ide. Dan ide bisa didapatkan dari mana saja... Ketika anda keluar satu langkah dari rumah, maka disitulah ide bertebaran dimana-mana. Salah satu contoh, ketika anda mendapati hujan mulai turun, maka anda bisa menuliskan sesuatu tentang hujan... Jangan takut untuk menuliskan apapun yang sedang terlintas di pikiran anda, karena tidak pernah ada yang salah dengan pikiran kita.

Justru kelebihan dari tulisan kita adalah jika kita mampu melihat dari sudut pandang lain dari apa yang orang lain lihat..... Berangkat dari sini, gali terus semua potensi anda, karena setiap perubahan yang kita lihat, kita rasa dan kita alami bisa menjadi ide awal untuk membuat tulisan spektakuler.....

So... Keep blogging... Keep writing.... Keep sharing.....

Anang's Blog Selanjutnya...

Saturday, March 27, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Pengalaman Partisipasi Dalam Earth Hour

Posted: 27 Mar 2010 09:09 AM PDT

Earth Hour kali ini memberikan pengalaman tersendiri buat saya. Kalau pada pelaksanaan Earth Hour tahun lalu saya hanya berhasil mematikan sebagian peralatan listrik di rumah saya dalam Earth Hour 2010 ini, alhamdulillah saya berhasil mematikan seluruh peralatan listrik bahkan termasuk hape jadul saya. Sayang, saya tidak berhasil mematikan obat nyamuk elektrik karena begitu peralatan listrik [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...