Tuesday, March 9, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Kerusakan Hutan (Deforestasi) Di Indonesia

Posted: 09 Mar 2010 06:46 AM PST

Kerusakan hutan (deforestasi) masih tetap menjadi ancaman di Indonesia. Menurut data laju deforestasi (kerusakan hutan) periode 2003-2006 yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan, laju deforestasi di Indonesia mencapai 1,17 juta hektar pertahun. Bahkan kalau menilik data yang dikeluarkan oleh State of the World's Forests 2007 yang dikeluarkan The UN Food & Agriculture Organization (FAO), angka deforestasi Indonesia [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Monday, March 8, 2010

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Jadi Orang Desa di Desa Wisata

Posted: 08 Mar 2010 05:34 PM PST

Setiap orang pasti punya selera masing-masing dalam memilih tempat untuk bertamasya. Sekarang, banyak berkembang konsep “desa wisata”. Sebuah kawasan wisata yang mengajak pengunjungnya menikmati suasana pedesaan sekaligus menjadi bagian dari masyarakatnya.

Keberadaan desa wisata bak oase bagi masyarakat perkotaan. Ditengah makin sumpeknya lingkungan kota ditimpa tingkat polusi yang mengkhawatirkan, maka kebutuhan menikmati lingkungan asri dan menghirup udara segar menjadi keharusan.

Desa wisata menawarkan sebuah petualangan yang tak hanya menyenangkan, tapi juga mengajak pengunjungnya untuk sadar lingkungan hidup sehat dan alami.

Menikmati suasana alam pedesaaan yang hijau dengan segala aktivitasnya yang tradisional bisa menjadi cara mujarab penyegaran diri, terutama bagi mereka yang sehari-hari sibuk dengan rutinitas yang padat dan menguras tenaga dan pikiran.

Di desa wisata, pengunjung dapat merasakan bagaimana membajak sawah, menanam padi atau menggembala hewan ternak. Juga, dapat mencicipi makanan dengan menu tradisional.

Bagi masyarakat desa, berkembangnya konsep desa sebagai obyek wisata akan memberi dampak positif, terutama dari sisi ekonomi. Paling tidak menambah penghasilan warganya. Desa wisata mandiri dapat terwujud cukup dengan mengandalkan sumber daya alam maupun sumber daya manusia (SDM) setempat.

Masyarakat sekitar bisa meningkatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) secara mandiri pula, misalkan dengan memebuat kerajinan tangan sebagai cenderamata yang dijual kepada pengunjung. Bahkan, dapat menjadikan rumahnya sebagai homestay para wisatawan yang bertandang ke desanya.

Alam indah nan elok yang dimiliki Indonesia menjadi keunggulan tersendiri. Artinya, tanpa rekayasa setiap daerah memiliki potensi untuk bisa di kembangkan menjadi desa wisata. Jawa Tengah dan Yogyakarta adalah dua provinsi yang masyarakatnya sudah cukup banyak memanfaatkan keindahan dan keasriannya untuk menggulirkan industri pariwisata.

Dua provinsi ini menumbuhkan kawasan yang mengembangkan wisata pedesaan. Bahkan di Sleman, Yogyakarta upaya memajukan kawasan desa wisata aktif dilakukan, diantaranya dengan adanya Festival Desa Wisata yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Forum Komunikasi Desa Wisata Kabupaten Sleman.

Di Sleman, sudah tecatat beberapa desa yang dikembangkan menjadi desa wisata seperti Desa Wisata Pentingsari, Desa Wisata Ketingan, Desa Wisata Brayut, Donoharjo, Desa Wisata Kelor, Desa Wisata Trumpon, Desa Wisata Tanjung, dan Desa Wisata Kembang Arum.

Masih diYogyakarta, tepatnya di Gunung Kidul, paling tidak ada beberapa pilihan desa wisata yang bisa di kunjungi yakni Desa Wonosadi di Kecamatan Ngawen, Dusun Bobung Putat di Kecamatan Patuk, Dusun Garotan Bendung dan Dusun Mojo di Kecamatan Semanu.

Sementara di Jawa Tengah juga banyak pilihan tempat yang bisa dipilih untuk wisatawan menikmati kawasan asri desa wisata, seperti di Desa wisata Candirejo, Dieng, Duwet, Karangbanjar, Karimunjawa, Ketenger, Selo, dan Desa Wisata Kopeng.

Keragaman budaya masayarakat pedesaan yang memiliki keunikannya menjadi nilai tambah yang memikat. Karena, selain dapat menawarkan keindahan alam, wisata pedesaan juga mengenalkan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat setiap desa, termasuk seni budaya tradisionalnya. Anda tertarik? Segera berkemas dan selami begitu serunya menjadi orang desa.

