Monday, March 22, 2010

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Permainan Saat Earth Hour

Posted: 21 Mar 2010 11:15 AM PDT

Di jaman modern seperti sekarang, kayaknya 1 jam tidak ngapa-ngapain apalagi gelap-gelapan akan terasa sangat lama dan membosankan. Kita sudah terbiasa bahwa selalu ada saja TV, radio, atau komputer yang menyala.

Jadi bagaimana supaya kita tidak merasa bosan saat Earth Hour? Buat permainan yang menyenangkan dengan keluarga atau teman-teman anda.

Yang pasti permainan ini tidak bisa menggunakan listrik. Jadi apa saja yang bisa dimainkan?

  1. Permainan papan (boardgames) seperti catur, monopoly, ular tangga, catur jawa, dll
  2. Main kartu atau domino
  3. Pancasila Lima Dasar
  4. Congklak
  5. Tebak gambar (win, lose or draw)
  6. Tebak lagu (lebih bagus lagi kalau ada yang bisa main gitar)
  7. Adu membuat Lego
  8. Membuat Origami
  9. Pastinya ada banyak yang saya belum terpikir…

Permainan-permainan ini selain mengisi Earth Hour anda, juga dapat mendekatkan hubungan anda dengan teman, keluarga dan orang yang anda kasihi, terutama bila anda sudah lama tidak memainkan permainan-permainan ini.

Siapkan dari sekarang permainan-permainan anda dan nantikan saatnya Earth Hour. Mungkin anda malah bisa-bisa ketagihan.


Filed under: Agenda Hijau, Berita Lingkungan Lokal Tagged: permainan earth hour

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Anang's Blog

Anang's Blog


Ujian Nasional

Posted: 21 Mar 2010 12:26 PM PDT


Musim ujian telah datang... Kini saatnya bagi adik-adik kita yang masih duduk di bangku sekolah dasar hingga menengah menghadapi masa yang boleh dibilang paling menjengkelkan selama menempuh pendidikan di sekolah. He... Ujian Nasional, Ujian Akhir Nasional bisa disingkat UN, UAN, atau UNAS. Kalau jaman saya masih muda dulu namanya adalah EBTANAS.

Menjengkelkan, tentu kita harus jujur dan tidak membohongi diri bahwa memang saat ujian ini adalah saat paling tidak menyenangkan bagi sebagian besar siswa. Coba saya tanya siapa yang senang ujian sekolah? Kalau senang sudah pasti akan dihadapi dengan hati ceria seperti hendak bertemu dengan sang kekasih saat malam minggu. Bukan gelisah dan cemas yang menghantui setiap kali menyadari bahwa hari ujian itu sudah bisa dihitung dengan jari. Haha..

Saya yakin bahwa salah satu hal yang membuat kita suka dan senang ke sekolah adalah uang saku dan ketemu teman atau 'teman' di sekolah. Ya kan?... Haha... Ini sudah umum di kalangan siswa kita. Kekeke... Bukan ujian. Kalau ada ulangan harian ada saja cara mengelak darinya. Belum belajar, besok saja pak, atau kalimat tolakan lainnya yang meluncur dari mulut mereka.. Nyahaha...

Namun, saat ini mereka tidak bisa mengelak sama sekali pada UN, karena dalam kurun waktu tiga minggu berturut-turut ini mereka akan menjalani hari paling menentukan dalam perjalanan tiga atau enam tahun selama di sekolah. Dimulai besok hari Senin (20/04) anak-anak kelas 12 SMA dan setingkat akan menjalani UN atau UNAS. Disusul anak kelas 9 SMP atau setingkat minggu depannya dan adik-adik kelas 6 SD dan setingkat beberapa minggu berikutnya.

Tahun ini standar nilai kelulusan meningkat dari tahun kemaren menjadi 5,5. Hanya ada dua opsi, lulus atau tinggal kelas. Masa belajar selama tiga atau enam tahun ditentukan dalam Ujian Nasional dalam rentang hanya beberapa hari saja. Berat memang, tapi mau bagaimana lagi pemerintah punya gawe besar yang katanya membuat kompetensi lulusan sekolah meningkat. Fyuh...

