Monday, March 15, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) Diambang Punah

Posted: 14 Mar 2010 08:00 AM PDT

Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) merupakan salah satu spesies badak yang dipunyai Indonesia selain badak jawa (Rhinocerus sondaicus). Badak sumatera (Sumatran rhino) juga merupakan spesies badak terkecil di dunia merupakan satu dari 5 spesies badak yang masih mampu bertahan dari kepunahan selain badak jawa,  badak india, badak hitam afrika, dan badak putih afrika. Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Saturday, March 13, 2010

[New post] Buku 'Lembaga PK Perkara Pidana' Diluncurkan

Buku 'Lembaga PK Perkara Pidana' Diluncurkan

dekadeku | 14 Maret 2010 pada 3:21 am | Tag: Buku PK, luncurkan buku | Categories: Politik Buku | URL: http://wp.me/pGrDA-9i

JAKARTA--Buku berjudul 'Lembaga Peninjauan Kembali (PK) Perkara Pidana, Penegakkan Hukum dan Penyimpangan Praktik & Peradilan Sesat' karangan dosen hukum pidana Universitas Brawijaya (Unibraw), Adami Chazawi, diluncurkan, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Adami Chazawi menyatakan buku tersebut menyoroti bahwa PK merupakan penebusan dosa yang telah dibuat kepada warganya, maka diberikan kepada warga negara yang menjadi terdakwa untuk mengajukan PK. "PK merupakan sebuah upaya hukum luar biasa untuk memperbaiki kedzaliman negara dengan menghukum warganya yang tidak bersalah," katanya.

Namun, kata Adami, dalam perjalanannya terjadi kekeliruan dalam penggunaan PK yang dimulai semasa era orde baru, yakni, jaksa mencoba-coba mengajukan PK dalam kasus Muchtar Pakpahan, padahal pada PK sebelumnya Muchtar Pakpahan dinyatakan bebas.

Saat ini, Adami menjelaskan, pengajuan PK semakin banyak kekeliruannya dengan terus menerima dan mengabulkan PK yang diajukan oleh jaksa dengan melawan putusan bebas. "Akibatnya seorang warga yang telah mengantongi putusan bebas, harus khawatir jika jaksa mengajukan PK kembali," cetusnya.

Sementara itu, ahli hukum pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chaerul Huda, menilai, praktik pengajuan PK oleh selain terpidana dan ahli warisnya, memandang bahwa KUHAP itu tidak dari perspektif hukum. "Melainkan, dari perspektif politik," jelasnya.

(www.antaranews.com)

Komentari tulisan ini


[New post] Buku 'Lembaga PK Perkara Pidana' Diluncurkan Selanjutnya...

Anang's Blog

Anang's Blog


Waduk Karangkates

Posted: 12 Mar 2010 02:26 PM PST


SUNRISE DI BENDUNGAN IR SUTAMI







Pagi itu suasana kabut menyambut pagi yang dingin. Laju motor legendaris itu tak tertahan bersama deru kendaraan yang menyapu jalanan. Tak terasa setelah berjam-jam perjalanan akhirnya saya pun singgah di sebuah tempat yang banyak airnya. Salah satu bendungan terbesar di Jawa. Bendungan Ir. Sutami atau orang biasa menyebutnya waduk Karangkates.

Tak sia-sia perjalanan dari kota lahir saya menuju kota Malang melewati Blitar, akhirnya bisa mampir ke waduk yang secara total mampu menampung 343 milyar liter air yang dibendung sebuah bangunan kokoh nan besar sepanjang ratusan meter. Menurut sejarahnya bendungan ini mulai dioperasikan pada 2 Mei 1972. Air bendungan ini mengalir jauh sampai ke Surabaya, melewati kali Brantas yang mengular di Jawa Timur itu.

Pemandangan alam yang begitu indah bisa kita nikmati di bendungan Sutami. Sebuah kolam air raksasa di sebelah timur bendungan dalam bentangan barisan pegunungan... Oh Maha Indah ciptaan Ilahi.... Di sebelah barat tampak sebuah aliran sungai yang dialirkan dari bendungan melewati sebuah lembah bergunung-gunung. Tampak pula di sebelah barat tiga buah pipa bagian dari PLTA Sutami. Ada pula jalur kereta api yang melengkapi keindahan alam waduk Karangkates ini.

Sungguh nikmat menikmati sunrise dimana cahaya mentari akan terpantul dalam air yang melimpah ruah di waduk ini. Namun, sayang saat itu saya terhalang deretan awan yang menggantung di langit... Ah....

Ah,.... Indonesia is very beautiful.........

Anang's Blog Selanjutnya...

Thursday, March 11, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Konferensi CITES ke-15 (CoP15 Species) Qatar

Posted: 11 Mar 2010 02:56 PM PST

Konferensi Para Pihak ke-15 CITES atau The 15th meeting of the Conference of the Parties (CITES CoP 15) akan digelar di Doha, Qatar dari tanggal 13-25 Maret 2010. Conference of the Parties (CoP) merupakan konferensi tiga tahunan para anggota CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) yang biasa disebut [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Aku Ingin Hijau

Aku Ingin Hijau


Earth Hour 2010

Posted: 11 Mar 2010 03:06 AM PST

Earth Hour 2010 akan dilaksanakan lagi pada tanggal 27 Maret 2010 pada jam 20:30-21″30 waktu setempat. Targetnya tahun ini akan ada lebih banyak lagi partisipan di seluruh dunia yang harapannya adalah ada penghematan yang akan berarti untuk bumi kita. Bagaimana dengan anda?