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...

[New post] Hobi Belanja Mewah Kim Dibukukan

Hobi Belanja Mewah Kim Dibukukan

dekadeku | 8 Maret 2010 pada 12:35 pm | Tag: Hobi Belanja Mewah, Kim Dibukukan | Categories: Info Unik Seputar Buku | URL: http://wp.me/pGrDA-93

Kim Jong Il (foto: bbc.co.uk)PYONGYANG--Seorang mantan tentara Korea Utara berpangkat kolonel, Kim Jong-ryul, menggambarkan kebiasaan belanja mewah yang dilakukan oleh pemimpin negara itu, Kim Jong il.

Jong-ryul menggambarkan bagaimana dia menghabisakan waktu selama dua dekade atau dua puluh tahun terakhir berbelanja di Eropa untuk keperluan kepemimpinan sang diktator di Pyongyang.

Cerita sang Kolonel ini menjadi subyek dari sebuah buku baru yang diterbitkan di Austria. Di buku itu pula dia menceritakan telah hidup dalam penyamaran sejak dia membelot tahun 1994.

Buku yang menceritakan kisah Kolonel Kim Jong-ryul ini berjudul 'At the Dictator's Service'. Dalam buku itu, dia mengatakan Vienna adalah salah satu tujuan belanja yang rutin dia kunjungi, salah satu pusat belanja yang sering dia gunakan untuk pelesiran juga.

Jong-ryul juga menceritakan, pada saat itu dia membeli segala hal mulai dari peralatan teknologi mata-mata dan senjata hingga barang-barang mewah seperti karpet. Ini adalah cara lain untuk menghindari embargo perdagangan yang dikenakan kepada negara tersebut.

Buku ini juga menggambarkan secara mendalam pembagian antara gaya hidup mewah pimpinan negara itu dan kemiskinan yang terjadi pada rakyat Korea Utara.

Kolonel tersebut mengatakan hal tersebut sangat tidak adil dan membuatnya memberikan laporan palsu terhadap kematian atas dirinya pada tahun tahun 1994. Dia kemudian membelot ke Austria. Namun sekarang dia telah membahayakan dirinya dengan muncul ke depan publik.

Jong-ryul juga takut agen rahasia Korea Utara akan segera memburunya dan menyakiti keluarganya di Korea Utara. Meski demikian dia mengaku tidak menyesal telah berbicara kepada publik.
Siapakah Kim Jong il?

* Pemimpin Korea Utara 'Dear Leader' adalah karakter yang terisolasi ditengah orang yang banyak memuja dirinya
* Menggantikan ayahnya Kim Il sung, pendiri Korea Utara yang meninggal tahun 1994
* Kim Jong il oleh barat dilihat sebagai ahli manipulasi dan orang yang penuh halusinasi
* Kim juga dinilai punya reputasi sebagai peminum, playboy dan orang yang merasa cemas dengan kesehatannya

(sumber: bbc.co.uk)

Komentari tulisan ini


[New post] Hobi Belanja Mewah Kim Dibukukan Selanjutnya...

Sunday, March 7, 2010

Alamendah's Blog

Alamendah's Blog


Banteng (Bos javanicus) Semakin Terancam

Posted: 07 Mar 2010 07:29 AM PST

Banteng Liar atau biasa disebut dengan Banteng saja merupakan hewan mamalia yang berkerabat dengan sapi. Banteng Jawa (Bos javanicus) merupakan satu dari 5 (lima) spesies Banteng yang ada di dunia (satu spesies telah punah). Banteng (Bos javanicus) terdiri atas tiga subspesies (sub-jenis) yakni Bos javanicus javanicus (terdapat di Jawa, Madura, dan Bali, Indonesia), Bos javanicus lowi [...]

Alamendah's Blog Selanjutnya...

Saturday, March 6, 2010

[New post] Gerakan Literasi, TBM Potensi Gerakkan Budaya Membaca

Gerakan Literasi, TBM Potensi Gerakkan Budaya Membaca

dekadeku | 7 Maret 2010 pada 1:47 am | Tag: Budaya Membaca, Gerakan Literasi, TBM | Categories: Info Unik Seputar Buku | URL: http://wp.me/pGrDA-90

Sebuah taman bacaan (foto: detik.com)JAKARTA--Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang saat ini jumlahnya sekitar 5.000 di seluruh Indonesia merupakan potensi besar untuk menggerakan literasi dan budaya membaca.  Guna memasyarakatkan TBM, Forum TBM Indonesia dalam lima tahun ini mengkampanyekan 'Gerakkan Literasi Lokal Untuk Indonesia Membaca'.