Banyak pro-kontra tentang pelaksanaan Ujian Nasional ini. Ada yang mendukung dan menolak jika UN ini menjadi tolok ukur lulus dan tidak lulusnya siswa. Saya tidak akan membahas ini terlalu jauh... Silahkan beropini saja sendiri. Saya yakin anda bisa arif dan bijak memahami permasalahan ini. Hehe...

Kini, satu hal yang pasti bahwa yang saya pahami adalah esensi Ujian Nasional hanya pada hasil, bukan pada proses mendapatkan hasil itu. Hehe... Tujuannya mendapatkan nilai yang bagus, bukan pada pemahaman materi yang didapat selama bertahun-tahun di bangku sekolah. Hehe.. Maaf jika pemahaman saya salah.

Realita yang ada kini dan menjadi rahasia publik adalah siswa diajak untuk saling bekerja sama menyukseskan hajatan terbesar pemerintah dalam hal pendidikan ini. Saling bahu-membahu mencari cara untuk lolos dari ujian nasional. Sudah bukan jamannya lagi mengerjakan soal dengan membungkuk seraya menutup lembar jawaban dari pandangan teman-teman di sekitar. Kuno...

(ilustrasi) Kuno, egois saat ujian. Jangan melihat pekerjaanku!

Pihak yang direpotkan dan dipusingkan tidak hanya siswa melainkan guru juga. Lha kalau banyak yang tidak lulus yang kena imbasnya juga pada sekolah. Makanya tidak heran kalau banyak guru yang berusaha mencari jalan pintas seperti mencuri naskah soal ujian nasional, mencari bocoran soal unas, dll....

Saya hanya ingin mengucapkan buat adik-adikku tercinta yang akan menghadapi Ujian Nasional, Ujian Akhir Sekolah. Selamat belajar dan selamat menikmati hari-hari menentukan ini dengan senyum dan optimisme tinggi! Semoga sukses dan berhasil serta semuanya lulus dan lolos... Amin.....!

Gambar asli disini

Anang's Blog Selanjutnya...

[New post] Wow..Buku Telat Dikembalikan Setelah 45 Tahun!

Wow..Buku Telat Dikembalikan Setelah 45 Tahun!

dekadeku | 22 Maret 2010 pada 7:19 am | Tag: Buku Telat, Dikembalikan Selama 45 Tahun | Categories: Info Unik Seputar Buku | URL: http://wp.me/pGrDA-9J

LONDON--Pengembalian buku yang terlambat mungkin sudah biasa, termasuk di perpustakaan Dinnington. Namun, paket buku yang diterima pada bulan lalu merupakan kasus yang luar biasa.

Perpustakaan Dinnington menerima buku edisi pertama "Quatermass and the Pit" dari penulis Nigel Kneale yang tercatat dipinjam pada tanggal 24 September 1965, seperti yang dilansir Reuters, pekan lalu.

"Awalnya saya pikir paket kiriman itu hanya pengembalian buku biasa, namun setelah saya melihat warna dari sudut halaman buku itu, tampak berwarna coklat," ujar Alison Lawrie, Asisten Pemimpin Perpustakaan Dinnington, seperti dikutip republika.co.id, Senin (23/3).

"Memang benar sebagian besar orang sangat menikmati buku yang mereka pinjam, namun waktu 45 tahun sangat luar biasa," katanya.

Staf perpustakaan meyakini buku itu dipinjam dari Perpustakaan Dinnington lama yang berada di kota Sheffield, Yorkshire Selatan yang dibuka pada tahun 1936 kemudian ditutup dan dibuka kembali di lokasi perpustakaan saat ini pada tahun 2000.