Filed under: Agenda Hijau, Berita Lingkungan Lokal

Aku Ingin Hijau Selanjutnya...

Tuesday, March 9, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Kerusakan Hutan (Deforestasi) Di Indonesia

Posted: 09 Mar 2010 06:46 AM PST

Kerusakan hutan (deforestasi) masih tetap menjadi ancaman di Indonesia. Menurut data laju deforestasi (kerusakan hutan) periode 2003-2006 yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan, laju deforestasi di Indonesia mencapai 1,17 juta hektar pertahun. Bahkan kalau menilik data yang dikeluarkan oleh State of the World's Forests 2007 yang dikeluarkan The UN Food & Agriculture Organization (FAO), angka deforestasi Indonesia [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Monday, March 8, 2010

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Jadi Orang Desa di Desa Wisata

Posted: 08 Mar 2010 05:34 PM PST

Setiap orang pasti punya selera masing-masing dalam memilih tempat untuk bertamasya. Sekarang, banyak berkembang konsep “desa wisata”. Sebuah kawasan wisata yang mengajak pengunjungnya menikmati suasana pedesaan sekaligus menjadi bagian dari masyarakatnya.

Keberadaan desa wisata bak oase bagi masyarakat perkotaan. Ditengah makin sumpeknya lingkungan kota ditimpa tingkat polusi yang mengkhawatirkan, maka kebutuhan menikmati lingkungan asri dan menghirup udara segar menjadi keharusan.

Desa wisata menawarkan sebuah petualangan yang tak hanya menyenangkan, tapi juga mengajak pengunjungnya untuk sadar lingkungan hidup sehat dan alami.

Menikmati suasana alam pedesaaan yang hijau dengan segala aktivitasnya yang tradisional bisa menjadi cara mujarab penyegaran diri, terutama bagi mereka yang sehari-hari sibuk dengan rutinitas yang padat dan menguras tenaga dan pikiran.

Di desa wisata, pengunjung dapat merasakan bagaimana membajak sawah, menanam padi atau menggembala hewan ternak. Juga, dapat mencicipi makanan dengan menu tradisional.

Bagi masyarakat desa, berkembangnya konsep desa sebagai obyek wisata akan memberi dampak positif, terutama dari sisi ekonomi. Paling tidak menambah penghasilan warganya. Desa wisata mandiri dapat terwujud cukup dengan mengandalkan sumber daya alam maupun sumber daya manusia (SDM) setempat.

Masyarakat sekitar bisa meningkatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) secara mandiri pula, misalkan dengan memebuat kerajinan tangan sebagai cenderamata yang dijual kepada pengunjung. Bahkan, dapat menjadikan rumahnya sebagai homestay para wisatawan yang bertandang ke desanya.

Alam indah nan elok yang dimiliki Indonesia menjadi keunggulan tersendiri. Artinya, tanpa rekayasa setiap daerah memiliki potensi untuk bisa di kembangkan menjadi desa wisata. Jawa Tengah dan Yogyakarta adalah dua provinsi yang masyarakatnya sudah cukup banyak memanfaatkan keindahan dan keasriannya untuk menggulirkan industri pariwisata.

Dua provinsi ini menumbuhkan kawasan yang mengembangkan wisata pedesaan. Bahkan di Sleman, Yogyakarta upaya memajukan kawasan desa wisata aktif dilakukan, diantaranya dengan adanya Festival Desa Wisata yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Forum Komunikasi Desa Wisata Kabupaten Sleman.

Di Sleman, sudah tecatat beberapa desa yang dikembangkan menjadi desa wisata seperti Desa Wisata Pentingsari, Desa Wisata Ketingan, Desa Wisata Brayut, Donoharjo, Desa Wisata Kelor, Desa Wisata Trumpon, Desa Wisata Tanjung, dan Desa Wisata Kembang Arum.

Masih diYogyakarta, tepatnya di Gunung Kidul, paling tidak ada beberapa pilihan desa wisata yang bisa di kunjungi yakni Desa Wonosadi di Kecamatan Ngawen, Dusun Bobung Putat di Kecamatan Patuk, Dusun Garotan Bendung dan Dusun Mojo di Kecamatan Semanu.

Sementara di Jawa Tengah juga banyak pilihan tempat yang bisa dipilih untuk wisatawan menikmati kawasan asri desa wisata, seperti di Desa wisata Candirejo, Dieng, Duwet, Karangbanjar, Karimunjawa, Ketenger, Selo, dan Desa Wisata Kopeng.

Keragaman budaya masayarakat pedesaan yang memiliki keunikannya menjadi nilai tambah yang memikat. Karena, selain dapat menawarkan keindahan alam, wisata pedesaan juga mengenalkan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat setiap desa, termasuk seni budaya tradisionalnya. Anda tertarik? Segera berkemas dan selami begitu serunya menjadi orang desa.

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...