Ketua Forum TBM Indonesia, Heri Hendrayana, yang baru terpilih dalam konsolidasi Forum TBM Indonesia akhir Februari lalu mengatakan, program literasi lokal merupakan kegiatan yang dirancang sendiri oleh TBM-TBM yang ada di Tanah Air. Bentuk kegiatan terkait literasi antara lain pelatihan, pertunjukan, aneka lomba, dan pengumpulan buku atau wakaf buku dari masyarakat untuk TBM setempat.

Salah satu kegiatan yang telah berlangsung ialah 'Cipanas Membaca', pekan lalu, dan akan menjalar ke berbagai daerah lain seperti Padang, Riau, Makasar, Samarinda, serta berbagai daerah lain dalam waktu dekat. Gerakkan Literasi Lokal Untuk Indonesia Membaca menjadi misi Forum TBM Indonesia selama lima tahun ke depan.

Heri yang juga pimpinan taman bacaan Rumah Dunia Serang, mengungkapkan, TBM berada di garda depan dalam pemberantasan buta aksara dan menumbuhkan minat baca. TBM mudah diakses masyarakat, tidak ekslusif, dan membumi.

"Selama ini, sejumlah fasilitas membaca seperti perpustakaan terasa menakutkan karena terkesan hanya orang sekolahan yang masuk ke dalamnya," ujar Heri atau lebih dikenal sebagai Gola Gong, penulis novel Balada Si Roy itu,

Hery berpandangan, sumber persoalan ketertinggalan literasi masyarakat terletak  di akar rumput. "Mereka dapat mengeja, tetapi belum tentu terampil membaca. Peningkatan profesionalisme TBM akan ikut mempercepat Indonesia untuk mengejar ketertinggalan," katanya.

Hery berharap kehadiran lewat Forum TBM Indonesia, taman-taman bacaan yang ada dapat difasilitasi untuk berbagi praktik cerdas dan terbaik pengelolaan sehingga taman bacaan dapat dikelola secara lebih kreatif dan profesional.

Komentari tulisan ini


[New post] Gerakan Literasi, TBM Potensi Gerakkan Budaya Membaca Selanjutnya...

Potlot Adventure

Potlot Adventure


Sebentuk Kisah Cinta Abadi

Posted: 06 Mar 2010 02:18 AM PST

Legenda Roro Mendut dan Pronocitro, bagi masyarakat Jawa tak kalah seru dari Romeo-Juliet. Petilasannya di Sendangtirto, Berbah, Yogyakarta.

Setiap orang memiliki definisi tersendiri mengenai cinta. Keindahan kata tersebut pun teruntai dalam bahasa universal yang paling mudah untuk diucapkan dan dirasakan oleh makhluk hidup bernama manusia.

Namun, apa jadinya jika cinta berubah menjadi sebuah pengorbanan? Berawal dari perasaan ingin saling berbagi atau memberikan kasih sayang kepada orang yang dicintai, maka, muncul pengorbanan atas dasar cinta. Tentu saja, hal ini membuat ikatan suatu hubungan antara dua orang menjadi kuat.

Cinta pun mempunyai kisahnya sendiri. Sebut saja, dongeng, legenda, bahkan kisah nyata yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Dan, setiap rangkaian cerita tersebut tidak lekang oleh perjalanan waktu.

Jika di Barat ada kisah percintaan Romeo & Juliet, Indonesia mempunyai legenda Roro Mendut-Pronocitro, kisah cinta dari tanah Jawa yang begitu terkenal ditengah masyarakat. Roro Mendut hidup di era Kerajaan Mataram, di bawah kekuasaan Sultan Agung pada 1600-an.

Alkisah, sejak kecil Roro Mendut diasuh Adipati Pati. Saat itu, Sultan Agung yang berniat menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil di pesisir Jawa, mengutus Tumenggung Wiraguna untuk menguasai Pati. Usai Pati diambil alih Wiraguna, Sang Adipati menyerahkan anak gadisnya, Roro Mendut sebagai tanda taklukan pada Wiraguna. Kemudian, Roro Mendut diboyong menuju Mataram.

Padahal, Roro Mendut sudah merajut cinta dengan seorang pemuda bernama Pronocitro. Karena tidak rela kekasihnya pergi bersama pria lain, Pronocitro pun mengikuti jejaknya ke Mataram. Setibanya di Mataram, Pronocitro menyamar jadi pekatik (pegawai yang merawat kuda prajurit dan raja). Keadaan tersebut dijadikan kesempatan pemuda itu agar bisa bertemu Roro Mendut.