Namun, identitas dari pengirim buku itu masih menjadi misteri karena catatan perpustakaan tidak bisa mencapainya. Sebenarnya, pengirim itu juga tidak perlu khawatir mengenai denda akumulasi yang sangat besar. Sebab, besaran denda dibatasi hingga 6 pondsterling atau sekitar 9 dolar AS.

"Orang yang mengirim buku itu kembali tak perlu khawatir adanya masalah apapun. Bahkan, jika ia ingin datang, kami sangat ingin mendengar cerita dibalik itu," pungkas Lawrie.

(www.jedadulu.com)

Komentari tulisan ini


[New post] Wow..Buku Telat Dikembalikan Setelah 45 Tahun! Selanjutnya...

Saturday, March 20, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


World Silent Day, Dari Heningnya Bali Untuk Dunia

Posted: 20 Mar 2010 09:04 AM PDT

World Silent Day atau Hari Hening Sedunia merupakan sebuah gerakan untuk mengurangi aktifitas yang mengeluarkan sumber daya seperti menyalakan listrik dan mengendarai kendaraan bermotor selama 4 jam yang dimulai pada pukul 10.00 hingga 14.00. World Silent Day dilaksanakan setiap tanggal 21 Maret. World Silent Day (Hari Hening Sedunia) diharapkan memberikan kontribusi pada pengurangan ancaman pemanasan [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Cuci Piring Sendiri Agar Lebih Peduli

Posted: 20 Mar 2010 02:21 AM PDT

Di jaman sekarang kebanyakan pekerjaan rumah tangga tidak dilakukan sendiri lagi tetapi menggunakan pembantu rumah tangga seperti untuk urusan mencuci piring. Memang hal ini akan mempercepat pekerjaan dan meringankan beban dibandingkan dikerjakan sendiri. Tetapi hal ini dapat membuat kita tidak menghargai sisa-sisa makanan yang terbuang karena kita tanpa kita sadari ternyata sisa makanan yang kita buang itu cukup banyak.

Kadang makanan kita sisa sedikit dan merasa kenyang langsung dibuang, mengambil saus banyak-banyak tetapi kita termakan semua, makanan terlalu keras disisakan.

Kalau kita cuci sendiri makanan kita, maka kita akan lebih menyadari seberapa banyak makanan yang kita buang begitu saja, termasuk sisa-sisa nasi yang menempel di piring. Kalau kita hitung ternyata hal ini cukup banyak juga.

Kebetulan saya juga sebelumnya memang selalu ada pembantu rumah tangga, yang sejak lebaran tahun 2009 tidak ada lagi jadi setiap hari selalu mencuci piring sendiri dan sudah menjadi terbiasa.

Ternyata dengan mencuci piring sendiri saya jadi banyak sekali belajar untuk mengefisiensikan waste yang dihasilkan dari makan kita sehari-hari.

Jadi, bukannya saya mau semua orang tidak menggunakan pembantu, tapi sekali-sekali anda harus mencuci piring sendiri dan memperhatikan betul apa yang kita buang.

Mudah-mudahan dengan belajar dari mencuci piring sendiri kita akan lebih peduli dan tidak menghamburkan makanan kita.


Filed under: Lingkungan Rumah

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Friday, March 19, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Perilaku Bijak Di Hutan

Posted: 19 Mar 2010 09:59 AM PDT

Perilaku yang bijak saat di dalam hutan itu yang bagaimana sebuah pertanyaan seorang peserta yang mengikuti pembekalan materi anggota Pecinta Alam di tempat saya.  Pecinta alam atau siapa saja yang menyukai kegiatan di alam bebas seharusnya mengetahui bagaimana musti bersikap dan berperilaku yang bijak saat berada di dalam hutan. Perilaku dan sikap bijak ini sangat [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Thursday, March 18, 2010

[New post] Buku 'Sejuta Gelar untuk Gus Dur' Diluncurkan


[New post] Buku 'Sejuta Gelar untuk Gus Dur' Diluncurkan Selanjutnya...