Sementara, Roro Mendut bakal disunting oleh Wiraguna yang usianya jauh lebih tua dari gadis itu. Namun, Roro Mendut tidak terima dan memilih setia pada Pronocitro. Ia pun menolak tinggal di lingkungan istana. Hal ini membuat Wiraguna marah dan ingin membuat Roro Mendut menderita, dengan cara memberikan pajak kepada gadis itu.

Keinginannya untuk keluar dari lingkup istana yang semakin besar, membuat Roro Mendut menyanggupi tantangan tersebut. Ia pun menjual rokok pada setiap pria, baik muda maupun tua. Pesona kecantikan Roro Mendut seolah-olah menyihir para pria, hingga mereka mau membeli rokok buatan Roro Mendut. Dari hasil menjual rokok, gadis itu mampu menunjukkan pada Wiraguna bahwa ia bisa berhasil hidup di luar istana.

Namun, sayangnya pertemuan Roro Mendut dan Pronocitro yang berlangsung diam-diam itu, perlahan diketahui Wiraguna. Tumenggung yang memergoki mereka sedang berdua menjadi naik pitam. Ia langsung mencabut keris pusaka miliknya dan menghujamkan keris tersebut ke tubuh Pronocitro. Pasangan yang sedang bermadukasih ini pun terkejut. Melihat Pronocitro diserang, Roro Mendut membalikkan badannya seolah menutupi dan menjadi perisai tubuh kekasihnya.

Keris Wiraguna akhirnya menusuk punggung belakang Roro Mendut. Namun sayang, keris itu juga menembus sampai menusuk ke dada Pronocitro, tewaslah sepasang kekasih ini secara bersamaan. Roro Mendut tewas ketika memeluk kekasihnya.

Kematian Roro Mendut merupakan pembuktian dari seorang perempuan yang menggugat kemapanan dan kekuasaan patriarkis. Dia merupakan sosok wanita yang bisa melawan tindakan anarkis dari orang yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan.

Dilain pihak, kisah perjalanan cinta sepasang kekasih ini harus berakhir dengan kematian yang tragis. Legenda Roro Mendut pun menyajikan sebuah bentuk kisah cinta abadi bagi masyarakat Jawa.

Hingga saat ini, petilasan Roro Mendut yang terletak di sebelah timur Kota Yogyakarta, tepatnya di wilayah Dusun Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman, masih ramai dikunjungi para wisatawan atau peziarah. Bahkan, di sekitar lingkungan petilasan banyak warga yang menjual rokok. Mereka beranggapan, dengan menjual rokok dapat meraih penghasilan yang besar seperti dulu, waktu Roro Mendut berjualan barang yang sama.

Sumber: Majalah Travel Club

Potlot Adventure Selanjutnya...

Thursday, March 4, 2010

Anang's Blog

Anang's Blog


Modifikasi Motor

Posted: 03 Mar 2010 06:48 AM PST


Hmm.. Kalau setahun yang lalu saya bercerita tentang modifikasi jok motor. Nah, sekarang ini tentang masalah modifikasi motor. Saya menjadi tertarik karena mengamati karena banyak orang mencoba mengubah tampilan dan struktur motor untuk menyesuaikan dengan keinginan dan kenyamanan berkendara.....

Kebetulan saat berkendara menyusuri ribuan kilometer saya sering menemukan modifikasi motor yang aneh-aneh dan nyentrik... Sebagian merupakan ekspresi seni dan pemunculan rasa kepuasan pemiliknya terhadap hasil modifikasi yang telah dilakukan. Sebagian yang lain memilih memodif kendaraan mereka agar terasa lebih nyaman saat dikendarai.

Nah, yang terakhir itu bisa dilihat pada gambar di bawah ini. Sebuah keluarga mengubah tampilan vespa mereka dengan tambahan kursi penumpang di samping kiri kendaraan.... Tujuannya adalah supaya bisa menampung lebih banyak penumpang.... Meskipun pilihan tersebut mengandung resiko dengan sedikit mengabaikan tingkat keamanan..... Yah, meskipun terlihat dua kepala si kecil terbungkus helm.

Nyaman

Yah.. Lagi-lagi pilihan yang susah saat hidup terasa semakin sulit... Naik kendaraan umum, mahal dan waktu lebih lama...... Belum lagi kalau macetttt......

Makanya saya tetap setia mengendarai motor legendaris... Hihi...

Anang's Blog Selanjutnya...